
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu terdengar, membuat semua atensi semua orang di dalam ruangan itu tertuju ke arah pintu. Mereka lebih terkejut lagi saat Kai langsung berdiri, lalu berjalan dan membuka pintu itu untuk menjemput kekasihnya. Karena ia yakin jika Dara yang mengetuk pintu itu.
Ceklek!
Pintu itu terbuka menampilkan sosok gadis kurus dengan kulit putih bersih dan mulus. Dan wajahnya tertutup sebagian oleh kacamata dan topi.
"Maaf lama" ucap Dara tersenyum pada kekasihnya itu.
"Tidak lama kok, ayo masuk!" ucap Kai dengan lembut dan menggamit tangan Dara dengan posesif, lalu keduanya berjalan masuk.
Jangan di tanya betapa terkejutnya semua orang yang ada di sana melihat Kai berinisiatif menjemput dan menggandeng seorang perempuan.
Karena jangankan mengandeng seorang perempuan, berdiri atau duduk aja, harus ada jarak satu meter. Kai hanya terlihat dekat dengan wanita dari keluarganya saja.
Ivone yang melihat kemesraan di depannya mengepalkan tangannya, sampai kuku-kukunya memutih. Ia marah, cemburu dan menatap benci ke arah Dara.
"Duduklah!" ucap Kai mempersilahkan Dara duduk dengan menarik kursi itu untuk kekasihnya.
Perlakuan manis itu membuat semuanya lagi-lagi bengong, hanya Ivone yang dalam diam menahan marah.
"Sttt, siapa?" tanya Nathan berbisik pada Kai uang duduk di sampingnya.
"Pacarku, Dara. Bukannya kalian sudah pernah bertemu sebelumnya?" ucap Kai.
"Dara?" ucap Rafael dan Nathan kompak kaget.
Mereka terbiasa melihat Dara menggunakan masker, namun kali ini Dara menggunakan kaca mata hitam dan topi, keduanya gagal mengenali Dara dengan penampilannya yang baru.
Dara pun mulai melepaskan topi dan kaca mata hitam yang ia pakai untuk menjaga kesopanan di depan sahabat dan sepupu Kekasihnya. Tentu saja hal itu membuat kegemparan, semuanya tertegun karena melihat kecantikan Dara yang di luar nalar.
Nathan dan Rafael bahkan sampai mimisan di buatnya, keterkejutan mereka di sadarkan oleh Kai yang berdehem kencang.
"Eh, maaf..." ucap Nathan dan Rafael langsung mengelap mimisan itu.
"Wow, kamu sangat cantik. Apa kamu seorang model atau artis?" ucap Alice terpesona. Sedangkan Ivone menggeram kesal.
"*Si*l!!! kenapa sainganku sangat cantik begini, Tidak! Tidak! dia tidak cantik! Dia pasti operasi plastik! Ya dia pasti melakukan operasi plastik agar terlihat cantik dan membuat Kai-ku menyukainya!" gumam Ivone dalam hati*.
"Terimakasih atas pujiannya, kamu juga cantik nona, salam kenal aku Dara" ucap Dara memperkenalkan diri dengan senyum tipis nya.
"Ah... kamu bisa saja. Oh ia perkenalkan namaku Alice. Aku sepupu Kai, salam kenal Dara" ucap Alice semangat berkenalan dengan calon kakak iparnya yang cantik jelita itu
"Dara ini beneran kamu?" tanya Nathan masih tidak percaya.
"Menurutmu?" tanya balik Dara terkekeh membuat semuanya kembali terpana.
"Dari suaranya sih iya. Astaga kamu cantik banget...." ucap Nathan.
"Iya bener kamu cantik banget Ra" ucap Rafael dan Alice bersamaan.
Kai yang melihat itu kesal karena semuanya mengagumi Dara. Namun ia juga tidak bisa apa-apa karena memang kekasihnya itu sangat cantik di bandingkan dengan orang lain.
Entah Kai senang atau sedih mengingat kecantikan Dara yang terlalu, uuuuhhh pokoknya tidak bisa di nilai.
"Apa sih, biasa aja kali!! Oh iya, kamu oparasi plastik di mana?" tanya Ivone dengan nada sarkas.
"Ivone!!!" teriak Alice menegur sepupunya itu.
"Apa sih, aku kan cuma nanya Lice" ucap Ivone dengan wajah sedihnya, berharap Kai bisa bersimpati padanya.
Namun Nihil, Kai bahkan tidak menatapnya dan diam diam mengepalkan tangannya mendengar tuduhan Ivone.
Dara menggenggam tangan Kai mengatakan kalau ia tidak apa-apa, kemudian ia mengangkat sebelah alisnya. Ia mengerti jika wanita ini yang di maksud oleh Kai, yang sudah lama menjadi pengejarnya adalah wanita di depannya.
"Itu bukan nanya, tapi kamu menuduh!" ucap Alice marah dan malu karena kelakuan sepupunya itu.
"*Kalau bukan karena om dan Tante yang memaksa minta mengajaknya, males banget aku ngajak si biang kerok dan manja ini. Na*is!!! Malu banget gue punya sepupu macem gini, Tuhan" ucap Alice dalam hati merasa kesal*.
"Maaf ya Dara, jangan masukin ke hati. Nama dia Ivone, sepupuku dari pihak ibuku. Mulut dia memang kaya mercon dan suka seenaknya kalau ngomong" ucap Alice menoleh ke arah Dara.
