The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
55. Bertemu lagi



Seorang pria tampan duduk di Co.Driver mobil Land Rover, bersama dua rekannya yang menjadi pengemudi dan juga satunya tengah keluar membeli makanan. Ketiganya baru selesai bertugas dan baru pagi ini pulang, ketiganya sempat berhenti di taman untuk membeli camilan.


Saat kaca mobil di buka dan tengah menikmati udara segar di taman, pria tampan itu tiba-tiba mencium wangi yang sudah lebih dari sebulan membuatnya selalu kepikiran dengan seorang gadis yang di temuinya saat di kota S.


Matanya mencari di setiap penjuru taman, tak sengaja matanya menatap seorang gadis memakai masker tengah memperhatikan anak-anak. Jantungnya langsung berdetak kencang saat melihatnya.


"Akhirnya kita bertemu lagi di sini, Dara" gumam pria itu saat melihat gadis yang di carinya ada di sana.


"Kau mengatakan sesuatu?" tanya pria di sampingnya, namun di abaikan begitu saja oleh pria tampan itu.


Pria itu terkejut saat mendapati wanita itu tidak sadar berjalan ke tengah jalan raya dan ada mobil yang melaju dari arahnya berdiri.


Dengan buru-buru pria itu keluar dari mobil dan berlari menyelamatkan gadis itu. Membuat rekannya yang di duduk di kursi pengemudi terkejut melihat itu.


"Awas!!" teriak pria itu menarik gadis itu ke dalam pelukannya, tidak sengaja tangan tersenggol mobil itu namun ia tidak memikirkannya. Yang paling penting di pikirannya adalah gadis itu selamat.


....


Dara terkejut saat ia mendapati dirinya berada di dalam pelukan seseorang pria. Wangi maskulin yang menenangkan menguar masuk ke Indra penciumannya. Ia merasakan jika tubuh pria itu sangat keras dan juga berotot meskipun di tutupi dengan kemeja hitam yang ia kenakan.


Kejadian itu terjadi sangat cepat hingga Dara tidak sempat menghindar dan masuk ke dalam pelukan pria itu. Saat ia mendongak, kedua mata mereka bertemu. Sepersekian detik Dara terkesima dengan paras pria itu yang terpahat sempurna, pria itu sangat tampan. Bahkan harus Dara akui, pria di depannya adalah pria tertampan yang pernah ia lihat.


Tapi yang Dara rasakan, ia seperti pernah melihat tatapan mata itu, entah di mana. Juga Dara merasakan detak jantung pria itu sangat kencang saat memeluknya.


Pria itu, dapat dengan jelas melihat mata gadis di depannya, aroma tubuh wanita di depannya juga sangat ia ingat. Itu wangi tidak pernah ia temui di seluruh daerah yang sudah ia kunjungi. Jadi ia yakin jika dia adalah Dara yang ia maksud


"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya pria itu terlihat sorot khawatir dalam tatapan matanya


"Aku tidak apa-apa, terimakasih sudah menolongku" ucap Dara saat pelukan mereka terlepas.


"Eh, kamu terluka?" ucap Dara terkejut saat melihat lengan kemejanya robek dan tangannya terluka karena terserempet mobil yang melintas tadi.


"Ini tidak apa-apa" ucap pria itu.


"Sini aku obati dulu" ucap Dara menarik tangan pria tadi ke bangku taman yang kosong. Pria itu hanya pasrah saja saat Dara menarik tangannya, ada perasaan aneh yang menjalar ke perutnya.


Dara membuka tas miliknya mengambil kotak obat dan mulai mengobati lengan pria itu. Pria itu terdiam menegang karena jarak mereka sangat dekat. Ia memperhatikan betapa terampilnya dan mempesonanya Dara saat mengobati lengannya.


Jantungnya berdetak dengan kencang saat Dara sangat dekat dengannya.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Aku seperti pernah melihatmu sebelumnya" ucap Dara


"Ya, kita bertemu lagi Gadis bandara" ucap pria itu.


Dara mendongak menatap pria itu, karena pria itu menyinggung soal bandara Dara mengingatnya sekarang.


"Kamu... Pemimpin pasukan itu? Ah atau haruskah aku panggil kamu jendral?" tanya Dara


"Kai, kau bisa memanggilku Kai" ucap pria bernama kau itu.


"Oh, salam kenal" ucap Dara


"Na-namamu siapa?" tanya Kai gugup, ingin memastika jika namanya adalah Dara. Sama seperti yang ia dengar saat di kota S.


"Dara" ucap Dara


Pria itu senang saat tahu nama gadis itu sama yang ia dengar. Tidak ada percakapan lagi, Dara fokus mengobati luka Kai.


