The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
160. Bersama Kai



Dara yang keluar bersama Flo, keduanya berpisah di depan karena mereka tidak akan pulang dengan satu mobil. Itu karena si Abang tampan Kai sudah menjemput dan menunggunya di depan.


Dara berjalan menuju mobil Porsche berwarna merah di ujung sana, tidak banyak orang yang melihat karena memang Kai memarkirkan mobilnya di sudut area depan studio. Dara segera membuka pintu penumpang, masuk dan duduk dengan manis di sana.


Kai yang berada di kursi pengemudi menatapnya dengan terpesona sekaligus kesal karena kekasihnya menjadi pusat perhatian, seperti yang ia lihat di Televisi.


"Kamu kenapa?" tanya Dara melihat Kai menghela nafas.


"Kenapa kamu cantik banget sih babe, kan jadinya banyak orang yang terpesona. Aku lihat di TV, mereka lihat kamu kaya orang kelaparan mau terkam kamu bulat-bulat" ucap Kai


"Ha-ha emang mereka zombie atau kanibal. Aku juga nggak mau di makan mereka" tawa Dara pecah


"Aku serius" ucap Kai cemberut.


Dara yang udah memasang seat belt membukanya kembali dan mencondongkan tubuhnya ke arah kekasihnya itu. Hingga jarak mereka sangat dekat.


"Jangan marah Abang pacar, meskipun mereka terpesona padaku, biarlah! Itu tidak akan merubah apapun, aku tetap milikmu. Aku juga merasakan yang sama saat para perempuan memandangi kamu dengan penuh puja dan minat. Jadi jangan marah lagi ya, Abang pacar, ah bukan. Apa aku harus panggil abang calon suami? Ah senangnya lihat kamu cemburu, menggemaskan sekali" ucap Dara dengan ekspresi menggemaskan di mata Kai.


Blush!!!


Mendengar ucapan Dara yang memanggilnya Abang pacar dan calon suami, dengan nada suara lembut dan menggemaskan. Sukses membuat Kai blusing. Lihatlah wajahnya yang memerah sampai ke telinga.


Kai yang malu membuang mukanya ke samping, itu membuat Dara terkekeh gemas. Ia kemudian menakup wajah tampan bak dewa Yunani yang terpahat sempurna itu dan kini keduanya saling bertatapan.


"Tampan banget sih, makin cinta jadinya, cup!" ucap Dara sembari mengecup bibir Kai.


Mata Kai membola, ia tidak percaya Dara berinisiatif menciumnya. Dara kini sudah duduk kembali di kursinya dengan benar dan memakai seat belt, sembari menahan senyumnya. Ia tidak menyangka, menggoda kekasihnya itu ternyata sangat menyenangkan.


"Ekhmm..." Kai yang baru sadar dari terkejut nya berdeham agar tidak merasa canggung. Dara tidak kuasa menahan tawanya dan akhirnya pecah juga melihat ekspresi wajah Kai.


"Kamu jail banget hmm" ucap Kai dengan menjepit hidung mancung sang kekasih.


"Jadi ke Penthouse?" tanya Kai


"Hmm sepertinya tidak bisa, ini sudah larut malam. Bukankah besok pagi kita harus ke kota S?" ucap Dara


Hari sudah masuk hari Minggu dini hari dan sudah masuk hari ulang tahun Kai. Awalnya Dara ingin memberikan kejutan, namun waktunya tidak cukup, jadi ia hanya akan memberikan hadiah untuk Kai saja. Namun bukan Kai namanya jika ia tidak bisa membujuk sang kekasih untuk lebih lama bersama dengannya.


"Aku akan mengantarmu ke mansion pagi-pagi. Jadi menginaplah di penthouse" ucap Kai


"Hah, baiklah" ucap Dara mengangguk mengalah.


Kai tersenyum lebar dan langsung menyalakan mobilnya dan mengemudikannya menuju penthouse miliknya.


.....


Di penthouse, Dara langsung mandi dan berganti pakaian dengan piyama panjang, yang memang pakaian Dara dari pakaian santai dan lain-lain sudah di siapkan di walk in closed di penthouse.


Setelah mandi, Dara mencari keberadaan Kai, yang ternyata ada di dapur sedang membuatkan makanan untuk kekasih tercintanya.


"Ekhmm, sedang apa Kai?" tanya Dara


"Aku sedang membuatkan soup untuk mu, pasti kamu belum makan apa-apa tadi kan? Kamu nggak bisa tidur dalam keadaan perut kosong, aku takut lambungmu sakit. Duduklah di meja makan! Sebentar lagi makanannya siap" ucap Kai dengan lembut.


Mendengar itu Dara tersenyum, hati nya juga menghangat. Meskipun Kai tahu jika kultivator tidak terlalu membutuhkan makanan, kultivator tidak masalah beberapa hari tidak makan. Karena mereka bisa mengganti nutrisi makanan dengan Chi yang mereka miliki.


Namun Dara melihat ketulusan dan kasih sayang seorang Kai padanya, sungguh ia sangat bahagia bisa mendapatkan sosok Kai yang begitu mencintainya, menyayanginya dan sangat perhatian padanya. Meskipun itu hal kecil sekalipun, namun begitu mengena di hatinya.


Dara menurut, ia duduk dengan tenang di meja makan sambil memperhatikan Kai yang tengah mengaduk soup. Setelah di rasa soup matang Kai menuangkannya ke dalam mangkuk. Lalu ia membuat teh hangat untuk sang kekasih dan membawanya ke meja makan.


