
Dimas dan Ryan sudah pulang sekolah, keduanya langsung ke kamar masing-masing dan mengganti pakaian mereka dengan pakaian santai.
Karena hari ini tidak ada les, keduanya langsung menuju ke lantai dua untuk mengedit video dan menguploadnya ke akun YouTube milik Dimas.
"Kaya gini gimana?" tanya Ryan meminta pendapat Dimas.
"Boleh, tapi wajah kak Dara jangan sampai kelihatan ya, kata kak Bara bisa gawat kalau orang lain lihat wajah kak Dara" ucap Dimas.
"Iya bener, kak Dara cantiknya kelewatan, bisa gempar deh" ucap Ryan, Dimas terkekeh mengangguk setuju, kakaknya itu memang sangat cantik.
Setelah selesai mengedit dan menguploadnya ke YouTube. Keduanya kemudian keluar untuk bermain ke rumah Ezio, mereka sudah memiliki janji bermain bersama di sana.
....
Keesokan harinya Dara masuk kuliah seperti biasa, ia menggunakan motor miliknya yang sudah selesai di perbaiki oleh orang suruhan Romeo.
Orang-orang di kampus menahan nafas mereka saat Dara datang dengan motornya. Itu karena saat Dara membuka helmnya, maskernya tidak sengaja terlepas.
Ada sekitar belasan orang di sana yang melihatnya, semua orang terdiam menganga dan menahan nafasnya, bahkan semua laki-laki di sana mimisan, bahkan ekpresi perempuan juga sama, hanya saja mereka tidak sampai mimisan.
Meskipun Dara saat itu langsung memakainya lagi setelah 3 atau 4 detik, tapi itu sudah terlanjur di lihat oleh orang-orang di sana.
Dara mengabaikan orang-orang di sana yang melihatnya dan berjalan pergi menuju ke kelasnya.
"Hei, kalian kenapa?" tanya orang yang baru saja datang dan menepuk pundak temannya yang terbengong dan darah keluar dari hidungnya.
Awalnya ia pikir ada yang salah dengan semua orang yang diam dengan mulut menganga, apalagi mereka hampir semuanya mimisan.
"Eh, mana Dewi?" ucap orang yang di tepuk itu sadar, yang lainnya juga mengucapkan kata yang sama dengannya.
"Dewi? Siapa? Ada mabar namanya Dewi? Dari fakultas mana?" tanya orang yang menepuk tadi penasaran.
"Tadi Dara kan?" tanya orang yang di tepuk itu pada yang lain, ia mengabaikan rekan yang menanyainya barusan.
"Bener, sumpah cantik banget!!" sahut yang lain antusias.
"Eh ngomongin siapa yang cantik?" tanya pria itu bingung.
"Dara! Gila, aku pikir kenapa dia selalu menutupi wajahnya dengan masker terus. Nggak tahunya.... Astaga, cantiknya Tuhaaaannn!! Aku belum pernah melihat wanita secantik itu sebelumnya!!" gumam yang lain
"Benar, aku pikir memang dia harus menutupi wajahnya, kalau tidak kita semua akan kehabisan darah" ucap yang lain mengangguk setuju.
"Apa sih, nggak ngerti aku" ucap orang nepuk mereka itu tidak tahu apa-apa.
"Intinya, kamu tahu Dara yang viral karena dia kaya, gosip dia memiliki gigi tonggos dan berani melawan Romeo sampai rumah sakit?" tanya rekannya, orang itu langsung mengangguk.
"Dara itu ternyata sangat cantik bro!! Seperti Dewi, lihat yang lain sampai terbengong dan mimisan seperti aku. Itu karena wajahnya semenajubkan itu sungguh" ucap rekannya ddngan semangat empat lima menceritakan itu.
Hari itu juga langsung ada cuitan di forum kampus, mereka mengatakan alasan mengapa Dara menutupi wajahnya, itu bukan karena dia memiliki gigi tonggos seperti gosip. Tapi itu karena kecantikannya di luar nalar. Ia sangat cantik yang bahkan bisa meruntuhkan dunia.
Banyak yang komentar yang tidak percaya dengan itu, dan mengatakan jika postingan itu terlalu berlebihan. Namun yang melihat Dara saat itu mengiyakan, jika yang di katakan di postingan itu benar adanya.
Sayangnya mereka tidak sempat memotret Dara, karena saking terpesonanya hingga mereka hanya bisa bengong terpukau bahkan sampai mimisan tanpa sadar.
Salah satu yang melihat postingan itu adalah Daffa, ia terkejut saat ada beberapa orang sudah tahu wajah Dara. Ia sangat iri, karena ia ingin sekali melihat wajah Dara, tapi ia belum kesampaian sampai sekarang.
