The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
304. Dara marah



Manor Keluarga Narendra...


Flo beserta keluarganya sudah datang, mereka di sambut sangat hangat oleh keluarga Narendra. Lingga dengan antusias memperkenalkan dua keluarga itu agar saling mengenal dan dekat.


Keluarga Narendra sangat terkejut saat tahu Flo berasal dari keluarga yang berkuasa di negara J. Padahal mereka sudah sangat terbuka menerima Flo tanpa embel-embel nama Keluarga besar di belakang namanya. Tapi ternyata calon besan mereka ternyata juga dari keluarga berpengaruh.


Ajeng sendiri yang sudah berada di Indonesia, hari ini ia tidak bisa mengajak sang kekasih untuk ikut berkumpul hari ini.


Karena kebetulan Ferdi ada meeting penting dengan kliennya yang tidak bisa ia tinggal atau di wakili. Berhubung kedua petinggi perusahan yang lain tidak bisa menggantikannya, karena keduanya juga datang ke undangan Keluarga Narendra. Siapa lagi kalau bukan Dara dan Flo.


...


Pandangan Flo saat ini begitu tajam menatap seorang wanita yang tengah mengobrol bersama dengan Hesti, mama Kai. Lebih tepatnya, di pandangan Flo wanita itu tengah mencari perhatian dari calon ibu mertua Dara, yang terlihat sedikit malas meladeninya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Sarah dengan lembut pada calon menantunya.


"Nggak apa-apa mah, Flo hanya tidak suka ada hama ulat bulu ada di antara kita" ucap Flo begitu blak-blakan. Namun suaranya tidak kencang. Jadi hanya Sarah yang berada di dekatnya, Dierja dan Tirta yang memiliki pendengaran tajam yang bisa mendengar ucapan Flo.


"Kamu benar, jujur mama juga nggak suka tuh sama ulet keket muka plastik, tau-tau dateng ke mari. Nggak tahu malu banget, nggak di undang tapi tetep pasang muka tebal ikut nimbrung, bahkan nggak mau pulang saat tahu ada pertemuan keluarga di sini" ucap Sarah yang tidak susah-susah menyembunyikan rasa tidak suka pada wanita yang tengah bicara dengan kakak iparnya itu.


"Mama nggak suka sama itu Megalodon?" tanya Flo.


Ya, wanita itu tak lain adalah Megan, ia hari ini sengaja ingin berkunjung ke kediaman Narendra. Ia berharap bisa bertemu dengan Kai, atau setidaknya mengambil hati keluarga dari laki-laki pujaannya itu. Namun ternyata ia datang di saat keluarga itu memiliki acara, dan Megan dengan tidak tahu malu ikut duduk dan terus mengajak Hesti mengobrol.


"Ha-ha-ha....." tawa Sarah tidak bisa di tahan saat mendengar calon menantunya menyebut Megan dengan sebutan Megalodon.


Membuat semua atensi mengarah padanya, namun Sarah cuek aja dan kembali mengobrol dengan calon menantu kesayangannya itu.


"Kamu bisa aja sayang menamai orang, Megalodon, amis dong" ucap Sarah sambil terkekeh.


"Aku muak lihat itu muka mah, apa nggak malu dia nimbrung di sini? Mana itu hiu purba giginya di penjara lagi, hidungnya juga kaya abis kena gempa bumi 9 Skala Richter" ucap Flo dengan nada sinisnya.


"Ha-ha-ha-ha...." kembali suara tawa Sarah menggelegar, kali ini tak hanya Sarah.


Namun Dierga dan Tirta yang juga mendengarnya ikut tertawa. Membuat yang lain memandang mereka dengan heran, apa yang membuat mereka bertiga tertawa begitu bahagia.


"Mama bisa semakin awet muda kalau gaul sama kamu sayang, bisa merasakan bahagia terus" ucap Sarah.


"Mama bisa aja" ucap Flo tersenyum malu saat mendengar ucapan Sarah.


Pulang nanti ia harus berterima kasih pada Manda, karena kalau bukan karena sahabatnya itu. Mungkin ia masih menjadi sosok Flo, yang sangat kaku dan datar tanpa ekspresi.


