
Dara sudah berada di Star mansion, ia masih kepikiran soal pertemuan nya dengan Domi. Entah mengapa Dara merasa tidak asing dengan Domi saat bertemu langsung dengannya.
Aneh, padahal ia merasa belum pernah bertemu dengan Domi, bahkan saat ia mencoba mengingat semuanya.
Saking fokus memikirkan itu, ia tidak menyadari jika Kai sudah pulang. Kai yang melihat istrinya duduk melamun menghampirinya dan mengecup kening sang istri, membuat sang empunya terkejut.
"Abang sudah pulang?" tanya Dara dengan menghampiri suaminya, mencium tangan dan memeluknya sebentar seperti biasa mereka lakukan.
"Sudah dari tadi, tapi kamu sepertinya asik melamun. Ada apa hm? Apa ada yang menganggu pikiran mu?" tanya Kai
"Nggak apa-apa Bang, aku cuma kepikiran sesuatu aja. Oh iya, Flo sudah balik dari kota Y, mungkin besok aku sudah mupai melakukan pengobatan Flo" ucap Dara
"Apa butuh bantuan sayang?" tanya Kai
"Hmm, bisakah kamu memastikan keamanan di mansion, terutama Langit dan triplet. Karena aku nggak tahu berapa lama melakukan pengobatannya. Meskipun nanti aku akan sering keluar, tapi itu tergantung pengobatannya sulit atau tidak" ucap Dara yang memang belum pernah mencoba mengobati hal seperti ini.
"Nggak usah khawatir, semuanya aman. Lagian langit dan triplet sudah kamu beri jejak aura milikmu kan?" ucap Kai.
"Iya bang, tapi aku nggak mau kecolongan saat aku tidak ada" ucap Dara
"Abang ngerti, Abang akan minta penjagaan di mansion di perketat. Apa perlu Abang ambil cuti?" tanya Kai.
"Nggak perlu Abang, bukannya Abang udah sering ambil cuti. Nggak usah nggak apa-apa, aku juga yakin yang kamu lakuin sudah yang terbaik" ucap Dara.
"Baiklah, tapi jangan sungkan bilang jika membutuhkanku sayang" ucap Kai.
"Tentu, tapi sepertinya aku akan minta bantuan Abang lebih cepat" ucap Dara.
"Bantuan apa sayang?" tanya Kai lembut sembari memeluk istri tercintanya.
"Selama aku mengobati Flo, bisa nggak kamu sering komunikasi dengan anggota GOD yang mengawasi orang itu. Aku nggak mau kelewatan berita penting bang" ucap Dara
"Kamu udah kasih obat yang kamu buat Dimas?" tanya Kai
"Udah bang, tapi aku takut mereka mengincar triplet. Aku nggak bisa kasih obat ke anak-anak karena dosis nya cukup tinggi untuk bayi" ucap Dara
"Kamu tenang aja, itu tidak akan terjadi. Aku akan menjaga anak-anak kita" ucap Kai tersenyum.
"Makasih abang" ucap Dara tersenyum ke arah suaminya.
"Aku siapin air hangatnya untuk mandi dulu buat Abang mandi, nanti kita makan malam bersama" ucap Dara
"Kenapa nggak mandi bareng yang, udah selesai kan?" ucap Kai menarik turunkan alisnya
Dara merona merah karena mengerti arah pembicaraan sang suami, memang toren miliknya sudah berhenti bocor. Dan karena suami sudah memintanya, Dara hanya bisa menurutinya.
Setelah hampir dua bulan lamanya berpuasa, akhirnya Kai buka juga. Suarawreka berdua mendayu memenuhi kamar mandi.
....
Flo baru sampai di ibukota sore tadi, ia dan Lingga masuk ke dalam mansion. Liburan mereka berjalan dengan lancar tanpa hambatan, keduanya berusaha untuk menghilangkan rasa khawatir akan pengobatan dengan menghabiskan waktu berdua.
"Kamu jadi melakukan pengobatan besok sayang?" tanya Lingga
"Kamu sudah menanyakan hal ini lebih dari sepuluh kali mas dan jawabanku tetap sama, Ya" ucap Flo
"Mas hanya takut sayang" ucap Lingga menundukkan kepalanya
"Kenapa takut, kamu percaya kan sama aku dan Dara? Dia dokter dan juga ahli pengobatan terbaik di negara ini, bahkan mungkin terbaik di dunia ini" ucap Flo
"Kamu janji kan sama mas akan kembali dengan selamat?" tanya Lingga.
Flo tersenyum dan menggenggam tangan suaminya.
"Aku nggak bisa janji mas, tapi aku akan berjuang untuk kamu dan anak kita. Aku hanya butuh dukungan dan do'a kamu" ucap Flo
"Aku cinta kamu Flo, sangat. Aku harap semuanya berjalan lancar, kalaupun nggak. Aku akan menyusul kemanapun kamu pergi, meskipun itu di alam baka sekalipun" ucap Lingga.
Flo meneteskan air matanya, ia mengerti akan perasaan Lingga. Ia juga akan melakukan hal yang demikian jika hal itu terjadi sebaliknya.
"Aku juga cinta kamu mas. Aku pastiin aku tidak akan kemana-mana, aku akan terus berada di samping kamu. Tolong percaya kita akan berkumpul bersama nantinya" ucap Flo.
"Mas percaya, tolong untuk kembali sayang dan dalam keadaan selamat" ucap Lingga.
Lingga mengusap lembut pipi mulus Flo yang basah oleh air mata dan mengecup kedua matanya.
...•••••••...