The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
298.



Wuussshhhh.....


Splaaassshhh.....


Bias-an cahaya muncul di sebuah ruangan di apartemen milik Kai di kota S. Setelah cahaya itu meredup, terlihat Dara dan Flo sudah berada di sana.


"Kita sampai..." ucap Dara.


Flo tahu jika dirinya kini sedang berada di apartemen Kai di kota S, Flo juga tidak mempertanyakan mengapa tidak berteleportasi ke ibukota. Karena jawaban sudah jelas.


Di ibukota hanya satu Titik untuk teleportasi, yaitu penthouse milik Kai. Dan sudah rahasia umum jika Penthouse milik tuan muda pertama Narendra itu, tidak memperbolehkan orang lain selain Dara masuk ke dalamnya.


Sebenarnya Dara sudah membuat titik formasi lain di ibukota, yakni di ruangan pribadinya di markas kuning. Ia juga membuatnya di Kota H yakni di markas pusat GOD di Goddess Hill Villa.


Namun Dara masih menutup sementara akses untuk keduanya dan tidak membuka sampai benar-benar memerlukannya.


"Kamu tidak menghubungi keluarga dan kekasihmu?" tanya Dara


"Ponselku ada di tas saat naik pesawat, pastinya ponselku tengah berenang ria bersama ikan-ikan di sana. Haaahh, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib orang-orang yang berada di dalam pesawat. Aku masih merasa sedikit takut. Aku pikir aku tidak akan pernah merasa takut, tapi saat mengalami kecelakaan itu aku begitu takut. Aku takut tidak bisa bertemu lagi dengan kamu, Lingga, Keluarga yang baru aku temui dan yang lainnya" ucap Flo menundukkan kepalanya.


"Sudah jangan di ingat lagi, yang penting kamu selamat sekarang" ucap Dara


"Terimakasih sudah menolongku Ra" ucap Flo


"Sama-sama, sebaiknya kamu bersihkan tubuh kamu dan Mengganti pakaian mu, aku akan memasak untuk mengisi perut kita yang mulai keroncongan karena banyak mengeluarkan tenaga hari ini" ucap Dara


"Baiklah, maaf sudah merepotkanmu" ucap Flo tersenyum


"Tidak apa-apa sekali-kali di repotkan, nanti aku yang akan merepotkan mu lain kali dengan pekerjaan segunung di kantor ha-ha" ucap Dara terkekeh.


"Ashiiap bos!" ucap Flo ikut terkekeh mendengar ucapan Dara.


Setelahnya Flo bergegas masuk ke kamar yang memang di sediakan untuk dirinya saat ada di apartemen. Ah lebih tepatnya kamar tamu.


Flo langsung ke kamar mandi membersihkan diri, sedangkan Dara mulai sibuk menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Flo. Setelah semuanya siap, Dara duduk dan mengambil ponselnya dari ruang dimensi.


Ting!


Ting!


Ting!


Ting!


Bunyi ponsel begitu riang terdengar dari ponsel milik Dara.


"Woooahh... Banyak sekali" ucap Dara terkejut mendapati banyak sekali pesan masuk lebih dari seribu pesan. Dan ratusan kali panggilan tidak terjawab dan itu semua bukan cuma dari satu orang tapi banyak orang.


"Banyak gini mulai dari mana aku bacanya? Ah si Abang sayang nyepam banyak juga. Dia pasti panik" gumam Dara.


Ia Terkekeh melihat calon suaminya itu berkali-kali telepon dan mengirim puluhan pesan padanya karena khawatir saat mengetahui Dara hendak mencari keberadaan Flo, yang entah di mana keberadaan nya


Saat Dara hendak mengirim pesan pada Kai, entah ikatan batin mereka kuat atau apa. Justru sekarang ponsel Dara berdering tanda ada telepon dari Kai masuk.


"Hallo Kai" ucap Dara setelah menggeser tombol ke kanan untuk mengangkatnya.


