
Adam terkejut saat melihat ibu mertuanya seperti sudah mengenal sosok Dokter yang sudah berhasil menyelamatkan sang istri dan juga anak di dalam kandungan istrinya itu.
Ada perasaan lega, bersalah dan juga takut dalam hatinya, saat tahu istrinya selamat. Ia kemudian berjalan mengikuti bu mertuanya dan Dara, yang sedang berjalan menuju ruang perawatan di mana Azea akan di rawat untuk pemulihan.
Melihat Adam mengikuti ibu mertuanya itu, wanita yang berada di belakangnya itu menarik Adam ia sangat tidak senang saat tahu Azea akan di masukan ke dalam ruangan perawatan VIP.
Kabar Azea selamat saja sudah membuat dia kesal, di tambah Azea akan di rawat di ruang perawatan yang mahal.
"Kenapa kamu izinkan Azea di rawat di ruangan VIP?" ucap wanita itu berbisik dengan menggeram marah.
"Dia istriku dan dia tengah terluka, apa yang salah dengan itu? Aku masih sanggup membiayai perawatan istriku" ucap Adam berbisik juga pada wanita di depannya itu.
"Aku tidak mau ya, kamu mengeluarkan uang banyak untuk wanita itu. Aku tidak terima!" ucap wanita itu marah.
"Kiran, apa-apa an sih kamu, dia istriku dan juga tengah mengandung anakku. Dia juga terluka karena kita, setidaknya gunakan hati nurani kamu" ucap Adam menahan amarahnya.
"Kamu yang apa-apaan membela dia? Ingat janji kamu buat cerain dia dan segera menikahiku mas, aku juga tengah hamil anakmu kalau kau lupa. Lagian Azea telanjur tahu hubungan kita jadi biarkan saja dia dan jangan kamu berani mengeluarkan uang untuk biaya perawatannya" ucap Kiran dengan marah juga.
"Diam! Jangan keras-keras Kiran!" ucap Adam ketakutan jika ibu mertuanya mendengar ucapan selingkuhannya itu.
Ya selingkuhan, Adam berselingkuh dengan Kiran hibgga wanita itu mengandung anaknya.
Dan kebetulan Azea mendengar itu tidak sengaja saat ingin menghampiri sang suami untuk memberi tahu suaminya kabar gembira jika ia hamil.
Tapi kenyataan pahit yang di terima Azea hingga ia di dorong oleh sang suami dan jatuh dari tangga.
"Biar semua orang tahu apa yang terjadi! Inget janji kamu mas, ceraikan dia atau aku gugurkan anak kamu dan menyebarkan berita kalau kamu selingkuh dan selingkuhan kamu smapai hamil. Bahkan kamu tega mendorong istri kamu sendiri dari tangga dan hampir membunuh nya dan juga anak yang ia kandung" ucap Kiran.
"Diam! Aku tidak sengaja mendorong Zea, itu semua karena kamu, aku reflek mendorong dia! kamu pergi sekarang, jangan sampai aku berbuat kasar padamu!" ucap Adam marah.
"Oke aku pergi, tapi ingat janji kamu mas. Aku akan datang menemuimu lagi untuk menagih janjimu itu" ucap Kiran pergi dari hadapan pria yang ia cintai itu.
"Sial!!! Zea sayang, maafkan aku... aku khilaf, aku tidak tahu kalau kamu tengah hamil sayang, maafkan aku tidak sengaja mendorong mu" ucap lirih Adam.
Dara dari kejauhan mendengar semua obrolan itu, ia merasa kasihan dengan ibu Lestari dan juga Azea atas kemalangan yang menimpa ibu dan anak itu.
....
Flo mengendap masuk ke sebuah mansion yang cukup besar. Itu adalah kediaman utama keluarga Damian, Flo menyebarkan kesadaran illahinya dan mencari tahu apa yang ada di sana.
Kesadaran illahi, adalah satu kemampuan untuk melihat sesuatu dari jarak tertentu. Selain itu Flo bisa menyerang seseorang lewat kesadaran atau mental lawannya.
