
Beberapa hari ini Dara menikmati kebersamaannya dengan Kai di kota S. Mereka jalan-jalan dan menunjukan kasih sayang mereka di depan umum.
Meskipun acara mereka harus terbagi dengan pekerjaan Dara di rumah sakit, namun Dara tetap menjalaninya dengan penuh suka cita. Kai pun tidak masalah. Justru ia beberapa hari ini dengan rajin menjemput sang calon istri di rumah sakit.
Keadaan rumah sakit? Jangan tanya! Kedatangan Kai membuat heboh. Semua rekan Kerja Dara terkejut saat tahu Dara sudah bertunangan dan tunangannya sangat tampan.
Berbeda dengan Nia yang mengetahui kalau Dara bertunangan dengan cucu atau putra tertua keluarga Narendra di ibukota. Itu artinya pria yang ada di depannya adalah pria paling berkuasa di negaranya. Nia nyaris pingsan di buatnya karena begitu banyak berpikir.
Setelah beberapa hari menghabiskan waktu bersama Dara di kota S. Hari ini Kai harus kembali ke ibu kota untuk menyelesaikan masalahnya, hal itu berhubungan dengan Harun dan para bajingan yang lainnya.
Meskipun Harun dan keluarganya berhubungan cukup baik, namun Kai tidak pantang mundur untuk menangkap Harun. Harun itu bagaikan hama yang harus segara ia basmi. Kalau tidak ia akan menjadi penyakit yang membuat semua orang menderita.
Terlebih Kai sudah mengantongi izin dari Galuh. Bahkan Galuh menawarkan bantuan, namun Kai menolak dengan bantuan Galuh.
Sesuai dengan ucapan Dara, Kai menunggu Dara datang ke ibukota. Karena rencana nya ia akan melakukan penyergapan malam ini juga di kediaman Harun. Ia berharap semuanya berjalan dengan lancar dan Harun bisa di tangkap dengan mudah.
Malam pun datang dengan Cepat, Dara juga sudah sampai. Dara berteleportasi dengan perantara penthouse milik Kai. Sebelumnya Ia sudah memasang formasi teleportasi di penthouse Kai dan Apartement Kai di Kota S. Agar bisa berteleportasi untuk lintas kota.
Kini semua anggota tim falcon berkumpul, semuanya sudah siap menyergap Harun di kediamannya di pusat ibukota. Semuanya berpakaian hitam-hitam. Kai melakukan Briefing sejenak sebelum penangkapan di lakukan.
Sebenarnya tim Falcon datang adalah pengalihan. Tugas penangkapan Harun akan di lakukan oleh orang lain.
Dengan pasti Anggota Falcon merangsek masuk ke dalam kediaman Harun. Kedatangan mereka yang tiba-tiba, membuat keributan di dalam kediaman. Karena penjaga yang di miliki Harun semuanya melawan, tim Falcon berhasil membekuknya dan menangkap semua yang dmverada di rumah itu.
Mendengar keributan itu, Harun pun mengintip. Ia terkejut saat kediamannya sudah sergap, ia lengah saat berpikir dirinya aman tidak akan terendus. Nyatanya justru kebalikannya.
Dengan segera Harun berlari meninggalkan sang istri yang tengah tidur lelap. Satu-satunya pikiran Arun saat ini adalah ingin masuk ke jalan rahasia agar meloloskan diri. Namun sayang seribu sayang, saat ingin melarikan diri dengan jalur rahasia. Anggota GOD sudah berdiri di depannya secara tiba-tiba.
"Tuan Harun, anda tidak di izinkan keluar" ucap Anggota GOD dengan suara Deepnya.
"Siapa kamu?" tanya Harun ketakutan, namun ia coba untuk tenang.
Dengan sigap Harun mengambil ancang-ancang untuk melawan. Meskipun ia sudah sepuh atau paruh baya, namun ia tetap seorang perwira militer yang memiliki pengalaman bertarung di Medan perang.
Tapi sayangnya pengalaman itu sama sekali tidak membuat takut anggota GOD itu. Anggota GOd hanya tenang.
Harun hendak menyerang, namun dengan cepat serangan telak berbalik, anggota GOD dengan cepat melumpuhkan Harun dalam satu kali pukul dan membawa Harun pergi.
