
Semua orang kagum dengan keberanian Dara yang berani melawan namun mereka juga khawatir dengannya. Tapi saat mendengar ucapan Dara, mereka jadi menerka-nerka siapa sebenarnya identitas Dara. Mengapa ia sama sekali tidak takut dengan Daffa yang mana sebagai anak donatur.
Hanya Sugeng yang tahu jika Dara tidak akan takut dengan Daffa. Meskipun keluarga Daffa yaitu Pradipta adalah keluarga kelas 1 di ibukota, namun keluarganya masih berada di bawah keluarga Rukmana.
"Si*lan! Kau pikir 10 Milyar itu kecil hah? Kenapa kamu begitu berani menentangku? Sangat mustahil kau tidak terpesona dengan ketampananku, atau kau sengaja mempermainkan sesuatu untuk menarik perhatianku" ucap Daffa dengan pede maksimal.
"Terlalu percaya diri itu tidak baik!" ucap Dara
"Tapi itu kenyataannya aku memang tampan, jujur saja tidak apa-apa. Aku tidak akan menyalahkan kamu" ucap Daffa sangat percaya diri dengan ucapannya.
"Pak Sugeng, tolong katakan prosedur untuk menjadi donatur di kampus ini. Sepertinya aku tertarik untuk menjadi donatur, apa 50 milyar cukup?" ucap Dara mengabaikan ucapan Daffa membuat rahang semua orang jatuh.
"Omong kosong!" teriak Daffa saat mendengar ucapan Dara.
"Aakkkhhh" teriak Daffa lagi.
"Aku bilang jangan teriak di depanku! Apa kau budeg!! Atau memori-mu eror sampai kau tidak bisa mengingatnya dengan baik. Diam atau aku pukul kamu lebih keras!" ucap Dara menggeplak kepala Dara lagi.
Daffa tidak berani lagi bersuara, ia takut terkena geplakan lagi. Rasanya benar-benar sakit, tapi herannya saat ini justru ia sangat menyukainya entah mengapa. Apakah ia memiliki suatu penyimpangan? dan menyukai kekerasan? Entahlah.
"Maaf" ucap Dafa kemudian
Ucapannya membuat semua orang syok.
"Daffa minta maaf? Ya Tuhan, Apa seorang Daffa sudah ketemu pawangnya sekarang?" pikir mereka semua yang ada di kelas.
"Bagaimana Pak Sugeng tentang Donasi yang saya katakan" ucap Dara mengabaikan permintaan maaf Daffa.
"Ah, untuk prosedurnya, kamu bisa ke kantor nanti untuk membicarakannya" ucap Sugeng.
"Ah, baiklah. Tapi aku harap semuanya merahasiakan kejadian yang barusan terjadi dan jangan menyebarkannya ke luar. Kalau tidak, aku tidak akan segan lagi. Apa kalian semua mendengarnya?" ucap Dara denagn tegas
"Ya!" Sahut yang lain serempak.
Mereka berjanji tidak akan menyebarkannya ke luar. Jadi semua yang terjadi di kelas hari ini mereka anggap tidak pernah terjadi dan tidak akan membocorkannya ke luar. Mereka takut dengan ancaman Dara, terlebih Dara mengatakan jika ia akan menjadi salah satu Donatur di kampus.
.....
Daffa diam, ia tidak lagi meminta Dara untuk pindah. Ia justru sesekali mencuri pandang ke arah Dara, ia heran pada dirinya sendiri. Mengapa ia berubah menjadi tertarik dengan gadis di sampingnya, yang bahkan wajahnya saja ia tidak tahu pasti benar cantik atau tidak. Atau mungkin berita yang beredar benar kalau Dara itu tonggos.
Dara tahu sejak tadi Daffa terus menatapnya, namun ia tidak peduli dan mengabaikannya.
Setelah kelas selesai, sebuah suara mengejutkan semua orang termasuk Daffa. Saat seorang gadis cantik dan pria tampan menghampiri meja Dara.
Mereka adalah Samuel yang di sebut salah satu Prince di kampus dan juga identitasnya sebagai cucu pemilik kampus. Satunya lagi adalah Celine, yang Beberapa hari lalu di ketahui jika ia adalah sepupu dari Samuel. Yang berarti cucu keluarga Rukmana juga.
