
Dara dan Kai saat ini tengah berada di dalam kamar Triplet, sedangkan Langit sudah tidur nyenyak di kamar sebelah di temani Shine. Setelah menyusui Starla, Dara pun menidurkan putri semata wayangnya itu di box bayi.
Kamar Triplet memang sudah di siapkan jauh-jauh hari di Star mansion. Kamar itu sangat luas, karena memang di peruntukan untuk tiga bayi. Selain ada tiga box bayi, di sana juga ada ranjang besar untuk tidur dan peralatan bayi lengkap. Termasuk mini Chiller untuk menyimpan stock ASI milik Dara untuk ketiga putra dan putrinya itu dan juga microwave.
"Kita akan tidur di sini atau di kamar kita sayang?" tanya Kai saat keduanya duduk di pinggir tempat tidur yang ada di sana.
"Malam ini tidur di kamar ini aja ya bang, Triplet lagi rewel Anis di imunisasi. Mereka mudah terbangun kalau malam dan harus di susui, aku takut mereka demam" ucap Dara
"Hmm, tidak apa-apa sayang, kita tidur di sini kalau gitu" ucap Kai mengecup kening sang istri.
Dia sangat bangga dengan Dara, meskipun sangat kerepotan mengurus empat bayi sekaligus. Tapi tidak pernah mengeluh, bahkan menolak menyewa baby sitter untuk membantunya menjaga Langit dan Triplet.
"Apa tidak sebaiknya kita sewa baby sitter sayang. Akan sulit mengurus banyak bayi dalam waktu bersamaan, apalagi lusa aku harus kembali bekerja" ucap Kai
"Aku mau merawat mereka sendiri Bang, lagian di star mansion banyak orang juga yang bantu" ucap Dara
"Aku dengar dari mama, katanya kamu mau kembali bekerja? Apa itu benar?" tanya Kai
"hmm... Bagaimana menurut Abang kalau aku kembali ke kantor? Aku udah lama ninggalin Perusahaan" tanya Dara
"Sayang, apa tidak terlalu cepat? Lalu bagaimana dengan Langit dan Triplet? Sedangkan kamu nggak mau pakai jasa baby sitter. Lebih baik kamu jangan bekerja lagi, biarkan Lingga yang mengurus nya sampai kita mendapatkan orang yang tepat untuk menggantikan posisi mu" ucap Kai sedikit keberatan saat istrinya ingin kembali bekerja.
Dara juga memikirkan hal itu, ini akan sulit baginya jika bekerja sembari mengurus empat anak. Entah bagaimana kerepotannya dia nanti. Tapi ia juga tidak bisa mengabaikan tentang hal yang terjadi pada sahabat dan orang kepercayaannya, yakni Flo.
Ia tidak ingin di saat Flo memerlukan waktu bed rest, justru harus berkutat dengan berkas kantor lagi.
"Aku tahu itu bang, tapi ada sesuatu yang terjadi pada Flo. Aku tidak bisa merepotkan mereka lagi" ucap Dara
"Memang apa yang terjadi?" tanya Kai menaikan sebelah alisnya.
"Begini bang....." Dara Mulai menceritakan apa yang terjadi pada Flo, terkait janin tidur dan juga kondisi Flo dan cara mengobatinya.
Tentu saja Kai terkejut saat mendengar apa yang di ceritakan oleh istrinya itu.
"Apa hal seperti itu bisa terjadi Yang?" tanya Kai
"Ya, aku sudah memeriksanya dan benar kalau Flo mengalami kasus Janin Tidur" ucap Dara
"Kamu yakin bisa mengobati dan membuat pil kehidupan untuk Flo? Apa Lingga tahu hal ini?" tanya Kai lagi
"Aku harus bisa demi Flo dan anaknya, Lingga belum tahu tentang itu. Tapi rencananya aku yang akan membicarakan hal ini dengan Lingga, agar di mengerti dan jelas. Tapi Abang, aku juga harus meminta izin sesuatu padamu" ucap Dara dengan serius
"Apa itu?" tanya Kai
"Bahan yang di perlukan untuk membuat pil kehidupan adalah setetes darah manusia yang di takdirkan dan juga esensi Chi murni" ucap Dara
"Di mana kita menemukannya?" tanya Kai mengerutkan keningnya.
"Aku tahu" ucap Dara
"Kamu tahu? Siapa?" tanya Kai
"Langit" ucap Dara
"Langit? beo Kai terkejut mendengar nama putra sulungnya itu di sebut.