Wusshhhh!!!
Anggota GOD langsung menghampiri Dara dan Kai yang menunggu sudah di ujung sana. Keduanya memang tidak berencana turun tangan secara langsung sama sekali, jadi ia membiarkan Anggota GOD yang turun tangan menggantikannya.
"Kerja bagus" ucap Kai memuji anggota GOD
"Terimakasih pujiannya tuan muda" jawab Anggota GOD.
"Kembalilah, tugasmu sudah selesai. Aku akan memberikan bonus untukmu. Ambil ini sebagai bonus lainnya" ucap Dara melemparkan sebuah pil yang akan meningkatkan kekuatan
"Baik, Terimakasih Star Queen" ucapnya kemudian menghilang.
Kai langsung saja memasukan Harun dalam cincin ruang miliknya Sebelum orang lain melihat keberadaan Harun dan melihat fungsi cincin ruang miliknya. Operasi penangkapan itu pun berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun.
....
Di markas tim Falcon Kai mengeluarkan Harun, Aoda, Richard dan juga Loddy. Dia sengaja menyimpan Sanim untuk di urus nanti. Karena bagaimana pun Dong ikut serta untuk menyiksa Sanim nantinya untuk melampiaskan balas dendam mendiang Putrinya.
BYUR!!!
Keempatnya membelakan matanya tersadar, gelagapan saat air panas mengguyur badannya.
Tentu saja hal itu membuat terkejut plus merasakan panas yang membuat kulit mereka memerah seketika.
"Aaarrrggghh!!!" jeritan terdengar bersahutan di dalam ruangan itu. Suaranya begitu nyaring menggema
"Hai...." sapa Dara pada mereka berempat, melambaikan tangannya
"Si*l! Siapa kamu? Kenapa kamu menangkap ku?" tanya Loddy dengan marah, ia sama sekali tidak menggubris berapa cantiknya wanita di depannya. Itu karena cahaya di ruangan cukup gelap
"Benar, aku tidak pernah memiliki masalah dan dendam padamu. Lepaskan aku sekarang juga. Atau akan ku buat kau menderita gadis kecil" sahut Aoda.
"Kata siapa kita tidak punya urusan?" ucap dara terkekeh.
"Jelaskan apa salahku?" tanya Richard.
Hanya Harun yang diam saja, karena ia terkejut saat melihat Kai ada di sebelah Dara. Ia sudah menebak jika Kai sudah mengetahui tentang rahasia besar milik nya dan juga mereka yang ditangkap. Yang memang sudah berkoalisi untuk menciptakan keuntungan semata, namun dengan cara yang menimbulkan kerugian bahkan korban jiwa nantinya.
"Aku hanya ingin bermain-main, siapa yang duluan" ucap Dara
Namun sayangnya tidak ada yang menyahut ucapan Daa.
"ah tidak asik, kalau gitu biar aku sendiri yang pilih. Aku pilih kamu deh" ucap Dara menunjuk Aoda.
"Tahan sedikit Oke, ini akan membuatmu pusing sedikit" ucap Dara sembari menggunakan sarung tangan karet yang sengaja ia bawa untuk berjaga-jaga, agar ia tidak menyentuh tubuh menjijikan para bajingan ini. Ia ingin tetap steril dari kuman-kuman para bajingan
"Siap?" ucap Daa meletakan telapak tangannya di atas kepala Aoda. dengan seringai yang tidak luntur dari wajahnya.
Mereka semua awal mulanya tidak mengerti apa yang akan di lakukan oleh Dara. Namun sedetik kemudian setelah mendengar jeritan Aoda. Semuanya merinding seketika dan merasa takut.
Dara tidak berhenti sampai di sana dan terus mengambil memori milik Aoda, tapi ia tidak membiarkan Aoda mati begitu saja. Ia hanya menyisakan sedikit kewarasan hingga Aoda tidak mati.
Namun ternyata itu berefek sangat fatal bagi Aoda. Aoda kini terlihat lebih idiot di banding idiot lainnya. Ia hanya diam kaku, dengan mata melotot dan Lidah yang menjulur. Namun ia masih hidup karena masih bernafas.
