The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
337. Bertemu dengan hama lama



Dara fokus mengerjakan pekerjaan dirinya dan pekerjaan Flo yang ia ambil alih, setelah Flo melakukan tugas yang ia minta untuk menyelidiki tentang keterlibatan Keluarga Damian dengan Ki Rawa.


Sampai jam menunjukan pukul 4 sore, Dara baru menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk itu.


Itu termasuk sangat cepat dirinya mengerjakan pekerjaan dua orang sekaligus, dalam kurun waktu satu hari. Karena jika orang biasa yang mengerjakan itu, bisa-bisa selesai 2 sampai 3 hari dengan dokumen sebanyak itu.


Dara meregangkan ototnya, ia melewati makan siangnya karena terlalu fokus bekerja. Kini calon anak-anaknya di dalam perut berdemo meminta Dara untuk segera mengisi energi mereka dengan makan.


"Makan martabak telor pakai selai strawberry enak kayanya, aduh bayangin nya aja ngiler" ucap Dara terkekeh dengan keinginan anehnya itu.


Segera saja ia keluar dari kantornya, ia berencana pergi ke Star Restaurant untuk makan makanan yang sangat ia inginkan itu. Dara segera melajukan mobilnya dengan pelan ke restoran miliknya itu.


Hanya butuh kurang dari tiga puluh menit, dirinya sampai di restoran. Dara langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus, lalu bergegas keluar karena tidak sabar ingin makan.


BRUK!!


Saat masuk ke dalam resto, Dara tidak sengaja bahunya kena tabrak oleh seseorang yang baru saja keluar dari resto.


"Maaf nggak senga..." ucap Wanita itu tidak meneruskan ucapannya saat melihat siapa orang yang ia tabrak.


Wajah wanita itu langsung berubah terlihat tidak suka dan menyipitkan matanya, kepalanya ia dongakkan ke atas dengan sombongnya.


"Maka nya jalan itu pakai mata!! Buta ya!" ucap Wanita itu sinis.


Dara yang mendengar itu menaikan sebelah alisnya, ia mengamati wajah wanita di depannya. Sedetik kemudian dia mengingat wanita yang berkata sinis padanya itu.


Sangat kebetulan Dara bertemu dengan wanita yang tak lain adalah Amelia, seorang dokter wanita yang waktu itu menjadi dokter militer yang bertugas di desa F di provinsi K.


Tempat di mana Kai bertugas dan pertama kali bertemu dengan King Lintang.


"Sepertinya ada yang salah, bukankah sebenarnya mata dan otak anda yang bermasalah nona?" Ucap Dara sarkas.


Mendengar ucapan bos mereka, para pelayan di sana berusaha menahan tawa mereka. Mereka melihat jika yang salah di sini adalah Amelia, tapi mereka hanya diam karena Dara memberikan kode pada mereka untuk diam di tempat.


Sedangkan Amelia menggeram marah karena merasa di permalukan di depan umum, oleh wanita yang sangat ia benci semenjak tahu Dara adalah kekasih dari pria yang sudah ia sukai sejak datang ke desa F itu.


"Kau! Jaga mulutmu ya, dasar perempuan gatel, pelakor!" ucap Amelia berteriak kencang.


Ucapannya yang begitu keras itu membuat atensi semua para pengunjung yang ada di lantai pertama mengarah pada mereka berdua.


"Kau yang jaga mulutmu! Apa maksudmu mengataiku seperti itu, pergi kau dari sini!" ucap Dara kesal dan moodnya juga sedang buruk saat ini karena bertemu wanita halu lainnya.


"Apa hakmu mengusirku dari sini? Dasar ja*ang pelakor!" ucap Amelia marah saat Dara dengan jelas mengusirnya dari restoran.


"Siapa yang kau sebut ja*ang dan pelakor itu?" ucap seseorang dari balik kerumunan.


Orang itu tak lain adalah Sarah dan Genta yang kebetulan baru selesai makan bersama para koleganya, mereka baru saja selesai membahas masalah kerja sama yang akan mereka di realisasikan setelah pernikahan Lingga dan Flo.