Tentu jika orang itu memiliki kesadaran yang kuat, Flo masih belum bisa menembusnya dengan kekuatannya saat ini. Apalagi kemampuan itu baru beberapa waktu lalu ia dapatkan.
Kemampuan itu salah kemampuan istimewa yang di miliki Flo, ia bisa mencari tahu apa yang terjadi dalam radius Sepuluh meter dari tempatnya berdiri.
Dan kemampuan itu adalah kemampuan yang ia dapatkan saat melakukan pelatihan tertutup di The Hidden Green World, beberapa waktu lalu.
Ia sudah memberi tahu Dara mengenai kemampuannya itu, dan Dara memberikan arahan apa yang harus ia lakukan untuk mengolahnya menjadi salah satu kemampuan terbaiknya.
Flo terus berusaha mencari dan merasakan keberadaan setiap orang di dalam sana, namun ia sama sekali tidak merasakan adanya aura kultivator dari dalam Mansion itu, baik itu kultivator baik atau jahat.
"Di sini tidak ada tanda-tanda keberadaan kultivator. Aku akan lebih masuk ke dalam untuk memastikannya" ucap Flo.
Ia kemudian langsung masuk menyusuri ke setiap sudut mansion, namun hasilnya tetap saja nihil.
Akhirnya Flo keluar dari mansion itu dan melakukan penyelidikan selanjutnya di perusahaan milik Yongki dan kediaman pribadi milik Yongki yang kebetulan ada di daerah pusat ibukota.
Segera Flo beralih ke tempat tinggal Yongki di pusat ibukota. Itu adalah sebuah rumah cukup besar dan memiliki penjaga yang cukup banyak orang di gerbang.
Mungkin karena latar belakangnya yang merupakan keluarga kelas satu, jadi ia memiliki musuh atau hanya sekedar berjaga saja.
Flo masuk melalui area belakang rumah, Flo melompati pagar dengan tinggi 2,5 meter itu dengan mudahnya, dengan mengendap Flo berada di atas atap rumah besar itu. Ia menahan nafasnya dan melwpaskan kesadaran illahi miliknya.
Namun hanya beberapa detik, Flo langsung menarik kembali kesadaran illahinya.
"Hampir saja ketahuan. Jadi benar jika putra pertama Keluarga Damian adalah salah satu kultivator aliran hitam. Tapi kenapa bisa ia dengan bebas berada di ibukota tanpa ketahuan, terlebih tidak sedikit kultivator baik di ibukota yang mungkin bisa merasakan aura miliknya itu" ucap Flo heran, ia mencoba memikirkan kenapa hal itu bisa terjadi.
Dengan pelan, Flo memutuskan untuk nekat masuk ke dalam rumah besar berlantai dua itu. Ia mengikuti arah di mana aura kultivasi itu berada dan kini ia berada di depan sebuah ruangan.
"Ruangan apa ini?" ucap Flo dalam hati
Flo ingin menyusup ke dalam ruangan itu, namun tiba-tiba ia merasakan pergerakan.
Segera saja ia bersembunyi di balik pintu ruangan yang kebetulan bersebelahan dengan ruangan itu. Flo baru saja bersembunyi dan tebakannya benar, saat pintu di ruangan sampingnya akan terbuka. Ia melihat seorang laki-laki paruh baya dengan aura hitam yang pekat.
Flo yakin jika dari auranya, pria ini yang tak lain adalah Yongki. Putra pertama Keluarga Damian dan juga seorang kultivator jahat di tingkat True Element.
Tanpa ketahuan, dengan sangat hati-hati Flo mengikuti kemana perginya Yongki, sampai Yongki masuk ke dalam kamar dan mengambil sebuah cincin dengan batu hijau di atasnya.
Yongki mengambil cincin itu kemudian memakainya, secara ajaib aura kultivasi Yongki perlahan menghilang. Flo yang melihat itu membola kan matanya, ternyata cincin itu yang membuat aura kultivasi Yongki bisa di samarkan.
"Cincin itu bisa jadi merupakan harta sihir atau harta surgawi. Pantas saja ia bisa dengan bebas melakukan apapun, tanpa harus memancing kultivator baik muncul untuk menangkapnya. Tapi dari mana Yongki mendapatkan itu?" ucap Flo yang bertanya-tanya dalam hatinya.
