
Dara, Ferdi, Theo dan Flo saat ini sudah berada di ruangan kerja milik Dara. Terlihat Dara sangat fokus melihat laporan keuangan dan juga beberapa hal yang berkaitan dengan perusahaan miliknya.
Sebenarnya tidak ada masalah berarti di perusahaan, kerena sudah terkoordinasi dengan baik oleh Ferdi, yang tak lain sebagai tangan kanan Dara atau kepercayaan Dara untuk mengurus semua perusahaan.
Hanya saja di laporan itu menjelaskan kalau Lucas tengah pusing karena belakangan ini, ini di karenakan ia selalu di ganggu oleh Xavier yang selalu menanyakan keberadaan Dara.
Bahkan Xavier juga menganggu Feli hingga muncul berita hubungan keduanya di media sosial. Karena keduanya kerap tertangkap kamera sedang berdua entah membicarakan tentang apa.
"Kenapa dengan anak ini?" tanya Dara, merujuk pada Xavier.
"Yang anda sebut anak ini lebih tua dari anda nona" ucap ketiganya dalam hati dan menahan tawa
"Seperti keterangan yang ada di sana nona, Xavier terus mengganggu Lucas dan Feli, bahkan ia juga terkena skandal hubungan dengan Feli. Padahal kenyataannya Xavier saat itu tengah mengorek informasi dari anda melalui Feli" jelas Ferdi
"Apa yang di katakan Feli? Lalu, bagaimana tanggapan Perusahaan?" tanya Dara.
"Feli tidak mengatakan apapun selain tiga kata, aku tidak tahu. Namun Xavier tidak percaya fan terus menanyainya. Perusahaan sudah menyangkal berita hubungan Feli dan Xavier dan mengatakan kalau mereka hanya sebagai rekan kerja. Begitupun dengan Feli dan Xavier melakukan yang sama saat konferensi pers, hanya saja..." ucap Ferdi
"Lanjutkan!" ucap Dara menaikan sebelah alisnya.
"Hanya saja media sekarang lebih heboh pagi karena pernyataan Xavier yang mengatakan jika ia sudah memiliki gadis yang sangat ia cintai dan itu bukan Feli. Para wartawan yang meliput itu jadi beralih dan bertanya siapa identitas gadis itu. Lalu Xavier mengatakan ciri-ciri gadis itu sama persis seperti gambaran tentang anda" jelas Ferdi
"Haaaahhh" Dara menghela nafas memijat pangkal hidungnya.
"Lalu?" ucap Dara lagi.
"Para wartawan jadi penasaran dengan identitas itu. Meskipun ada beberapa yang menebak itu anda, tapi banyak juga yang mengira itu adalah orang lain. Kami langsung mengakhiri konferensi pers itu agar tidak merambat kemana-mana. Karena berita itu pula keluarga Nugraha turun tangan membantu perusahaan untuk menekan berita itu" ucap Ferdi
"Nugraha?" beo Dara
"Ya, Xavier adalah cucu laki-laki satu-satunya yang di yakini sebagai pewaris keluarga Nugraha, keluarga kelas satu di ibukota" ucap Ferdi.
"Bagaimana dengan saham?" tanya Dara
"Saham hotel dan rumah sakit meningkat 40 poin sedangkan Entertainment hanya meningkat 10 Point' karena berita Xavier yang sedikit mempengaruhi naiknya nilai saham" ucap Ferdi.
"Oke, itu cukup memuaskan, setidaknya tidak ada saham yang turun" ucap Dara mengangguk mendengar laporan itu.
"Lalu bagaimana dengan Perusahan induk?" tanya Dara.
"Masih dalam tahap pembangunan nona, sudah 40 persen, masih memerlukan waktu beberapa bulan lagi untuk rampung" ucap Ferdi.
Dara memeriksa dengan teliti laporan itu, dan ia sangat puas karena Ferdi melakukannya dengan baik tanpa kesalahan sedikitpun.
Jika Star Group milik Dara sudah berdiri dan nilai aset kekayaan Dara di nilai. Saat ini perusahaan sudah bisa masuk kategori keluarga kelas dua, mendekati kelas satu hanya dalam kurun waktu setengah tahun. Yakni kurang lebih 95 Triliun.
Sebenarnya aset yang di milik Dara sudah di kategori kan keluarga kelas satu jika di total dengan uang yang ada di dalam rekening miliknya, dengan total kekayaan bersih kurang lebih 260 Triliun.
Dan jika di gabung dengan harta tidak terhingga di ruang dimensi miliknya. Jangan di tanyakan lagi, sudah bisa di pastikan Dara di kategorikan sebagai orang terkaya di negara ini bahkan di dunia.
"Bagaimana denganmu Theo?" tanya Dara
"Ini laporan yang anda inginkan bos" ucap Theo memberikan Data informasi yang sudah Dara minta sebelumnya.
Melihat itu Dara fokus membacanya dan sesekali mendengus dan mencibir.
"Jadi orang tua itu sudah di usir dari kontrakan?" tanya Dara
"Ya, bos. Sekarang dia tidak lagi memiliki tempat tinggal dan luntang-lantung di jalan. Untuk tidur saja di atas koran dan di emperan toko yang setiap pagi selalu di usir oleh pemilik toko. Bahkan untuk makan pun ia mengoreknya dari tempat sampah" jelas Theo.
