The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
201. GOD STAR



Ketiganya kini sudah sampai di sebuah rumah kecil namun memiliki halaman yang cukup luas. Rumah itu terletak di sudut kota. Dara menoleh ke kanan dan ke kiri, ia melihat keadaan rumah itu saat ia baru turun dari mobil.


"Rumah siapa ini Flo?" tanya Dara.


"Ini rumah yang aku kontrak dari orang lokal sini nona" Jawab Flo


"Ngontrak? Berapa sebulan dan siapa yang membayar?" tanya Dara lagi


"Itu saya nona, saya membayarnya untuk setahun penuh sebesar 50 juta. Setelah saya mengumpulkan beberapa orang yang dengan sukarela belajar beladiri dan menjadi pengawal dan juga orang-orang yang bersedia setia dengan anda" ucap Flo.


"Kau selalu mengejutkan ku Flo, setelah ini datang ke bagian keuangan dan ambil uang yang sudah kau keluarkan untuk ini. Dan karena pekerjaanmu semakin bertambah, aku akan melipat gandakan gajimu" ucap Dara


Dara mengambil keputusan itu, ia tahu jika Flo sangat tulus ingin memberikan yang terbaik untuknya.


Yang tidak di ketahui orang, sumpah yang dulu Flo katakan tidak hanya mengikat kesetiaan Orang yang mengucapkannya. Tapi juga Dara bisa merasakan apakah orang itu melakukan sesuatu tulus untuk nya atau tidak.


Jadi ia tidak ragu untuk memberikan apapun untuk Flo, yang memang selalu memikirkan kepentingannya di banding kepentingannya pribadi.


"Terimakasih Nona" ucap Flo dengan tulus.


Ia tidak menolak atau pura-pura menolak, karena ia adalah orang yang realistis. Ini terhitung kerja kerasnya dan bukan uang cuma-cuma. Jadi ia menerimanya dengan senang hati.


Tapi meskipun ia orang realistis, jangan ragukan kesetiaan dan juga totalitasnya dalam bekerja. Karena meskipun Dara tidak melipat gandakan gajinya, ia akan tetap melakukan hal yang sama.


Karena apa yang di lakukan Dara padanya selama ini, jauh lebih berharga di banding jumlah uang yang ia terima.


"Apa rumah kecil ini cukup menampung total 100 orang?" tanya Dara yang ragu jika orang sebanyak itu bisa di tampung di sini.


"Tidak nona, mereka tidak selalu berkumpul bersama. Mereka berpencar di setiap area di mana mereka bertugas. Namun karena hari ini anda datang, 80 orang sudah standby di halaman belakang siap untuk menjalani test yang anda maksud" ucap Flo


"20 orang lagi?" tanya Dara


"Mereka masih bertugas untuk memantau gerak-gerik Riki, keluarga dan juga oknum terkait. Sesuai arahan anda, kita tidak boleh memberikan kelonggaran pada mereka" ucap Flo.


"Hmm, kau adalah pemimpin yang sangat baik dalam mengatur segala sesuatunya Flo" ucap Dara memuji Flo dengan tulus.


"Terimakasih nona" ucap Flo


"Sisanya yang tidak hadir akan melakukan pengujian Minggu depan, bersama dengan yang tidak lulus test hari ini. Nanti kau bisa mengaplus pekerjaan mereka sementara dan di sesuaikan untuk yang bertugas dan pelatihan" ucap Dara


"Di mengerti Nona" ucap Flo


Ketiganya kemudian masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh beberapa anak buah Flo. Ketiganya dan juga orang yang menyambut mereka, langsung beranjak ke halaman belakang.


Di sana sudah ada puluhan orang yang berbaris rapih di sebuah halaman yang cukup luas. Setidaknya ada sekitar 250 meter persegi.


"Selamat pagi semuanya" ucap Flo dengan auranya tegasnya khas seorang pemimpin dan sangat mirip dengan komandan di kemiliteran.


"Selamat Pagi Coach" ucap yang lain.


Coach? Ya, selama ini Flo yang melatih mereka dan ia tidak ingin di panggil ketua atau bos. Karena sebutan itu di khususkan hanya untuk Dara.


"Berikan salam untuk Bos kalian dan ini adalah tuan muda Kai, calon suami Bos" ucap Flo


Semua anggota sudah di perkenalkan tentang identitas Dara, Bahkan Flo memberikan beberapa peraturan di pasukan mereka dan yang terpenting adalah aturan nomor satu.