Ini sama saja Aoda Dara jadikan mayat hidup sekarang.
"Ouuuppsss!!! Aku berlebihan rupanya" ucap Dara pura-pura terkejut.
Namun apa yang di lakukan Dara justru membuat tiga orang lainnya merinding dan beringsut ketakutan. Mereka takut mendapat giliran mereka melakukan itu.
"Jangan, tolong maafkan kami. Kami mengakuinya, kami mengakui nya. Tolong lemparkan kami ke penjara saja. Aku siap di hukum" ucap Richard dan yang lainnya.
Hanya saja Dara tidak mau berhenti.
"Sayangnya aku nggak mau, karena hukuman yang pantas untuk kalian itu adalah hukuman Yang ada di tanganku" ucap Dara terkekeh.
Mengingat apa yang ada di memori Aoda membuat Dara mual. Bagaimana tidak, adegan di sana membuat Daa tidak habis pikir.
"Aku tidak menyangka, selain kalian penjahat yang suka memperkosa gadis kecil, membunuh dan juga mengoperasikan barang-barang haram lainnya. Ternyata kalian juga memiliki se*s yang menyimpang. Cih benar-benar sangat menjijikan!!!" ucap Dara
Dara mengetahui itu semua dari memori Aoda. Bahwasannya Aoda, Richard dan Loddy adalah pasangan multiple.
Mereka sering bermain bercocok tanam, makan Oreo bertiga, mereka bertiga bermain saling sodok lewat jalur pintas belakang. Hal itu membuat pikiran Dara saat ini ternodai karena memori Aoda yang penuh dengan kemaksiatan yang menyimpang.
"Ah, bagaimana kalau aku menyiapkan semuanya, darai tempat dan juga alat perekamnya. Dan kalian bisa melakukannya bertiga, eh salah. Berempat. Ajak juga itu si Harun, bagaimana kamu masukan tua bangka?" tanya Dara terkekeh saat melihat respon Harun.
"Tidak! Aku mohon maafkan aku! Lepaskan aku! Kai tolong lepaskan paman mu ini Kai. Kau tahu kalau paman dan Ayahmu adalah sahabat sejak kecil. Paman hanya khilaf melakukan ini, paman gelap mata dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Harun di tengah ketakutannya.
"Cih, aku tidak memiliki paman sepertimu, dan bibiku tidak pernah menikah dengan orang sepertimu" respon Kai sambil berdecih jijik melihat wajah tidak tahu malunya Harun.
"Kai tolong percaya pada paman, paman janji tidak akan melakukannya lagi. Ini kali terakhir paman melakukan hal dosa seperti ini. Kalau tidak, kamu bisa penjarakan paman saja, itu tidak masalah, paman akan mengakui semuanya pada pihak berwajib. Paman mohon bawa paman ke kantor polisi saja" ucap Harun yang ketakutan.
Harun bukannya tidak tahu penyimpangan apa yang di lakukan tiga orang temannya ini. Jadi ia tidak ingin ikut andil di dalamnya. Membayangkannya saja ia merasa jijik.
Harun adalah pria normal, ia tidak suka jenis se*s seperti itu. Itu membuatnya mual dan tidak habis pikir pada tiga rekannya itu.
Melihat Kai yang hanya bergeming, Harun terus memohon agar Kai luluh padanya dan tidak melempar dirinya untuk bermain dengan tiga rekannya.
"Kai, paman mohon. Setidaknya lakukan ini demi hubunganmu dengan keponakan Paman, Megan. Megan pasti akan marah padamu jika tahu pamannya di perlakukan seperti ini oleh calon suaminya. Ia pasti akan sakit hati dan menangis semalaman" ucap Harun penuh drama yang menjijikan.
Mendengar itu Kai dan Dara terkejut, raut wajah Kai pun berubah menjadi tegang. Ia tidak takut ancaman Harun, tapi ia takut Dara salah paham padanya. Sedangkan ekspresi yang di tangkap Harun adalah Kai takut jika Megan marah padanya. Jadi ia semakin berani.
Harun memang tidak tahu dan tidak di undang saat acara pertunangan Dara dan Kai saat itu. Pada waktu itu, harun bertugas di perbatasan selama beberapa bulan. Jadi ia tidak tahu kalau Kai sudah bertunangan dengan Dara, dan menganggap Kai dan Megan berhubungan.
