The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
342.



Hai semua, hari ini Author kasih bonus buat kalian semua, seneng nggak? Puas puas in baca dah tuh🤭


...•••••...


Back to story...


"Kamu bisa bersiap untuk pulang, karena keadaan kamu sudah stabil. Jadi kamu bisa istirahat di rumah. Ah, ini ambillah" ucap Dara menyerahkan kartu debet.


"Apa ini nona?" tanya Azea


"Itu adalah uang untuk kehidupan mu sampai anak kamu lahir dan berusia 6 bulan, itu teriak setiap sebulan sekali. Kodenya 8 enam kali" ucap Dara.


....


Setelah urusannya dengan keluarga Bu Lastri dan Azea sudah selesai dan dara memberikan tugas untuk Hana membantu kasus perceraian Azea.


Dara langsung bergegas pergi ke Star mansion. Ia akan pergi menemui Flo yang ada di sana.


Flo mengabarinya jika ia sudah mendapatkan petunjuk mengenai keluarga Damian, ia juga bilang kalau ia sebenarnya ingin bertemu dengan Dara semalam. Namun karena ada kejadian yang menimpa dirinya dan Lingga jadi ia pending.


Flo juga menceritakan apa yang terjadi malam tadi secara detail. Dara yang mendengarnya terkejut dan menanyakan tentang keadaan Flo dan Lingga saat ini. Dara baru bisa menghela nafas lega setelah tahu keadaan keduanya baik-baik saja.


Dara menelepon mamah mertuanya menanyakan tentang keadaan putra sulungnya, ia lega mendengar kabar Baby langit yang baik-baik saja, bayi menggemaskan itu sangat anteng dan tidak merepotkan selama tinggal di Manor.


Tak berapa lama Dara sampai di kediaman Star mansion. Ia langsung masuk dan berjalan ke arah ruang kerjanya berada.


Di sana ia tidak bertemu dengan Dimas maupun Ryan di sana, karena keduanya masih ada less bahasa dan taekwondo sampai sore nanti.


Tok! Tok! Tok!


Pintu ruangan kerja itu di ketuk, Dara langsung mempersilahkan masuk.


"Ra..." Ucap Flo


"Duduk dulu Flo" ucap Dara.


Kemudian Dara ikut beranjak dari kursi kebesarannya dan duduk di sofa yang sama dengan Flo.


"Bagaimana Flo, apa ada hal yang kamu dapat kemarin?" tanya Dara, Flo mengangguk.


"Aku sudah menyelidikinya, ternyata dugaan kita benar kalau salah satu anggota keluarga Damian adalah salah satu pengikut aliran hitam. Aku menemukan sesuatu saat aku menyelinap di kediaman putra tertua keluarga Demian yakni Yongki Demian.


Saat aku mengikuti kegiatan Yongki Demian di kediamannya itu aku mendapati Dia mengambil sebuah cincin dengan batu berwarna hijau. Lalu aku lihat ia memakai cincin itu dan ternyata setelah ia menggunakannya, dia bisa menyamarkan aura kultivasi yang ia miliki.


Aku pikir cincin itu adalah alat sihir atau harta surgawi yang bisa menghilangkan jejak aura kultivasi seseorang. Bagaimana menurutmu Ra tentang cincin itu?" jelas Flo, memberitahu semua yang ia dapatkan di kediaman Yongki.


"Cincin dengan mata berwarna hijau dan bisa menyamarkan aura kultivasi seseorang? apakah cincin itu memiliki pola di ring-nya?" tanya dara


"Aku sudah mengamatinya cincin itu sedekat dan sejalan yang aku bisa. Dan aku melihat cincin itu memiliki pola abstrak yang tidak aku mengerti di bagian kanan dan kirinya. Apa dari ciri-ciri itu kamu bisa mengetahui sesuatu tentang cincin ini "tanya Flo penasaran.


"Hmm... Aku pikir aku tahu tentang cincin yang kamu sebut harta surgawi itu. Menurutku itu adalah batu bumi yang cukup langka di dunia ini, aku pikir di dunia ini, batu itu sudah tidak ada. Tapi ternyata aku salah, mendengar ceritamu aku yakin itu adalah batu bumi. Hanya batu bumi yang bisa menyamarkan kultivasi seseorang dan juga warna baru itu adalah hijau" ucap Dara menjelaskan apa yang ia tahu dari memory yang di tinggalkan Liu Annchi padanya.


"Lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Flo


"Apakah kamu memiliki informasi tentang adanya hubungan antara keluarga Damian dengan Ki Rawa?" Tanya Dara


"Aku tidak memiliki bukti konkrit tentang hubungan keduanya namun aku mencurigai sesuatu saat aku meminta Theo untuk menyelidiki tentang keluarga Damian. Aku menemukan data yang menghubungkan antara Putra pertama keluarga Damian ,yakni Yongki Damian. Dengan seseorang yang bernama Bisma Andrigo yang saat ini masih berada di negara T.


"Dan kau tahu Ra, aku memiliki informasi penting tentang orang yang bernama Bisma Andrigo ini. Di ketahui ia akan datang ke ibukota pada tanggal 4 bulan depan, jadi aku pikir ini memiliki kesinambungan antara ritual yang akan dilakukan oleh Ki rawa di kepulauan ibukota dengan kedatangan orang yang bernama Bisma ini ke ibukota. Bagaimana menurutmu?" tanya Flo memiliki kesimpulan dan bertanya pendapat Dara.


"Kemungkinan besar tebakan kamu benar, kalau mereka berdua adalah orang yang sama. Tappi kenapa kamu bisa yakin dan membuat kesimpulan kalau mereka adalah orang yang sama?" tanya Dara


"Saat aku meminta Theo untuk menyelidiki identitas Bisma Andrigo, aku hanya menemukan hal yang aneh. Terbatasnya data tentang orang itu, identitas dan data pribadi Bisma Andrigo sama sekali tidak ditemukan. Kecuali identitas dasar seperti nama, usia, tempat tinggal dan status hubungan.


Jadi aku menghubungkan sesuatu, bukankah data milik Bisma itu sama saja dengan data identitas Doni yang di daftarkan oleh Kai. Bisa jadi Bisma sama seperti Doni yang harus Menganti identitasnya karena usia aslinya yang tidak masuk di akal" ucap Flo


"Hmm mendengar yang kamu bicarakan, aku rasa ada benarnya. Aku juga menyimpulkan jika keluarga Damian memiliki hubungan dengan aliran hitam, Ki Rawa dan Bisma Andrigo kemungkinan adalah orang yang sama.


Mengenai identitas Bisma Andrigo itu, bisa jadi salah satu identitas yang di miliki Ki Rawa. Melihat dari sudut pandang ini, ada kemungkinan lain, kalau Ki rawa memiliki latar belakang orang yang besar di belakangnya. Hingga ia bisa mengganti identitas dengan bersih tanpa ada orang yang mencurigainya" ucap Dara


"Iya bisa jadi, lalu apa yang kmhasrus kita lakukan sekarang?" Tanya Flo.


"Sekarang kamu bisa istirahat, besok kamu sudah kembali ke kantor. Untuk penyelidikan ini bisa stop sampai sini dulu, karena secara garis besarnya kita sudah memiliki dugaan yang kuat.


"Baik, aku akan kembali ke kantor besok, aku ke kamar sekarang" ucap Flo.


"Tunggu Flo, aku ingin menanyakan tentang persiapan pernikahanmu dengan Lingga, apa semuanya lancar? Dan apa yang akan kamu lakukan pada Zayn setelah ia berani mencelakai Lingga demi memilikimu?" tanya Dara


"Aku mengurungnya di cincin ruang, sampai detik ini aku belum tahu apa yang akan aku lakukan untuk memberikan pelajaran padanya.


Tentang persiapan pernikahanku dengan Lingga itu sudah 70% hanya catering dan beberapa persiapan lain saja. Semuanya sudah beres dan tidak ada kendala. Do'akan saja semuanya lancar" ucap Flo


"Semoga semuanya lancar Flo. Untuk Zayn dan yang lainnya kenapa tidak kamu berikan mereka pada Zeta saja" usul Dara


"Ya, sebenarnya itu juga yang aku pikirkan untuk menghukum mereka, mungkin mereka berenam akan menjadi santapan lezat untuk Zeta selama beberapa hari ke depan. Zeta akan bahagia jika mendengar ini" ucap Fli terkekeh


"Baiklah, kamu bisa istirahat sekarang" ucap Dara.


Setelah membicarakan hal itu dengan Dara Fli kembali ke kamarnya, ia akan beristirahat hari ini dan sebagian waktunya ia pergunakan untuk berkultivasi saat malam hari nanti untuk meningkatkan kekuatan nya.


Besok ia akan berangkat ke kantor seperti biasanya, karena ada banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan. Sebelum ia kembali fokus dengan persiapan pernikahannya dengan calon suaminya itu. Dana seperti rencana sebelumnya, ia akan berhenti bekerja dan fokus menjadi ibu rumah tangga.


....


Dua minggu kemudian...


