The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
352. Rencana



Markas kuning...


Dara, Kai, Flo, Doni dan lima pimpinan divisi kembali berkumpul untuk membahas rencana mereka.


Kai duduk di kursi utama menggantikan sang istri yang tengah hamil. Di misi kali ini ia yang akan bergerak sebagai pemimpin dalam penyerangan kali ini.


Meskipun dari tingkat kultivasi, Dara masih unggul sama dengan Doni. Kekuatan mereka setara saat ini, yakni tingkat Dao level awal atau junior.


Sedangkan di tingkat Origin ada Kai yang berada di level atas atau senior dan Flo di level menengah.


Semua Pimpinan divisi berada di tingkat Saint. Dark memimpin dengan level atas, Mike dan Shine berada di level menengah, Via dan Harto berada di level awal atau junior. Sedangkan para anggota GOD paling rendah berada di tingkat True Element.


"Flo bagaimana?" tanya Kai


"Sudah berhasil di temukan King, orang yang anda cari berada di sebuah mansion di pusat kota, tak jauh dari hotel imperial. Mansion itu merupakan properti pribadi milik Yongki Damian, putra pertama keluarga Damian di barat ibukota.


Yongki menyediakan mansion itu khusus untuk di tinggali Bisma dan yang lainnya saat mereka berkunjung ke ibukota. Sedangkan Yongki tidak tinggal di sana, dia memiliki rumah lain di pusat ibu kota yang jaraknya sekitar 4 km dari mansion yang di tinggali oleh Bisma" ucap Flo menjelaskan terkait keberadaan Bisma yang ia dapatkan dari Theo.


"Kerja bagus Flo!" ucap Kai.


"Kemungkinan besar Langit ada di mansion itu" ucap Flo


"Apa kau menemukan sesuatu?" tanya Kai penasaran


"Dari CCTV, Theo berhasil menemukan sesuatu, yakni adanya anak seorang bayi di sana. Meskipun tidak terlihat jelas itu bayi siapa, aku yakin jika itu adalah Langit" ucap Flo


"Hmm aku mengerti" ucap Kai mengangguk


"Via bagaimana dengan yang aku minta padamu?" tanya Kai


"Saya sudah mendapatkannya, king. Itu ada di sebuah area perkantoran yang terbengkalai di area Utara" ucap Via


"Apa sudah di selidiki?" tanya Kai lagi


"Pak Harto yang melakukan penyelidikan itu" ucap Via


"Saya sudah menyelidikinya dan itu sudah di pastikan yang di temukan Via memang ada di sana" ucap Harto, Kai menganggukkan kepalanya saat mendengar itu.


"Aku mengubah rencana secara keseluruhan" ucap Kai.


Membuat semuanya terkejut saat mendengar hal itu, karena rencana sebelumnya baru saja rampung. Namun sekarang rencana yang sudah matang itu akan di ubah lagi secara total.


"Karena ini masalah urgent, aku memutuskan untuk mengambil resiko besar untuk hal ini. Titik penyerangan akan di alihkan, bukan lagi di kepulauan ibukota. Tapi di pusat ibukota!" ucap Kai, semuanya tercengang dan juga heboh.


"King, apa itu tidak terlalu beresiko?" tanya Mike


"Benar King, ini akan menyebabkan banyak korban yang tidak bersalah terkena imbasnya. Terlebih itu berada di pusat ibukota" ucap Harto


"Aku akan mengurus hal itu, yang terpenting persiapkan diri kalian besok sore" putus Kai


"Abang, apa Abang mau melibatkan militer?" tanya Dara yang sejak tadi diam dan mendengarkan.


"Sepertinya iya" ucap Kai, membuat semuanya terkejut karena Kai akan melibatkan militer.


"Bukankah ini lebih beresiko King? Keberadaan Kultivator dan kenyataan tentang identitas organisasi kita akan mencuat ke publik, jika itu sampe terjadi" ucap Mike


"Aku tahu semua ke khawatiran kalian, tapi aku pastikan tidak ada yang tahu yang terjadi di sana saat kita melakukan penyerangan. Meskipun itu adalah orang militer" ucap Kai tenang


"Hmm, tidak ada cara lain. Tapi papa tidak akan tahu apa yang terjadi di dalam sana dan tim Falcon akan membantu kita di area luar. Aku akan menggunakan alasan perdagangan manusia dan aku melakukan penyerangan ini dengan bantuan sukarela dari Organisasi GOD. Mengenai bagaimana cara aku meyakinkan para petinggi lain, itu biar aku yang pikirkan" ucap Kai


"Kalau begitu aku siap melakukannya king" ucap Flo yakin dengan keputusan Kai.


"Kami juga siap King!" ucap yang lain. Kai mengangguk puas saat yang lain menyetujui keputusannya, ia akan berusaha keras untuk penyerangan kali ini.


