The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
230. Perkenalan Dara - Menguak Dalang



Dara berjalan masuk ke ruangan Dokter kepala yang tak lain adalah Alden, adik dari Ellena yang juga menjabat sebagai Direktur Rumah sakit.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk!" terdengar seruan dari dalam ruangan. Dara langsung masuk dan menutup kembali pintu itu.


"Selamat pagi Dokter kepala" sapa Dara


Alden langsung mendongak, ia langsung mengenali Dara dari suara dan juga penampilannya meskipun saat ini Dara mengenakan masker.


"Dara, kamu sudah sampai nak? Ayo silahkan duduk!" ucap Alden dengan senyum di wajahnya.


"Terimakasih Pak Dokep" ucap Dara sembari membuka maskernya.


"Kenapa jadi Dokep?" tanya Alden dengan kening mengerut mendengar itu.


"Kan Dokter Kepala di singkat jadi Dokep" ucap Dara nyengir kuda.


"Astaga bisa aja kamu, panggil om seperti biasanya aja" ucap Alden


"No, No, kan ini di tempat kerja. Kalau di luar area rumah sakit baru saya panggil Om" ucap Dara


"Ya sudah asal jangan panggil Dokep aja, nanti kepleset dikit gawat Ra" ucap Alden di iringi tawa oleh keduanya.


"Kamu sudah siap kerja hari ini?" tanya Alden lagi


"Ya..." ucap Dara menganggukkan kepalanya yakin.


"Baiklah, ambil ini dan pakailah" ucap Alden menyerahkan jubah kebesaran khas seorang Dokter.


Setelah Dara memakainya dan juga memakai masker, keduanya langsung turun ke lantai satu. Di mana Dara akan di perkenalkan dengan rekan kerja dan juga tempatnya praktek nanti, yakni di UGD.


Semua staf di kumpulkan di aula tempat beristirahat dokter, perawat dan staf rumah sakit. Alden memperkenalkan Dara sebagai Dokter magang atau koas di rumah sakit mereka selama tiga bulan ke depan.


Dara juga mau tidak mau melepaskan maskernya karena merasa tidak sopan jika ia tidak menunjukkan wajahnya pada rekan kerjanya saat mereka berkenalan.


Seperti yang sudah bisa di tebak, pertumpahan darah pun terjadi di ruangan itu. semua orang di sana terpesona dengannya, bahkan 9 dari 10 orang mimisan.


Beruntung semuanya segera di sadarkan dan menyeka darah di hidung mereka dengan tissu.


"Astaga Dragon, ada bidadari cosplay jadi Dokter di tempat kita" celetuk salah satu perawat masih dengan tatapan tersepona, eh terpesonanya.


"Sepertinya bidadari juga insecure melihat Dokter Dara. Ya Tuhan, kenapa kau tidak adil padaku. Setidaknya berikan aku sedikit lebih di tinggi badan dan hidungku" ucap rekan perawat yang lain membuat beberapa orang terkekeh.


Bisik-bisik pun terdengar cukup nyaring, Alden pun berdeham membuat suasana seketika hening kembali.


"Dokter Dara, silahkan perkenalkan diri anda" ucap Alden


"Terimakasih Dokter Kepala. Hallo semuanya, salam kenal nama saya Addara biasa di panggil Dara. Mohon bantuannya selama tiga bulan ke depan" ucap Dara lembut dan tersenyum ramah pada semuanya.


"Salam kenal Dokter Dara" Serempak semuanya dengan semangat.


"Astaga meleyot hati mas, di senyumin wanita cantik seperti Dokter Dara" celetuk salah satu dokter yang memang bertugas di UGD.


Dara hanya terkekeh mendengar celotehan itu, semuanya pun memperkenalkan nama masing-masing dan tidak ada yang tidak menyukai Dara. Semuanya sangat terbuka menyambut Dara sebagai bagian dari staf rumah sakit.


....


Flo beristirahat setelah melakukan test kekuatan anggota tim Alpha. Dia puas melihat perkembangan anggota GOD terutama tim Alpha yang sangat pesat.


Saat ia hendak makan, ponselnya berdering. Kali ini bukan Lingga yang menghubunginya seperti sebelum-sebelumnya, karena di pastikan Lingga tengah tidur.


Yang menelepon tak lain adalah anggota GOD yang ia tugaskan untuk mengawasi pergerakan mencurigakan di sekitar area Star mansion dan anggota keluarga Dara yang berada di mansion.


"Hallo" ucap Flo setelah panggilan telepon itu terhubung.


"Hallo Coach, saya ingin melaporkan sesuatu" ucapnya


"Katakan!" ucap Flo


"Beberapa saat yang lalu ada dua yang mematai keadaan Star Mansion. Dua orang itu sudah kami tangkap, Coach" Lapornya lagi


"Di mana?" tanya Flo


"Markas kuning" ucap anggota GOD paham dengan pertanyaan Flo yang menanyakan keberadaan orang yang di tangkap.