Dara kini sudah berada di markas kuning, karena sekarang sudah waktunya semua anggota GOD menyelesaikan kultivasi tertutup mereka.


Dara ingin tahu sebesar apa progres mereka selama melakukan kultivasi tertutup selama 2 bulan belakangan ini.


Setelah semua anggota GOD keluar, Dara tersenyum puas melihat tingkat kultivasi semua anggota GOD meningkat dan memenuhi persyaratannya yang di inginkan Dara.


Saat ini semua anggota GOD sudah berada di tingkat true Element, dan kelima pemimpin divisi sudah mencapai tingkat Saint. Sungguh prestasi yang luar biasa!


Jika dunia luar tahu, mungkin saat ini mereka akan gempar dan ketakutan. Saat sebuah organisasi menciptakan begitu banyak kultivator unggulan.


Doni juga menyelesaikan kultivasi tertutup nya, di sini Doni hanya meningkatkan kekuatannya hingga ke tingkat Dao level awal.


Kultivasi Doni memang tidak meningkat secepat kultivasi anggota GOD dan para pemimpin divisi. Itu karena tingkat kultivasi yang Doni tingkatkan adalah kultivasi tingkat tinggi, di mana yang tingkat kesulitannya menembusnya bisa ratusan kali lebih sulit.


"Bagus sekalian semua tidak ada yang mengecewakanku, Aku bangga pada kalian semua. Terimakasih sudah berjuang untuk meningkatkan kekuatan kalian, aku harap kalian bisa mengerti kenapa aku memutuskan meningkatkan kekuatan kalian sekaligus" ucap Dara pada semuanya.


"Kamu semua mengerti Queen, ini demi kebaikan umat manusia" ucap mereka serempak, Dara mengangguk bangga.


"Shine karena kamu sudah berhasil, kamu akan kembali menjaga baby langit. Dan kamu Dark akan kembali untuk menjadi pengawal bayangan ku. Sedangkan yang lain kembali ke posisi semula seperti sebelum melakukan kultivasi tertutup. Jangan ada yang bergerak sebelum ada instruksi dari ku, apa kalian paham?" ucap Dara


"Siap, paham Queen" ucap mereka serempak.


"Bagus kalian bisa beristirahat hari ini dan besok kalian menempati posisi semula kalian sebelum melakukan kultivasi tertutup. Aku memiliki beberapa informasi yang akan di sampaikan.


Kemungkinan kita akan bergerak di antara tanggal 4 sampai tanggal 9 bulan depan. Aku mendapatkan informasi kemungkinan besar tanggal 4 bulan depan, Misuh besar kita semua, Ki Rawa akan sampai di ibukota. Pada hari itu saya berharap kalian semua para anggota GOD sudah bersiap dan menghentikan semua aktivitas yang ada di dunia nyata dan fokus untuk rencana kita" ucap Dara


"Baik, Queen" ucap mereka serempak.


Setelah itu semuanya kembali untuk beristirahat dan besok mereka akan kembali melakukan kegiatan mereka seperti biasanya.


...


Flo saat ini sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan pernikahannya dengan Lingga, Sarah calon mertuanya itu terlihat sangat antusias mempersiapkan pernikahan putra sulung nya dengan calon menantu kesayangannya itu.


Sama seperti pernikahan Dara dan Manda, di hari spesialnya itu. Flo juga akan mengenakan gaun yang di desain khusus oleh Hesti.


Dan para bridesmaid juga sudah mendapatkan gaun dan kemaja seragam an, yang juga di desain oleh desainer ternama di negara ini yang tak lain adalah menantu pertama Keluarga Narendra. Nyonya Hesti Narendra.


Semua persiapan pernikahan Flo sudah sampai di presentase 80%. Pernikahan Flo dan Lingga di laksanakan di hotel yang sama dengan pernikahan Dara dan Kai beberapa bulan lalu.


Tamu yang di undang hampir semuanya adalah kelompok pembisnis dari ibukota dan luar kota , ada juga kerabat dekat keluarga Narendra dan juga keluarga Uchiha yang berada di negara J, hadir di pernikahan keduanya.


Dan Hari ini Flo bersiap untuk ke Bandara Ibukota guna menjemput keluarga besar Uchiha, keluarga besarnya itu akan mendarat di ibukota jam 11 siang, yang artinya masih ada waktu 2 jam sebelum pesawat itu mendarat.


Jadi saat ini Flo di temani oleh Lingga duduk di kafe yang ada di bandara. Menikmati secangkir kopi dan Croissant sembari menunggu pesawat jet pribadi milik keluarga Uchiha dari negara J itu landing.


