
Kai menarik Dara untuk duduk di sofa, ia kemudian memeluknya dengan Erat. Sedangkan Dara merespon dengan bersandar di dada bidang Kai dan memainkan jari tangan Kai.
"Kamu nggak keberatan kan kalau aku mengadopsi bayi itu?" tanya Dara dengan suara lembutnya
"Aku nggak keberatan, aku ikut aja apa mau kamu, aku akan lakuin apapun yang penting kamu bahagia. Jadi kapan kita nikah, biar kita bisa cepat mengadopsinya kelak?" Ucap Kai dengan senyum manis menggoda di wajahnya.
"Iiihh kan udah bilang nanti setelah lulus batu nikah. Lagian kandungan Manda belum genap empat bulan. Masih ada lima bulan lagi, kan bisa di undur adopsinya setelah kita nikah baru urus surat-surat adopsinya" ucap Dara
"Kenapa nggak sekarang aja nikahnya" ucap Kai
"Ih maunya!" ucap Dara mencubit perut Kai yang keras itu.
"Diiihh, Ini roti sobek kenapa bantet banget sih, keras. Mana bisa di gigit, di cubit aja nggak bisa" ucap Dara sembari terus mencubit perut Kai.
"Ha-ha-ha" Kai hanya tertawa lepas, ia merasa gemas melihat kelakuan sang kekasih.
"Keluarga kita setuju nggak ya kalau aku angkat anak?" tanya Dara
"Nanti kita bicarain lagi aja dengan mereka, aku pikir tidak masalah dengan adopsi. Tinggal bagaimana kita menyampaikannya saja" ucap Kai yang di balas anggukan kepala oleh Dara.
"Bagaimana kuliah tadi yang?" tanya Kai
"Aku sudah ajuin judul skripsi. Kata pak Sugeng nanti aku di kabari dua hari lagi untuk keputusannya" ucap Dara
"Hmm, semoga di accept ya" ucap Kai
"Hmm aku harap juga seperti itu. Kai, kamu jadi ikut kompetisi beladiri para kultivator itu?" tanya Dara menatap manik mata Kai.
Memang sebelumnya Kai mengatakan jika ia ingin berpartisipasi dalam kompetisi beladiri kultivator akhir pekan nanti, di padepokan maung di daerah Salacca di kota H.
Dierja juga tidak melarang jika cucunya ingin berpartisipasi, itu bisa menambah wawasan Kai dalam ilmu kebatinan atau kultivasi. Kai juga bisa masuk sebagai perwakilan independen, atau kultivator mandi.
Ya, kompetisi ini bebas, siapapun boleh ikut bukan hanya murid dari padepokan, tapi juga kultivator mandiri bisa ikut. Tentunya dengan syarat-syarat yang berlaku seperti yang di sebutkan Tirta dan Kai memenuhi syarat itu.
Sedangkan Dara memutuskan untuk mengantar Kai saja dan menjadi penonton, ia tidak mungkin bisa berpartisipasi karena kekuatannya saat ini sudah berada di tingkat tujuh atau saint level menengah, Dara baru menerobos malam tadi setelah pulang dari kota S.
Bahkan dengan kekuatan Dara saat ini, ia bisa di pastikan menjadi yang terkuat di seluruh pelosok negeri. Sejauh ini, pemimpin di padepokan yang terkuat hanya ada di tingkat Immortal Ascension level senior.
Tapi itu informasi tahun lalu yang di dapatkan oleh Tirta. Jadi belum di pastikan tingkatan mereka yang sekarang di tahap apa.
Sedangkan pemimpin kultivator hitam sudah berada di tingkat yang sama dengan Dara yakni tingkat Saint. Hanya saja Dara tidak tahu di level mana tingkatan saintnya.
Meskipun begitu, Dara bisa memastikan dengan yakin jika dirinya akan menang jika sampai ada pertempuran. Meskipun lawannya berada di tingkat Origin sekalipun.
Itu karena pondasi yang di miliki Dara sangat kokoh, bahkan merupakan pondasi yang terbaik. Apalagi jika di lihat kultivator hitam yang mendapatkan kekuatannya dengan cara instan, bukan dari menyerap Chi dan menyebarkannya secara perlahan. Sudah di pastikan pondasi mereka sangat rentan.
Ibarat banguan yang terlihat bagus dan megah, namun pondasinya tidak kuat. Meskipun di permukaan memakan kualitas nomer Wahid, tapi jika dasarnya tidak kuat pasti akan mudah di robohkan.
.....
