
Dara membiarkan Manda dan Nathan memiliki waktu bersama dengan anak mereka yang baru lahir. Dara juga akan meminta Shine untuk menemani dan menjaga Manda dan juga Baby Langit, selama nanti dia berada di kota S.
Shine dan Manda sudah berkenalan, Manda yang supel cepat sekali akrab. Meskipun Sifat Shine yang dingin dan irit berbicara sangat berbalikan dengan sifat Manda yang bar-bar dan ceplas-ceplos.
Dara juga meminta Manda untuk mengambil cuti kuliah dan kerjanya di resto. Jadi selama kurang lebih satu bulan ini Manda akan fokus menjaga Baby Langit di apartemen di temani oleh Shine.
Meninggalkan langit bersama ibu kandungnya sementara waktu, tidak membuat Dara was-was. Karena Dara sudah menyegel aura Langit, agar tidak bisa tercium oleh para kultivator dan menempatkan Shine di sekitar mereka membuat Dara tenang.
Di tambah Dara juga memberikan jimat pelindung pada mereka, agar apapun yang terjadi Dara bisa merasakannya dan bertindak.
"Jadi lu biarin gue rawat Baby Langit sampai lu kelar magang? Kurang lebih bulan depan magang lu selesai kan Ra?" tanya Manda pada sahabatnya itu
"Manda kamu sekarang sudah jadi ibu. Perhatikan bahasamu hey. Untung Baby Langit lagi bobo, meskipun dia masih bayi tapi jangan di biasain" ucap Flo.
Manda, Dara, Flo dan Shine saat ini memang sedang bersantai di balkon apartemen sembari menjemur Baby Langit di bawah sinar matahari pagi.
"Sorry, keceplosan Mulu. Nanti gu.... Eh salah, aku bakal biasain deh Flo" ucap Manda terkekeh.
"Hmm, biar Baby Langit sama kalian dulu sampai magangku selesai. Tapi inget kamu nggak boleh keluar apartement, kalaupun keluar biarin Shine yang jaga Baby Langit di sini jangan di bawa keluar" ucap Dara.
"Aku tahu Ra, tenang aja" ucap Manda
"Laki lu, eh salah... Tunanganmu mana Ra? Nathan juga ngilang, kemana tuh orang satu" tanya Manda lagi yang tidak mendapati Kai ataupun Nathan di apartemen.
"Lagi temenin Kai jemput orang di bandara" ucap Dara
"Lah jemput siapa? Ko aku nggak tahu" ucap Manda
"Sodaraku dari negara R. Tadi pas Nathan mau pamit, kamu masih tidur jadi dia nggak tega dan nggak mau ganggu waktu istirahat kamu" ucap Dara
"Oh..." Manda mengangguk paham.
"Flo, ada yang perlu aku omongin soal kerjasama dengan Uchiha Group" ucap Dara menoleh ke arah Flo
"Emang ada masalah apa sama kontrak kerjanya, Ra?" tanya Flo mengerutkan keningnya.
Pasalnya ia sudah mempelajari kontrak kerjasama di bidang Farmasi dengan Uchiha Group itu, dan ia tidak mendapati kesalahan sedikitpun di sana, semuanya terperinci dengan jelas.
"Hanya ada hal yang perlu di bicarain aja, ini penting soalnya" ucap Dara.
"Hmm ya udah, mau ngomong di sini apa di kantor?" tanya Flo
"Kantor aja deh, aku juga sekalian mau lihat perkembangan perusahaan. Kapan Launching?" tanya Dara
"ayang pasti setelah masa magang kamu selesai, nggak enak juga kan. Masa launching Perusahaan gede, tapi pemiliknya malah nggak ada di tempat" ucap Manda terkekeh.
"Ya sudah kamu atur aja gimana baiknya" ucap Dara
"Kita pergi sekarang?" tanya Flo
"Ya.... Manda kamu nggak apa-apa kita tinggal sebentar kan? Kalau ada perlu apa-apa tinggal telepon aku, atau tinggal bilang sama Shine" ucap Dara
"Santai aja guys, kerja aja sono gue nggak kenapa-kenapa. Aku tahu kalian super duper sibuk kan? Tenang, gu- eh buset nih mulut nggak bisa di ajak kompromi, kebablasan mulu dah. Tenang aku udah gede ini Ra, Flo, aku bisa jaga diri" ucap Manda sembari meralat ucapannya.
Setelah pamit, Dara dan Flo pun keluar dari apartemen dan langsung menuju ke Star Tower.
Star Tower adalah gedung milik Dara yang merupakan gedung pencakar langit dengan 60 lantai. Terletak di pusat ibukota dengan tempat yang strategis, membuatnya berdiri tegak dengan kokoh dan juga sangat indah saat malam hari.
Sedangkan Star Corporation yang merupakan perusahaan induk milik Dara akan menempati tiga lantai paling atas di sana. Lantai lainnya di sewakan untuk perkantoran dan juga pusat perbelanjaan.
"Selamat pagi Ketua, Nona Flo" ucap Karyawan yang menyambut kedatangan Dara dan Flo di Lobby Perusahaan.
Meskipun Dara hanya sesekali datang, namun Flo mewajibkan semua karyawannya tahu wajah bos mereka. Ia berkonsultasi dengan CEO perusahaan yang tak lain adalah Ferdi terkait hal itu.
Jadi mereka langsung mengenali Dara dalam sekali lihat, meskipun setiap kali bertemu. Mereka mati-matian tidak mimisan karena aura kecantikan Dara yang sungguh di luar Nurul.
"Pagi" balas Dara dan Flo.