"Aku akan ke sana, jangan lengah menjaga Mansion! Kau atur yang lain untuk bergantian jika ada yang lelah" ucap Flo


"Baik Coach!" ucapnya


Kerena sudah pasti orang itu memiliki niat yang buruk terhadap salah satu anggota keluarga di Star Mansion. Langsung saja Flo mengambil kunci mobil dan keluar dari Goddess Villa dan turun dari 'Star Hill' Nama Bukit di mana Goddess Villa berada di kota H.


Hanya membutuhkan waktu dua jam, Flo sudah sampai di Markas Kuning. Ia langsung masuk dan di sambut oleh beberapa anggota GOD yang memang di tugaskan di area ibukota.


"Tunjukan jalannya!" ucap Flo yang di angguki salah seorang Anggota GOD bernama Gustav.


Flo mengikuti Gustav menuju ke ruangan bawah tanah di mana ada beberapa lorong, dan mereka mengambil lorong sebelah kanan.


Setelah sampai di sana Flo melihat dua orang yang terikat dengan wajah babak belur.


"Siram keduanya dengan air panas" ucap Flo


"Baik!" ucap Gustav yang langsung melakukan apa yang di katakan oleh Flo.


BYUR!!!


"Aaaarrrrrggghhhhh panaaaassss ampuuunnn panaaaaasss" teriak keduanya


"Aaahhhh sakit periihhh panaaaasss" teriak mereka lagi


"Siapa yang menyuruhmu memata-matai Star Mansion dan apa tujuan kalian?" tanya Flo dengan suara dingin dan tatapan mata tajam membuat dua orang itu menelan ludahnya dan merinding seketika dengan tatapan Flo.


"Ampuuunn, ka-kami ti-dak ada niat apa-apa, ssshhhh.... kita ha-hanya tidak s-sengaja lewat dan takjub melihat mansion mewah" ucap salah satunya yang di angguki rekannya.


"Oh benarkah?" tanya Flo


"Be-benar nona! Ka-kami tidak bohong sshhhh" ucapnya masih kepanasan.


"Gustav!" panggil Flo


"Saya Nona" ucap Gustav


Seluruh anggota GOD, jika berada di luar terutama di depan orang lain selalu memanggil Nona pada Flo.


"Bina mereka berdua agar mau mengatakan yang sebenarnya, kalau masih tidak mau buka suara BI-NA-SA kan saja! Kuliti dan potong tipis tipis tubuh mereka dalam keadaan hidup dan sadar, jangan biarkan mereka mati cepat" ucap Flo dengan sadisnya.


Mendengar itu dua orang itu merinding disko, keduanya tahu jika ucapan wanita di depan mereka bukanlah main-main. Tentu saja mereka takut, lihat saja kini badan keduanya yang kepanasan justru bergetar.


Mereka tahu baik menjawab ataupun tidak, keduanya akan di bunuh. Hanya saja mereka memilih untuk mengatakan yang sebenarnya agar mereka bisa mati lebih cepat dari pada di siksa terlebih dulu.


"Tu-tunggu nona! Ka-kami akan ssshhh mengatakannya" ucap orang itu


Flo menoleh dan menatap dengan dingin dan tersenyum mengejek.


"Oh, katakan!" ucap Flo biasa saja


"Ka-kami di suruh oleh seorang wanita bernama Megan" ucapnya


"Megan? Apa yang orang itu inginkan?" tanya Flo mengangkat sebelah alisnya.


"Di-dia menginginkan kita menculik seseorang yang bernama Addara Azalea dan memberikan pelajaran dengan memperkosa dan juga membuatnya cacat dengan bayaran 500 juta" ucap nya


Mendengar itu tentu saja Flo sangat marah, bagaimana bisa ia tenang mendengar ada yang ingin berbuat hal buruk pada nonanya yang sangat ia lindungi dan orang yang paling berarti di hidupnya saat ini.


Meskipun ia tahu Nonanya itu sangat kuat dan hebat, tapi tetap saja ia tidak terima jika ada seseorang yang berani menargetkan nonanya itu.


"Gustav!!!" panggil Flo


"Ya Nona" ucap Gustav.


"Panggil Logan dan penggal kepala dua orang ini. Kirimkan kepala itu pada wanita bernama Megan yang di sebut mereka barusan!!" ucap Flo dengan mata berapi-api.


"Baik!" ucap Gustav dan langsung pergi memanggil Logan.


Logan yang di maksud adalah sebuah tim kecil berisi lima orang, yang di rekrut sebagai anggota GOD yang bukan bagian dari kultivator. Anggota adalah manusia biasa dan mereka di panggil L1, L2 dan seterusnya.


Logan memiliki tugas sebagai Algojo. Dan kelima anggotanya memiliki sumpah setia seperti anggota GOD yang lain.


Dara mengkhususkan adanya Logan tak lain untuk menghabisi nyawa Lawan, agar para anggota GOD terhindar dari aura hitam jika terlalu sering membunuh orang dalam satu waktu.


"Kau mencari kematianmu Hama... Tunggu balasan hadiah manis untukmu datang, aku pastikan kamu akan menyukainya" gumam Flo geram.


Tentu saja hadiah yang di maksud Flo bukan hanya sekedar paket kedua kepala yang akan di terima Megan. Tapi Flo akan memberikan hadiah jackpot lainnya untuk Hama jenis uler keket yang tengah proses operasi plastik itu.


...••••••••...