Keduanya menikmati waktu bersama mereka sebelum besok mulai di pingit dan tidak bisa bertemu sampai hari pernikahan mereka tiba.


"Sayang, besok kita sudah mulai di pingit. Kau pasti kangen berat sama kamu" ucap Lingga


"Cuma seminggu jadi kamu coba sabar dan jangan nekat datang menemui ku" ucap Flo


"Tidak ketemu sehari aja uring-uringan, lah ini seminggu bisa meluber rinduku padamu sayang" ucap Lingga.


"Lebay" ucap Flo terkekeh mendengar gombalan dari calon suaminya itu.


"Sayang, ngomong-ngomong, nanti kamu ingin bulan madu kemana?" tanya Lingga sembari menyuapi Croissant pada sang pujaan hati itu.


"Perihal itu, ada yang ingin bicarakan, ini ada kaitannya dengan bulan madu kita" ucap Flo


"Apa itu, katakan saja. Kamu mau bulan madu kemana sayang, aku akan mengabulkan apapun yang kamu mau?" tanya Lingga


"Bisa tidak bulan madu kita di tunda sampai akhir bulan depan?" tanya Flo tiba-tiba membuat Lingga terkejut.


"Kenapa? Kok di undur?" tanya Lingga mengerutkan keningnya, ia tidak tahu alasan apa membuat Flo mengundur jadwal bulan madu mereka.


"Tanggal 4 sampai tanggal 9 bulan depan, ada sesuatu yang aku lakukan bersama Dara. Aku harap kamu mengerti dan mengijinkan ku saat itu" ucap Flo


"Apa tidak bisa acara itu di undur saja sayang, ini kan pernikahan kita dan bulan madu kita adalah hal yang paling aku tunggu. Bagaimana kalau kita pergi bulan madu dulu. Tanggal 4 masih ada jarak 10 hari setelah pernikahan kita. Kita bisa bulan madu dulu selama seminggu kan bisa, lalu kamu bisa pergi dengan Kakak ipar untuk mengurus sesuatu" ucap Lingga memberikan solusi pada Flom


Flo bingung harus apa, satu sisi ia tidak enak menunda acara bukan madunya dengan lingga. Tapi ia juga takut waktu akan meleset dan ia tidak bisa pulang tepat waktu.


"Bagaimana sayang?" tanya Lingga menunggu jawaban Flo.


"Baiklah, tapi bisakah tanggal tiga nanti kita sudah berada di ibukota" tanya Flo.


"Tentu, aku akan mengurus itu semua jadi jangan khawatir. Hmm.." ucap Lingga, Flo mengangguk setuju, membuat Lingga mencium tangan Flo dengan lembut.


"Jadi kamu mau bulan madu kemana sayang?" tanya Lingga lagi.


"Bagaimana kalau raja Ampat" tanya Flo, ia memang menginginkan bulan madu di destinasi wisata domestik tersebut.


"Kamu mau ke sana?" tanya Lingga


Flo mengangguk antusias.


"Baiklah, kita akan kesana seperti keinginanmu" ucap Lingga memberikan senyuman manisnya pada calon istri, Yang akan sah menjadi istrinya Minggu depan itu.


....


Di Pangkalan militer.


Kai merasa kesal karena ia terus di ganggu oleh rubah betina, siapa lagi kalau bukan Rubby. Ia sudah melakukan segala cara dari menolak secara tegas, memarahinya hingga memberikan sanksi, tapi tetap saja Rubah itu menempel seperti permen karet padanya.


Apalagi dengan tidak tahu malunya, rubah betina itu mengatakan ia rela di jadikan istri kedua, sungguh kegilaan yang sudah tidak bisa di obati lagi.


Kai yang capek memutus untuk menemui papanya.


"Ada apa kai. Tumben ke sini?" tanya Galuh.


"Pah, aku sungguh tidak bisa tahan lagi dengan sifat keras kepala Rubby. Aku sudah jelas dan tegas melarangnya datang ke area khusus tim Falcon, namun ia dengan tidak tahu malu datang kembali ke tempat pelatihan Falcon tiap saat. Tolong lakukan sesuatu, kalau tidak aku memutuskan untuk berhenti dari kemiliteran dan tidak akan masuk kerja lagi" ucap Kai dengan sungguh-sungguh


"Hah, kenapa Rubby tidak bisa di kasih peringatan kecil. Baiklah ayah akan melakukan sesuatu, kamu jangan khawatirkan tentang hal kecil ini" ucap Galuh.


