
Dalam sekejap Dara dan Flo sudah berada di sebuah ruangan yang sama dengan mereka masuk ke ruang dimensi, di ruangan itu pula Dara memiliki formasi teleportasi yang mengarah langsung ke tiga tempat. Yakni ke markas kuning, Goddess Hill Villa dan penthouse.
Dara pun mulai meminta Flo untuk membuka matanya, setelah keduanya sudah kembali ke ruangan itu.
"Kamu mau tidur di sini dulu atau langsung menemui suami mu Flo?" tanya Dara
"Sepertinya aku langsung ke mas Lingga aja Ra, aku sudah nggak sabar memberikan kejutan untuknya. Aku yakin mas lingga pasti tengah khawatir" ucap Flo.
"Oke, tapi lebih baik kamu pergi ke markas kuning menggunakan teleportasi. Nggak mungkin kamu berkendara dari sini, yang ada semuanya bingung. Setelan dari markas kuning, amu tinggal meminta anggota GOD untuk mengantarkan kamu ke apartemen yang di tinggali Lingga" ucap Dara
"Hmm, sekali lagi makasih Ra" ucap Flo memeluk Dara.
"Nggak perlu berterima kasih lagi, sekali sudah cukup. Lagian itu sudah tugasku untuk membantu saudariku yang tersayang" ucap Dara tersenyum dan di balas senyuman manis dari Flo.
Flo pun masuk ke dalam formasi teleportasi setelah formasi itu di aktifkan oleh Dara, tentu dengan tujuan markas kuning. Setelah Flo sudah menghilang, Dara langsung menonaktifkan formasi dan keluar dari ruang itu dan menuju ke kamarnya.
Saat ini sudah pukul 11 malam lewat, sudah tentu hampir semua penghuni sudah tidur kecuali security yang menjaga di depan mansion.
Ceklek...
Dara membuka pintu kamarnya yang tidak di kunci oleh Kai, mereka memang tidak pernah menguncinya karena tidak ada yang berani membuka apalagi masuk kecuali dapat izin dari Dara ataupun Kai.
Kai yang mendengar pintunya di buka dari luar menoleh ke dalam, dia tahu itu pasti istrinya. Karena tiap harinya Dara akan kembali di jam-jam seperti ini, dirinya yang tengah berdiri di balkon menikmati udara malam pun masuk ke dalam kamar dan senyum dengan lebarnya.
"Sayang, kamu sudah kembali" ucap Kai menarik Dara ke dalam pelukannya dan langsung menyerang bibir manis sang istri yang selalu menjadi candunya itu.
"Emmmpphhh...." suara de*ahan dan decakan bibir keduanya terdengar.
Keduanya menyalurkan rindu yang meluap, padahal setiap harinya mereka selalu bertemu. Keduanya larut dalam ciuman panjang yang saling membelit itu.
"Abang kebiasaan deh langsung aja nyosor kaya bebek" ucap Dara menepuk dada sang suami, setelah kehabisan nafas.
"Tapi kamu suka dan membalasnya tak kalah ganas sayang, lagian bibir kamu selalu jadi candu dan selalu melambai saat terlihat oleh mata Abang" ucap Kai terkekeh dan kembali mengecup bibir Dara beberapa kali.
"Apa sudah selesai pengobatan nya?" tanya Kai
"Sudah, Flo sudah pulih dan janinnya sudah berkembang dengan normal dan sehat" ucap Dara
"Apa dia istirahat di sini?" tanya Kai, Dara pun menggeleng.
"Dia kembali ke markas kuning dan langsung ke apartemen bang" ucap Dara
"Apa tidak apa-apa? Ini udah malam dan dia tengah hamil" ucap Kai
"Nggak apa-apa, lagian selain pengobatan dia juga melakukan kultivasi juga dan kekuatan nya kini sama dengan Abang. Di sana juga banyak anggota yang berjaga yang siap mengantar Flo ke apartemen kamu buat ketemu suaminya, dia pasti sangat merindukan suaminya" ucap Dara
"Apa kamu juga merindukan abang kan sayang? Kan sehari di sini sama seperti sebulan di sana" ucap Kai menarik turunkan alisnya.