Keduanya kemudian menikmati waktu bersantai di ruangan pribadi Kai setelah makan. Setelahnya Kai membawa Dara pulang ke penthouse.
Kenapa ke penthouse? Itu karena Dara mengatakan akan melatih Kai secara pribadi sebelum kompetisi itu di mulai.
"Ini di mana yang? Kenapa tiba-tiba kita bisa berada di sini, tempat apa ini?" tanya Kai menoleh ke kanan dan ke kiri.
Ia sangat takjub melihat pemandangan yang sangat indah yang baru pertama kali ia lihat. Bahkan ia merasakan Chi yang begitu kental, murni dan kuat di sana.
Setelah mata itu di buka, ia sudah berada di hamparan taman yang sangat indah, sejuk dan menenangkan. Apa ka melakukan transportasi?
"Kita melakukan teleportasi dan tempat ini adalah ruang dimensi yang di buat khusus untuk kultivasi oleh Guru, Aku meminjamnya dan mengajakmu ke sini untuk berkultivasi" ucap Dara
Dara tidak mengatakan yang sebenarnya, karena ia tidak bisa menceritakan rahasia terbesarnya itu. Biarlah di kehidupan kali ini, hanya ia seorang yang tahu mengenai ruang dimensi di tubuhnya. Ralat! Hanya dia dan White yang tahu!
"Wah, aku baru pertama kali melihat tempat yang seindah ini" gumam Kai kagum
"Ya, selain itu tempat ini sangat istimewa, kau bisa merasakan Chi di sini sangat kuat dan murni. Dan perbandingan waktu di sini dengan dunia luar cukup jauh. Jika sehari di sini maka di dunia nyata hanya sejam" ucap Dara
"Luar biasa!" ucap Kai takjub.
"Ayo kota ke sana, Kamu bisa membersihan diri di sungai itu dan berkultivasi lah" ucap Dara
Kai mengangguk, ia langsung berendam di sungai yang tak lain adalah air surgawi itu, tanpa melepaskan pakaiannya. Kai merasa sedikit aneh saat berendam di sana, ia sejuk dan hangat bergantian, ia juga melihat kotoran di tubuhnya terangkat.
Kulitnya kini menjadi bersih, ototnya semakin membentuk, dirinya semakin tampan juga merasa kekuatan besar mengalir di sekujur tubuhnya.
"Ra, ini...." ucap Kai
"Itu Air Surgawi, setelah berendam itu akan membantu kamu berkultivasi lebih cepat dari biasanya. Sekarang berkultivasi lah di sana. Aku akan ke sana dulu untuk menyuling pil" ucap Dara
Kai mengangguk menurut, ia langsung beranjak ke sebuah batu, ia mengeringkan tubuhnya dengan Chi lalu mulai berkultivasi.
Wuusshhh!!!!
Wuusshhh!!!!
Wuusshhh!!!!
Sebuah cahaya terus menerus datang dan berputar di tubuh Kai. Chi terus terserap dengan cepat ke tubuh Kai, ia merasakan lautan Chi nya kini semakin penuh.
Hingga hampir setengah hari atau setengah jam di dunia nyata, Kai melakukan kultivasi.
Boooommm!!!!
Suara ledakan terdengar begitu keras, membuat Dara yang sedang menyuling pil menghentikan kegiatannya. Untung saja ia sudah rampung menyuling pil, hingga bahan untuk penyulingan pil tidak sia-sia.
Dara bergegas berjalan ke arah sumber suara yakni di mana Kai berkultivasi, ia melihat banyak cahaya di sekitar Kai membuatnya menganga tidak percaya.
"Sungguh Kai seorang jenius kultivasi!" gumam Dara melihat Kai kini sudah berada di tingkat empat level puncak, padahal baru setengah hari berkultivasi.
Kai membuka matanya, ia sendiri terkejut saat mengetahui ia melakukan lompatan yang begitu cepat dalam kultivasi.
"Selamat Abang pacar, kamu luar biasa" ucap Dara dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Terimakasih kembali sayang, aku tidak menyangka melakukan lompatan sekaligus" ucap Kai, memeluk kekasihnya dan mencium keningnya itu.
"Hmm, sekarang sudahi dulu latihannya, besok kalau kamu tidak ada pekerjaan kita akan latihan fisik untuk mengimbangi kekuatan kamu yang sudah meningkat, agar saat kau menggunakannya kau sudah bisa mengontrolnya" ucap Dara
Kai hanya setuju, dalam hatinya bertekad ia akan berlatih dengan sungguh-sungguh. Ia ingin menjadi kuat dan pelindung bagi orang-orang yang ia cintai.
...••••••••...