The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
325. Menangkap Kultivator jahat



Merasakan adanya aura kultivator yang mendekat dan juga nafas seorang manusia. Kai berusaha kini memutuskan untuk bersembunyi di belakang pohon dan mengamati situasi di sana.


Kai mengintip dari balik pohon, ia melihat seorang pria yang yang tengah menggendong seorang anak kecil laki-laki yang kira-kira berusia lima tahun. Dan menaruhnya di sebuah Dipan depan bilik kecil itu.


Ia yakin jika orang itu adalah orang yang ia lihat saat di jalan tadi. Baju yang di kenakan orang itu dan anak kecil itu sama.


"Ha-ha-ha, akhirnya nanti malam aku bisa meningkatkan lagi kekuatanku" ucap Orang itu dengan tertawa keras.


Malam nanti adalah malam bulan purnama dan itu adalah waktu di mana para kultivator aliran jahat, akan melakukan ritual untuk meningkatkan kekuatan mereka dengan cara mengorbankan anak-anak dan gadis perawan.


Mendengar itu tentu saja Kai marah, ia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Sepertinya ia harus melakukan tindakan dengan cepat namun ia tetap berpikir jernih.


Ia pikir akan lama jika ia menunggu anggota GOD bertindak, ia takut anak kecil itu tidak bisa ia selamatkan jika sampai ia terlambat.


Terlebih ia ingat meninggalkan istri, anak dan juga adik iparnya di mobil. Jadi ia memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dan segera menangkap kultivator jahat itu.


"Siapa di sana?" ucap orang itu saat ia merasakan nafas seorang manusia tak jauh darinya. Yang memang Kai sengaja membiarkan keberadaannya di temukan.


"Hanya orang lewat yang ingin menghabisi mu dan membawa anak itu kembali ke keluarganya" ucap Kai


"Kau... Bagaimana bisa kau masuk ke sini? Dan mulut lancangmu itu, jangan memancingku untuk menebasnya" ucap Orang yang bernama Sardi itu dengan marah.


Sardi adalah seorang kultivator jahat berusia enam puluh lima tahun, dan ia saat ini sudah berada di tingkat Qi Transformasion level puncak.


"Bagaimana cara masuk? Mudah saja, tinggal datang" ucap Kai mengangkat kedua bahunya.


"Bedebah, jika kau berani datang ke sini, maka tidak ada jalan untuk kamu pulang hidup-hidup" ucap Sardi murka karena merasa di remehkan.


"Oh, benarkah?" ucap Kai mengejek.


"Dasar manusia tengik, mati kau...!!!!" ucap Sardi tidak kuasa menahan amarahnya lagi.


BUGH!!!


DUAR!!!!


Ledakan terjadi saat Sardi memukul Kai, namun dengan cepat di blok dengan tangan kosong Kai dan menyebabkan ledakan cukup besar itu.


"Ka-mu..." ucap Sardi terkejut saat Kai dengan santai menangkis kekuatannya.


Padahal ia sudah menggunakan dua puluh persen kekuatan nya. Yang bisa mengalahkan belasan orang biasa dalam sekejap.


"Siapa kamu? Kenapa kamu bisa menangkis serangan ku? Manusia biasa tidak mungkin bisa melakukan nya? Atau kau memiliki alat sihir atau pelindung?" ucap Sardi mundur dua langkah karena waspada, namun Kai melangkah maju dua langkah pula.


"Aku bilang aku orang lewat, kamu budeg atau pikun!" ucap Kai


"Sialan, jangan pikir kamu bisa menangkis serangan ku sekali, kau merasa bisa mengalahkanku. Itu hanya dalam mimpimu! Rasakan ini!!!!" teriak Sardi.


"Hiyaaaaa....!!!!" teriak Sardi mengeluarkan seluruh kekuatannya dan kembali menyerang Kai.


Kai menyeringai dan tetap bergeming di tempat.


"Kau sendiri yang memintanya!" ucap Kai tersenyum miring.


BUGH!!!


BOOMM!!!


BRAK!!!


Setelah Pukulan hampir mengenai Kai, Kai juatru memukulnya balik membuat Sardi terpental dan menabrak pohon hingga pohon itu roboh.


"Uhuuukkk....!!!" Sardi memuntahkan seteguk darah.


"Si-Siapa kamu sebenarnya? Ke-kenapa manusia biasa se..pertimu bi..sa mengalahkanku?" ucap Sardi meringis kesakitan, ia juga tidak berdaya karena Kau berhasil merusak pusat Meridiannya.


Kai sengaja tidak membunuh Sardi, karena ia akan membawa Sardi ke Dara untuk di interogasi. Kai yakin jika di ibukota bukan hanya Sardi yang merupakan pengikut aliran sesat. Bisa jadi Sardi merupakan salah satu nya saja dan yang lain masih berkeliaran.


Setelah Sardi berhasil di tarik ke cincin ruang, Kai mendekati anak laki-laki itu dan mengeluarkan ponselnya. Beruntung di tempati Kai berdiri sinyal masih bisa terjangkau.


Kai langsung mengabari kantor polisi terdekat. Jadi setelah keluar dari sana, ia bisa memberikan anak kecil itu pada pihak berwajib agar bisa bertemu dengan keluarganya.


