
"Da, mu apa di tini?" tanya Langit menoleh ke kanan dan ke kiri, saat dirinya di bawa ke ruangan sebelah oleh bundanya.
Dara menuntun Langit duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Ia kemudian menatap putra sulungnya itu dengan senyum lembut di wajahnya.
"Sayang, bunda ingin meminta tolong sesuatu padamu, boleh?" ucap Dara lembut dan duduk berlutut menyetarakan tingginya dengan putranya yang duduk di atas sofa.
"Tetu Da, Da leh inta apa ja ma aban. Aban acih mua uwat da" ucap Langit serius dengan wajah polosnya, membuat Dara menjadi gemas.
Dara mencium pipi gembul Langit yang terkekeh saat mendapat ciuman bertubi-tubi. Langit tersenyum saat bundanya itu menciumnya, ia tidak marah jika Bunda atau adik perempuan nya yang menciumnya.
Ingat! Hanya bunda dan adik perempuan nya saja! (Devinisi bucin ke ibu dan adik perempuan)
"Kamu anak bunda paling baik dan pengertian sayang. Bunda akan menjelaskannya padamu, bunda yakin kamu anak yang sangat pintar dan akan paham dengan ucapan bunda" ucap Dara yang memang benar-benar yakin Langit bisa paham dengan yang akan dia ucapkan.
Langit mengangguk dan menunggu bundanya melanjutkan ucapannya.
"Sayang, Tante Flo saat ini sedang sakit. Ada Dede bayi di perut Tante Flo yang juga sedang sakit dan terus tidur" ucap Dara
"Tenapa Ti Fo ga di obanin da? Tenapa ga di banunin de Ayi, cian tan bobo eyus eman ga tape?" ucap Langit. Dara tersenyum dan mengelus kepala sang putra cerdasnya itu.
"Bunda mau obatin Tante Flo dan Dede bayi, tapi bunda butuh bantuan Abang. Abang mau bantu bunda sayang?" tanya Dara, Langit mengangguk.
"Bunda butuh beberapa tetes darah Abang, dan kekuatan di tubuh Abang. Boleh bunda minta sedikit nak?" tanya Dara.
Bukan tanpa alasan Dara mengatakan hal demikian itu pada Langit. Karena tidak semua darah dan esensi Chi milik Langit bisa di gunakan untuk pengobatan.
Darah dan Chi milik Langit tidak akan berguna dan sama saja seperti manusia pada umumnya, jika itu tidak mendapat izin dari pemiliknya.
Perlu di ketahui, Darah dan Chi seorang manusia yang di takdirkan memiliki manfaat yang sangat banyak. Salah satu nya memiliki fungsi sama seperti pil penyembuh dan juga bisa membangkitkan orang sekarat sekalipun.
Hanya saja, itu bisa di gunakan jika pemilik Darah dan Chi itu menginginkannya sendiri atau memperbolehkan darah atau Chi miliknya di gunakan orang lain.
Jadi di mata orang lain, Langit akan terlihat sama seperti manusia dan kultivator yang lain. Tentu itu tidak berlaku bagi Dara yang memiliki jiwa Liu Annchi yang juga seorang manusia yang di takdirkan pada jamannya. Dara mengetahui semua hal yang tidak di ketahui kultivator lain, bahkan kultivator senior di masa lalu sekalipun.
Dara juga akan menjelaskan hal ini pada Langit setelah Langit mengerti dan mulai di latih kebatinannya.
"Leh Da, ambil ja" ucap Langit
"Tapi ini akan sedikit sakit kaya di gigit semut, Abang nggak apa-apa?" ucap Dara
"Aban uwat da, Aban ga kan nanis di git temut" ucap Langit polos.
"Anak pintar, kalau begitu Bunda minta sekarang ya" ucap Dara.
Dara mengeluarkan jarum suntik dan mengambil darah Langit. Langit sama sekali tidak meringis saat jarum suntik itu masuk ke lengan mungil dan mengambil darahnya. Dara juga mengeluarkan Chi dan menarik Esensi Chi Langit dan menyimpannya di sebuah giok khusus.
"Dah Da?" tanya Langit
"Udah, apa sakit sayang?" tanya Dara mengelus lengan Langit dan menyembuhkan dengan Chi miliknya agar darahnya tidak keluar lagi, Langit menggeleng.
"Ga atit" ucap Langit lucu, membuat Dara kembali mencium pipi Langit.
Setelahnya mereka pun kembali ke ruangan kerja Dara, kini tinggal Dara yang harus membuat pil kehidupan untuk Flo.
....
Dara kini seorang diri berada di ruangan dimensi tubuhnya, ia masuk ke sebuah mansion yang ada di dalam ruangan dimensi itu. Dara pun langsung mengambil buku dari perpustakaan di sana.
