
Dara dan Flo kini berada di apartemen milik Kai, Dara tentunya mengetahui password apartement itu. Apartemen itu memiliki dua lantai dan memiliki tiga kamar, Dapur, ruang makan, ruang tamu, ruang kerja yang saat ini kosong tanpa ada furniture. Kamar mandi di masing-masing kamar dan kamar mandi di area bawah.
Flo menatap takjub ke apartemen mewah itu, entah berapa banyak biaya yang Kai keluarkan untuk membeli apartemen mewah itu. Ya ia beli hanya untuk menemani Dara yang berada di kota S. Padahal dirinya juga sibuk dengan tugas militernya dan jarang pulang.
*Ilustrasi apartemen Kai di kota S.
Sebelumnya Dara sudah meminta izin Kai, untuk membawa Flo ke apartemen. Dan Kai tidak masalah dengan itu. Karena selain penthousenya yang ada di ibukota, rumah lain miliknya boleh di kunjungi siapa pun, baik keluarga atau teman-teman nya.
Penthouse di ibukota adalah tempat pribadi miliknya, jadi tidak ada yang Kai izinkan masuk. Bahkan Kai membersihkan penthouse itu sendiri karena tidak ingin ada orang lain yang menginjakkan kaki ke sana meskipun itu housekeeping. Pengaturan itu jelas pengecualian untuk Dara tentunya.
"Dara, apa tidak apa-apa aku masuk ke sini? Apa kau tidak matah" tanya Flo, takut kedatangannya membawa masalah. Karena ia tahu Kai tidak suka miliknya di datangi tanya izin darinya
"Tidak apa-apa, aku udah izin pada Kai untuk bawa kamu ke sini dan pasang formasi teleportasi di ruang kosong. Karena nggak mungkin aku buat formasi di mansion Keluarga Adi Raharjo. Bagaimana jika ada yang menerobos masuk? Itu bisa gawat dan aku nggak bisa mengambil resiko sekecil apapun" ucap Dara
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Flo
"Ambil ini dan letakkan ke sana. Buat susunan seperti yang pernah aku buat waktu di star mansion" ucap Dara
"Oke" ucap Flo langsung mengikuti instruksi dari Dara. Ia meletakan baru formasi itu sesuai dengan susunan yang pernah ia lihat sebelumnya.
Setelah susunan itu selesai di buat, Dara hanya menunggu sampai Kai menghancurkan kalungnya. Baru ia akan mengaktifkan formasi itu.
"Dara, bagaimana kalau lawan kita itu kuat?" tanya Flo
"Apapun itu, kita harus melawannya. Karena bukan hanya nyawa kita yang terancam, tapi banyak orang yang tidak bersalah akan terkena dampaknya jika membiarkan orang seperti Sanim lolos. Entah berapa banyak nyawa yang akan hilang jika itu terjadi" ucap Dara
"Benar juga, tapi apa benar tuan muda tidak bisa mengukur kemampuannya saat melihatnya?" tanya Flo lagi
"Ya, Kemungkinan itu adalah kultivator yang cukup kuat. Kalaupun iya, biarkan aku yang melawannya, setidaknya itu bisa menjadi latih tanding untukku untuk memperkuat kultivasi ku" ucap Dara.
Meskipun Dara yakin kultivasinya saat ini sudah cukup tinggi. Namun besar kemungkinan pula, kultivator di luar sana memiliki kekuatan yang lebih di bandingkan dengan dirinya.
Apalagi kultivator lama yang tersebar di seluruh dunia, kemungkinannya masih hidup sampai sekarang.
Namun Dara yakin tidak ada kultivator yang mencapai tingkat seperti Liu Annchi dulu. Bukan apa-apa, itu karena syarat seseorang menjadi tingkat 10 atau Emperor sangat sulit.
Seseorang harus menyucikan diri dengan air surgawi, Jiwanya juga harus suci tidak memiliki cacat dalam artian tidak memiliki aura hitam di tubuhnya.
Itu gunanya air surgawi untuk menyucikan diri dan jiwa. Terlebih sumber air surgawi sudah tidak di temukan di mana pun. Hanya Dara yang kini memilikinya di ruang dimensi di tubuhnya.