"Tentu saja perempuan ini, asal kalian tahu. Dia itu pelakor, iamerayu pacarku dengan wajah cantik dan polosnya ini" ucap Amelia menunjuk ke arah wajah Dara.


"Memang siapa pacar kamu itu?" tanya Sarah dengan tenang, meskipun tangannya saat ini sudah gatal ingin mencabik-cabik wanita di depannya. Bagaimana dia tidak kesal melihat sanggota keluarganya di hina di depan umum.


Sedangkan Dara yang melihat adanya Sarah justru dia diam saja, ia hanya ingin menyaksikan drama apa yang perempuan ini tampilkan sekarang. Tanpa tahu bahaya apa yang sedang mengancamnya di masa depan.


Dara yakin jika Tante dari suaminya itu sedang gatal ingin menyiksa wanita yang berani mengusik keluarganya.


"Kaisar Raka Narendra, dia pacarku yang sudah wanita ini rebut!" ucap Amelia dengan pedenya.


Semua orang terkejut mendengarnya, melihat semua orang terkejut membuat Amelia senang karena merasa sudah berhasil membuat nama Dara menjadi buruk di depan orang banyak.


Di sisi lain, Dara hanya menghela nafas dan mengolok Amelia pelan.l karena kebodohan wanita itu menggali kuburannya sendiri.


"Apa dia tidak punya TV di rumahnya? Apa dia begitu kolot sampai tidak tahu orang yang ia sebut itu adalah suamiku? Bahkan semua orang di ibukota, Bahkan mungkin seluruh negara dan dunia tahu kalau Kaisar Raka Narendra adalah suami dari Addara Azalea Adi Raharjo.


Bahkan dengan bodohnya ia berkata seperti itu di depan Tante Sarah, dia mencari kematian. Aku tidak perlu mengeluarkan upaya untuk memberikan ia pelajaran, karena pasti Tante Sarah dengan senang hati melakukannya" ucap Dara pelan, hingga hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.


Ia menggeleng pelan melihat kelakuan Amelia. Lihat saja para kolega om dan tantenya ikut menggelengkan kepala juga, karena mereka jelas melihat kebohongan yang Amelia ciptakan.


Namun mereka tetap diam dan menikmati drama gratis yang ada di depan mereka.


"Oh ya? Apa ada bukti jika kau adalah pacar seorang tuan muda Narendra?" tanya Sarah menahan tawanya yang hampir pecah.


"Tentu aku punya, bahkan aku sangat dekat dengan keluarga Narendra. Tapi wanita Ja*ang ini merebutnya dari ku dan merayunya dengan tubuhnya itu" ucap Amelia membual.


Ia merasa di atas angin karena berhasil membuat nama Dara begitu buruk depan orang-orang, ia tidak menyadari jika ia membuat masalah untuk dirinya sendiri.


"Oh... Tapi aku merasa tidak mengenalmu" ucap Sarah membuat semua orang menahan tawanya.


"Aku bukan selebriti jadi tentu saja Kau tidak mengenal ku" ucap Amelia kesal karena wanita depannya itu selalu membalas ucapannya.


"Harusnya kalau memang iya benar yang kamu ucapkan, Bukankah seharusnya kita sudah saling mengenal?" ucap Sarahenvibir dengan jijik ke arah Amelia.


"Memang nya siapa kamu sampai aku harus mengenalmu? Kamu bukan artis dan aku juga tidak mau mengenalmu" ucap Amelia dengan nada tinggi dan tidak sopan.


Mungkin karena ia melihat penampilan Sarah yang terlihat seperti seumuran dengan nya. Ya, penampilan Sarah memang seperti wanita usia dua puluhan setelah mengkonsumsi pil kecantikan dari Dara.


"Diam kau? Punya hak apa kau mengomentari cara mendidik di keluarga ku? Siapa juga yang mau berhubungan dengan putra atau keponakan mu, aku tidak sudi memiliki Tante atau mertua sepertimu" ucap Amelia.


"Sungguh wanita bodoh! Beraninya kau berkata seperti itu pada istriku!" kini yang berbicara adalah Genta dengan membentak Amelia, ia sangat marah ada orang yang berani bertindak tidak tahu sopan santun pada istrinya.