"Hallo sayang, syukurlah kamu angkat teleponnya. Kamu buat aku khawatir, kamu ada di mana sekarang? Kamu baik-baik aja kan? Kenapa kamu nggak nunggu aku dan kita cari Flo bareng-bareng? Kalau ada apa-apa bagaimana? Kamu tahu aku kaget saat break rapat lihat ponsel dapat pesan dari kamu dan baru tahu apa yang terjadi pada Flo. Aku sangat panik sayang" ucap Kai cemas namun nada suaranya terdengar lega saat bisa bicara dengan calon istrinya itu.


"Aku jawab yang mana dulu nih banyak bener nanyanya kaya wartawan ana..." ucap Dara terkejut dan terkekeh karena di serang begitu banyak pertanyaan dari Kai. Dara mengulum senyum karena tahu Kai sangat mengkhawatirkan dirinya.


"Sayang, aku serius" ucap Kai


"Iya Abang sayang, aku jawab. Aku sekarang ada di apartemen kamu di kota S dan aku dalam keadaan baik-baik saja. Nggak perlu cari Flo karena aku sudah bertemu dan bersama dengan Flo sekarang. Dan kenapa aku nggak nunggu kamu? Karena aku tahu kamu sedang sibuk dan banyak yang harus kamu urus di pangkalan militer. Aku nggak bisa nunggu lama karena aku merasa Flo memerlukan aku segera" ucap Dara menjawab semua pertanyaan Kai.


"Flo sekarang bersama kamu? Bagaimana keadaannya?" Tanya Kai.


"Dia baik-baik saja, jangan khawatir" ucap Dara tidak ingin membuat calon suaminya itu khawatir


"Syukurlah, nanti aku kasih kabar ke Group keluarga kalau Flo sudah ketemu dan baik-baik saja. Kau tahu di Group Keluarga Narendra sangat ramai karena berita Flo menjadi salah satu penumpang pesawat yang jatuh, bahkan Tante Sarah sejak siang menangis terus karena khawatir pada calon menantunya" ucap Kai menceritakan situasi pada Dara


"Mereka pasti panik dan juga syok. Kamu kasih tahu mereka saja, kalau Flo selamat dan bersama denganku sekarang. Kamu ada di mana sekarang? Kok tahu Tante Sarah menangis terus?" ucap Dara


"Hmm aku akan kasih tahu. Aku masih di pangkalan, tadinya aku mau keluar samperin kamu tapi kamu nggak bisa di hubungi. Aku tahu situasi di rumah dari group dan mama yang telepon. Ah ya, Lingga sekarang ada di dalam pesawat, mungkin besok sudah sampai di ibukota. Dia sangat khawatir dengan kondisi kekasihnya" ucap Kai.


"Aku tahu... Aku kabari yang lain dulu nanti aku telepon lagi" ucap Dara


"Hmm jangan lupa makan dan istirahat sayang" ucap Kai


"Hmm..." ucap Dara


Telepon pun terputus, Dara membuka pesan lainnya di ponsel. Selain pesan dari keluarganya, Ferdi, Theo, dan yang lain.


Bahkan Richie juga mengirim pesan padanya beberapa jam lalu bahwa ia dan keluarganya bertolak ke negara I menggunakan pesawat jet pribadi. Ia juga mengatakan jika semuanya terkejut dan berharap ada keajaiban Flo selamat.


Semua anggota keluarga Uchiha sangat terpukul, karena mereka baru merasakan keluarga utuh dan bertemu dengan putri mereka. Malah mendapatkan berita tentang kecelakaan pesawat itu. Terlebih Ayumi yang kembali terguncang mentalnya.


^^^🗨️Tuan Richie, jangan khawatir. Flo baik-baik saja dan saya sudah menemukannya dalam kondisi sehat. Dia ada bersama denganku saat ini di kota S. Kalian bisa ke sini atau menunggu lusa nanti di ibukota. 📍Share location _Addara^^^


^^^......^^^


^^^🗨️Lingga, aku sudah menemukan Flo dan membawanya ke kota S _Addara^^^


Begitu pesan yang di kirim oleh Dara pada Richie dan juga pada Lingga. Dara juga mengirim pesan pada yang lainnya, mengabarkan jika Flo selamat dan ada bersama dengannya.


