The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
306. Hukuman pertama untuk Megan



Hai semuanya, Author hanya mau bilang kalau kondisi author udah mendingan. Dan buat update normal, author mulai besok ya, jadi besok author usahakan update 2 bab.


...••••...


"White? Kenapa dengan White?" tanya Kenzi saat ia tidak sengaja mendengar nama White di sebut.


Ia tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan, tapi ia tahu jika keduanya tengah membicarakan tentang peliharaan kesayangan Dara dan adik-adiknya itu.


Dan saat mendengar nama White, membuat buku kuduknya itu seketika berdiri. Ia teringat kejadian kemarin di mansion.


"Ken trauma" ucap Flo terkikik geli melihat tingkah adiknya yang merinding saat mendengar white di sebut. Sedangkan Dara hanya menggelengkan kepalanya melihat Flo senang membuat adiknya ketakutan.


"Dara bilang kalau perempuan tadi itu mau di ajak main sama White, biar dia cepet sadar dari halu nya yang udah ketinggian itu dan biar tahu rasanya takut dan rasa sakit itu seperti apa. Biar otaknya yang berisi air comberan itu terbuka" ucap Flo pada adiknya menggunakan bahasa J.


"Main sama White? Nggak mungkin main kaya Dimas dan Ryan kan? Hiiihhh, pasti mau makan kan?" ucap Kenzi langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Ayumi dana memeluk ibunya itu.


"Ha-ha-ha...." Flo dan Dara tertawa melihat respon Kenzi yang ketakutan saat membayangkan betapa ketakutannya Megan saat berhadapan dengan White.


"Jangan takut kak Ken, Sini!!! White jinak kok, dia nggak bakalan gigit" ucapan Dimas dan Ryan dengan riang bergema di kepalanya


Tapi saat ia mendekat White justru mengaum dengan kencang membuatnya terjengkang dan hampir saja mengompol saking takut nya.


"Maafin mama ya sayang, mama malah biarin dia di sini dari tadi, nggak usir dia lebih awal. Kalau aja mama tahu kelakuan dia padamu seperti ini, mama akan memutuskan hubungan dengannya dan seluruh keluarganya. Tidak peduli jika ibunya adalah salah satu teman mama, tapi mama lebih tidak mau kehilangan kamu sebagai menantu kesayangan mama" ucap Hesti masih merasa tidak enak pada Dara.


"Nggak apa-apa mah, jangan di pikirin lagi. Dan terimakasih masih menerima Dara dengan tangan terbuka" ucap Dara tersenyum ke arah calon ibu mertuanya itu.


"Aku juga heran kenapa tuh hama terobsesi banget sama Kai, bahkan ia menghalalkan segala cara biar dapetin Kai" celetuk Sarah


"Namanya juga Megalodon, mungkin itu efek dia kalau minum teh bukan cuma pucuknya aja, tapi sama ulat-ulatnya juga. Nah, jadi gatel semua kan seluruh badan? Bahkan otaknya banyak ulatnya karena yang bisa ia pikirkan hal yang menjijikan dan gatal saja" ucap Flo


"Ha-ha-ha, sayang kamu kalau ngomong suka bener deh" tawa Sarah saat mendengar ucapan Flo.


Yang lain juga terkekeh mendengar ucapan Flo, kecuali Keluarga Uchiha yang tidak mengerti bahasa mereka dan apa yang tengah mereka bicarakan.


....


Di Goddess Hill Villa, Megan di bawa ke sebuah ruangan yang berada di belakang Villa. Dark juga sudah meminta salah satu anggota GOD untuk membawa White yang ada di Star Mansion, ke sini.


"Lepaskan aku brengsek!! Kalian tidak tahu aku siapa hah? Aku calon nyonya muda Narendra! Keluarga paling berpengaruh di negara ini" ucap Megan masih saja dengan ucapannya yang tinggi. Ia tidak tahu kapan ia harus merendah dan sadar diri.


Dark dan yang lain yang mendengar itu terkekeh dan mencemooh ucapan Megan, yang tingkat kehaluannya sudah level mengenaskan.


"Kayanya nih cewek otaknya udah konslet, udah nggak ada di jalurnya" ucap salah satu anggota GOD.


Ruangan yang saat ini Megan tempati,m memiliki luas 6x6 meter. Bahkan ruangan ini lebih pantas di sebut dengan nama penjara. Karena sebagian temboknya terbuat dari besi bukan dari tembok. Hingga orang luar biasa melihat dan mendengar bagaimana suara dari dalam ruangan itu.


"Kalian berani-beraninya ketawain gue si*lan!! Lepasin gueee, bangsatt!!!!" umpat Megan lagi.


Mereka tidak menggubris ucapan Megan yang terus berteriak minta di lepaskan.


"Dark, White sudah sampai" ucap salah satu anggota GOD yang baru datang dan melapor.


"Bawa kemari!" ucap Dark.


Tak lama kemudian anggota GOD datang membawa sebuah kotak besar, Megan yang melihat itu menerka-nerka apa yang ada di dalam kotak itu. Bahkan kotak itu di masukkan ke dalam ruangan itu.


ROOOAAAARRRRR!!!