"Jeng Sarah..." ucap Ayumi yang kini duduk di sebelah putrinya.


"Iya Jeng Ayumi, aduh nggak nyangka kita bakalan jadi calon besan" ucap Sarah terkekeh.


"Loh, mama kenal sama mommy?" tanya Flo heran melihat mommynya dan calon ibu mertuanya terlihat saling mengenal.


"Calon ibu mertua kamu ini, dulu pernah ambil studi selama dua tahun di negara J sebagai mahasiswi pertukaran di sana. Dan kebetulan kita kenal di kampus, bahkan sekelas saat itu" jelas Ayumi.


"Iya sayang, mommy mu benar. Udah lebih dari dua puluh tahun kita hilang kontak. Eh nggak tahunya takdir Tuhan, kita akan jadi besan" ucap Sarah.


"Aku nggak nyangka mom, mah, ternyata dunia begitu kecil" ucap Flo terkekeh.


"Eh Jang Sarah, ko bisa masih terlihat muda sama seperti kuliah dulu. Aku pikir kamu anaknya Sarah, tapi ternyata ini kamu yang asli" ucap Ayumi


"Iya jeng, ini aku minum pil kecantikan dari calon istri keponakanku. Nanti aku coba nanya masih ada nggak pil nya" ucap Sarah.


"Benarkah jeng, makasih loh" ucap Ayumi sangat senang.


"Nggak apa-apa, kan kita bakal jadi keluarga bentar lagi jeng" ucap Sarah.


....


Tap! Tap!


Suara langkah kaki masuk membuat semua atensi di sana mengarah pada dua orang yang baru saja masuk itu. Termasuk Megan yang menatap penuh binar ke arah salah satunya.


Ya, yang datang adalah Kai dan Dara, yang juga terkejut mendapati Megan juga ada di sana.


"Kaisar!" ucap Megan sontak langsung berdiri dan berjalan cepat menuju ke arah Kai.


Ia benar-benar sangat merindukan laki-laki pujaannya itu, ia sudah tidak bisa membendungnya lagi.


Meskipun wajahnya sekarang tidak secantik dulu, bahkan terkesan aneh terlebih di bentuk hidung. Namun itu lebih baik dari pada hasil operasi sebelumnya yang membuatnya berteriak histeris.


Namun Megan seolah tidak peduli, ia malah mempercepat langkahnya. Ia ingin sekali merengkuh Kai dalam pelukannya.


Padahal yang lain yang mendengar itu meneguk salivanya susah payah, saat mendengar suara dingin milik Kai. Seolah ultimatum agar Megan benar-benar menghentikan langkahnya. Dan merutuki Megan yang begitu bodoh mengabaikan ultimatum itu.


Tap!!


BRAK!!!


DUK!!!


"Aaakkkhhh...!!!! Uuugghhhh....!!!" Megan meringis sakit dan juga terkejut saat ia mendapati dirinya di cekik dan di dorong hingga membentur tembok dengan keras.


Bukan Kai yang melakukannya, tapi itu adalah Dara. Tatapan Dara begitu tajam penuh dengan aura membunuh saat melihat Megan.


Semuanya berteriak terkejut dan menatap tidak percaya, Dara melakukan itu di depan semua orang.


"Hai, kita bertemu lagi, dan kali ini kau datang mengantar nyawamu sendiri Megan" ucap Dara dengan tersenyum miring.


"D-Dara, sayang..." ucap Hesti yang terkejut melihat adegan yang di lakukan calon menantu di depannya.


Megan yang kesakitan masih bisa mendengar suara orang-orang yang terkejut. Dalam hatinya ia merasa senang, ia pikir ini kesempatan dia untuk menarik simpati semua orang dan juga membuat Dara tidak di sukai oleh semuanya.


"Le...pas... Tan..te... Tol...long... Sa..kiit... Kais..sar... Tolong... A..kuu..." ucap Megan terbata, karena memang ia sulit berbicara dan menahan sakit di lehernya.


"Sayang tolong lepas...." ucap Kai pada Dara dengan lembut.


