
Tidak hanya memberikan laporan tentang Maria dan Meta yang kini berada di kota S. Theo juga mengirim laporan tentang Agung yang saat ini hidup sebatang kara tanpa Keluarga ataupun uang.
Ya, Agung yang seharian keluar dari rumah akhirnya pulang. Ia awalnya berpikir jika Maria dan Meta tidak ada di kontrakan karena sedang keluar saat mendapati mereka berdua tidak ada di sana. Namun Sampai 24 jam istri dan anaknya tidak pulang, ia pun mulai panik!
Jelas panik, ia tidak memiliki uang sepeser pun, ia juga belum makan seharian. Biasanya Maria menyediakan makanan untuknya meskipun hanya nasi dan tempe, atau bahkan nasi dan garam saja.
Agung yang panik mulai mencari istri dan anaknya ke rumah kontrakan orang tua Maria, namun sayangnya Nihil, bahkan ia di marahi habis-habisan oleh mertuanya itu.
Dengan lunglai, Agung kembali ke kontrakannya yang kecil dan kumuh. Ia menyesal sudah memukul Maria, ia mencoba menghubungi istrinya, namun sayangnya ia tidak memiliki kuota ataupun pulsa.
Ia mengacak-ngacak rambutnya frustasi, ia tidak tahu harus apa sekarang. Ia bahkan merasakan lapar yang sangat menyiksa.
.....
Di markas Black Shadow, Rocky tengah berdiri di depan meja Bosnya, Hades. tatapan marah Hades menghunus tajam ke arah Rocky, membuat bulu kuduk Rocky berdiri.
"Bagaimana mungkin mencari tahu tentang gadisku saja kamu tidak bisa Rocky!!! Kamu mengecewakanku kali ini" ucap Hades marah mendapati orang kepercayaan nya baru kali ini gagal saat mendapat tugas darinya.
"Maaf bos, tapi memang data Gadis bernama Dara ataupun Dara tentang Bara tidak bisa di tembus" ucap Rocky.
"Kerahkan IT terbaik yang di kita miliki!" ucap Hades.
Memang selain menguasai dunia bawah di kota S, Hades juga memiliki bisnis legal atas namanya yang asli dan ia termasuk salah satu pengusaha sukses, namun orang lain tidak ada yang mengira jika ia merangkap sebagai Hades yang menguasai dunia bawah di kota S.
"Kami sudah mengarahkan IT terbaik, tapi tetap saja data itu tidak bisa di tembus, bos" ucap Rock.
BRAK!!!
Hades menggebrak meja dengan keras, ia merasa kesal dan marah karena Rocky tidak berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Keluar!" teriak Hades.
Rocky langsung keluar tanpa mengeluarkan suara satu kata pun, bahkan satu huruf pun tidak. Ia buru-buru keluar karena takut terkena amukan bosnya itu.
"Cantik, sepertinya kamu sangat misterius. Tapi aku yakin kita bisa bertemu lagi Gadis-ku, karena aku pastikan kamu adalah milikku" Gumam Hades.
....
Dara sudah rapih dengan kemeja dan rok jeans pendek. Ia terlihat sangat cantik alami tanpa polesan make up sedikitpun. Bahkan bibirnya sudah merah alami, sangat membuat orang terpukau.
Ia langsung keluar dari kamarnya dan berjalan menuju yang lainnya yang tengah menunggu untuk berangkat bersama.
Dengan mobil SUV milik Bara, Mereka berenam meluncur ke sebuah restoran ternama di kota S. Di mana teman-teman Bara berkumpul.
"Kita sebenarnya mau kemana kak?" tanya Dimas.
"Kita akan makan malam di restoran Kenanga, temen kakak itu salah satu fans kamu dan Dara, Dim. Makanya ia minta di pertemukan dengan kalian berdua" ucap Bara.
"Hah, yang benar kak?" tanya Dimas terkejut.
"Beneran, kakak aja nggak nyangka kalau kamu Ternyata Youtuber terkenal Dek. Kakak bangga sama kamu" ucap Bara terkekeh
"Ah, kak Bara, kan aku jadi malu. Aku nggak sehebat itu kok" ucap Dimas
"Ha-ha-ha" semuanya kompak tertawa melihat aksi malu-malu Dimas.
Setelah beberapa menit mereka pun sampai di restoran mewah itu, Dimas dan yang lain sudah biasa melihat hotel mewah pun nampak biasa saja, karena Dara sudah sering mengajak mereka keluar makan malam di restoran mewah di ibukota.
Mereka semua masuk ke ruangan yang sudah di pesan oleh teman-teman Bara. Kedatangan Dara dan yang lainnya di sambut antusias oleh yang lain.
Seperti biasa orang pertama kali melihat wajah Dara tampak bengong, Bahkan semua teman Bara mimisan. Itu merupakan hiburan yang menyenangkan untuk Dimas dan yang lainnya, melihat wajah orang-orang yang melihat Dara.
"Kamu benar-benar Dewi nasional" ucap Vicky dengan antusias, memandang terpesona ke arah Dara.
