The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
70. Double kill



Setelah makan siang, Kai sengaja mengajak Dara jalan. Mereka tidak pulang sampai setidaknya jam 8 malam, Kai takut Dara bertemu dengan Samuel.


Motor Dara di tinggal di hotel, sedangkan Dara naik mobil Land Rover milik Kai.


Dara mengirimi pesan pada Carmila, kalau ia tidak bisa menerima undangan makan malam Samuel dan mengatakan jika ia memiliki urusan yang harus ia urus.


Saat ini Dara sudah berada di rumah, di antar oleh Kai setelah mereka jalan. Dara terkekeh saat mengingat Kai yang tidak ingin dirinya bertemu Samuel, hingga mengajaknya keluar. Tapi dia sendiri tidak tahu tujuannya kemana mereka pergi, akhirnya mereka hanya keliling ibukota tidak jelas.


Dara tidak menyangka, seorang Jendral muda dan tampan. Memiliki sisi yang lucu dan menggemaskan seperti itu.


Ting!!!


Sebuah pesan masuk, Dara melihat pesan itu dari Kai.


^^^💬 Ra, aku sudah sampai rumah -Kaisar^^^


Dara tertawa geli, saat melihat betapa kakunya Kai. Namun ia masih membalas nya.


💬 Oh syukurlah -Addara


Dara melihat tidak ada balasan lagi, ia pikir Kai tidak akan mengiriminya pesan lagi. Dara pun pergi mandi, setelah selesai mandi ia melihat ponselnya tidak ada pesan apapun.


Saat ia ingin meletakan ponselnya, ponselnya tiba-tiba berbunyi. Dara bingung karena sekarang Kai malah meneleponnya ah bukan, tapi panggilan video.


"Hai, apa aku menganggumu?" tanya Kai masih saja tertegun melihat betapa cantiknya wanita di layar ponselnya.


"Aku baru selesai mandi. Ada apa?" tanya Dara


"Aku merindukanmu" ucap Kai apa adanya.


"Astaga, bukannya baru saja kita berpisah kurang dari satu jam?" ucap Dara memutar matanya.


"Tapi aku sudah merindukanmu" ucap Kai polos.


"Apa kamu tidak ada kegiatan lain?" tanya Dara


"Sekarang tidak ada, tapi aku memiliki pekerjaan besok" ucap Kai


"Kenapa tidak istirahat lebih awal kalau begitu? Aku pikir kau ketiduran karena tidak ada pesan tadi" tanya Dara lagi.


"Kau menunggu pesanku? Sejujurnya aku tadi bingung mau mengirim pesan seperti apa. Lebih enak kita mengobrol seperti ini, setidaknya mengobati rasa rinduku" ucap Kai.


"Kau sedang terkena Virus bucin?" tanya Dara terkekeh


"Bucin? apa itu? Apa Virus jenis baru?" tanya Kai dengan wajah polos benar-benar tidak mengerti.


"Astaga" ucap Dara menepuk jidadnya.


"Aku pikir hanya aku yang kurang update, tapi ternyata kamu lebih parah dariku. Bucin itu artinya Budak cinta" ucap Dara menjelaskan


"Ah, berarti benar, aku sedang terkena virus bucin" ucap Kai.


"Sudah jangan menggoda lagi, bukannya kamu bilang besok kamu harus bekerja. Istirahat lah!" ucap Dara


"Kau perhatian sekali, kalau begitu kamu juga pergi tidur" ucap Kai tersenyum.


"Bisakah kamu lebih banyak senyum? Kamu terlihat tampan jika tersenyum" ucap Dara jujur.


"Benarkah? Apa kau sudah mulai menyukaiku? Aku akan lebih banyak senyum padamu agar kamu mencintaiku dan menerimaku" tanya Kai tersenyum.


"Ahh, lebih baik aku tidur, selamat malam" ucap Dara langsung mematikan teleponnya.


"Astaga, kenapa aku terbayang senyumnya. Jantungku tidak baik-baik saja!" ucap Dara memegang dadanya.


TING!


Sebuah pesan dari Kai. Dara langsung membuka pesan itu.



Kai mengirimkan foto dan juga kata-kata


💬Sebuah senyuman sebelum tidur. Selamat malam Dara-ku


"Astaga, astagaaaaa, Double kill" ucap Dara berteriak heboh sendiri.


....


"Dia menggemaskan sekali, bagaimana aku bisa tidur kalau wajahnya saja selalu di pelupuk mata. Dara" gumam Kai tersenyum lebar.


....