Ia membuka lembaran demi lembaran buku yang menjelaskan tentang pil kehidupan. Dara kembali membaca buku itu guna memahami kembali tiap langkah dan proses pembuatannya agar tidak terjadi kesalahan.
Kini Dara sudah berdiri di depan tungku bersiap untuk membuat pemurnian pil. Bahan-bahan yang di butuhkan sudah tersedia, Dara menghela nafas dan mulai melakukan pembuatan pil kehidupan.
Ada tiga Bahkan lengkap di depannya, itu artinya hari ini ia memiliki kesempatan untuk melakukan tiga kali percobaan. Jika gagal, ia harus mengulangnya paling cepat minggu depan.
Bukan karena bahan obat tidak ada, tapi esensi Chi milik Langit hanya bisa di ambil seminggu sekali, itu pun susah paling cepat. Dara tidak ingin mengambil resiko membahayakan bagi putranya, karena saat ini Langit masih bayi dan belum memulai kultivasi nya. Yang mana masih rentan dan rawan terluka.
"Percobaan pertama, haahh aku bisa..." ucap Dara.
Ia mulai serius melakukan langkah tiap langkah pemurnian pil. Namun di langkah akhir, ia melakukan kesalahan yang membuat tungku pun meledak.
DUAR!!!
"Akkhhh!!!" Dara teriak karena terkejut karena tidak siap jika tungku meledak, ia menghela nafas saat melihat bahan pertama terbuang sia-sia.
"Apa ada yang aku lewatkan?" ucap Dara.
Ia kemudian mengecek kembali semua bahan dan juga takarannya, Dara pun merasa yakin jika semuanya benar. Langkah tiap bahan di masukan, besar api surgawi, Chi yang di masukan pun sudah ia perhitungkan dan ia yakin itu benar juga.
"Mungkin aku salah perhitungan sedikit, mari coba lagi" ucap Dara
Ia pun mulai lagi dengan percobaan kedua, kali ini ia lebih berhati-hati dan tidak mengurangi fokusnya. Namun ternyata percobaan kedua juga gagal, tungku itu pun kembali meledak.
"Ini percobaan terakhir, aku harap ini berhasil. Kalau tidak mungkin Flo harus menunggu lebih lama, aku takut kondisinya bisa memburuk kapan saja secara tiba-tiba" ucap Dara.
Dara menutup matanya dan menghela nafas.
"Annchi, bisa kah kamu membantuku, beritahu aku apa yang salah" ucap Dara.
Entah mengapa setelah ia mengatakan itu, perasaan hangat mengalir ke tubuh dan kepala nya. Dara mendadak bisa melihat kesalahan yang ia lakukan saat ia memurnikan pil.
"Terimakasih Ancchi" ucap Dara tersenyum.
Meskipun dirinya tidak yakin jika jiwa lain di tubuhnya itu yang memberikannya pencerahan, atau mungkin dirinya sendiri. Namun itu tidak penting, baginya saat ini yang penting adalah membuat pil dan menyelamatkan sahabat dan calon keponakannya.
Dara mulai kembali memurnikan pil kehidupan, ia kemudian memasukan bahan-bahan yang di perlukan. Memperhatikan api agar sesuai suhunya dan juga Chi yang harus di keluarkan.
DUAR!!!
Dara menghela nafas karena lagi-lagi percobaan ketiga juga gagal. Namun tiba-tiba ia mencium wangi obat yang menenangkan.
Mata Dara terbelalak saat melihat tiga butir pil dengan ukuran berbeda dengan warna emas melayang di udara, menguarkan aroma obat yang sangat kuat dan membuat siapapun yang menciumnya merasa bersemangat dan energinya kembali full.
"Ak-aku... Berhasil?" ucap Dara tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat.
Langsung saja ia mendekat, Dara melihat lima pola di garis luar pil. Lalu Dara mengeluarkan botol giok yang secara otomatis menyerap ketiga pil itu masuk ke dalam sana.
"Pil kehidupan level lima tingkat tinggi sempurna. Permulaan yang bagus, ini sudah lebih dari cukup untuk mengobati Flo" ucap Dara merasa senang karena percobaan nya ternyata berhasil.
Dirinya juga tidak menyangka, hasil yang ia dapat sungguh memuaskan. Awalnya ia pikir pil kehidupan level empat menengah sudah cukup. Namun ternyata ia berhasil membuat dengan level Lima dengan kualitas sempurna.
Meskipun pil yang di buat Dara itu hanya level lima, namun itu sudah merupakan hasil yang sangat bagus untuk percobaan awal Dara membuat pil kehidupan.
Kini Dara keluar dari ruangan itu dan masuk kembali ke ruangan obat. Dara pun mengambil bahan obat apa saja yang ia perlukan untuk pengobatan Flo nanti dan menyimpannya di kotak khusus. Lalu ia letakan di sisi kiri ruangan, agar nanti ia dengan mudah mengambilnya.
...••••••...