Juga Untuk menerobos ke tingkat 10 harus mendapatkan izin dari langit melalui guntur surgawi sebanyak 10 kali. Jika menurut buku yang Dara baca di perusahaan di ruang dimensi.
Hanya ada 47 kultivator yang melakukan penerobosan, hanya ada 10 yang berhasil menjadi Emperor selama dunia terbentuk, termasuk Liu Annchi sebagai emperor terakhir yang berhasil dan masih hidup kala itu. Dan hanya ada tiga Martial emperor di dunia ini.
Martial Emperor adalah puncak kekuatan dari seorang kultivator. Namun keberadaannya sekarang sudah punah. Menurut buku, ketiga Martial Emperor memutuskan untuk menetap di langit dan tidak ikut campur dengan dunia manusia. Yang artinya mereka sudah tidak berada di bumi lagi saat ini.
....
Kai sudah bersiap dan mengambil motornya yang ia simpan di gedung tidak terpakai itu. Lalu melajukannya ke kawasan Villa X distrik C.
Setelah di rasa aman dalam jarak yang cukup jauh, Kai menghentikan motornya dan menyimpannya di balik semak-semak. Lalu ia menutup area sekitar dengan Barier Chi miliknya dan memasukkan Chi miliknya ke dalam kalung pemberian Dara.
Tak lama kalung itu terasa panas dan juga pecah dengan sendirinya. Kai sendiri sempat terdorong dan membentur pohon yang ada di belakangnya karena ledakan dari kalung itu.
Untung saja ia sudah melakukan persiapan, hingga ledakan itu tidak memicu pihak lain datang karena sudah terblokir lebih dulu dan tidak ada suara yang keluar dari bariernya.
"Ledakannya cukup kuat rupanya. Hah... Sayang, kamu sangat jenius membuat hal-hal seperti ini. Entah berapa banyak kejutan yang aku lihat di masa depan" ucap Kai pelan.
Dara memang membuat kalung itu memantulkan serangan yang di terima. Hanya saja, jika kalung itu di masukan Chi milik pengguna. Itu akan meledak, namun tidak dengan intensitas yang tinggi.
"Aku hanya perlu menunggu sebentar, sebelum kamu datang" ucap Kai lagi. Ia bersabar sebentar untuk menunggu Dara dan Flo datang.
Kai tahu jika Flo akan ikut, bagaimanapun di antara Anggota GOD. Flo adalah yang terbaik.
Kekuatan Flo saat ini sudah naik menjadi tingkat empat atau True Element level awal, sedangkan Kai sudah naik menjadi tingkat lima atau Immortal Ascension level puncak. Hanya selangkah lagi Kai akan menerobos ke tingkat enam atau Transcedent.
Sungguh keduanya memiliki bakat yang sangat luar biasa terutama Kai. Seperti ucapan Dara, Kai adalah seorang jenius kultivator.
Dara di sini naik tidak terlalu signifikan. Bagaimana pun semakin tinggi kultivasi seseorang, maka semakin sulit pula untuk menerobos. Dan Dara masih stuk di Tingkat 7 atau Saint level senior.
....
Dara merasakan kalung itu sudah pecah dan membuka titik koordinat teleportasi. Ia langsung duduk di tengah dan meletakan batu terakhir dan merapatkan mantra dan memasukkan Chi miliknya.
Cahaya yang begitu silau menyelimuti area sekitar ruangan kosong yang di pakai Dara saat ini. Flo yang berdiri di pinggir mencoba mempertahankan posisi berdirinya, karena angin begitu kencang di ruangan itu.
"Kemarilah Flo!!" ucap Dara
Flo langsung berdiri di tengah formasi bersama dengan Dara.
"Perjalanan kali ini cukup lama, mungkin akan membuat perutmu tidak enak. Bagaimana pun kita melintasi jarak jauh dan juga waktu yang berbeda. Berpegangan jangan sampai lepas!!" ucap Dara.
Dara kemudian mengaktifkan teleportasi dan membuatnya dan Flo seperti terhisap sebuah hole yang bersinar kebiruan itu.
Trap!!
Sinar itu menghilang, begitupun dengan Dara dan Flo yang sudah tidak ada di sana.
...••••••••...