Melihat Genta membentaknya, membuat Amelia kesal dan ingin memarahi Genta, hanya saja seseorang menyela terlebih dulu.


"Nona sepertinya semua ucapan yang kau katakan barusan adalah sebuah kebohongan di depan umum. Apa kau tidak takut di tangkap atas pasal pencemaran nama baik? lebih baik kamu minta maaf" ucap seorang pengunjung dan juga salah satu kolega Genta yang sudah lama mengenal Keluarga Narendra.


"Aku tidak berbohong, kenapa anda malah membela orang ini. Pantas saja wanita ini membela si pelakor, jangan-jangan ia jenis yang sama dengannya. Lihat saja ia bahkan berani menaiki ranjang pria yang bahkan umurnya jauh lebih tua darinya. Kamu pasti menikmati menjadi sugar baby kan?" ucap Amelia masih tidak menyadari jika ada yang salah di sini.


Ia mengatakan itu karena ia pikir Sarah adalah penggali emas atau wanita yang yang rela melakukan apapun demi yang. Karena penampilannya yang masih muda, tapi di nikahi oleh pria yang jauh lebih tua meskipun pria itu masih terlihat tampan di usianya.


"Cukup!!! Kau tahu siapa yang kau singgung hari ini?" tanya orang itu marah karena ada orang yang berani menghina Keluarga Narendra.


"Siapa memangnya? Pengusaha? Aku tidak takut, apalagi sama pelakor dan sugar baby ini" ucap Amelia menatap jijik ke arah Dara dan Sarah.


Ia merasa Keluarganya bisa mengatasi hal ini meskipun ia sudah menyinggung seseorang di ibukota. Tanpa ia tahu kalau orang yang ia singgung memiliki kekuasaan paling berpengaruh di negara ini.


Bahkan keluarganya yang memiliki pengaruh yang cukup besar di kotanya itu, bahkan tidak memiliki kekuatan untuk melawan Keluarga Narendra.


"Ucapan anda sudah membuktikan jika anda hanya membual nona. Orang yang kamu singgung adalah Keluarga Narendra, keluarga yang kamu bilang sudah mengenalnya. Bahkan kamu berani membual di depan orang nya langsung, sunggu wanita tidak tahu malu" ucap orang itu


Hal itu jelas membuat Amelia terkejut dan memundurkan langkahnya karena syok. Bagaimana mungkin tanpa sengaja ia membual sesuatu di depan orang yang bersangkutan langsung.


PLAK!!!


Tamparan keras mengenai pipi Amelia, pelakunya adalah Sarah.


"Itu sedikit balasan untuk penghinaan mu barusaan dan orang yang kamu bilang pelakor adalah cucu menantu pertama keluarga Narendra. Kamu bilang dia merebut pacarmu dan dekat dengan keluarga Narendra? Kau membual sesuatu yang sangat besar nona. Aku yang salah satu anggota keluarga Narendra sekaligus menantu kedua keluarga Narendra, bahkan tidak mengenalmu sama sekali. Sudah jelas sampai sini?" ucap Sarah.


Amelia terdiam, ia sungguh mempermalukan dirinya sendiri kali ini. Ia tidak menyangka jika ia akan terjebak oleh drama yang ia buat dan membual tentang semuanya. Padahal ia bermaksud mempermalukan Dara, tapi keadaan justru berbalik dan ia yang menanggung malu saat ini.


"Sayang, boleh..." ucap Sarah menatap ke arah suaminya untuk meminta izin.


Jelas sang suami tahu apa maksud dari sang istri, istrinya itu sudah gatal ingin menyiksa wanita di depannya itu. Namun ia tidak mengizinkannya, apalagi sekarang mereka masih berada di tempat umum.


"Tidak sayang, lebih baik kita melaporkannya ke yang berwajib dengan pasal pencemaran nama baik" ucap Genta


Ucapan Genta barusan sukses membuat tubuh Amelia bergetar dan lemas, ia jatuh terduduk di sana. Karena kasus ini, kemungkinan besar karirnya di kedokteran akan hancur dan keluarga nya pasti membencinya karena sudah berani menyinggung salah satu anggota Keluarga besar.