"Ya, satu-satunya manusia yang di takdirkan adalah Langit. Dia adalah berkah dari langit, bakatnya sangat luar biasa dan juga ia memiliki Chi murni tanpa batas" ucap Dara
Sedangkan Langit adalah manusia yang memang di takdirkan dengan bakat luar biasa sejak ia masih dalam kandungan.
"Sayang, apa itu tidak membahayakan hidup Langit? Aku tidak akan mengizinkannya jika cara itu menyakiti apalagi membahayakannya" ucap Kai tegas.
"Apa abang percaya padaku?" tanya Dara menatap mata suaminya
"Ya, aku sangat mempercayaimu. Apa kamu meragukan kepercayaan ku sayang?" ucap Kai
"Kalau begitu Abang, harusnya abang percaya aku tidak akan sanggup mencelakai putraku sendiri" ucap Dara cemberut
Cup!
Kai mencium pipi Dara yang sedikit tembem karena efek pasca hamil dan menyusui. Ia sangat gemas melihat istrinya yang memasang wajah cemberut itu.
"Aku percaya padamu, tadi aku hanya bertanya sayang dan tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya terkejut dan tidak ingin istri dan anak-anak ku sampai kenapa-kenapa" ucap Kai
"Hmm, aku tidak akan membahayakan anakku juga Abang. Aku hanya mengambil setetes darah dan juga meminta esensi Chi yang di miliki Langit. Itu tidak akan membuat putra sulung kita sakit, lagian esensi Chi miliknya tidak terbatas" ucap Dara
"Syukurlah kalau begitu, jadi kapan rencananya kamu mulai buat pil kehidupan?" tanya Kai
"Semakin cepat semakin baik, karena jika di biarkan terlalu lama. Aku khawatir kondisi Flo bisa kapan saja memburuk" ucap Dara
"Baiklah, nanti besok kita temui Lingga dan bicarakan hal ini dengannya lebih dulu" ucap Kai
"Iya Abang" ucap Dara
"Tapi sayang, Abang tetap mau kita sewa baby sitter. Bukannya tidak percaya padaku, tapi anak kita banyak dan aku tidak ingin kamu kecapean apalagi sampai sakit mengurus empat anak sekaligus" ucap Kai
"Haaaahh,,, baiklah terserah Abang aja. Tapi biarkan aku yang memilih orangnya, aku mau semuanya dari anggota GOD. Aku tidak tenang jika menyerahkan perawatan anak-anak ku pada orang yang tidak di kenal" ucap Dara
"Baiklah, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau" ucap Kai memeluk sang istri
"Tidur yuk, sudah malam. Aku tahu kamu sangat kuat, tapi tubuh kamu juga memerlukan istirahat sayang" ucap Kai
Dafa mengangguk dan membalas pelukan sang suami.
"Selamat tidur sayang" ucap Kai.
"Selamat tidur juga Abang" ucap Dara
Tak lama keduanya pun tertidur, sampai di tengah malam Starla kembali terbangun karena haus dan menangis. Kai bangun mendengar tangisan putrinya, melihat Dara tidur Kai tidak tega membangunkannya.
Jadi Kai langsung beranjak mendekati Box Starla, ia pun menggendong putri nya itu dan merasakan popoknya basah lalu tersenyum.
"Princess ayah pipis ya, nggak nyaman ya Bobonya popoknya basah. Yuk ayah gantiin popoknya dulu, jangan nangis ya sayang. Bunda kamu kecapean, biarin bunda istirahat lebih lama ya, putri ayah yang cantik" ucap Kai, mencium kedua pipi Starla.
Dengan terampil ia mengganti popok Starla, tak lupa ia juga memanaskan stok ASI Dara yang di simpan di dalam Freezer. Lalu menuangkannya ke botol susu setelah suhunya pas dan memberikannya pada Starla.
Bayi cantik itu kembali tertidur setelah menghabiskan susunya, Kai pun kembali beranjak ke tempat tidur setelah meletakkan Starla dalam Box.
Namun baru juga ingin memeluk sang istri, suara tangisan kembali terdengar. Kali ini Gala yang menangis, Kai langsung menggendong Gala dan memanaskan ASI lagi untuk putra keduanya itu.
Dan akhirnya Kai tidak tidur semalaman, karena para bayinya bergantian bangun dan Kai menenangkan ketiga putra putrinya tanpa membangunkan sang istri.
...•••••...