
"Kakak ipar!!!" seru Dimas dan Ryan, keduanya langsung bangkit dari duduk mereka dan menghampiri Dara dan Kai.
Respon dari Dimas dan Ryan membuat semua orang terkejut. Mereka menatap Kai dan Dara dengan pandangan yang rumit.
"Hai, Jagoan" sapa Kai dengan senyum tipis .
Sebisa mungkin ia berbicara dengan lembut meskipun sulit untuk nya yang terbiasa datar dan dingin. Tapi di depannya adalah adik dari kekasih tercintanya, jadi ia sebisa mungkin belajar untuk tidak bersikap dingin.
Dara melepaskan genggaman tangan Kai, karena Dimas dan Ryan menggandeng Kai kanan dan kiri untuk duduk bersama dengan mereka.
Semua orang di sana menatap Kai dengan penasaran. Mereka merasa Kai terlalu tampan meskipun wajahnya datar, namun ia memiliki aura kebangsawanan dan juga kharisma memikat yang sangat kuat.
Terlebih mereka mendengar Dua bocil memanggilnya dengan sebutan kakak ipar. Tidak ada anak perempuan lain selain Dara yang menjadi kakak keduanya. Jadi mereka menebak jika pria tampan dan datar itu adalah kekasih Dara.
Revan mengepalkan tangannya saat mendengar sebutan kakak ipar, meskipun ia sudah berusaha melenyapkan rasa cinta untuk adiknya. Tapi tetap saja ada perasaan tidak rela, Dara bersama laki-laki lain masih ada.
Di sisi lain Arvin menahan amarahnya melihat Dara-nya datang bersama dengan pria lain. Ia menginginkan Dara hanya untuk dirinya, tapi ia tidak bisa bertindak impulsif, karena saat ini ia berada di tempat orang lain.
Aaron yang melihat Dara untuk pertama kali di buat bengong dengan kecantikan Dara, namun ia di sadarkan oleh Rose yang berada di sampingnya.
"Hai Dara, apa kau masih ingat denganku?" tanya Arvin berinisiatif menyapa Dara terlebih dulu.
"Tuan Arvin, anda di sini?" tanya Dara terkejut melihat Arvin berada di Villa Keluarganya.
"Ya, aku di ajak dari mami Rose kesini" ucap Arvin.
"Oh..." Dara mengangguk mendengar ucapan Arvin, ia tidak menyangka jika Arvin adalah anak dari sahabat ibunya.
Melihat Arvin yang menyapa kekasihnya, Kai jelas marah dan cemburu. Ia adalah pria, ia tahu jika Arvin adalah saingan cintanya, ia bersyukur dirinya sudah berhasil meluluhkan Dara sebelum orang lain.
Tentu saja ia akan menjaga Dara untuk dirinya sendiri, ia tidak akan membiarkan orang lain menikungnya dan mendapatkan gadis langka, luar biasa dan hebat seperti kekasihnya itu.
Kai juga merasakan ada sedikit tanda bahaya pada diri Arvin yang memiliki aura membunuh yang kuat, lebih kuat dari Flo saat mereka pertama kali bertemu.
"Maaf permisi" ucap Dara melangkah meninggalkan Arvin dan menuju ke arah Kai.
Dara jelas peka jika Arvin memiliki ketertarikan dengan dirinya, dia tidak sebodoh itu. Namun ia tidak akan bersikap dingin karena Arvin adalah anak dari Sahabat ibunya.
Tapi ia juga tidak ingin memberikan kesempatan untuk Arvin masuk, bagaimana pun ia sekarang sudah memiliki Kai yang ia cintai dan harus ia jaga perasaannya.
Melihat Dara menghampirinya, Kai tidak bisa menahan senyumnya. Kalau tidak ada keluarga Dara, mungkin saat ini Kai akan menarik kekasihnya itu untuk duduk di pangkuannya dan memeluknya dengan erat.
"Kakek, Mah, pah, kakak dan yang lain. Kenalin ini Kai" ucap Dara memperkenalkan Kai.
"Salam kenal semua, nama saya Kaisar" sapa Kai dengan sopan.
"Apa dia pacarmu Ra?" tanya Ellena, melihat dengan jelas pacar dari putri semata wayangnya itu.
Ia sama sekali tidak memiliki celah yang buruk dengan penampilan Kai kecuali wajahnya yang sedikit datar. Sebelum Dara menjawab, Wira datang dan memberi tahu sesuatu. Kalau di depan ada seseorang yang datang dengan membawa beberapa bawaan.
"Dia bilang jika ia di minta tuan muda Kaisar untuk membawa semua itu kemari" ucap Wira.
