The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
323. Kecerdasan Baby Langit - Akhir dari Megan



Seminggu kemudian...


Kai dan Dara sudah kembali dari bulan madu, Kai juga sudah kembali bekerja di pangkalan. Dara sendiri tengah asik bermain dengan Baby Langit yang baru saja ia jemput dari mansion.


Saat ini Dara membawa baby Langit ke kantor, Shine juga berada di sana. Ia dengan sigap mengantikan menjaga Baby Langit, jika Dara harus fokus dengan kerjaannya yang cukup menumpuk itu.


"Da... Da... Cu... eeaakkk" oceh Baby Langit tertawa sembari menyedot botol susu di tangannya.


Hal itu membuat Dara yang tengah memeriksa dokumen menoleh ke arah baby Langit. Ia terkekeh saat ia paham bayi kecil nan pintar itu sedang memberitahu dirinya jika ia sedang minum susu.


Dara tidak aneh, bayi berusia 2 bulan itu sangat cepat tubuh kembangnya, daya tangkap yang sangat menakjubkan dan kecerdasan luar biasa di bandingkan anak-anak seusianya.


"Enak susu nya hmm?" ucap Dara Mencium gemas pipi gembul putranya itu.


Baby Langit hanya tertawa dan meneruskan minum susunya, ia bahkan bisa memegang sendiri botol susu ukuran besar itu. Sungguh anak ajaib!


Hal itu pula yang membuat Dara harus ekstra hati-hati menjaga baby Langit, ia bahkan memasang Barier di tubuh baby langit. Agar apapun yang terjadi pada baby Langit, itu akan selalu terhubung dengan dirinya.


"Da..Da..bis" oceh Langit lagi.


"Wah, udah abis. Anak Bunda pinter banget, kenyang sayang? Sini mau duduk sama bunda?" ucap Dara.


"Yaakkk...." Baby langit senang dan menjulurkan kedua tangannya.


Dengan sigap Dara menggendong Langit dan mendudukkannya di pangkuan. Ia lalu menyingkirkan berkas kantor dan menarik sebuah poster besar dengan tulisan huruf-huruf, angka, aneka buah dan hewan.


Meskipun masih dua bulan, Dara tahu daya ingat, sensorik dan motorik putranya sudah mampu untuk menangkap semua yang ia lihat dan dengar. Bahkan ia bisa cepat mengikuti apa yang ia lihat dan dengar.


Baby Langit melihat dengan diam dan duduk tenang patuh, ia memperhatikan apa yang di ucapkan dan di tunjuk olah bundanya itu. Posisi fokusnya itu sangat menggemaskan hingga membuat Shine mengambil gambar dan juga video.


"Ini A,B,C..... Anak Bunda tahu ini apa?" ucap Dara membaca semua huruf dan bertanya secara acak pada salah satu huruf di sana.


"EL..." jawab Baby Langit.


"Woaahhh..." kini shine yang menatap takjub dengan bayi ajaib itu, melihat respon Shine Baby langit terkekeh dan tepuk tangan. Dara juga terkekeh melihat Baby Langit, ia kemudian menatap Shine tersenyum.


"Baby Langit memiliki hal yang jauh lebih tidak terduga dari anak seusianya, jadi harap kamu awasi apa saja yang ia lihat dan dengar. Karena ia sangat mudah menyerap semuanya. Ajari dia yang baik saat kamu bermain bersamanya, jika ada hal tidak baik, kamu bisa larang dengan cara halus lebih dulu" ucap Dara.


"Baik Nona" ucap Shine mengangguk paham.


"Sudah ku bilang jangan panggil Nona, panggilan aja aku Dara. Karena cepat atau lambat kamu akan jadi kakak iparku" ucap Dara membuat wajah Shine memerah mendengar nya.


Seminggu ini, dia memang sangat dekat dengan Bara, bahkan pria itu memutuskan untuk berlibur di Ibukota sampai Minggu depan demi dekat dengan Shine. Itu semua karena peran Ellena yang terus mendekatkan dirinya dengan pemuda tampan itu.


"Kakakku orang baik, kamu tahu Shine? Kamu adalah wanita pertama yang membuat ia uring-uringan jika tidak melihatmu, dia juga sangat bahagia jika menceritakan kamu, Kamu adalah cinta pertamanya. Jika kamu memiliki perasaan yang sama, cobalah untuk buka hati kamu dan menerimanya" ucap Dara


"Ak..aku..." ucap Shine menunduk.


"Jangan terlalu terbebani dengan kata-kataku barusan, hidupmu kamu sendiri yang menjalaninya. Bahagia atau tidaknya, kamu sendiri pula yang merasakannya. Jadi lakukan apa yang kamu mau, ikuti saja hati kecilmu. Semua keputusan kembali padamu, aku hanya mengutarakan apa yang ingin aku ucapkan saja. Lebih baik kamu pikirkan itu agar tidak menyesal di masa depan" ucap Dara lagi.


"Hmm..." Shine hanya bisa mengangguk mendengar itu.


Keduanya pun mulai kembali mengajari Baby Langit yang sangat pintar dan menggemaskan itu.


....


Di markas pusat organisasi GOD di kota H.


Dark mendapati pesan dari Dara jika dirinya harus kembali ke ibukota bersama dengan White dan segera membereskan Megan di sana.