Sepanjang pelajaran, Daffa terus menatap Dara yang menggunakan pakaian casual dengan jaket lengan panjangnya.
Tidak ada yang salah karena selama ini Dara memakai pakaian panjang saat kuliah, itu karena ia memakai motor. Namun saat beberapa hari ia pakai mobil pun, ia selalu memakai t-shirt lengan panjang.
Untung itu bukan Sugeng yang mengisi kelas, kalau tidak Daffa sudah di suruh keluar karena tidak fokus pada pelajaran dan sibuk menatap Dara.
Dara yang merasa tidak betah terlalu lama pakai jaket di dalam ruangan, jadi ia membuka jaketnya itu.
Saat Daffa yang melihat kulit Dara yang putih dan berkilau menelan salivanya susah payah, saat tahu Dara memakai t-shirt pendek yang memperlihatkan tangan putih, bersih, mulus dan berkilau, ia sangat tertegun.
Beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang kebetulan menoleh ke arah Dara juga terkejut, saat melihat betapa putih, mulus, bening kulit Dara. Namun Daffa dengan sigap melototi semua yang berani menoleh ke arah Dara. Seakan mengatakan 'Dia milik gue, lu lihat gue colok mata lu'. Begitu kira-kira.
Setelah kelas usai, Dara melihat ponselnya ada satu pesan, itu dari Kai, ia mengajaknya makan siang hari ini. Dara langsung membalasnya OKE! Setelah itu Dara langsung memakai jaketnya.
"Ra, kamu mau kemana habis ini?" tanya Daffa
"Pulang" jawab Dara
"Kenapa buru-buru, ayo ke kantin atau ke restoran, aku traktir makan siang" ucap Daffa penuh harap.
"Tidak perlu" ucap Dara langsung keluar dari kelas.
Daffa menghela nafas, karena ia gagal lagi untuk mendekati Dara.
.....
Dara memarkirkan motornya di halaman Star Hotel. Suatu kebetulan karena Kai memilih tempat makan siang mereka di hotel milik Dara sendiri.
Saat Dara datang semua staf menyapanya, mereka tahu Dara adalah bos mereka. Mereka familiar dengan penampilan khas Dara yang selalu memakai masker.
Resepsionis langsung menghubungi Lukman jika Dara datang, dan saat ini ada ruangan VVIP nomor 2. Lukman langsung turun dari kantor setelahnya, namun setelah ia tahu bos-nya menemui seseorang. Ia mengurungkan niatnya, ia tidak berniat mengganggunya.
"Kalian layani nona dan temannya dengan pelayanan terbaik, jangan buat kesalahan!" ucap Lukman pada Karyawannya
"Baik manager!" ucap yang lain.
Setelahnya mereka mulai melayani Dara dengan pelayanan terbaik mereka.
Lukman sangat tahu jika bos-nya adalah orang yang sangat besar. Ia tahu jika Dara cucu orang terkaya di kota S dan keluarga paling berkuasa kedua di negara ini.
Selain itu ia berterima kasih, karena Dara sudah memberikan kesempatan padanya untuk bekerja.
Sebenarnya tepat sehari setelah launching Star Hotel. Pihak Hotel Jolie ingin mengusiknya, namun mereka mengurungkan niatnya, tidak jadi melakukannya. Itu karena mereka tahu jika pemilik hotel memiliki hubungan dengan keluarga Rukmana dan juga Keluarga terbesar dan paling berkuasa di kota S, yakni Adi Raharjo. Jadi mereka tidak ingin mencari penyakit ddngan mengusik orang-orangnya.
"Hai, maaf membuatmu menunggu lama" ucap Dara saat ia masuk ke dalam ruangan.
"Tidak apa-apa, Ayo silahkan dudu!" ucap Kai berdiri dan menarik bangku untuk Dara.
"Terimakasih" ucap Dara
"Sama-sama, silahkan pesan" ucap Kai
"Harus nya aku yang mengatakan itu" ucap Dara. Karena bagaimana pun itu usul dirinya mengajaknya makan sebagai ucapan terima kasih.
Nama : Addara Azalea Adi Raharjo
Usia : 19 tahun (20 tahun -4 bulan)
Pekerjaan : Pengusaha/Mahasiswi kedokteran.
...•••••...
Haii semuanya,
Untuk update besok, karater visual siapa yang ingin di tampilkan?
Comment di bawah, yang terbanyak yang akan di tampilkan😉
Jika tidak suka atau tidak sesuai ekspektasi dengan Visualnya mohon maaf ya🙏 Karena Author bingung nyarinya🤣🤭