
Misi penangkapan tersangka utama pun masih terus berjalan sejak dua hari yang lalu. Kenapa Dara dan Kai sepakat untuk menangkap semua dalang di bandingkan dengan menyerahkannya ke pihak berwajib?
Jawabannya adalah karena mereka berbeda negara, sudah pasti kekuasaan Keluarga Narendra tidak bisa menekan kekuasaan mereka di Negara R ataupun Negara G.
Bagaimana pun sangat besar kemungkinan mereka akan bebas dan hanya menerima sanksi atau paling lama penjara selama beberapa tahun. Jika kasus itu di bawa ke jalur hukum.
Tentu Kai tidak ingin mengambil resiko untuk itu, bisa jadi mereka memang tidak akan berhenti sampai di sana.
Dan untuk Harun. Perwira militer dengan pangkat jendral bintang tiga, meskipun jabatan Harun dalam militer lebih tinggi dari pada dirinya yang masih bintang dua, Kai masih bisa menekan bahkan menghukumnya dengan berat bahkan bisa jadi eksekusi mati.
Kai juga akan memberikan pelajaran kasus Harun sebagai pelajaran berat untuk yang lainnya agar tidak mengikuti jejak buruk Harun.
Loddy dan Richard sudah berhasil Kai tangkap di negara R, sedangkan Aoda di tangkap di negara K. Ketiganya saat ini berada di dalam cincin ruang miliknya, mereka belum di lepaskan karena menunggu Kai kembali ke ibukota.
Hari ini Kai berencana akan menangkap Sanim yang di lacak berada di negara A, di ketahui jika dirinya tengah mengurus perusahaannya yang ada di sana. Sanim yang tak lain adalah otak dari semuanya itu sedikit gusar saat ketiga rekannya di kabarkan menghilangkan.
Pengusaha besar berasal di Negara R itu memiliki ambisi yang tidak manusiawi. Hanya karena ingin menjadi orang terkaya dan berkuasa di dunia, ia bisa menghalalkan segala cara demi mewujudkan mimpinya.
Salah satunya dengan menyebar virus dan meneror masyarakat negara lain. Jika saat itu tiba, ia akan datang seolah-olah sebagai pahlawan yang akan menyelamatkan mereka semua. Namun tentu saja hal itu tidak gratis, dengan alasan bahan penawar sangat mahal dan dengan itu Ia bisa meraup untung banyak dari itu semua.
Jika satu negara saja kena dan lebih dari satu juta penduduk terjangkit Virus dan membutuhkan penawar dalam jumlah yang sama. Maka sudah terlihat betapa sangat banyak uang yang akan masuk ke dalam kantong mereka.
Sedangkan untuk senjata pemusnah masal, Sanim rencananya akan menyuplai senjata itu ke negara bagian yang tengah yang dalam kondisi peperangan. Tentu dengan harga yang sangat fantastis.
"Komandan, target tidak ada di tempat" ucap Marco saat mengawasi CCTV di perusahaan Sanim diam-diam.
Kai menaikan alisnya mendengar berita dari Marco.
"Sepertinya target sudah mengetahui jika ia tengah menjadi buronan dan juga berusaha menyelinap kabur" timpal Rafael.
"Kirim perintah untuk yang di markas untuk menjaga Harun agar tidak melarikan diri. Aku akan mengirim bantuan agar bisa mengawasi gerak gerik Harun di sana. Biar si brengsek Sanim, itu menjadi urusanku" ucap Kai
"Bantuan apa itu? Takutnya para anggota salah mengenali lawan dan kawan, kemudian bertengkar" ucap Rafael.
"Anggota GOD akan membantu mengawasi mereka. Kalian pasti sudah mengenali ciri-ciri dari mereka bukan" ucap Kai
"GOD? Maksud anda Organisasi yang sedang naik daun dan sangat misterius dan sangat kuat itu? Bagaimana anda mengenal mereka? Bahkan banyak orang yang ingin meminta bantuan mereka sangat kesulitan untuk menghubunginya. Mereka hanya mengunggah nya di aplikasi tertentu, itu pun harus melalui seleksi yang ketat sebelum mereka menerima misi itu. Karena mereka tidak ingin mengambil misi yang melanggar norma" ucap Rafael.
"Jangan khawatir, aku mengenal Ketua sekaligus pemilik organisasi itu" ucap Kai ringan
"Be-benarkah? Anda mengenal Star Queen komandan?" ucap Rafael, Marco dan Damian kompak terkejut.
"Ya" ucap Kai mengangguk.
"Woaahh, anda luar biasa. Yang aku dengar Star Queen sangat misterius, Bahakan lebih misterius dari organisasi GOD itu sendiri. Meskipun ia adalah wanita, namun sudah di pastikan jika ia adalah orang terkuat di organisasi itu. Aku tidak menyangka komandan bisa mengenal sosok misterius itu" ucap Damian.