"Hai Ra" sapa Celine, sedangkan Samuel hanya diam
"Hai" balas Dara menoleh ke arah Celine.
"Ra, kita ke kantin yuk. Aku dari kemarin cariin kamu tapi nggak ketemu-ketemu" ucap Celine.
"Sepertinya nggak bisa, aku harus ke ruang dosen dan juga harus balik. Ada sesuatu yang harus aku urus" ucap Dara jujur
"Yah, emang nggak bisa ke kantin dulu sebelum pergi" ucap Celine cemberut.
"Lusa aja ya, soalnya aku sudah ada janji sama orang" ucap Dara
"Ya udah deh, tapi janji lusa ya" ucap Celine
"Hmm" ucap Dara mengangguk.
Daffa di samping hanya melihat saja, bahkan saat Dara keluar buat ke ruangan Dosen ia hanya diam, entah apa yang di pikirkannya. Hanya saja ia memegang dadanya karena jantungnya masih berdetak dengan kencang.
.....
Dara menyelesaikan prosedur menjadi donatur kampus. Ia menjadi donatur dengan syarat, Dana yang ia berikan di peruntukan untuk jalur beasiswa mahasiswa yang tidak mampu dan berprestasi.
Tentu saja hal itu di sambut baik, bahkan Dara secara pribadi menghubungi Emir dan mengatakan jika uang yang ia donasikan harus di pergunakan dengan sebaik-baiknya.
....
Dara masuk ke sebuah hotel besar di tengah pusat ibukota yang dulunya bernama Deli Hotel. Namun sekarang namanya sudah berganti dengan Star Hotel.
Ferdi menyambutnya di pintu, saat Dara masuk semua karyawan sudah berbaris dan menyambutnya dengan hormat.
Star Hotel miliknya akan mulai beroperasi besok, setelah melakukan pemutihan karyawan dan mendekorasi hotel dengan suasana baru. Mereka sudah siap untuk launching.
"Selamat datang Ketua" ucap semuanya menyapa Dara dengan kompak.
Semuanya terkejut saat melihat bos mereka ternyata seorang wanita yang masih sangat muda, mereka tidak bisa mengenali Dara karena ia memakai maskernya.
Namun meskipun Dara masih muda, mereka tidak berani memandang rendah dan berbuat masalah dengannya. Mereka sedikit tahu karakter bos mereka, setelah di lakukan pemutihan karyawan.
Banyak di antara karyawan di pecat dan di ganti dengan orang yang baru. Hanya karyawan yang berpotensial dan memiliki atitude baik yang masih di pertahankan untuk bekerja di sana. Selebihnya banyak karyawan baru yang di terima di sana setelah melakukan seleksi yang ketat.
Mereka juga sangat antusias bekerja setelah tahu gaji mereka naik sebanyak 20% dari gaji mereka dulu.
"Apa ada kendala?" tanya Dara saat ia duduk kursi kebesarannya di kantor Presiden Direktur" ucap Dara.
"Tidak ada sama sekali nona. Semuanya berjalan dengan lancar" ucap Ferdi.
"Lalu bagaimana dengan anda Pak Lukman, apa anda sudah bisa menyesuaikan diri dengan hotel ini?" tanya Dara
"Tidak ada masalah ketua, saya tidak ada masalah dengan standar operasional prosedur di hotel anda.Justru saya merasa bersemangat bisa bekerja lagi, terimakasih sudah mempercayakan saya untuk memegang hotel ini. Saya akan berusaha untuk memajukan Star Hotel" ucap Lukman yang memang di percaya untuk menjadi General Manager di Star Hotel.
"Bagus kalau begitu. Kalian berdua harus mengecek persiapkan untuk acara peresmian besok dengan benar" ucap Dara
"Baik Nona/Ketua" ucap Ferdi dan Lukman secara bersamaan.
Setelah berkeliling hotel untuk meninjau hotel-nya, Dara langsung beranjak ke Toko Red Jewelry untuk bertemu dengan Carmila. Mereka ingin membicarakan tentang pelelangan yang akan di laksanakan dua Minggu ke depan.
Dara memang berencana untuk ikut berpartisipasi lagi dan berniat menjual pil kecantikan dan juga beberapa porselen dan juga batu permata.
...••••••...