Setelah mengetahui itu orang dari Kaisar, orang itu pun langsung masuk dan memberikan hormat pada Kai dan memberikan beberapa paper bag itu.
"Apa itu Kai?" tanya Dara
Kemudian Kai membagikan hadiah itu untuk seluruh anggota keluarga Dara.
"Aduh nak Kai, jangan repot-repot" ucap Ellena.
"Tidak merepotkan, ini hanya sedikit hadiah dari saya. Tolong di terima" ucap Kai sopan
"Ra, ini...." ucap Ellena masih penasaran dengan identitas Kai.
"Seperti yang di bilang Dimas dan Ryanah. Kai adalah pacar Dara" ucap Dara tersenyum saat menyampaikan itu.
Sontak ucapannya itu membuat bunyi patah dan remuk di hati ketiga pria tampan yang ada di sana. Meskipun marah dan patah hati dengan kenyataan yang ia dengar, Arvin tetap tidak menyerah untuk mendapatkan cinta seorang Addara Azalea.
"Kakak tidak setuju!" ucap Revan langsung
"Kakak juga!" ucap Jefrey yang tidak setuju.
Ucapan keduanya membuat semuanya kembali terkejut, namun Arvin senang mendengar kedua kakak Dara tidak menyetujui hubungan Dara dengan Kai.
Bukankah ini kesempatan untuk dirinya?
"Kenapa kak? Kakak ipar pria baik-baik, dia juga sangat tampan dan sangat hebat. Aku pikir Kak Kaisar sangat cocok untuk Kak Dara" ucap Dimas tidak menyukai kakaknya itu menolak Kai.
Karena sebagai adik yang sejak lama berada di samping Dara, ia sangat paham dengan perasaan kakaknya dan ia juga tidak melihat ada yang aneh dengan Kai. Setidaknya itu yang ia rasakan saat bertemu dengan Kai, ia juga mengagumi Kai dan berfikir Kai sangat cocok dengan kakaknya.
"Kamu masih anak-anak Dimas, kamu belum tahu dan mengerti mana yang baik dan yang buruk" ucap Revan pada Dimas.
Dara masih diam saja melihat kedua kakaknya tidak setuju, ia ingin melihat bagaimana Kai melalui rintangan pertama dalam hubungan mereka.
Kai tetap tenang mendapati calon kakak iparnya tidak menyetujui hubungannya dengan Dara. Karena baik Gusti, Adnan dan Ellena, tidak ada yang angkat suara.
Bagi Kai, perasaan Dara lebih penting. Jikapun mereka tidak mendapat restu, asalkan Dara menyukainya. Ia akan berjuang sekuat tenaga untuk terus bersama dengan gadisnya itu.
"Boleh saya tahu alasannya?" tanya Kai dengan sopan.
"Kami bahkan tidak tahu siapa kamu, dari keluarga mana kamu? Apakah kamu orang yang baik atau tidak dan banyak hal lainnya yang tidak kami ketahui tentang kamu. Aku pribadi menentangnya, karena aku tidak ingin adik perempuanku satu-satunya yang sangat luar biasa. Mendapatkan pasangan dengan asal-asalan yang bisa membuatnya menderita di masa depan" ucap Revan
"Jadi apa yang ingin anda tahu?" tanya Kai dengan tenang dan nada yang biasa saja.
"Jelaskan dulu siapa identitasmu dan apa pekerjaan mu! Tapi aku akan meluruskan satu hal, aku tidak menilai seseorang dari latar belakang keluarganya. Aku hanya ingin adikku bahagia dan tidak salah memilih pasangan" ucap Revan.
Baik Adnan, Ellena dan Gusti hanya diam, mereka tidak keberatan dengan ucapan Revan. Karena mereka juga penasaran dengan identitas kekasih dari anak dan cucu perempuan satu-satunya itu.
"Baiklah, Nama saya Kaisar Raka Narendra dan saya berasal dari keluarga Narendra di ibukota" ucap Kai dengan santainya.
"APA??? NARENDRA???" ucap semua yang ada di sana dengan terkejut kecuali Dara, Dimas, Ryan, Flo dan Arvin.
Sebenarnya Arvin terkejut, namun ia tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya diam dan mengepalkan tangannya erat, ia menyadari jika lawan cinta nya kali ini adalah lawan yang sangat berat.
Dimas dan Ryan tidak terkejut karena mereka tidak tahu siapa itu keluarga Narendra. Sedangkan Flo, ia sudah mengetahui identitas kekasih nonanya itu, jadi ia tidak terkejut.
...••••••...