Pagi harinya, Flo di kejutkan begitu banyak yang datang di apartemen. orang-orang itu tak lain dan tak bukan adalah keluarga uchiha yang langsung bertolak ke Kota S setelah menerima pesan dari Dara jika Flo ada bersama nya.


"Mommy Daddy, Richie-San, Kenzi...." ucap Flo terkejut mendapati Keluarganya ada di depannya.


GREP!!!


Flo mendapatkan pelukan hangat dari Sang ibu yang menangis di dalam pelukannya.


"Aya, hiks... Mommy kira akan kehilangan kamu lagi nak. Mommy takut sekali....Hiks...." ucap Ayumi terisak


"Aya baik-baik saja Mom, maaf sudah membuat semuanya panik dan khawatir" ucap Flo memeluk balik mommynya


Flo kemudian bergantian berpelukan dengan seluruh keluarganya, kemudian mempersilahkan mereka semua untuk masuk.


Tak lama kemudian Dara keluar dari kamarnya dengan pakaian rapihnya, ia hari ini masuk kerja karena merupakan hari terakhir ia magang. Saat keluar ia tidak terkejut melihat keluarga Uchiha ada di ruang tamu, karena sebelumya Richie mengabarinya jika ia akan datang ke sana.


Dara juga sudah mengabari Kai dan meminta izin jika ia membawa Flo untuk menginap dan sekarang ada Keluarganya yang dari negara J datang.


"Selamat pagi, Tuan, Nyonya dan tuan muda Uchiha" ucap Dara menyapa semuanya dengan sopan.


Jangan tanya bagaimana respon dari mereka kecuali Richie. Mereka bertiga menatap Dara terpesona, bahkan Kenzi mimisan melihat bidadari tanpa sayap di depannya itu.


"Astaga, bidadari ada di sini.... Awwwsss, sakit kak" gumam Kenzi yang mendapat geplakan oleh sang kakak.


"Jaga bicaramu Ken. Dia adalah nona Addara, nona muda Keluarga Adi Raharjo. Keluarga paling berpengaruh di kota ini" ucap Richie menatap gemas adik laki-laki nya itu.


"Ah, tolong maafkan saya nona. Tapi anda benar-benar sangat cantik seperti bidadari sampai membuat saya tersepona" ucap Kenzi masih dengan tatapan penuh kekaguman pada Dara.


Dara hanya tersenyum menanggapi itu.


"Salam kenal Nona Addara, terimakasih sudah menyelamatkan Flo. Flo sudah menceritakan jika anda yang menyelamatkannya dan menemukannya terdampar di sebuah pulau tidak berpenghuni dan mengobati lukanya yang cukup parah hingga sembuh. Terimakasih banyak, kami sangat berhutang Budi padamu" ucap Ayumi dan Rui.


"Tidak perlu berterimakasih tuan, nyonya, Flo adalah sahabat saya, jadi sudah sepatutnya saya menyelamatkannya. Jika sesuatu terjadi padaku, aku yakin Flo juga tidak akan ragu untuk melakukan seperti halnya yang aku lakukan untuknya" ucap Dara tersenyum.


"Kamu sungguh gadis baik nak, andai saja kamu belum memiliki pasangan. Aku akan dengan senang hati menjodohkan kamu dengan putraku. Tolong panggil aku mommy, no tante" ucap Ayumi, membuat sudut bibir Dara berkedut.


Untung saja tidak ada Kai di sana, kalau tidak Dara tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh calon suami bucinnya itu. Merajuk? cemburu? atau hal lainnya.


"Anda bisa saja nyonya eh maksud saya Mommy, mohon maaf saya harus pergi. Hari ini hari terakhir aku bekerja di rumah sakit, sebelum aku kembali ke ibukota. Jadi mohon maaf saya tinggal" ucap Dara.


Setelahnya Dara pamit keluar dan menuju ke mobil milik Bara dan melajukannya dengan pelan. Tiba-tiba ia teringat sesuatu dan merasakan ada yang janggal.


Langsung saja Dara menepikan mobilnya dan mengambil ponselnya dan menelepon Theo.