Semuanya heboh mendengar Fakta bahwa Kai mengenal Star Queen. Padahal faktanya mereka semua sudah mengenal siapa Star Queen. Hanya saja mereka tidak tahu dan tidak menyadari jika Star Queen adalah Dara.
"Kita balik ke hotel dan istirahat dulu, aku akan menghubungi Theo untuk melacak keberadaan Sanim saat ini" ucap Kai lagi.
"Baik" ucap yang lain.
Di Kota S, Dara memijat keningnya yang terasa pening, bukan karena ia sedang sakit atau merasa tidak enak badan. Tapi karena barang-barang yang kini tergeletak di meja kerja kerjanya.
"Apa lagi ini?" tanya Dara pada Nia syok, Niad adalah perawat yang mendampingi Dara di UGD.
"Ini semua kiriman dari tuan muda Kusuma Dok" ucap Nia
"Astaga, apa yang orang kurang kerjaan itu lakukan. Apa yang di pikirkannya menjadikan ruangan kerjaku ini sebagai minimarket apa? Kemarin tiba-tiba jadi kebun bunga, sekarang minimarket. Bisa-bisa besok jadi kebun binatang! Akh si*l!" sungut Dara kesal.
Nia hanya terkekeh mendengar ocehan Dara yang merasa' misuh-misuh sendiri karena kesal akibat ulah Pengagumnya yang tak lain adalah Dean.
Bagaimana tidak kemarin Dean mengirimkan bunga beragam jenis, bentuk dan warna. Menyulap ruangan Dara tiba-tiba menjadi kebun bunga seketika.
Sampai akhirnya Dara memutuskan untuk membagi bunga-bunga itu pada staf dan juga pasien di rumah sakit. Dara sendiri sama sekali tidak berniat mengambil salah satunya.
Sekarang ruangannya berubah menjadi minimarket. Bagaimana tidak, semua jenis makanan dari roti, keripik dan lain sebagainya ada di sana.
"Anda terlalu memukau dok, hingga membuat orang menjadi sangat gila mengejarmu" ucap Nia terkekeh.
"Astaga, bisa-bisa pecah kepalaku karena kelakuan tuh dedemit satu. Apa otaknya gesrek atau pindah ke dengkul sih tuh anak. Bisa-bisanya kepikiran buat kirim makanan sebanyak ini. Kantin rumah sakit aja kalah banyaknya nih stok" ucap Dara menghela nafas.
"Jadi anda mau makan yang mana dulu Dok" ucap Nia
"Nggak nafsu makan saya Nia. Kamu panggil semua staf deh, bagi-bagiin aja nih makanan. Sayang dari pada di buang, kan mubajir" ucap Dara
"Wah mau di bagiin, serius Dok?" tanya Nia dengan wajah berbinar
"Serius Nia, sekarang panggil semuanya. Mumpung Han istirahat masih lama" ucap Dara lagi
"Siap Dok! Empat lima, siap gerak maju jalaaaannn!!" ucap Nia semangat dengan langkah seribu untuk memanggil rekan-rekannya.
Siapa yang menolak makanan gratis, tentu para staf juga tidak menolak.
Tidak lama, Nia kembali bersama banyak rekan kerjanya yang penuh semangat menuju ke ruangan Dara. Mereka tentu senang mendapatkan makanan gratis dan bisa mengambil sepuasnya di sana.
"Wah sering-sering aja Dok dapet beginian, kan kita dapet bagian juga" ucap Dokter Naya.
"Ah terimakasih Dokter Naya, aku justru tidak menginginkan hal ini terjadi lagi. Bisa-bisa pecah kepala Dok. Entah apa yang di lakukan pria gila itu, apa yang ada di dalam otak kecilnya itu. Astaga" ucap Dara
"Ha-ha-ha yang sabar Dok, itu sudah menjadi resiko jadi Dokter cantik dan menjadi primadona di rumah sakit ini" ucap Dokter Naya tersenyum tanpa ada kebencian sama sekali.
Baginya Dara adalah seorang dokter magang yang selain cantik dan baik, namun pekerja keras dan juga sangat menyenangkan.
"Saya tidak berminat, saya nyerah. Tolong tunjukan kameranya di mana" ucap Dara menutup mata dengan telapak tangan kirinya sedangkan tangan kanannya melambaikan tangan.
"Ha-ha-ha semuanya tertawa melihat Dara yang tengah mempraktekkan cara menyerah di acara variety show. Ia menyerah karena terus di ganggu penggemar beratnya yang tak lain adalah Dean si pria gila itu.
...••••••••...