The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
347. Family Time



Hari ini Kai membawa keluarga kecilnya untuk healing, mereka melakukan perjalanan ke kota H. Mereka berlibur mengunjungi nasional park di sana, banyak hal seru yang Mereka lakukan yang membuat mereka bertiga memiliki momen bahagia.


Kedatangan ketiganya membuat semua orang terpukau sekaligus iri, mereka kini mengeluh mengapa Tuhan tidak berbelas kasih pada mereka. Hingga semua keindahan menempel semua di pasangan suami istri tersebut, bahkan putra mereka tak kalah tampan dan menggemaskan.


Banyak orang menggigit jarinya dan ingin melipat bumi dan pindah ke Saturnus. Karena mereka tidak kuat melihat keuwuan keluarga kecil itu, yang seakan dunia milik mereka saja.


"Da, Edong" ucap Langit menggoyangkan kakinya.


"No sayang! Kasihan nanti adik bayi di dalam perut bunda kejepit, kan kamu udah gede udah berat. Jadi anak yang baik dan jangan nyusahin bunda, oke" ucap Kai dengan lembut dan penuh kasih sayang pada putra sulungnya itu.


Meskipun ia hanya anak angkat. Namun ia tetap mengatakan pada seluruh dunia jika itu adalah anaknya, putra sulung seorang Kaisar Raka Narendra dan Addara Azalea Narendra.


"Aban mu Edong, Yayah" ucap Langit yang masih duduk di stroller dengan merk mahal itu.


"Kalau gitu di gendong ayah aja, mau?" tanya Kai, Abang Langit mengangguk senang.


Kai dengan hati-hati mengambil Abang Langit dan menggendongnya dengan satu tangan. Tangan lainnya memeluk pinggang sang istri tercintanya yang tengah mendorong stroller itu.


Dara tersenyum merasakan hangatnya perlakukan Kai, ia sangat beruntung dan bersyukur memiliki laki-laki hebat yang berada di sisinya.


Kai adalah pribadi yang bisa mengendalikan emosi dan perasaannya di dalam berbagai situasi. Jika ada yang bilang dia terlihat tidak bucin? Justru dia sangat bucin, terlebih pada istri dan anak-anaknya.


Karena semakin lama mereka menjalin hubungan, mereka saling mengenal karakter, saling mempercayai dan saling mengerti satu sama lain. Itu sebabnya mereka terlihat seperti Keluarga yang romantis dan tidak berlebihan.


Namun jangan salah, jika di suatu waktu mereka hanya berdua saja. Kai akan berubah seperti binatang buas yang menerkam mangsanya. Buktinya Dara yang kuat secara fisik dan mental saja, berhasil di buat lemas tidak berdaya setelah di gempur oleh Kai.


Bagi Dara Kai itu adalah sosok yang dingin, lembut, tegas, hangat dan buas secara bersamaan. Dan itu yang membuat Dara merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia, karena ia selalu di ratu kan saat bersamanya.


Dan yang lebih penting, mereka berdua saling mencintai satu sama lain.


"Bun, besok jadi meeting nya?" tanya Kai, saat mereka duduk di salah satu bangku pengunjung.


Dara memang sudah mengatakan jika dirinya ada meeting yang tidak bisa ia tunda.


"Hmm, jam 9 pagi" ucap Dara mengangguk


"Abang nanti siapa yang jaga? Jadi di titipin ke Omah Ellena?" tanya Kai


Abang di sini merujuk ke Langit bukan ke Kai, karena jika mereka bersama sang anak membiasakan memanggilnya Abang.


"Nanti Abang ikut aku ke hotel Imperial dulu yah, ada Shine yang jaga di sana. Soalnya Omah Ellena baru sampe ibukota besok jam 11 siang, mungkin sampai mansion sekitar jam 12" ucap Dara


Memang Dara meminta mamanya itu untuk datang ke ibukota, Dara mengatakan jika ia akan mengurus sesuatu yang urgent. Jadi ia meminta mamanya itu untuk merawat putra sulungnya itu untuk sementara.


"Kalau gitu nanti ayah duluan ke markas kuning, buat atur semuanya. Apa nggak apa-apa?" tanya Kai lagi


"Iya nggak apa-apa, udah ah jangan bicara in itu dulu. Kita kan mau senang-senang hari ini, itu Abang Langit minta lihat kesana" ucap Dara


Kai mengangguk, ketiganya berjalan dan menikmati Family Time mereka. Abang Langit terlihat berbinar melihat sesuatu yang baru, ia terlihat sangat bahagia.


....


Sebagai seorang CEO di Star Corporation, ia memang di tuntut untuk bisa menghandle semua perusahan di bawah kendali Perusahaan induk.