Suara gagah White terdengar menggema di seluruh sudut, sesaat dirinya keluar dari kotak itu.Tentu saja hal itu membuat Megan langsung menggigil ketakutan saat tahu di dalam kotak itu adalah seekor harimau besar.


"Ha..ha...harimauu!!! Aaaahhhhhhhhhh!!!" teriak Megan, saat melihat hewan bertubuh besar itu masuk ke dalam ruangan yang sama dengannya.


"White, wanita ini yang di ingin kan Queen kamu berikan pelajaran. Bermainlah sepuas mu dengannya, tapi ingat jangan sampai membuat dia mati dengan mudah" ucap Dark


ROOOAAAARRRRR!!!


"Jadi ini manusia busuk yang buat yang mulia menangis, aku akan dengan senang hati membuatnya tahu apa itu artinya bermain dengan riang" ucap White


"Ja...jangan me..men..dekat!!! Husssss!!!!" ucap Megan yang benar-benar sudah ketakutan, seluruh tubuhnya bergetar saat berhadapan dengan Raja hutan itu yang berada tepat di depannya.


Ggrrrrr!!!!!


Mendengar suaranya saja membuat Megan takut setengah mati, ia mulai menangis dan tidak tahu harus lari kemana untuk menyelamatkan diri.


"Tolooonggggg!!!! Lepasin gueeee!!!! Siapapun tolooonggg!!!! Gue nggak mau matiiiii!!!! Toloooongggg..." teriak Megan lagi.


Roaaaarrrrr!!!!


White dengan cepat menyerang Megan dengan melompat dan mulai menerkam Megan, ia mulai mencabik wajah dan tubuh Megan. Ia juga menggigit tangan kiri Megan dengan keras dan tidak mau melepaskan nya.


"Aaarrrgghhhh!!! Saakiittt!!! Lepassss!!!! Aaaakkhhh tolooonggggg!!!! Ampuuunnn lepasss kaaaan aakuuuu" teriak Megan, berusaha melepaskan gigitan White di tangannya.


KREK!!!!


Suara nyaring terdengar...


"Aaaaaaaarrrgggghhhh saaaakiiiittt...!! Hiks..!" teriak Megan saat tulang salah satu tangannya yang di gigit patah, bahkan retak.


Ia merasakan sakit yang luar biasa di sana.


"Toloooongggg!!!!! Hiikkkksss.... Lepaaasss sakittttt hiks... Aaaaakkhhh...." teriak Megan menangis begitu kencang. Ia begitu takut dan juga merasakan sakit di seluruh tubuhnya, terutama tangannya yang patah.


SRET!!!!


SRET!!!!


"Aaaakkhhhh wajaaahhkuuuu" teriak Megan. Saat White dengan dalam melukai wajah Megan dengan kuku-kuku tajam nya, membuat wajahnya penuh dengan Darah.


ROAAAARRRRR!!!!


SRAK!!!!


"Aaaaaaaarrrgggghhhh!!! Toloonggg hentikaaaannn hikkksss... iniii sangaaattt saakiittt..." tangis Megan semakin pecah saat melihat White mencabik tubuhnya dan juga membuat tangannya kirinya itu terputus sampai sebatas siku.


BUGH!!!


White menendang Megan hingga tersungkur dan menabrak tembok dan kini terbaring di lantai.


Entah berapa kali White menginjak keras dada dan perut Megan, hingga membuat Megan melemah dan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.


"Cukup White!!! Dia bisa mati kalau kau terus melakukan itu. Tidak akan seru jika mainan kita langsung mati hari ini juga!!!" ucap Dark.


ROAAAARRRRR!!!


White paham dan langsung mundur dan keluar dari ruangan itu, ia bahkan dengan bebas keluar dan berkeliling Goddess Hill Villa, karena mendapatkan akses dari Dara.


Semua anggota GOD di sana tidak ada yang keberatan apalagi takut, karena mereka semua tahu bahwa White adalah hewan kesayangan Queen mereka. Terlebih mereka tahu kalau White adalah hewan spiritual legenda dan tidak akan menyakiti sembarang orang.


"Tamy, obati ja*ang ini! Cukup buat dia masih sadar dan hidup. Tidak perlu membuatnya pulih!" ucap Dark pada salah satu anggota GOD bernama Tamy.


Tamy adalah seorang kultivator yang merangkap tabib kecil. Di usianya yang masih 16 tahun, gadis itu masih bersekolah di sekolah menengah di kota H.


Karena ada peraturan yang di tetapkan oleh Dara, yang mewajibkan anggota yang berada di usia sekolah tetap bersekolah pada umumnya. Dengan catatan identitas mereka sebagai anggota GOD harus di sembunyikan.


"Baik Kak Dark" ucap Tamy


Tamy mendekati Megan yang sudah tidak sadarkan diri, ia menatap Megan tanpa ada rasa iba sama sekali. Ia justru jijik melihat wanita seperti Megan, namun ia tetap menjalankan tugasnya dan mengobati Megan.


Tugasnya hanya harus memastikan perempuan itu tetap hidup, untuk menerima hukuman atas perbuatannya pada Queen mereka.


Bahkan di usia nya yang masih Muda Tamy bukan lah gadis lemah, ia kini sudah berada di tingkat dua level menengah.


...•••••...