Setelah keduanya menghilang di balik pintu lift yang baru saja di tutup. Bisik-bisik tetangga alias para karyawan yang tengah berbisik ria memuji penampilan dan sikap Dara juga Flo yang sangat cantik, anggun dan juga aura kebangsawanan yang kuat.
....
"Flo, apa kamu ingat siapa orang tuamu?" tanya Dara setelah mereka sampai di ruangan kerja Ketua dan duduk di sofa tamu.
"Siapa namanya?" tanya Dara
"Ayahku bernama Ryu dan ibuku bernama Ayumi. Memang kenapa Ra?" tanya Flo.
Deg!!!
Mendengar itu Dara teringat percakapan dengan Richie waktu itu.
....
#Flashback on
"Dia sangat mirip dengan ibuku" ucap Richie
"Siapa nama orang tuamu?" tanya Dara
"Genjiro Ryu Uchiha dan Ayumi Makaira" ucap Richie.
"Apa kamu pikir Flo adalah salah satu saudaramu?" tanya Dara
"Hmm, saat aku melihat Flo, aku teringat dengan adik perempuanku yang hilang 20 tahun yang lalu. Ya meskipun itu bisa saja salah, tapi aku berharap mereka adalah orang yang sama" ucap Richie
"Kalau tidak keberatan boleh aku tahu ceritanya kenapa bisa adikmu bisa menghilang?" tanya Dara
"Aku tidak tahu pasti, tapi aku mendengar dari Daddy dan juga beberapa narasumber terpercaya. Dua puluh tahun yang lalu saat kami sekeluarga berlibur di sebuah pulau di negara J, kami mengalami musibah besar.
Ada penyusup yang kami yakini sebagai musuh Keluarga kami, yang ingin membunuh kami. Kami lengah hingga membuat Mommy, adik perempuan ku dan Bu Rosmalia yang tak lain adalah pengasuh kami di sekap.
Saat bantuan datang, para penyusup justru membakar Villa sebelum mereka kabur. Hanya mommy yang berhasil di selamatkan, tapi tidak dengan Adik perempuanku dan Bu Rosmalia. Tim pemadam kebakaran tidak bisa menerobos masuk untuk menyelamatkan mereka, karena api terlalu tinggi.
Semuanya habis dan tidak tersisa, villa sudah tidak terbentuk karena amukan si jago merah. Tim penyelidik pun mengatakan jika kemungkinan adik perempuan ku dan Bu Rosmalia sudah tewas dan terbakar menjadi abu.
Meskipun begitu, aku dan Daddy meyakini jika adik perempuan ku masih hidup entah di mana. Sudah dua puluh tahun kami terus mencari tapi tidak ada titik terang, Daddy membunuh semua orang yang berkomplot menjatuhkan Keluarganya. Ia juga semakin gila kerja karena terus kepikiran anak perempuan dan juga istrinya.
Karena Mommy yang saat itu sadar dari komanya selama tiga hari, langsung berteriak histeris dan tidak bisa di tenangkan. Mommy sekarang masih dalam perawatan di rumah sakit jiwa karena tidak terima putri semata wayangnya tiada" cerita Richie dengan wajah sendu.
"Ah maaf, malah jadi curhat. Ayo kita bahas kerja sama kita....." ucap Richie memaksakan senyum di wajahnya.
#Flashback Off
....
"Ra, kenapa kok diem" ucap Flo memegang bahu Dara yang sedikit tersentak karena terkejut.
"Ah maaf jadi melamun. Flo, seandainya keluarga kamu masih hidup bagaimana?" tanya Dara
"Tidak mungkin, Nenek bilang aku adalah cucu satu-satunya dan dia tidak memiliki anak lain atau cucu lainnya. Bahkan kerabat pun tidak ada" ucap Flo teringat ucapan neneknya.
"Kamu pernah bilang jika kamu memiliki bekas luka bakar kan? Kapan itu terjadi? Maksud ku saat usia mu berapa tahun?" tanya Dara
"Kurang lebih dua puluh tahun yang lalu, saat aku berusia empat atau lima tahun saat itu" jawab Flo, membuat jantung Dara semakin berdetak kencang. Karena semuanya mengarah ke titik yang sama, entah mengapa Dara begitu yakin dengan hal itu.
"Kamu benar-benar nggak inget wajah orang tua kamu atau kamu punya saudara atau tidak gitu?" tanya Dara lagi
"Nggak, sejak kecelakaan itu aku tidak ingat bagaimana masa kecilku sebelum kecelakaan itu terjadi. Nenek bilang aku cucu semata wayangnya. Kenapa? Kok aneh tiba-tiba kamu nanya soal begini? Aku sih tidak masalah cerita sama kamu, tapi aneh aja nggak kaya kamu biasanya" ucap Flo merasa aneh
"Kalau ternyata Keluarga kamu benar-benar masih ada bagaimana" tanya Dara lagi
"Kalau mereka ada, kenapa selama ini mereka nggak cari aku? Terus kenapa nenek nggak pernah cerita kalau Keluargaku masih ada?" tanya balik Flo
"Tidak semua hal seperti yang kita pikirkan Flo, bisa jadi Keluarga kamu mencari kamu tapi tidak pernah mendapatkan titik terang. Bisa jadi karena tempat kalian yang begitu berjarak atau faktor lainnya yang sangat mungkin terjadi" ucap Dara
"Katakan sebenarnya ada apa? Apa maksudmu aku masih memiliki keluarga, begitu?" tanya Flo dengan serius dan menatap Dara.
"Bisa iya bisa tidak! Tapi Feeling ku mengatakan mereka adalah benar-benar Keluargamu" ucap Dara
"Mereka? Siapa?" tanya Flo dengan kening mengerut.
...•••••••••...