
Saat hari libur, Dara kembali ke ibukota sendiri melalui Formasi teleportasi yang Dara buat di apartemen milik Kai di kota S. Sedangkan Flo kembali ke ibukota menggunakan pesawat.
Mereka tidak kembali bersama sebab Dara tidak bisa membawa Flo bersama dengannya melalui Formasi teleportasi, karena titik tujuan formasi tersebut adalah di penthouse milik Kai di ibukota. Dan seperti yang kalian tahu, Penthouse milik Kai hanya Dara yang di perbolehkan oleh Kai ke sana.
Dara hanya sehari saja ke ibukota, itu hanya untuk menghukum Richard dan juga Loddy. Menjadikannya orang gila atau idiot dan tidak bisa lagi di sembuhkan oleh ilmu kedokteran mana pun.
Selain itu Dara juga meminumkan pil yang membuat orang yang mengkonsumsinya akan merasakan sakit, panas seperti terbakar setiap empat jam sekali dan itu berlangsung sekitar setengah atau satu jam. Tentunya itu akan membuat mereka menjadi semakin menderita hidupnya.
Berbeda dengan Dara yang ke ibukota untuk datang ke markas Falcon dan mengurus para penjahat. Flo memang niat kembali ke ibukota untuk kembali bekerja di perusahaan.
Mengingat Star Corporation akan segera Launching dalam satu atau dua bulan kedepan, jadi banyak yang harus ia cek. Sebagai asisten Ketua, ia membantu Ferdi untuk menyiapkan semuanya.
....
Di Bandara Kota S, Flo sedang bersantai di sebuah kafe sejenak. Masih ada waktu sejam sebelum jam penerbangannya tiba. Ia menikmati kopi dan sepotong roti kecil, sembari berbagi pesan dengan sang kekasih.
Lingga mengatakan jika ia sangat senang saat ini, karena dia hampir menyelesaikan BAB terakhir untuk skripsinya. Kemungkinan dua Minggu lagi ia akan sidang setelah semua BAB yang ia buat lulus tanpa adanya revisi.
Yang artinya tidak akan lama sebelum ia wisuda, ia juga meminta Flo untuk datang menemaninya saat ia wisuda nanti.
"Nona Flo, saya tidak menyangka kita bisa bertemu di sini" ucap seorang pria dengan senyum mengembang di wajahnya yang tampan itu.
Flo mengerutkan keningnya dan menatap tajam pria yang tengah berdiri di depannya itu. Flo mengenalnya walaupun hanya mendengar suaranya, hanya saja beberapa saat yang lalu ia tidak menyadari keberadaan pria itu. Ia hanya merasakan aura kultivator dengan tingkat rendah di sekitarnya.
Tapi Flo bersikap acuh karena ia pikir wajar jika seorang kultivator berbaur. Tapi ia tidak menyangka jika kultivator itu adalah mantan orang terdekatnya, Zayn.
Ya, Zayn adalah seorang kultivator, meskipun masih di tahap Body Tempering. Setidaknya dia sedikit lebih kuat dari seorang tentara elit.
Yang membuat Flo bingung, sejak kapan Zayn menjadi kultivator dan bagaimana bisa ia jadi kultivator? Apakah itu sudah lama? Tentu Flo dulu tidak menyadarinya, karena dulu ia hanya manusia biasa jadi tidak menyadari apa yang tidak bisa ia rasakan.
"Anda mengenal saya Tuan?" ucap Flo dengan tenang berpura-pura tidak mengenalnya. Meskipun memang suaranya terkesan Datar dan acuh, tapi Flo sangat piawai hingga Zayn berpikir jika Flo benar-benar lupa padanya.
"Apa anda lupa dengan saya nona manis?Ah, betapa sakitnya di lupakan" ucap Zayn dengan mimik wajah tersakiti.
Melihat Flo yang hanya diam saja, Zayn berdeham kemudian melanjutkan ucapannya
"Ekhmmm... Saya Zayn nona manis, kita pernah bertemu di acara pertunangan nona muda Adi Raharjo. Apa anda mengingatnya?" ucap Zayn masih dengan senyum menawan yang tidak luntur dari wajahnya.
"Oh..." ucap Flo, sambil mengangguk.
Zayn terkejut dengan respon cuek Flo, karena sebelumnya tidak ada wanita manapun yang bersikap acuh padanya dan menatapnya tidak tertarik. Di mata Zayn, Flo sungguh sangat menarik, Zayn semakin penasaran dan juga tertarik pada Flo untuk mengenalnya.
Melihat Flo justru berdiri setelah tanpa aba-aba ia duduk di kursi depan Flo. Zayn tidak bisa membiarkan itu, ia hendak menarik tangan Flo. Sayangnya Flo menghindar lebih dulu hingga tangannya mengenai angin.
Sungguh reflek Flo sangat bagus!
"Maaf aku tidak bermaksud menyentuhmu. aku hanya ingin tahu kenapa anda terburu-buru, apa aku menganggu?" tanya Zayn dengan wajah sendu, di tambah bicara non formal yang membuat Flo jijik.
"Aku harus pergi, permisi" ucap Flo tidak menggubris Zayn lebih lama kemudian berbalik pergi.
Zayn hanya bisa melihat punggung Flo yang semakin menghilang dari pandangannya. Jauh dalam hatinya begitu menggelitik, jangan lupakan jantungnya yang berdebar kencang.
"Aku akan mendapatkanmu! Aku tidak percaya kau memiliki hubungan dengan tuan muda kedua Keluarga Narendra itu, seperti yang pria itu ucapkan. Setidaknya jika cara halus tidak bisa, maka aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kamu, Baby. Tunggu saja, aku akan membuatmu bertekuk lutut dengan suka rela" ucap Zayn pelan dengan seringai tipis.