"Tidak apa-apa. Tapi aku hanya menyarankan, jangan suka mengecap sesuatu tanpa ada bukti kebenaran. Atau bisa saja kamu kena tuntut karena ini negara hukum, bahkan ada undang-undang nya" ucap Dara tersenyum remeh ke ara Ivone.
"Tidak! Aku hanya mengingatkan saja. Tapi Nona, jangan sekali-kali memegang sesuatu tanpa mencari tahu sesuatu itu seperti apa wujudnya. Meskipun sekilas terlihat lemah, bisa jadi kamu akan kehilangan tanganmu tanpa kamu sadari, bahkan mungkin nyawamu" ucap Dara ddngan santai, namun ia memperingati Ivone agar tidak mencari masalah dengannya.
"Kamu...." ucap Ivone terpotong
"Ah iya, kalian beneran pacaran? Serius?" tanya Alice mengalihkan pembicaraan.
"Hmm, Ya" ucap Dara
"Woooowwww, mas bro, my boss, Gilaaaa.... sekali nya punya cewek, cantik beneeerrr" ucap Nathan yang di angguki oleh Rafael dan Alice.
"Cih, apaan cantikan juga gue kali" gumam Ivone pelan namun masih terdengar oleh mereka.
Merasa seperti di tatap Ivone menoleh dan melihat mereka semua menatap tajam ke arahnya, kecuali Dara tentunya yang terlihat biasa saja.
"Ke-kenapa kalian menatapku begitu?" ucap Ivone
"Jaga ucapanmu Ivone, kamu di sini hanya tamu! Kalau kamu tidak bisa menjaga ucapanmu, keluar saja sana!" ucap Alice kesal.
"Ih kok gitu Lice" ucap Ivon cemberut, kesal dan pura-pura sedih.
"Makanya diem jangan bikin masalah!!! Aku punya batas kesabaran ya, kalau nggak aku tidak segan mengusirku keluar dari sini!" ucap Alice tegas.
"Waahh, sayang kata-kata kamu keren banget" ucap Rafael menatap memuja ke arah Alice, membuat Alice bersemu merah.
"Iya-iya maaf Lice. Kak Kai..." ucap Ivone menatap ke arah Kai, mencari bantuan seakan mengatakan. 'Tolong aku kak aku di bully'.
Respon Kai, tentu saja tidak Ada. Justru Kai saat ini tengah asik memainkan jemari tangan kekasihnya di atas meja dan menatap wajah cantik Dara. Membuat Ivone semakin kesal.
"Udah, lebih baik kita pesan makanan aja. Ya Tuhan, kenapa kanan kiri ku lagi main bucin-bucinan semua" ucap Nathan menghela nafas pasrah, karena dirinya saat ini masih jomblo.
"Ha-ha-ha makanya cari pasangan Nath, udah tua masih aja belum punya pacar!" ucap Alice monohok.
"Aku masih muda ya Lice, aku masih 26 tahun!" ucap Nathan kesal di katai tua.
"Umur segitu masih betah jomblo, lihat bos dingin aja udah punya pawangnya" ucap Rafael ikut menimpali.
"Kalau gitu, itu Ivone nganggur. Ajak aja dia biar ada pasangan" ucap Alice.
"Dia??? Ogah!!!" ucap Nathan dan Ivone bersamaan.
"Nah loh, kompak bener, jangan-jangan jodoh!" ucap Rafael.
"Idiiihhh.... Amit-amit jabang kebo... Lagian mana mau gue sama model dedemit gini" ucap Nathan Monohok.
Memikirkannya aja membuat Nathan merinding, di bandingkan ia harus sama Ivone, lebih baik ia jomblo seumur hidup.
Karena meskipun Ivone cantik dan berasal dari keluarga kelas satu di ibukota. Namun sifatnya yang mirip Djajal dan juga kelakuannnya yang murahan mengejar Kai membuatnya jijik. Sangat Jijik!!
"Si*lan, cantik gini di bilang dedemit. Gue juga ogah sama lu yang jelek sia*lan!" ucap Ivone tidak terima.
Dara hanya menonton saja pertunjukan di depannya tanpa menimpali, sedangkan Kai masih sibuk memainkan jemari tangan kekasihnya itu.
Setelahnya mereka memesan makanan dan mulai makan setelah makanan itu datang. Ivone mengeram kesal dalam hati melihat kedekatan Kai dan Dara.
"Cobalah Babe, ini enak!" ucap Kai dengan lembut dan penuh cinta menyuapkan makanan kepada kekasihnya itu.
"Hmm... Enak! Makasih Kai aku suka" ucap Dara
"Sama-sama sayang, ayo makan lagi kalau suka, aku suapi" ucap Kai dengan senyum manis yang mengembang di wajah Kai yang tampan itu.
Yang lain terkejut melihat betapa lembut dan perhatiannya Kai pada Dara. Seumur hidup baru kali ini Kai mengucapkan nada yang begitu lembut, bahkan apa tadi? Babe? Sayang? Woooowww, sungguh luar biasa!
Ini rekor Kai mengucapkan kata semanis itu!
Dari mana Kai belajar? pikir mereka
Semakin lama, semakin mereka terkejut melihat adegan demi adegan mesra yang di lakukan oleh Kai pada kekasihnya, membuat mereka tidak percaya dengan penglihatan pendengaran mereka saat ini.
...•••••••...