Ia tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pada putra sulungnya dan juga pada orang-orang tidak bersalah, yang secara tidak langsung ikut terseret ke masalah ini.


....


Keesokan harinya, Kai pergi ke Manor dan menemui papanya untuk berdiskusi. Ada Dierja yang juga ikut dalam diskusi itu, dengan pelan Kai menceritakan semuanya.


Tentu ia tidak menceritakan yang sebenarnya, ia mengatakan jika ada sekelompok perdagangan manusia kelas kakap yang menculik lebih dari seratus anak-anak dan remaja perempuan. Dan ini juga melibatkan salah satu keluarga papan atas di ibukota.


Kai berusaha meyakinkan papa nya agar mau menyetujui sarannya, ia juga mengatakan jika kelompok itu adalah kelompok yang memiliki senjata canggih yang bisa membuat orang di sekitarnya terluka. Jadi Kai ingin mengungsikan masyarakat saat penyerangan.


Setidaknya radius 1 km dari tempat penyerangan, harus di kosongkan malam ini. Kai bersedia menanggung semua kerugian yang terjadi pasca kejadian ini.


Tentu Dara juga tidak akan diam saja, saat Kai memutuskan menanggung semua kerugian pada semua masyarakat yang bertempat tinggal atau membuka area pekerjaan di sana.


Dara tidak kekurangan apapun, apalagi uang. Hal yang paling bisa ia dapatkan dengan mudah adalah uang. Baik Dara dan Kai tidak ada yang mau mengalah untuk mengeluarkan uang.


Kai tidak ingin istrinya ikut menanggung biaya, sebagai suami dia yang harus maju. Sedangkan Dara tidak ingin Kai mengeluarkan uang karena ia tahu betapa sulitnya suaminya itu mengumpulkan uang dari semua tugas yang ia lakukan sejak dulu.


Akhirnya di sini Flo maju dan mengatakan jika Organisasi yang mengeluarkan biaya. Dan itu merupakan Kass yang di miliki organisasi.


Uang yang di keluarkan tidak kurang dari sepuluh triliun dan itu sepadan dengan keselamatan semua orang. Kai dan Dara pun akhirnya setuju dengan saran itu.


Dara mendengar itu tersenyum dalam diam, ia mengagumi kerja cepat otak Flo. Ia langsung memahami dirinya tanpa harus bertanya atau di minta.


Uang organisasi adalah uangnya, jadi dengan ini secara tidak langsung. Semua biaya di tanggung oleh Dara, sedangkan Kai pikir itu memang uang organisasi hasil dari berbagai misi yang anggotanya.


.....


"Apa kamu yakin Kai? Menutup area yang sangat luas di daerah pusat keramaian akan sangat sulit. Belum lagi biaya yang harus di keluarkan dan akan bertambah seiring adanya kerusakan di area publik" ucap Galuh.


Uang segitu banyaknya, Galuh tidak masalah karena ia juga memiliki banyak uang. Hanya saja ia tidak bisa menguangkan semuanya dalam satu waktu. Butuh beberapa waktu untuk mencairkan uang yang ia miliki, sedangkan militer harus bergerak sekarang untuk mengamankan masyarakat.


"Kai yakin Pah dan untuk masalah kerugian. Papa tidak usah khawatir, Organisasi GOD akan menanggung semua kerugian" ucap Kai


"Benarkah? Tapi itu akan menelan biaya yang sangat banyak. Mungkin milyaran atau puluhan milyar, jika ada kerusakan mungkin akan meningkat puluhan hingga ratusan kali lipat" ucap Dierja


"Organisasi GOD, sudah menyiapkan dana sebesar 10 triliun untuk masalah ini. Jadi jangan khawatir Opah" ucap Kai.


Galuh dan Dierja tidak bisa tidak terkejut. Bagaimana pun uang 10 triliun tidak lah kecil. Bagaiman bisa sebuah organisasi memiliki banyak uang seperti itu, meskipun organisasi itu sangat terkenal dengan bayaran mahalnya.


"Baiklah, aku akan mengeluarkan izin untuk itu. Tapi kamu tahu harus bagaimana mengurus petinggi itu kan? Apalagi seperti yang kamu bilang, hal ini melibatkan seorang dari keluarga kelas atas di Ibukota" ucap Galuh


"Aku paham dan akan mengurus hal itu" ucap Kai dengan yakin


"Baiklah, lakukan apa yang menurutmu baik dan kamu harus hati-hati. Papa nggak mau terjadi hal-hal yang tidak di inginkan terjadi, terutama pada kamu. Papa tahu kamu adalah perwira terhebat, tapi jangan sampai lengah karena hal-hal kecil" ucap Galuh memberikan nasehat pada putra semata wayangnya.


"Ya Pah... Terimakasih sudah membantu" ucap Kai merasa terharu karena perhatian dari papa-nya itu.


...•••••••...