"Itu tidak cukup, dia hanya akan di penjara maksimal 9 bulan. Itu tidak sebanding dengan sakit dan malu yang aku dan Dara terima karena ucapan yang ia lontarkan" ucap Sarah mencebikkan bibirnya.


"Setelah ia keluar, kamu bebas melakukan apapun. Yang terpenting kita memberikan pelajaran dan contoh buat orang lain, agar tidak akan ada yang berani menyinggung salah satu anggota keluarga ku di masa depan" bisik Genta di telinga sang istri.


Tentu Dara mendengarnya dan setuju dengan ucapan dari om suaminya itu, sama halnya dengan Sarah yang setuju dan senang mendengar sang suami akan membiarkannya bermain setelah wanita itu bebas.


"Oke Deal" dengan semangat Sarah tersenyum senang. Kali ini ia akan mendapatkan mainan baru lagi.


Setelahnya, salah satu kolega Genta menelepon polisi. Tidak membutuhkan waktu yang lama, dua polisi datang untuk menangkap Amelia. Amelia terus memberontak dan mengucapkan permintaan maafnya. Namun ucapannya itu sama sekali tidak di gubris oleh Dara, Genta dan Sarah.


Genta sama sekali tidak menutup mulut orang di sekitarnya. Karena mereka yang ada di sana tidak akan mungkin berani mengusik Keluarga Narendra dan membuat masalah yang tidak penting karenanya.


Orang-orang juga bubar dan semua kolega Genta kini menyapa dan berkenalan dengan Dara. Mereka yang berada di dunia bisnis tahu, jika menantu pertama keluarga Narendra itu adalah seorang pebisnis wanita muda yang sangat sukses.


Jadi mereka tidak akan membuang kesempatan untuk bisa menjalin hubungan baik dengan Ketua dari Star Corporation itu.


.....


"Bos, apa tidak salah?" tanya pelayan yang tengah mencatat pesanan Dara, terlihat terkejut saat mendengar pesanan Dara.


"Tidak, aku memang ingin sekali makan martabak telor dengan selai strawberry. Ah, juga buatkan jus mangga muda dengan campuran buah strawberry dan perasaan air lemon dan juga gula merah" ucap Dara


Tentu pelayan di sana mengerjapkan matanya karena terkejut dengan permintaan sang bos. Ia tahu jika bosnya itu tengah hamil muda, tapi ia tidak menyangka jika bosnya ngidam sesuatu yang tidak biasa seperti itu.


"Sari, kamu mendengarkan ku?" tanya Dara


"Ah ya bos, aku mendengarnya. Anda pesan martabak telor dengan selai strawberry dan juga minuman jus mangga muda dengan campuran strawberry, perasaan lemon dan gula merah" ucap pelayan bernama sari itu dengan canggung saat membaca pesanan bos Besar nya itu.


"Ya, cepatlah aku sudah lapar" ucap Dara yang membayangkan saat ia memakannya saja sudah sangat bersemangat.


"Tapi ada bahan yang tidak ada di pantry, jadi mungkin cukup lama untuk menyiapkannya" ucap Sari menjelaskan.


"Satu jam, semuanya haus sudah siap. Ayolah cepat, aku sudah lapar soalnya" ucap Dara


"Ba-Baik, segera bos, saya permisi" ucap Sari langsung keluar dan Sera menyampaikan pesanan sang bos pada koki di sana.


Orang-orang di bagian dapur terkejut mendengar pesanan dari bos mereka, namun mereka dengan sigap membuat apa yang di ingin kan bos besar mereka itu.


Semua karyawan tahu jika bos besarnya itu tengah hamil muda, dan kemungkinan saat ini tengah ngidam. Bahkan salah satu orang segera mencari mangga muda yang di ingin kan Dara dengan segera.


Mereka ingat saat mereka mendapat bonus besar karena kabar bahagia bos besar mereka tengah mengandung. Mereka berjanji akan memenuhi keinginan Dara jika Dara tengah ngidam.


...••••••...