Yaitu tidak boleh melanggar ucapan atau mengkhianati Bos mereka Yaitu Addara Azalea, karena perintahnya adalah mutlak! Yang melanggar, nyawa taruhannya.


"Salam Bos! Salam Tuan muda!" ucap Dara


"Panggil aku Star Queen, atau cukup Queen saja!" ucap Dara


"Baik Queen!" ucap mereka serempak


"Panggil dia King! Hormati dia seperti kalian menghormatiku" ucap Dara


"Baik! Salam King!" ucap mereka kompak. Membuat Kai senang dan bangga.


Meskipun mereka memanggil King dan menghormati Kai seperti menghormati Dara. Mereka semua paham, jika perintah mutlak tetap di pegang oleh Dara sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di kelompok mereka.


"Coach kalian sudah menjelaskannya bukan?" tanya Dara


"Sudah Queen" ucap mereka serempak.


"Apa ada di antara kalian yang ingin mundur? Maka saya persilahkan kalian untuk mundur sekarang" ucap Dara


Hening!


"Aku anggap keheningan kalian adalah jawaban jika kalian semua siap, benar begitu?" ucap Dara


"Benar Queen" ucap mereka


"Kalau begitu, kita mulai sekarang" ucap Dara


.....


Delapan puluh orang di bagi beberapa kelompok dan mereka akan di uji oleh Dara dan Kai. Sedangkan Flo sebagai tim kesehatan yang akan memberikan pertolongan pertama.


Test beladiri pun di mulai, hingga 4 jam baru selesai. Dari delapan puluh orang, tujuh puluh enam lolos untuk tahap berikutnya. Sedangkan empat orang lain gagal sementara, dan akan di uji ulang Minggu depan sebelum Dara ke kota S, bersama dua puluh orang lainnya.


Flo dengan tanggap memberikan pil penyembuh agar semua orang-orangnya tidak mengalami cidera.


"Flo, Siapa anak itu?" tanya Dara menunjuk ke seorang gadis berusia 17 tahun dan juga dua orang laki-laki berusia 30 tahun dan 26 tahun.


"Gadis itu bernama Via, yang itu Harto dan yang itu Mike" ucap Flo


"Latih lebih keras ketiganya, aku ingin mereka bertiga yang akan memimpin kelompok yang akan aku bagi nanti" ucap Dara


"Baik nona" ucap Flo


"Diskusikan juga dengan Theo, untuk bangun markas yang tidak bisa di tembus orang luar dan juga nyaman di tinggali semua orang. Kalau perlu, bangun dengan teknologi paling mutakhir. Bangun juga rumah sakit khusus di dalam markas. Beli juga semua barang yang di keperluan seperti kendaraan, senjata dan yang lainnya. Juga berikan Gaji untuk mereka dengan layak sesuai pekerjaan yang mereka geluti. Uang tidak masalah bagiku, berikan saja rincian untuk semuanya dan untuk hal baik" ucap Dara lagi


"Baik nona, akan saya urus semuanya" ucap Flo.


"Sayang, apa butuh bantuan?" tanya Kai.


"Belum, nanti aku akan merepotkan mu saat aku memerlukan sesuatu" ucap Dara tersenyum kepada kekasihnya itu.


"Baiklah, tapi aku menyumbang 100 milyar untuk pembangunan markas... hmmm apa nama kelompok yang kau bangun?" tanya Kai.


Meskipun ia seorang militer, ia akan tutup mata mengenai pembentukan pasukan yang bahkan bisa di samakan dengan Tim Falcon miliknya itu.


Meskipun mereka masih di bawah Falcon dan bukan ancaman, tapi tidak menutup kemungkinan jika di masa depan akan terus berkembang. Pasalnya pasukan Elite Dara akan di upgrade menjadi pasukan kultivator.


Kai juga yakin, kelompok Dara tidak akan berbuat kerusuhan dan juga sembarangan bertindak. Jadi ia tidak risau, bahkan bisa jadi di masa depan, militer akan bekerja sama dengan kelompok Dara.


Dara juga tidak menolak sumbangan Dari Kai, ia tahu uang segitu tidak begitu berarti di mata Kai dan hanya uang kecil baginya.


"GOD itu singkatan dari Guild Of Dara" ucap Dara.


"Nama yang bagus" ucap Kai


...••••••••...