Dara berpikir percuma untuk membuat Megan sadar, karena pikiran wanita itu di penuhi dengan obsesi tinggi dan kehaluan yang sama tingginya pula. Bahkan tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana yang bukan.


Ya bisa di bilang Megan sudah tidak waras karena obsesinya itu, sampai di siksa sedemikian rupa pun. Ia masih memiliki pikiran dan niatan untuk membunuh Dara dan merebut Kai.


Sungguh ketololan bin kebegoan yang hakiki!


"White, nona mengatakan kita harus akhiri sekarang juga, kita harus kembali ke ibukota" ucap Dark sembari mengelus kepala White.


White merespon nya dengan mengaum, ia juga tidak sabar ingin memisahkan seluruh anggota tubuh Megan dan mengoyaknya sampai mati.


"Hah... Kamu boleh ikut juga kalau mau" ucap Dark yang paham dengan keinginan sang adik.


"Yesss!!!" Begitu bahagianya Tamy saat di berikan izin kakaknya untuk ikut menyiksa dan menyaksikan detik-detik wanita gila itu meregang nyawa.


"Kenapa kamu tidak sekolah?" tanya Dark saat mereka bertiga berjalan menuju ke ruangan belakang.


"Gurunya sedang rapat bahas turnamen basket yang di selenggarakan di sekolahku, kak. Jadi seluruh siswa hari ini di liburkan dan hanya di berikan tugas oleh wali kelas" ucap Tamy


Dark mengangguk paham, ia tahu jika Tamy tidak akan berbohong apalagi membolos dari sekolahnya. Tamy sangat ingin sekolah dan ia sangat bersyukur dan berterima kasih pada Dara karenaewujudkan keinginannya itu. Jadi bagaimana mungkin dia membolos sekolah bukan?


Tamy sendiri biasanya sangat benci saat sekolah libur karena rapat atau hal lain, karena ia merasa sangat bosan dan tidak bisa bermain bersama teman sebayanya jika di mansion. Bagaimana pun ia adalah remaja yang masih ingin bermain dengan teman-teman nya.


Namun kali ini ia sangat senang dan bersyukur karena ada rapat di sekolahnya. Karena itu pula ia bisa ikut menyiksa wanita yang sangat ia benci karena sudah membuat susah idolanya.


BRAK!!!


Pintu ruangan di buka dengan keras membuat Megan yang meringkuk di sana terkejut dan menoleh ke arah pintu dengan tatapan tajam penuh kebencian pada Dark.


"Lepaskan aku! Aku ini istri Kaisar, aku akan membunuh kalian karena berani menyekap nyonya muda Keluarga Narendra. Kaisar tidak akan membiarkan aku terluka" ucap Megan yang otaknya semakin bergeser itu, hingga daya halunya makin menjadi.


Grrrrrrrr!!!!


"Aaahhh....Pergi!!!! Jangan mendekat...." ucap Megan tiba-tiba ketakutan saat White mendekatinya. Ia juga langsung teringat dengan jelas betapa buas hewan itu menyiksanya, mencakar, mengigit dan mengotak tubuhnya hingga satu tangan dan kakinya hilang. Kini tubuh nya menggigil karena takut saat mengingatnya.


"Lakukan apa yang kamu mau, White" ucap Dark


Grrrrrrr!!!!


"White, boleh sisakan kepalanya padaku? Aku ingin mengancurkannya, tanganku benar-benar sudah gatal" Ucap Tamy dengan semangat mengatakan itu.


White hanya mengangguk dan kemudian dengan cepat menerjang tubuh Megan.


BUAK!!!!


"Aakkkhhh...." Megan teriak saat tubuhnya terdorong ke tembok.


GREP!!!


KRAK!!!


"Aaaaaarrrgggghhhhh lepaaasss, sakiiiittttt aaakkkkhhhhhh, hiiikksss ampuuuunnnnnn saaaaaakiiiiiitttttt" teriak Megan saat White mengigit keras kaki yang tersisa.


Sebisa apapun Megan berontak, ia tidak bisa melepaskan gigitan White.


KRAK!!! SRET!!! TAK!!!


White mengoyak hingga kaki itu terlepas dari bagian tubuh lainnya.


"Tidaaaakkkkkkkkk!!!! Aaaakkkkkhhhh!!!" teriak Megan dengan keras.


Tidak cukup sampai di situ White mendorong Megan dan kembali mengigit tangan Megan yang tersiksa dan menariknya hingga putus.


Mengabaikan teriakan Megan yang mulai lirih White kini memukul tubuh dada Megan dengan keras, mengoyak dada perut dan menarik seluruh isi perut hingga bercecer...


"Huuuuggggghhh...." Saat detik-detik Megan meregang nyawa, ia melihat seringai Tamy yang mendekat dan....


BUGH!!! BOOOOMMM!!!


Kepala Megan di tendang dengan keras oleh Tamy dan terlepas dari tubuhnya dan meledak, hancur berkeping-keping hingga darah mencuat kemana-mana beserta puing dari isi kepala Megan.


Kini ruangan itu berantakan dengan darah di mana-mana, potongan tubuh, isi perut Megan dan juga tercium bau anyir yang pekat.


"Selamat tinggal wanita Gila!!! Semoga di neraka Dewa neraka akan lebih menyiksamu lebih kejam lagi" ucap Tamy terkekeh.


...••••••••...