Lalu setelahnya mengabari Flo untuk memerintahkan Anggota GOD untuk mengawasi tempat itu. Kai pun mengirim tempat lokasi ia berada.


"Terimakasih jendral atas bantuannya, kebetulan sejam yang lalu ada seorang laki-laki dan perempuan yang melapor. Bahwa putra bungsu mereka di culik. Bisa jadi anak ini putra mereka, kami akan menyelidiki nya. Kalaupun bukan, kami akan mencari keluarganya dan menyerahkan anak ini kembali pada mereka" ucap salah satu polisi yang tak lain merupakan Kapolsek daerah setempat.


Kapolsrk tidak mungkin mengabaikan telepon dari seorang jendral muda dan dari keluarga nomor satu di negaranya. Jadi dari pada menyuruh anak buahnya datang sendiri, ia memutuskan untuk ikut serta datang ke sana.


"Terimakasih Pak Ilmi, semoga anak ini cepat berkumpul kembali dengan keluarganya. Kalau begitu saya permisi karena saya harus mengurus sesuatu hari ini" ucap Kai


"Jendral terlalu sungkan, justru saya yang berterima kasih karena jendral membantu kami menemukan anak ini. Jendral tenang saja, kami pastikan anak ini pulang dengan selamat dan berkumpul dengan keluarganya" ucap Kapolsek bernama Ilmi itu tersenyum.


Setelahnya Kai kembali ke tempat mobilnya di parkiran. Saat masuk ke dalam mobil ia melihat putranya sudah terbangun, mungkin karena menunggu lama dirinya tidak datang-datang.


"Yayah..." ucap Langit melambai kedua tangannya


"Hai boy maaf lama...." ucap Kai tersenyum dan mengusap kepala baby langit lembut.


"Maaf juga Bun, Om Dimas, ayah lama tadi... Kita jalan sekarang ya" ucap Kai yang di angguki yang lain dan langsung menjalankan kembali mobilnya.


Meskipun Dimas penasaran namun ia tetap diam, karena jujur saja ia cukup ngantuk saat ini.


Dara juga diam dan tersenyum saja ke arah sang suami, ia tahu jika tidak mungkin membicarakan hal ini sekarang. Terlebih saat ini ada Dimas dan juga Baby Langit di dalam mobil.


....


Di apartemen Manda sudah ramai dengan adanya Dara, Flo, Ajeng dan yang lainnya. Kai sendiri setelah mengantar Dara dan Baby langit, langsung pergi ke kediaman Nathan dengan membawa Dimas serta.


Karena di kediaman Nathan juga sama ramainya dengan pesta lajang sebelum besok Nathan sah menjadi seorang suami. Tidak ada pesta yang aneh, hanya fokus pesta barbeque dan bertukar cerita antar laki-laki. Bahkan di sana bisa berbagi pengalaman saat malam pertama.


Kembali ke apartemen Manda yang justru sang calon mempelai sibuk bermain dengan putra tercintanya yang sangat ia rindukan.


"Kamu kelihatan sayang banget sama kedatangan Baby Langit, Da?" ucap Ajeng


"Hmm, bagaimana tidak, dia sangat menggemaskan bukan?" ucap Manda tersenyum, ia tidak bisa memberi tahu jika ia merindukan putranya itu.


"Emang, keponakan aku satu ini ganteng dan gemasnya kelewatan" ucap Ajeng terkekeh dan mencubit gemas namun pelan pada Baby Langit.


"Emih mana Da?" tanya Dara.


"Lagi di bandara jemput kerabat dari kota B" jawab Manda.


Dara mengangguk, dirinya juga sudah mengobrol dengan Manda dan Nathan mengenai pekerjaan Manda di resto.


Nathan tidak mempermasalahkan jika Manda masih ingin bekerja, ia juga mendukung apapun kemauan calon istrinya yang akan sah jadi istrinya itu.


Pasalnya Nathan juga kemungkinan akan jarang berada di rumah karena tugasnya di kemiliteran. Tapi ia meminta pada Dara agar jam kerja Manda di kurangi karena takut Manda akan kecapean atau sakit.


Dara tidak masalah dengan itu, ia juga membebaskan Manda untuk jam kerja Manda. Yang penting saat di perlukan Manda ada dan bisa menghandle urusan resto.


Dara juga memberikan asisten manajer yang akan membantu Manda di resto, tentu saja asisten itu di pilih oleh Dara yang merupakan salah satu anggota GOD, yang memang kompeten di bidang Food and beverage.


Tidak hanya itu, alasan dara memasukan beberapa anggota GOD di seluruh perusahaan miliknya.


Selain karena kemampuan mereka yang bagus di bidang Perusahaan yang di geluti masing-masing, alasan lainnya karena Dara ingin memastikan tidak adanya hal buruk yang akan terjadi di masa depan. Dan anggota itu bisa menghandlenya jika hal tidak di inginkan terjadi dan segera melaporkan nya ke kantor pusat.


...•••••••...


Maaf dua hari ini author sibuk kejar date line kerja di dunia nyata, besok author pastiin up double lagi kok🙏 Buat crazy up, insya Allah akhir bulan ya😇