"Selesai, terimakasih jendral Kai sudah menolongku tadi" ucap Dara lagi dengan tulus.


"Ya, tapi bisakah kau tidak memanggilku jendral? Panggil Kai saja cukup" ucap Kai lagi.


"Tentu, kalau begitu saya permisi Kai. Jika kita bertemu lagi, aku akan mentraktirmu makan sebagai balasannya. Maaf aku tidak bisa lama karena harus pulang" ucap Dara sopan


"Ya, hati-hati" ucap Kai, menatap Dara sampai Dara tidak lagi terlihat.


"Aku harap kita bertemu lagi Dara..." ucap Kai dalam hati.


.....


"Loh di mana Kai?" tanya rekan B yang baru datang membawa makanan.


"Lagi deketin cewe!" ucap rekan A.


"Yee, nggak percaya, tuh lihat!" ucap rekan A menunjuk arah Kai yang bersama dengan Dara.


"Astaga itu serius Tan?" ucap rekan B dengan ekspresi terkejut.


"Tan, Tan, namaku Nathan ya, emang kapan aku ganti kelamin panggil aku Tan? Yang ada orang ngiranya kamu lagi panggil tante-tante, apalagi orang nyangka aku setan lagi" ucap Nathan


"Ya elah, ini lagi serius Nathan. Aku nggak salah lihat atau mimpi kan, lihat Kai ngobrol sama cewek? Bahkan tuh cewek bisa nyentuh Kai?" tanya pria yang bernama Rafael itu dengan ekspresi terkejut.


"Awsshh sakit bego!" ucap Rafael lagi sambil ngusap lengannya yang di cubit Nathan.


"Sakit kan? Berarti ini nyata bukan mimpi" ucap Nathan


"Si*lan!" umpat Rafael


"Kamu nggak lihat itu cewe kaya familiar?" tanya Nathan.


"Au ah, sakit ini" ucap Rafael kesal.


"Manja bener deh ah, biasanya juga kena pukul nggak melow gini. Atau kekuatan kamu sudah melemah? Aku laporin ke Kai biar latihan kamu di tingkatin" ucap Nathan jahil


"Jangan! Kan aku cuma bercanda Nathan" ucap Rafael.


" Bay the way Gadis bermasker itu ngingetin aku dengan gadis di bandara kota S deh" celetuk Rafael.


"Naaahhh Itu!!!!" ucap Nathan tiba-tiba


"Kaget bego! Nggak usah ngagetin!" ucap Rafael.


" He-he Sorry..." Nathan cengengesan.


"Pantas aja familiar, ternyata itu cewe gadis luar biasa yang remukin pisau dengan tangan kosong dan banting si Jack. Ah jangan lupa tendangannya, astaga aku merinding kalau ingat itu" ucap Nathan bergidik.


Melihat Dara pergi dan Kai masih menatap Dara, membuat kedua rekannya menatap Kai dengan tatapan tidak percaya.


Seorang Kaisar Raka Narendra, Seorang jendral berusia 26 tahun. Yang tidak pernah menggubris perempuan selama ini, selalu bersikap dingin tak tergoyahkan. Sekarang mengobrol dengan seorang gadis dan juga menatapnya dengan lembut, sungguh kejadian yang sangat langka.


Apa Es itu akhirnya mulai mencair? pikir keduanya.


.....


Dara sampai di mansionnya, ia langsung bergegas ganti baju dan menuju ke kandang White. Dia kembali melatih dirinya bertarung, melihat kekuatan Dara sudah meningkat banyak. White juga meningkatkan kekuatannya lagi agar seimbang dengan junjungannya.


White adalah jenis hewan spiritual, kekuatannya setara dengan kultivator tingkat 8. Jadi wajar jika White bisa jadi latihan tanding untuk Dara.


"Kak..." panggil Dimas.


Mendengar suara adiknya memanggil, Dara menghentikan latihannya.


"Ya dek, ada apa?" tanya Dara.


"Kak, Dimas mau keluar sama Ryan ke Mall, boleh?" tanya Dimas.


"Ya sudah, minta Sandi antar kalian berdua ke sana, sore sudah harus pulang ya" ucap Dara lagi.


"Siap, makasih kak" ucap Dimas.


"Ayo Yan, kita bersiap" ucapnya lagi pada Dimas.


"Kak, kami pergi dulu" ucap Ryan.


"Ya hati-hati" ucap Dara


"Dek, kalau jajan, Ryan juga di ajak. Pake kartu dari kakak aja" ucap Dara sedikit berteriak


"Iya kak" ucap Dimas.


Mereka berdua pun langsung beranjak pergi, sedangkan Dara kembali melanjutkan latihan tandingnya.


...••••••...