"Kai!" ucap Dara menatap Kai dengan tajam
GLEK!
Kai menelan salivanya susah payah, saat ia melihat wajah Dara yang menatap tajam padanya membuat Kai jadi takut. Astaga rasanya ingi. Sekali Kai mencincang Harun yang bicara sembarangan di depan Dara. Ia benar-benar takut Dara percaya ucapan omong kosong Harun, lalu Dara salah paham dan meninggalkannya.
Kai tidak ingin hal itu sampai terjadi, sama sekali tidak ingin. Saat Kai ingin mengucapkan sesuatu pada Harun, namun suara tawa yang membahana Dara menggema di ruangan itu.
"Ha-ha-ha, apa tadi yang kau bilang pak tua? Megan dan Kai adalah sepasang kekasih? Apa kau bermimpi? Bangun hey!" ucap Dara.
"Ya, memang begitu kenyataannya. Bahkan mereka berencana akan menikah nantinya. Kamu pasti salah satu wanita yang mengharapkan Kai. Jangan harap Kai mau dengan wanita model seperti kamu yang kasar dan juga psiko. Asal kamu tahu, Kai itu cinta mati dengan keponakanku yang cantik dan baik hati" ucap Harun dengan percaya dirinya
"Ha-ha-ha-ha" Tawa Dara semakin keras, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa mendengar ocehan Harun.
"Benar begitu kai?" tatapan Dara berubah secepat kilat. Tidak ada tawa lagi, yang ada justru tatapan membunuh yang di layangkan oleh Dara padanya
"Ti-tidak Sayang, Demi tuhan. Aku tidak pernah berhubungan dengan wanita lain selain kamu. Aku juga baru pertama kali berpacaran dengan kamu. Kamu adalah yang pertama dan terakhir bagiku. Jangan dengarkan omong kosong si Harun! Kau berani bersumpah demi apapun untuk membuktikan nya. Atau kamu mau aku membunuh wanita ja**ng itu? Akan aku lakukan" ucap Kai denga wajah pucat nya dan memohon pada Dara
"Begitukah?" tanya Dara yang di sambut anggukan kepala Kai dengan antusias.
"Ha-ha-ha, Sayang kenapa wajah ketakutan dan panik kamu sangat lucu sekali" ucap Dara kembali tertawa saat melihat ekspresi Kai.
"Kamu tidak marah?" tanya Kai polos heran.
"Kenapa aku harus marah?" tanya balik Dara
"Karena ucapan diabyang mengatakan omong kosong itu" ucap Kai menunjuk ke arah Harun.
"Sayang, aku tidak bodoh dan bukan orang yang tidak paham seberapa besarnya cinta kamu padaku. Jika benar yang di ucapkan si bajingan satu ini. Tidak mungkin kita pacaran dan bertunangan. Bahkan kedua keluarga kita sudah sepakat dan merestui hubungan kita. Aku tidak akan terkecoh oleh ucapan busuk penuh dusta dan karangan dari mulut bajingan Seperti dia. Lagian kalau kamu mau sama Megan, aku tidak masalah. Aku hanya bertanya-tanya. Apa kamu beneran doyan dengan perempuan yang banyak tambalan di wajah, dada dan pantatnya?" ucap Dara blak-blakan
"Aku hanya menyukai kamu, jangan bicarakan hal yang tidak mungkin aku lakukan" ucap Kai memeluk Dara posesif.
"Aku percaya padamu" ucap Dara tersenyum kemudian mengecup bibir Kai.
Adegan itu membuat Harun terkejut dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Gadis di depannya adalah tunangan yang sebenarnya Kai? Lalu Megan? Siapa Megan bagi Kai?
Bukankah selama ini Megan selalu bercerita padanya dan juga Keluarga besarnya, jika ia merupakan kekasih Kai dan akan menikah dengan Kai? Bahkan kedua keluarga juga terlihat dekat, tapi itu memang karena mereka berteman sejak lama
Sungguh Harun tidak bisa berpikir sekarang, sebenarnya siapa yang benar. Ia sendiri bingung
...•••••••••...