"Hallo Bos, benarkah Flo sudah ketemu?" tanya Theo langsung di ujung telepon, begitu ia mengangkat teleponnya.


"Ya, dia ada bersamaku sekarang" ucap Dara.


"Syukurlah, aku sungguh takut dan khawatir saat mendengar berita kecelakaan pesawat itu. Pikiranku langsung ngeblank, setelah sadar aku langsung mencari tahu semuanya dan ternyata memang kecelakaan itu benar adanya dan Flo adalah salah satu penumpangnya. Aku lihat dari CCTV bandara Negara J kalau Flo masuk ke pesawat itu, lututku lemas bagai jelly. Tapi syukurlah kalau Flo selamat" ucap Theo panjang kali lebar.


"Kamu sudah tenang sekarang?" tanya Dara dengan sabar mendengar kalimat panjang Theo.


"Sudah Bos, aku sungguh kagum padamu. Bos bisa dengan mudah menemukan keberadaan Flo dan menyelamatkannya. Bos sangat hebat, luar biasa" ucap Theo dengan antusias dan penuh pemujaan.


Sungguh ia mengagumi bosnya itu, ia semakin terpacu semangatnya untuk lebih giat lagi berlatih. Ia sangat ingin menjadi kuat dan menjadi kultivator hebat sama halnya seperti bosnya itu.


Ya Theo saat ini sedang giat memperkuat fisiknya di tengah kesibukannya mengurus perusahaan. Ia ingin menjadi kultivator sama seperti sahabatnya Ferdi dan Flo.


"Aku tahu aku hebat, jadi kamu harus lebih banyak berlatih jika ingin seperti aku Theo" ucap Dara memotivasi Theo


"Syulit bos, syuuliiitt buat ngejar bos yang udah di spek dewa eh salah Spek Dewi" ucap Theo terkekeh.


"Aku jadi lupa tujuanku menelepon mu Theo, karena kamu ngoceh terus" ucap Dara


"Eh, emang ada apa bos? Ada yang bisa aku bantu? Katakan saja bos, Aku siap membantumu semampu yang aku bisa" ucap Theo lagi dengan yakin.


"Selidiki kecelakaan kakak ku kemarin. Dia menggunakan mobilku saat kecelakaan itu, aku curiga ini bukan kasus kecelakaan biasa" ucap Dara mengutarakan maksudnya.


"Kakak anda kecelakaan bos?" ucap Theo terkejut.


"Ya, maka dari itu aku butuh bantuanmu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Meskipun polisi yang menyelidiki kecelakaan itu, mengatakan jika itu merupakan kecelakaan lalu lintas karena tabrakan beruntun. Tapi aku merasa ada yang janggal, jadi aku ingin memastikannya" ucap Dara


"Bos tenang saja, aku akan mencari tahu semuanya" ucap Theo dengan yakin


"Terimakasih Theo" ucap Dara dengan tulus.


"Tidak perlu berterima kasih Bos, bagiku kau adalah panutanku dan selamanya akan menjadi orang yang aku kagumi dan aku hormati" ucap Theo sungguh-sungguh.


Setelah telepon terputus, Dara kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit. Urusan Flo sudah selesai, tentang kecelakaan Bara juga Dara sudah serahkan pada Theo untuk mencari tahu kejadian sebenarnya.


Jadi kini ia hanya perlu fokus untuk hari terakhirnya bekerja. Meskipun kemarin ia bolos kerja, namun Alden memakluminya dan memberikannya keringanan.


Rencana hari ini ia bersama dengan semua Dokter dan perawat di Prayoga Hospital, untuk makan malam bersama tetap berjalan.


Dara akan mengajak mereka makan sebagai ucapan terimakasih sudah menjadi rekan yang baik dan memberikan ilmu yang bermanfaat untuk dirinya selama tiga bulan ini.


Dara akan merindukan suasana ia bekerja di Prayoga Hospital yang sangat hangat dan penuh rasa ke keluargaan nantinya. Jadi ia berusaha bekerja dengan baik di hari terakhirnya hari ini.


...•••••••...