"Baik kalau begitu aku permisi dulu" ucap Kai


Kai keluar dari ruangan papanya itu, lalu ia kembali ke tempat pelatihan. Ia menggembok pintu pelatihan, hingga Rubby tidak bisa masuk lagi ke sana.


.....


"Ayah...." teriak Rubby saat masuk ke dalam ruang kerja ayahnya.


"Ada apa Rubby?" tanya Tommy melihat ke arah putrinya yang tengah cemberut itu.


"Ayah lihat ini, bagaimana bisa aku di tugaskan ke perbatasan selama setahun penuh dan tidak di izinkan Cuti pulang? Bagaimana bisa aku pergi? Aku tidak mau jauh dari Kaisar, ayah" ucap Rubby merengek


Tommy melihat Surat tugas yang di peruntukan untuk putrinya itu, itu memiliki stempel jendral besar. Jadi itu adalah perintah sah dan mutlak yang tidak bisa di ganggu gugat.


"Rubby sebaiknya kamu menurut dan pergi ke perbatasan besok" ucap Tommy.


"Ih kenapa ayah tidak membela aku, aku tidak mau pergi!" ucap Rubby merajuk dan menolak perintah.


"Rubby tolong mengerti, ayah tidak bisa membantu kali ini. Jika ayah bersikeras untuk menolak perintah itu, ayah akan di pecat dari militer dengan tanpa hormat. Ayah sudah mendapat surat peringatan dan ayah tidak bisa berbuat sesuka hati lagi. Kamu harus berangkat apapun yang terjadi, kalau tidak mungkin kamu aja di keluarkan dari militer dan tidak bisa lagi masuk ke dalam pangkalan militer" ucap Tommy tegas.


"Ayah menyebalkan, aku benci ayah"ucap Rubby dengan kesal keluar dari ruang kerja ayahnya itu dan membanting pintu ruangan kerja itu dengan keras.


BLAM!!!


"Haaaahhh, kepalaku pusing melihat kelaukan putri ku itu. Astaga Tuhan...." ucap Tommy menghela nafasnya dan memijat pangkal hidungnya.


Ia kemudian melanjutkan pekerjaannya yang tertunda, ia benar-benar tidak bisa membantu sang putri kali ini. Karena jika ia melawan, jabatan dan juga pekerjaannya akan di pertaruhkan. Tommy tidak ingin melakukan pekerjaan yang sia-sia, dan ia tahu konsekuensi nya setelah mendapat sanksi dan surat peringatan dari atasannya.


....


Hari pernikahan Lingga dan Flo.


Di penthouse, Dara, Kai dan Baby langit sedang bersiap dengan pakaian couple mereka bertiga.


"Yayah... Da... Bi Agus da?" ucap Langit.


"Wah bagus sayang, putra ayah tampan sekali" ucap Kai mengacungkan kedua jempol nya pada putranya itu.


"Yah, Bi aku unga Aya Yayah" ucap Langit


"Bentar ayah cari dulu yang kecil untuk kamu ya" ucap Kai mencari bunga kecil untuk hiasan di saku jas. Namun Kai yang mencarinya selama setengah jam itu tidak ketemu juga.


"Cari apa yah?" tanya Dara


"Pin bunga kecil buat Baby Langit sayang, nggak ketemu-ketemu" ucap Kai


"Oh, biar aku yang cari" ucap Dara.


Adara mencarinya dan kurang dari satu menit pin bunga itu langsung ketemu.


"Ketemu, sini sayangnya bunda. Bunda pasangi PIN bunga nya" ucap Dara


Dengan hati gembira baby langit melihat pin bunga yang sama dengan yang di pakai sang ayah yang akan menjadi bresmaid.


"Kok ayah yang cari dari tadi nggak ketemu Bun?" tanya Kai


"Ayah carinya pake mulut, ya nggak bakal ketemu" ucap Dara terkekeh.


"Beneran ayah cari Bun, di tempat bunda nyari juga udah Ayah cari di situ. Tapi nggak ketemu juga" ucap Kai


"Itulah hebatnya seorang istri dan seorang ibu" ucap Dara terkekeh membuat Kai gemas dan mencium pipi istrinya itu.


"Ayah ih, nanti make up bunda rusak" omel Dara.


"Make up apa, orang bunda cuma pake lipstik doang" ucap Kai


"Bunda lupa He-he nggak pernah pake make up" ucap Dara


"Yuk ah berangkat, sebentar lagi acara nikahnya akan mulai, nanti kita bisa telat kalau nggak segera berangkat" ucap Kai.


Mereka bertiga pun langsung berangkat menuju hotel tempat pernikahan Lingga dan Flo di selenggarakan.


...•••••••••...