"Di luar sana masih banyak yang lebih cantik dariku, kok kak" ucap Dara tersenyum
"Alamak, senyummu mengalihkan duniaku! Sepertinya aku tidak setuju dengan ucapan mu, karena menurutku kamu lebih cantik dari para selebriti terkenal, kamu orang tercantik yang pernah aku lihat. Bahkan kamu yang asli lebih cantik dari pada yang beredar di YouTube" ucap Vicky
"Hei, jangan gombalin adikku!" ucap Bara menepuk Vicky
"Gue nggak gombal ya Bar, gue ngomong kenyataan. ini Fakta" ucap Vicky Cemberut
"Hmm, boleh nggak aku minta foto sama kamu Ra, Dim?" tanya Vicky
"Eh curut, ngomong sama gue, gue Lo. Giliran sama adik gue aku kamu, pilih kasih lu" ucap Bara
"Biar sopan Bambang, mereka kan tamu plus idola gue. Lo juga sama tuh bahasanya" ucap Vicky
Semuanya terkekeh melihat bara dan selalu ribut jika ketemu. Tapi tidak seheboh apa yang di lakukan Revan dan Jefrey saat berebut Dara.
Dara dan Dimas kemudian setuju buat foto bareng, teman-teman Bara pun bergantian foto bersama.
"Kak aku ke toilet dulu ya" ucap Dara
"Mau kakak anter" tanya Bara
"Nggak perlu kak, aku bisa sendiri" ucap Dara
Dara kemudian keluar dari ruangan dan bergegas ke toilet, setelah beberapa saat selesai buang air kecil. Dara pun berjalan kembali menuju ke ruangan.
BRAK!!!
"Awsss..." pekik seorang laki-laki saat mereka tidak sengaja bertabrakan.
"Maaf, aku nggak sengaja" ucap Dara
Laki-laki itu mendongak, ia melihat Dara yang mengenakan masker. Namun meskipun begitu ia mengenali jika itu adalah Dara, gadis yang sudah membuatnya tertarik. Ya laki-laki itu adalah Hades, ketua Black Shadow.
"Dara?? Gila... Wangi banget..." gumam Hades dalam hati.
"Tidak apa-apa nona, tapi lain kali jangan tergesa-gesa saat berjalan" ucap Hades lembut dan tersenyum.
Entah mengapa Dara merasa senyum Hades aneh, ia juga merasakan aura pembunuhan yang kental di sekeliling Hades. Jadi ia pikir kalau orang yang di tabrainya itu bukan orang sembarangan.
"Dia pembunuh bayaran atau orang dari militer atau polisi?" ucap Dara dalam hati.
Dara mengira dua kemungkinan itu karena baik pembunuh bayaran ataupun orang-orang dari kepolisian atau kemiliteran, karena orang-orang itu memiliki aura membunuh yang kuat.
Itu karena mereka tidak bisa tidak membunuh saat menjalankan pekerjaan mereka. Meskipun tidak semua target harus di bunuh, tapi sekali dua kali pasti ada yang mati di tangan mereka. Terutama pembunuh bayaran yang memang pekerjaannya adalah menyingkirkan nyawa seseorang.
"Ra, ada apa?" tanya Bara menghampiri Dara karena di toilet lama dan tidak balik-balik keruangan. Ia khawatir Dara kenapa-kenapa, jadi ia menyusulnya.
"Kok kak Bara di sini? ini tadi aku nggak sengaja nabrak orang jadi aku sedang minta maaf" ucap Dara
"Gotcha!! Jadi benar dia Dara yang aku maksud" ucap Hades dalam hati saat melihat Bara ada di sana juga.
"Tuan, saya mewakili adik saya minta maaf. Adikku pasti tidak sengaja" ucap Bara.
"Tidak apa-apa" ucap Hades dengan senyum di wajahnya.
"Ah perkenalkan nama saya Arvin Ephraim" ucap Hades memperkenalkan nama aslinya di bisnis legal miliknya. (Hades\=>Arvin)
"Apa anda CEO. EP Corporation?" tanya Bara
"Ya, anda tahu tentang saya?" ucap Arvin
"Tentu saya tahu, anda salah satu pengusaha sukses di kota S. Kenalkan saya Bara dan ini adik saya Dara" ucap Bara.
"Nama kalian mirip, apa kalian kembar?" tanya Arvin
"Tidak, saya lebih tua dua tahun dari adikku. Sebagai ucapan permintaan maaf, saya akan mentraktir anda makan di lain waktu. Ini kartu nama saya" ucap Bara menyodorkan kartu nama miliknya.
"Baiklah, tidak baik menolak rezeki makan gratis, ini kartu nama saya juga" ucap Arvin
"Ha-ha anda benar, kalau begitu kami permisi dulu tuan Arvin" ucap Bara.
"Tentu, aku akan menghubungi anda tuan Bara" ucap Arvin
Saat Bara dan Dara pergi, Hades atau yang memiliki nama asli Arvin itu menatap keduanya sampai sudah tidak terlihat lagi. ia menatap kartu nama yang ada di tangannya.
"Bara AR? Menarik! dan kamu gadis-ku sayang, sudah ku bilang kalau kita pasti bertemu lagi cantik. Aku baru tahu kalau wangimu sungguh memikat, aku benar-benar sudah jatuh dalam pesona mu" gumam Arvin tersenyum lalu melangkah pergi dari sana.
...••••••...