"Jadi gelandangan? Sungguh miris!" ucap Dara terkekeh
"Anda benar bos, sangat miris!" ucap Theo
"Dia sama sekali tidak berkeinginan untuk bekerja..." ucap Dara
"Mengandalkan gengsi tidak akan kenyang, makanan tidak akan datang sendiri tanpa kita berusaha mendapatkan nya. Dasar orang bodoh! Ia Lebih memilih jadi gelandangan dan makan makanan sisa, dari pada bekerja" ucap Dara menggelengkan kepalanya heran.
Karena setahu Dara, orang yang sedang di bicarakan itu merupakan orang berpendidikan. Tapi sama sekali tidak menggunakan otaknya.
"Apa anda tidak berniat menolong Dia nona?" tanya Ferdi penasaran
"Tidak! Semenjak Dia mengusirku, ibu dan Dimas. Dia sudah bukan siapa-siapa bagiku, meskipun dia minta maaf padaku sampai bersujud aku tidak akan memaafkan nya. Karena aku tahu, orang seperti Dia tidak akan puas dengan apa yang sudah ia dapatkan. Apalagi sampai mengetahui identitasku yang sebenarnya, aku yakin dia akan semakin besar kepala, kalap dan serakah akan harta" ucap Dara
"Apa sama sekali tidak ingin memaafkannya, nona?" tanya Flo.
"Tidak tahu! Aku akan melihat seperti apa yang terjadi nanti di masa depan" ucap Dara
Ketiga orang kepercayaan Dara itu mengangguk mengerti. Bagaimana pun mereka sudah tahu cerita lengkap nonanya itu. Mereka bertiga sebenarnya kesal dan marah, saat mengetahui bahwa ayah nonanya sangat kejam dan bodoh.
mereka hanya berdoa semoga kehidupan nona mereka terus bahagia.
....
Theo dan Ferdi sudah pulang beberapa saat yang lalu, di antar Flo sampai depan pintu. Sedangkan Dara masih di dalam ruangan kerja miliknya dan membalas chat dari sang kekasih.
Tok! Tok! Tok!
Pintu di ketuk, lalu Flo masuk setelah mendapatkan izin dari nonanya itu untuk masuk.
"Duduklah! Dan apa yang ingin kamu katakan padaku?" tanya Dara tanpa basa-basi, karena ia tahu ada yang ingin gadis itu sampaikan.
"Ini mengenai kultivasiku Nona, ada beberapa hal yang tidak aku mengerti" ucap Flo
"Apa itu?" tanya Dara
Flo pun menceritakan hal apa yang tidak ia mengerti saat ia sedang berkultivasi. Sebagai tuan dari Flo, Dara menjelaskan pada Flo dengan bahasa yang lebih ringan dan mudah di pahami Flo.
Dara memang memberikan pengetahuan tentang dunia kultivator dan teknik kultivasi untuk Flo. Tapi itu tidak lengkap dan beberapa masih tidak di mengerti oleh Flo.
"Lalu apa lagi?" tanya Dara saat ia tahu ada sesuatu yang mengganjal di diri Flo yang ingin di tanyakan.
"Maaf sebelumnya nona, saya ingin menanyakan tentang White" ucap Flo
Dara yang mendengar itu mengangkat kedua alisnya.
"Saat saya ke halaman belakang, saya terkejut saat merasakan aura spriritual. Saya kira ada orang lain yang sedang belajar kultivasi, tapi ternyata aura itu dari sekitar tubuh White" ucap Flo melanjutkan ucapannya.
"Kau sudah bisa merasakannya ternyata. Ya White memang bukan binatang biasa, dia adalah salah satu dari empat Binatang spiritual Ilahi legendaris. Saat ini dia tidak dalam kondisi terbaiknya karena beberapa hal, jadi White sekarang masih tahap pemulihan untuk pengumpulan energi. Dia masih di tahap yang setara dengan kultivator tingkat 7 saat ini" jelas Dara.
"Waaahhhh luar biasa" ucap Flo terkejut sekaligus kagum.
"Kalau White Binatang spiritual Ilahi legenda, berarti anda..." ucap Flo menggantung.
"Ya, aku adalah tuan dari White" ucap Dara tersenyum
Dara mengatakan itu karena memang tidak ada yang bisa menaklukan Binatang spiritual, jika bukan tuan mereka. Karena jika seorang kultivator tidak bisa menaklukannya, hanya ada dua kemungkinan.
Pertama mati di tangan binatang itu kedua adalah terluka parah. Hal itu saja sudah menggambarkan betapa mengerikannya kekuatan binatang spiritual ilahi Legenda itu.
Saat ini Flo melihat Dara berbinar penuh kekaguman, Ia mengidolakan nonanya itu lebih besar lagi. Dia tidak bisa menebak tingkatan Dara karena tingkat kekuatan mereka jauh berbeda.
Jika Nonanya bisa menaklukan Binatang spiritual ilahi legenda, bukankah Nonanya lebih kuat dari Binatang spiritual itu sendiri.
Sungguh luar biasa!
...•••••••...