"Minumlah dulu" ucap Kai menyodorkan minuman hangat itu.


"Makasih" ucap Dara tersenyum manis lalu ia meminum tehnya.


Kai tidak membiarkan Dara makan sendiri, ia mengambil alat makan itu dan menyendokkannya dan menyuapi Dara. Saat Dara ingin mengambil sendok, Kai tidak mau memberikannya dan kekeh ingin menyuapinya.


"Buka mulutmu, kamu harus makan. Makanannya hangat jadi perutmu tidak akan sakit" ucap Kai setelah meniup soup itu agar tidak terlalu panas dan nyaman untuk di makan.


Dara membuka mulutnya dan memakan soup itu, dia sangat menyukai masakan Kai yang sangat lezat itu.


"Hmm, enak sekali. Aku sangat beruntung memiliki chef Kaisar sebagai calon suamiku. Aku akan menjadi istri paling bahagia di masa depan" ucap Dara dengan tersenyum dan bahagia.


"Mulutmu manis sekali hmm, malam ini kamu terus menggodaku, gadis nakal. Aku akan memberikan hukuman kecil padamu" ucap Kai mencubit pelan pipi Dara.


"Aku tidak menggoda, ini fakta. Kamu jangan macam-macam, ingat kata mama Hesti" ucap Dara terkekeh melihat kekasihnya malu-malu.


"Tentu aku ingat, aku tidak akan melanggarnya. Aku tidak akan pernah merusak gadis yang aku cintai, aku hanya menghukum mulutmu yang terus menggodaku sejak tadi" ucap Kai.


Dara hampir tersedak di buatnya saat mendengar ucapan Kai.


"Bukan hanya kamu yang beruntung, tapi aku juga sangat beruntung memiliki kamu" ucap Kai. Dara menanggapinya dengan senyuman manis di wajahnya.


Dara dengan senang hati menerima makanan yang di suapi oleh Kai, rasanya begitu enak jadi ia tidak ingin menyisakan makanan yang sudah di buat Kai khusus untuk dirinya. Sedangkan Kai sangat bahagia kekasihnya sangat menikmati makanan yang ia buat.


"Kamu bisa tidur di kamar, biar aku yang mencuci mangkoknya" ucap Kai membawa mangkok itu, setelah Dara selesai makan.


"Aku ke ruang TV dulu, aku tidak bisa langsung tidur setelah makan" ucap Dara yang memang tidak terbiasa tidur setelah mengisi perutnya.


"Baiklah, kamu bisa bersantai di sana" ucap Kai sembari mencuci peralatan makan dan peralatan masak itu.


Setelahnya ia bergabung dengan Dara dan merebahkan kepalanya di paha Dara. Ia memeluk perut sang kekasih, Dara hanya tersenyum dan mengelus kepala sang kekasih yang bermanja padanya.


"Kai, aku ingin mengatakan sesuatu yang penting" ucap Dara dengan serius.


Kai menatap Dara dari bawah dengan tatapan lembutnya.


"Katakan saja" ucap Kai


Sejujurnya ia takut Dara mengatakan akan membatalkan kepergian mereka ke kota S. Namun ketakutannya tidak terjadi setelah mendengar ucapan Dara.


"Selamat ulang tahun Pacar Dara yang tampan, terimakasih sudah menemaniku, mencintaiku dan menyayangi ku dengan tulus. Aku mendo'akan segala yang terbaik untukmu, aku mencintaimu Kaisar Raka Narendra" ucap Dara yang membuat Kai terkejut dan langsung bangun, lalu menatap Dara dengan lekat.


"Sayang bisa kamu ulangi?" ucap Kai


"Bagian mana yang mau di ulang? Tidak ada siaran ulang karena ini acara live" ucap Dara dengan wajah memerah. Butuh keberanian ekstra ia mengatakan hal itu, bagaimana bisa ia mengulangi ucapannya.


"Ayolah ulangi lagi" bujuk Kai


"Selamat ulang tahun" ucap Dara


"Bukan yang itu" ucap Kai


"Terus yang mana?" tanya Dara menahan senyumnya, ia merasa gemas sendiri saat menggoda Kai.


"Sayang, jangan menggodaku, jangan pura-pura tidak mengerti hmm" ucap Kai


"Aku mencintaimu Kaisar Raka Narendra" ucap Dara lalu mengalihkan wajahnya tidak berani menatap Kai, namun Kai menarik wajah Dara untuk menatapnya.


Kai menatapnya dengan tatapan penuh cinta dan senyum yang tulus.


Cup!


Kai mengecup singkat bibir candu Dara.


"Aku juga mencintaimu Addara Azalea Adi Raharjo, sangat..." ucap Kai dengan raut wajah bahagia nya.


Saat Kai ingin menciumnya lagi, Yang menempel bukanlah bibir Dara. Melainkan sebuah kotak yang di ikat dengan pita di hadapannya.


Kai mengerutkan keningnya, ia menatap Dara penuh tanda tanya.


"Kado untukmu, semoga kamu menyukainya" ucap Dara lagi


"Untukku? Kamu menyiapkan kado untukku?" ucap Kai penuh dengan ekspresi terkejut.


Entah mengapa hari ini merasakan bahagia yang sangat mendalam. Kekasihnya mengucapkan selamat ulang tahun saja sudah lebih dari cukup, apa lagi saat Dara menyatakan cinta padanya. Ia amat sangat bahagia.


Tapi ia terkejut dan terharu karena Dara juga menyiapkan kado untuknya. Entah kebahagian yang Kai alami saat ini tidak dapat di ukur lagi.


...•••••••...