Segera Flo keluar dari rumah besar itu dan langsung masuk ke dalam mobil miliknya yang terparkir cukup jauh di area perumahan mewah itu.
"Jadi benar dia adalah kultivator hitam? Berarti benar adanya jika ia memiliki hubungan dengan Birawa Datu Sena dan aku yakin jika Ki Rawa yang di maksud mengubah identitas dirinya menjadi Bisma Andrigo dari negara T" ucap Flo.
"Bagaimana caranya aku membuktikan hal itu?" gumam Flo
"Aku akan melaporkan hal ini dulu pada Dara" ucap Flo memutuskan untuk melaporkan kabar ini terlebih dulu pada Dara
Ia langsung menjalankan mobilnya dengan pelan namun tetap hati-hati, menuju ke star mansion. Ia akan meminta Dara untuk ke mansion setelah ia sampai nanti.
Namun saat ia akan menghubungi Dara, Lingga menghubunginya tiba-tiba menghubungi nya lebih dulu.
"kamu di mana Yang?" tanya Lingga
"Bisakah jemput aku sayang?" tanya Lingga lagi
"Emangnya kamu lagi di mana? Nggak bawa mobil?" tanya Flo mengeryitkan keningnya heran.
"Aku nggak tahu ini nama daerahnya dan jalannya apa, aku sudah kirim lokasinya di Chat. Aku bawa mobil, tapi ini ban mobil aku kena paku sayang dan nggak ada ban serep. Aku sudah hubungi bengkel dan mereka baru bisa ke sini satu jam lagi" ucap Lingga.
"Kalau begitu tunggu di sana, aku akan segera datang" ucap Flo
"Makasih sayang, kamu hati-hati bawa mobilnya" ucap Lingga.
"Hmm" ucap Flo lalu memutuskan sambungan teleponnya itu dan segera membuka aplikasi Chat, setelah mengklik lokasi itu. Flo segera mengemudikan mobilnya langsung menuju ke tempat Lingga berada.
....
Di tempat lain di jalanan sepi, Lingga yang memang tengah menunggu kedatangan Flo di dalam mobil miliknya itu. Tengah menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi mobil.
Jalanan di sana benar-benar sepi dan sama sekali tidak ada orang. Awalnya ia tidak ingin merepotkan calon istrinya itu, dan tahu jika Flo tengah mendapatkan tugas dari Dara.
Namun ia coba menghubungi Flo dan ternyata langsung di angkat.
Tiba-tiba saja jendela mobilnya di gedor kasar oleh orang yang tidak di kenal. Di luar sana ada lima orang yang menggedornya dan menyuruh Lingga untuk keluar dari dalam mobil.
"Siapa kalian dan mau apa kalian?" tanya Lingga menatap datar pada mereka berlima.
Lingga cukup terkejut saat mendapati tiga di antara lima orang itu adalah seorang kultivator di tingkat Initial Element. Namun dia orang lainnya adalah manusia biasa, ia mengernyit heran saat mereka berlima membawa parang di tangan mereka.
"Tidak perlu tahu kamu siapa, yang jelas kami menginginkan kamu mati saat ini juga" ucap pria botak yang membawa parang itu, mulai mengayunkannya ke arah Lingga.
Mau tidak mau Lingga harus melawan mereka berlima, meskipun itu adalah pertarungan yang tidak adil, namun Lingga masih dengan tenang melawannya.
Ada rasa bersyukur saat ini dirinya adalah seorang kultivator, jadi kejadian sekarang tidak membuatnya babak belur sebelum menyerang seperti sebelum-sebelumnya.
Wuushhh!!!
Slaaasshh!!!
Mereka berlima membabi buta mengarahkan parang di tangan mereka pada Lingga. Meskipun Lingga kuat saat ini, namun ia di desak oleh lima orang mengenakan senjata tajam Jadi ia sedikit kesulitan, di tambah ia belum lama menjadi kultivator jadi masih membutuhkan penyesuaian saat berkelahi.