Flo yang sudah menjauh, masih memasang telinganya dan mendengar gumaman dari Zayn yang pelan itu. Ia berdecih dan bersumpah, jika hal yang di ucapkan Zayn itu tidak akan pernah terjadi. TIDAK AKAN PERNAH!!!
.....
Di ibukota, Dara baru saja selesai memberikan hukuman untuk dua orang itu, lalu langsung beranjak ke ruangan kerja Kai di markas Falcon.
"Bagaimana dengan pengkhianat negara itu? Apa sudah di hukum?" tanya Dara
"Dia sudah berada di penjara militer sekarang dan jabatannya di copot. Militer juga memvonis hukuman mati dan semua aset milik keluarganya di sita oleh negara. Untuk keluarganya yang juga masuk ke militer semuanya di copot dari jabatannya dan semua keluarganya di asingkan di pulau terpencil untuk menjalani kerja sosial dan pengawasan selama sepuluh tahun" ucap Kai
"Apa media sudah tahu?" tanya Dara
"Ya, sulit membendung keingintahuan masyarakat. Terlebih reporter juga sudah mendengar desas desus ini dan semuanya menyebar dengan sangat cepat" ucap Kai
"Itu tidak masalah, itu bisa jadi syok terapi untuk keluarganya agar tidak mengikuti jejak Harun. Masih beruntung Keluarga dari pengkhianat masih di biarkan hidup dan hanya mendapatkan hukuman ringan. Harusnya mereka bersyukur dan menjadikan yang terjadi sebagai pelajaran berharga" ucap Dara
"Kau benar sayang" ucap Kai mengelus Surai panjang kekasihnya itu.
"Apa aku masih boleh kasih saran hukuman? Sepertinya hukuman mati terlalu enak buat pengkhianat itu?" tanya Dara
"Hukuman apa itu sayang?" tanya Kai
"Ini...." ucap Dara mengeluarkan sebuah cairan dalam botol kecil bening itu.
"Apa ini?" tanya Kai.
"Virus yang sudah aku upgrade" ucap Dara sembari menampakkan seringai di wajah cantiknya, membuat semua yang melihatnya merinding. Kecuali Kai tentunya.
"Kamu buat Virus?" tanya Kai
"Ya, itu sama dengan Virus tipe R yang mereka buat, tapi aku tingkatkan ke versi yang lebih tinggi. Kamu tidak perlu khawatir, aku pastikan ini satu-satunya dan tidak akan aku buat lagi. Semua datanya juga tidak pernah aku buat jadi tidak akan ada yang mencurinya apalagi membuatnya lagi" ucap Dara
"Aku percaya, kalau begitu aku akan menyimpannya dan bicarakan hal ini ke papa. Tapi apa efeknya? Apa sama dengan efek virus yang mereka buat?" ucap Kai sembari menyimpan cairan itu di cincin ruang miliknya.
"Virus yang aku buat beda dengan Tipe R, meskipun Dasar dan efeknya cukup sama. Tapi ini di tingkatkan lebih dari dua puluh kali lipat, juga aku menambahkan bahan lain yang memiliki efek yang berbeda. Jika pengkhianat itu meminum cairan ini secara langsung, selain menyerang sistem kekebalan tubuh dan juga kinerja otak yang membuatnya lumpuh. Ini juga berefek sangat menyakitkan terlebih di bagian organ dalam yang terasa panas dan tersayat seperti di kuliti dari dalam.
Dalam tiga hari organ dalamnya akan habis terkikis, otaknya juga akan mengecil dan juga dagingnya akan membusuk dengan cepat. Setidaknya ia akan tersiksa dalam kesakitan dalam tiga hari sebelum kematian menjemputnya. Ia harus merasakan rasa sakit yang sama, seperti para calon korbannya bukan? Ah aku lupa, aku juga menyisakan satu cairan yang sama untuk menghukum Sanim, tentunya qsetelah Dong puas bermain-main dulu dengannya" ucap Dara
"Aku akan menyerahkan urusan Sanim padamu, terserah mau kau buat apa. Asalkan kamu senang aku akan mendukung" ucap Kai tersenyum
"Makasih Abang, kau yang terbaik" ucap Dara tersenyum hingga matanya menyipit menggemaskan.
"Jangan memancing Yang, kalau bukan lagi di markas aku udah sosor itu bibir" ucap Kai gemas melihat wajah menggemaskan Dara.
"Ha-ha-ha, baiklah, maafkan aku..." ucap Dara masih terkekeh.
"Memang kapan Dong ke sini?" tanya Kai
"Dia masih mengurus perusahaan milik Sanim yang sudah di alihkan ke atas namanya yang baru, nama perusahaan nya juga sudan Dong ganti dengan nama MA Group.
Dia juga bilang minta bantuan kamu buat urus identitas barunya di negara kita. Ia ingin tinggal di sini, namun tetap akan bolak balik ke negara R buat urus perusahaannya, terlebih ia sedang membedah semuanya yang ada di Perusahaan" ucap Dara
"Aku akan mengurus identitasnya setelah ia sampai di sini" ucap Kai.
"Hmm..." ucap Dara mengangguk.
Cup!
Dara mencium kilat pipi kiri Kai.
"Sekali lagi makasih. Aku mencintaimu Abang Kai" ucap Dara mengerlingkan matanya, membuat tubuh Kai menegang dan tidak bergerak.
Dara hanya tertawa lalu keluar dari ruangan itu, sampai Kai tersadar dan meneriaki nama Dara dan bergegas menyusul tunangannya itu.
...••••••••...