Keesokan harinya di sebuah keluarga di Utara Ibukota, Seorang pria paruh baya terlihat mondar-mandir dengan gelisah. Pasalnya pelanggan besar yang memesan barang di tokonya, tiba-tiba saja menghilang tidak bisa di hubungi saat barang sudah jadi di buat.


Pria paruh baya itu mempunyai pelanggan besar yang memesan barang dengan jumlah banyak. Awalnya kerja sama dengan orang itu berjalan lancar, pelanggan itu sudah sering memesan ratusan bahkan ribuan pakaian darinya.


Seminggu yang lalu, pelanggan potensialnya mengatakan akan menambah pesanannya menjadi 20.000 pasang pakaian dengan bahan kualitas tinggi. Yang rencananya akan di impor ke luar negeri.


Tentu saja pria paruh baya itu senang, ia langsung menyanggupinya. Ia menghabiskan total uang lebih dari sepuluh milyar, itu adalah semua uang yang ia miliki saat ini. Ia akan mendapatkan 17 milyar jika semuanya berhasil di jual dengan baik.


Namun saat barang sudah di kirim sampai saat ini uangnya belum juga ia terima. Bahkan barangnya juga tidak bisa di lacak dan menghilang.


"Si*l, sepertinya aku kena tipu! Akkhhhh!" teriak pria paruh baya itu. Ia menjambak rambutnya.


Sang istri terkejut mendengar teriakan itu, ia lalu mendekat pada suaminya dan menanyakan apa yang terjadi.


"Aku di tipu mah, uangku semuanya ludes" ucap pria paruh baya itu.


"Kok bisa?" tanya istrinya terkejut.


"Aku juga nggak tahu, padahal dia adalah pelanggan yang biasa membeli banyak barang sebelumnya dan semuanya baik-baik saja, namun sekarang, habis sudah...." ucap pria itu hampir menangis.


"Papa tenang aja ya, mama akan menelepon ayah atau kakak dan meminta bantuan untuk memberikan kita uang lagi" ucap istrinya.


"Aku mohon Maria, tolong bantu aku. Setidaknya beri aku modal untuk memulainya kembali usahaku, aku tidak ingin bisnis garmenku gulung tikar" ucap pria paruh baya itu.


"Mama akan usahakan apapun untuk papa" ucap Maria pada suaminya mencoba menenangkan.


Maria kemudian mengambil ponselnya, ia mencoba menelepon kedua orang tuanya.


"Hallo Ria" ucap Seorang laki-laki yang terdengar sudah sepuh.


"Ayah bolehkah aku meminta bantuan? Mas Agung terkena tipu dan hampir gulung tikar. Bisakah ayah memberiku 10 Milyar untuk modal di pabrik?" tanya Maria.


"Maafkan Ayah Ria, perusahaan papa juga tengah mengalami Krisis. Kakakmu mengalami kegagalan dalam berinvestasi dan kini perusahaan terlilit hutang di Bank sebanyak 700 milyar lebih" ucap ayah Maria dengan lemas.


"Apa? Ba-bagaimana mungkin?" ucap Maria terkejut dan tidak menyangka.


Bagaimana pun keluarganya merupakan keluarga kelas tiga yang memiliki total kekayaan triliunan. Namun sekarang terancam gulung tikar, bahkan berhutang di Bank. Maria merosot jatuh terduduk di lantai.


"Maria Ada apa?" tanya Agung


"A-ayah bilang, perusahaannya juga tengah krisis dan terancam bangkrut" ucap Maria.


"Apa??" ucap Agung juga terkejut dan juga terduduk lemas


Kini harapan satu-satunya juga sama-sama tumbang. Berakhir sudah.


....


Di star Mansion, Dimas tengah melakukan siaran langsung di akun IG miliknya di ruangan musik di lantai dua. Ryan tidak ada di sana karena tengah menemani Agam ke rumah sakit, menengok Heru yang habis jatuh dari motor.


Saat ia tengah melakukan siaran langsung, Dara masuk ke dalam ruangan dan menghampiri Dimas. Ia memanggil adiknya untuk makan siang bersama di luar.


"Dek ayo ikut kakak, kita makan di luar siang ini" ucap Dara.


Kedatangan Dara yang terekam kamera dan terlihat jelas di layar membuat semua penonton tercengang, sepi tidak ada komentar di sana. Semuanya penonton tidak berkedip melihat layar ponsel atau komputer mereka.


"Kakak" ucap Dimas terkejut


...••••••...



Nama : Rakryan Wiratmaja (Ryan)


Usia : 15 tahun


Pekerjaan : Pelajar