"Ya iyalah Abang, pake nanya lagi, Pati sangat rindu" ucap Dara dengan berbisik nakal.
"Aaahhh..." Dara terkejut saat tubuhnya melayang dan dengan otomatis tangannya melingkar ke leher sang suami. Kai langsung dengan bringas melepas tidak sabar pakaian yang melekat di tubuh istrinya itu
Dan akhirnya terjadi Nana-ninu yang sesungguhnya. Dengan semangat empat lima Kai membuat istrinya berteriak dan menyebut namanya dengan nada sen*ual.
Kegiatan yang buat ranjang bergoyang dengan suara lengguhan yang saling bersahutan itu berlangsung entah berapa lama, membuat gairah pasangan suami istri itu terus meluap mereguk nikmatnya dunia.
(Nggak author lanjutin... Takut😜... Skip...)
.....
Di markas kuning, Flo langsung meminta salah satu anggota GOD mengantarnya ke salah apartemen milik Kai. Dara sudah memberikan alamat dan kartu akses pada Flo.
Setelah berkendara selama dua puluh menit, mobil Maybach milik organisasi pun berhenti di salah satu gedung apartemen mewah di ibukota. Setelah mengucapkan terimakasih pada anggotanya, Flo langsung turun dan masuk ke salah satu dari dua tower apartemen itu.
Hanya menunggu beberapa menit, dirinya sudah berada di depan pintu apartemen. Ia menekan bel sekali, sejujurnya ia ragu apakah Lingga masih bangun atau tidak. Karena saat ini sudah pukul 12 malam.
Namun ternyata dugaannya salah, pintu langsung terbuka tidak lama setelah Flo menekan bel. Lingga mengira yang menekan bel itu Kai, karena hanya Kai, Dara dan dirinya yang tahu.
"Sa-sayang? Ini kamu?" tanya Lingga dengan terkejut dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya.
Flo hampir meneteskan air matanya melihat penampilan Lingga yang tidak terurus. Bulu-bulu di atas bibir dan area dagu Lingga sudah mulai tumbuh dan tidak di cukur seperti biasanya. Matanya juga terlihat sayu karena kurang tidur dan wajahnya nampak kurusan.
Sudah pasti, karena selama Flo melakukan pengobatan selama enam hari terhitung dari hari ia melakukan pengobatan. Lingga tidak bisa tenang, ia terus memikirkan Istrinya yang tengah berjuang untuk kesembuhan nya. Hingga Lingga tidak peduli tubuhnya sendiri karena khawatir.
Beberapa hari itu juga ia mengalami Insomia sulit untuk tidur. Untung ia adalah kultivator, kalau ia manusia biasa dan tidak makan dan tidur selama enam hari pasti sudah ia akan ambruk.
"Mas..." Flo langsung menghamburkan dirinya ke dalam pelukan Lingga.
Lingga pun membalasnya memeluk erat sang istri saat tersadar jika itu benar-benar istrinya. Istrinya telah kembali dengan selamat, air mata kebahagiaan tidak bisa di tahan keluar dari dua bola mata Lingga.
"Mas, jangan erat-erat meluknya, kasihan Dede bayinya kejepit" ucap Flo mengingat kan suaminya jika ada calon anak mereka berdua di dalam perutnya.
Lingga langsung mengurai pelukannya, ia melihat perut istrinya sudah membuncit dan terkejut. Lingga tersenyum lebar juga terdengar tertawa kecil dan menciumi seluruh wajah sang istri. Air matanya kembali menetes Karena begitu bahagianya.
"Anak kita juga selamat sayang, terimakasih sudah kembali dengan selamag" ucap Lingga penuh dengan kebahagiaan.
Flo mengangguk dengan semangat, ia juga menangis bahagia.
"Masuk dulu mas, nggak enak kalau tetangga dengar, ini sudah malam" ucap Flo
"Astaga mas lupa sayang" ucap Lingga, ia baru menyadari jika keduanya masih berada di depan pintu.
Lingga pun tanpa aba-aba langsung menggendong sang istri apa bridal style hingga terpekik karena terkejut. Lingga langsung masuk dan menutup pintunya yang secara otomatis terkunci itu.
...•••••••...