Bahkan kadang ia sampai lupa makan siangnya, untungnya sang kekasih tercinta yang masih mengambil cuti kuliahnya setelah pernikahan kakaknya. Kekasihnya itu selalu datang saat jam makan siang membawakannya bekal. Kalau tidak, Ferdi biasanya melewatkan makan siangnya itu.


Baginya, tidak makan tidak masalah. Toh ia sekarang seorang kultivator meskipun tingkatnya masih berada di True Element, karena memang dirinya jarang berlatih karena sibuk dengan Perusahaan.


"Sayang, aku bawain makanan kesukaan kamu. Ayo berhenti dulu dong kerjanya, ini udah waktunya istirahat. Tubuh, perut dan pikiran kamu juga harus di isi ulang biar terus fit dan fokus. Kalau perut kosong emang bisa mikir? Kerja keras boleh, tapi jangan lupa sama kesehatan sendiri dong!" ucap Ajeng mengomel, sembari menata makanan yang ia bawa di meja sofa tamu.


Ferdi menghentikan pekerjaannya saat Ajeng masuk dan mulai mengomel padanya, sudut bibirnya melengkung ke atas. Entah mengapa saat melihat kekasihnya mengomel ia merasa gemas sendiri. Lagian Omelan kekasihnya itu adalah bentuk cinta gadis itu padanya.


Lalu ia segera beranjak menuju sofa tamu, menghampiri sang kekasih tercintanya itu.


GREP!!!


Ferdi memeluk Ajeng dari belakang, aroma Lily di tubuh Ajeng membuatnya tenang dan juga rileks.


"Sayang ih, bukannya makan malah meluk" ucap Ajeng menggigit bibirnya karena merona malu.


"Sebentar saja sayang, ini sangat efektif membuatku kembali bersemangat. Energi bagai di charge full" ucap Ferdi


Ajeng membiarkan kekasihnya itu memeluk dirinya, ia tidak takut ada yang menganggu. Karena selain ini adalah jam makan siang, memang Ferdi menginstruksikan pa sekretaris nya.


Jika Ajeng datang, maka tidak ada yang boleh mengganggu mereka. Mereka pun paham dengan itu, lagian Ajeng datang saat waktu istirahat. Jadi itu tidak menganggu pekerjaan mereka dan atasannya itu.


Kecuali itu ketua perusahaan yang datang atau jika masalah mendesak yang serius, maka itu lain lagi ceritanya.


"Ayo sekarang makan!" ucap Ajeng mengambilkan makanan untuk di makan keduanya.


Keduanya pun kini tengah menikmati makanan yang Ajeng bawa. Itu sangat nikmat bagi Ferdi, Ajeng dengan merasa senang masakannya di terima dengan baik oleh Ferdi.


"Aku tadi ketemu sekretaris barunya kakak ipar, kata dia kakak ipar nggak masuk kerja. Emang kemana?" tanya Ajeng


"Nona dan tuan muda sedang Family Time sama Abang Langit, jadi tidak masuk hari ini" ucap Ferdi.


"Oohh, enak dong ya bisa Family Time. Kita sih kapan? Aku juga kan mau kencan Yang, bentar lagi aku harus balik ke negara A buat lanjutin kuliah" tanya Ajeng cemberut.


Ferdi tersenyum manis ke arah sang kekasih.


"Sabar sayang, aku usahain Minggu depan kita bisa Quality Time bareng kamu. Aku akan ajuin cuti beberapa hari, sebelum kamu kembali ke negara A. Jadi kamu bebas menentukan tempat mana kita akan Quality Time bersama nanti" ucap Ferdi


"Serius? Woah sayang makasih banget, kamu memang paling mengerti aku. Nanti aku pikirin mau kemana" ucap Ajeng dengan sangat senang.


Ia sangat bahagia memiliki Ferdi, meskipun ia tahu Ferdi sangat sibuk sebagai CEO perusahaan besar. Namun Ferdi tetap memberikan ruang untuk dirinya, tak jarang saat Ajeng di negara A. Ferdi masih menyempatkan waktu menghubungi nya di sela kesibukan.


Saat ada waktu luang, Ferdi menghubungi Ajeng. Kalau pun tidak ada waktu, Ferdi memilih Video Call saat ia bekerja. Jadi ia merasa Ajeng selalu ada di sampingnya dan menemaninya bekerja saat itu.


LDR memang sangat sulit, apalagi terhalang benua dan juga waktu. Namun sejauh ini hubungan mereka lancar tanpa kendala berarti. Jikapun ada ribut-ribut kecil, itu mereka anggap sebagai bumbu di kisah mereka.


...••••••...