"Sungguh sangat tidak gentle, mainnya keroyokan" ucap Lingga mencibir mereka berlima.
"Tutup mulutmu si*lan, Ayo cepat bunuh dia" ucap Orang itu mengajak teman-teman kembali menyerang Lingga.
Awalnya lingga mengira jika dirinya di begal, namun ia berpikir sepertinya itu bukan begal melainkan memang dia sengaja menargetkan dia dan pasti mereka di suruh oleh seseorang" ucap Lingga.
"Si*L!!! Siapa yang menyuruh kalian?!" ucap Lingga yang kini ikut menyerang dan memukuli mereka dengan tangan kosong.
BAK!! BUK!! BAK!! BUK!!
"Ugghghhh" erang satu orang yang tumbang karena mendapatkan pukulan keras di dadanya, hingga ia mengerang lalu pingsan karena terlalu merasa sakit.
Tak!!
GREP!!
Lingga berhasil menghindar dan menarik salah satu orang untuk ia jadikan sandera.
"Katakan siapa yang menyuruh kalian?" ucap Lingga mengambil alih parang dan menempelkan ke salah satu leher anggota yang menyerang dirinya barusan.
"Lepas!!! Aku tidak akan mengatakannya padamu!!" ucap orang itu.
"Aku akan membayar mu 10 kali lipat" ucap Lingga
"Sekali tidak tetap tidak!" ucap Orang itu
"Oh mau berperan sebagai para preman yang setia? Jadi kau meremehkanku dan merasa bisa mengalahkan aku?" ucap Lingga
"Aaakkkkhhh..." orang itu berteriak keras saat Lingga menekan parang itu ke lehernya, cukup keras
"Kalian, serang cepat!!!" ucapnya pada kawannya itu.
Sisa tiga orang lainnya langsung menyerang Lingga, namun Lingga dengan lihai menghindar terus dari serangan mereka dan justru sabetan Mereka mengenai tubuh rekannya yang tengah di sandera oleh Lingga, hingga darah mencuat kemana-mana di tubuh orang itu. Bahkan pusat energi miliknya juga ikut di hancurkan dan akhirnya orang itu meninggal di tempat.
Lingga menyeringai, ia memang sudah di wanti-wanti oleh Dara dan Kai, jika ia tidak boleh sembarangan membunuh orang. Itu akan mengakibatkan aura jahat tumbuh di aura miliknya.
Meskipun Lingga tidak pernah membunuh orang sebelumnya, bahkan terlibat dengan perkelahian ia sangat jarang. Namun ia memiliki darah Narendra di dalam tubuhnya. Darah para pejuang terdahulu ada di dalam dirinya, jadi ia tidak takut dengan darah atau pertempuran.
Terlebih latihan yang ia lakukan demi menjadi seorang kultivator tidaklah mudah, jadi mentalnya sudah terlatih sejak ia mengenal Flo dan Dara.
Apalagi latihan yang di terapkan Dara dan Kai tidak main-main. Hampir saja Lingga menyerah, namun mengingat cintanya yang begitu besar pada Flo. Ia menjadi smenagt lagi hingga sampai pada titik ini.
Tiga orang lainnya berkeringat dingin melihat teman mereka yang seorang kultivator tingkat dua itu meninggal. Kini sisa Dua kultivator dan satu manusia biasa yang tersisa, sedangkan satu orang lainnya masih tidak bisa berdiri karena terluka parah.
Mengingat Lingga di mata mereka adalah orang biasa, jadi dua lainnya menyerang dengan Chi milik mereka.
Wuushh!!!!
BAK!!! BUK!!! BAK!!! BUK!!!
Lingga dengan sigap melawan mereka, hingga pertarungan yang tidak seimbang itu berlangsung lima menit. Lingga yang sudah bosan akhirnya melumpuhkan mereka bertiga dalam sekali pukul.
Seseorang yang menonton pertarungan di balik pohon merasa kesal, karena orang yang ia bayar justru gagal menghabisi Lingga. Dengan amarah nya, ia menyerang Lingga dari belakang menggunakan Chi milik nya.
Wuusshhh!!!!
...•••••••...