Megan merasa senang karena ia pikir Kai akan membantunya dan kemungkinan setelah ini Kai dan keluarganya akan membenci Dara, setelah tahu sifat Dara yang sangat kasar padanya.


"Kau ingin menolongnya?" ucap Dara dengan dingin dan tatapan tajam ke arah Kai, menghunus ke jantungnya.


Kai terkejut melihat pertama kalinya Dara berbicara dan menatapnya begitu dingin dan tajam.


"Aku memang mencintaimu Kai, aku juga sangat menghargai keluargamu. Tapi jika kalian menghalangiku, aku juga tidak akan tinggal diam. Aku tidak peduli pandangan kalian padaku saat ini dan di masa depan bagaimana. Bahkan jika hubungan kita berakhir setelah ini, aku tidak akan mempermasalahkan nya. Yang aku inginkan sekarang wanita si*lan MATI" ucap Dara dengan nada yang sangat datar dan dingin.


Dalam hati Megan ia bersorak senang, karena ia berpikir benar-benar akan memiliki Kai setelah ini. Namun ia juga takut mendengar kata mati yang di lontarkan Dara padanya.


"Tidak!!! Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan hubungan kita berakhir. Aku tidak peduli pandangan orang lain padamu atau pada kita. Sayang, aku meminta kamu melepasnya karena aku tidak ingin tanganmu kotor karena menyentuh hama menjijikan ini" ucap Kai membuat rahang semua orang terjatuh.


Bahkan Megan yang saat ini sudah mulai kesulitan bernafas hampir tersedak saat mendengarnya.


"Sayang, jangan mengotori tanganmu dengan menghukum atau membunuh Hama ini. Biarkan aku saja yang membunuhnya jika kamu ingin. Kamu tinggal bilang mau bunuh dia dengan cara apa, aku akan melakukannya untukmu" ucap Kai sembari memeluk Dara dari belakang.


Sungguh ia takut dengan ucapan Dara yang mengatakan tidak mempermasalahkan jika hubungan mereka berakhir. Itu tidak akan pernah terjadi, Kai akan melakukan apapun demi mempertahankan hubungannya dengan Dara.


BRUK!!!


"Uhuuuukk... Uhuuukk..." Megan terbatuk setelah Dara melepaskan cengkraman tangan di lehernya dan melemparnya dengan keras ke lantai.


Megan merasa pasokan udara di sekeliling nya membuatnya merasa lebih baik, namun ia masih merasa lemas.


Dara kemudian menatap ke arah semua orang yang masih menatapnya.


"Shinpaishinaidekudasai, watashi wa anata no koto o amari shirimasenga, anata wa yoi hitoda to shinjite imasu." ucap Ayumi tersenyum ke arah Dara


(Jangan khawatir, meskipun aku belum terlalu mengenalmu, tapi aku percaya kamu adalah orang baik)


"Besanku benar, Dara. Tante percaya kamu tidak akan melakukan tindakan tanpa sebuah alasan. Dan Tante bisa menebak, jika si kutu kupret itu pasti melakukan sesuatu yang tidak baik padamu kan Dara sayang?" ucap Sarah menatap jijik ke arah Megan yang menatap tidak percaya padanya juga pada semua orang.


"Opa juga sayang, kamu cucu menantu kesayangan opa. Opa tahu bagaimana kamu, jadi opa yakin kamu melakukannya karena kamu ingin melampiaskan rasa amarahmu. Meskipun opa tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi opa percaya padamu sepenuhnya" ucap Dierja yakin.


"Sa-sayang, Dara... Mama juga percaya kamu tidak akan melakukan sesuatu tanpa sebuah alasan yang jelas. Mama tadi hanya kaget saja makanya teriak, tolong jangan tinggalkan Kai. Kami semua mempercayai mu sayang, jadi jangan berpikir kamu meninggalkanmu setelah apabyang kamu lakukan hari ini di depan kami" ucap Hesti.


Jujur Hesti benar-benar terkejut saat melihat Dara dalam mode bringasnya. Namun ia juga tidak ingin kehilangan menantu kesayangannya.


Meskipun ia dekat dengan Megan karena ia anak dari salah satu temannya. Namun Hesti tidak akan mengambil resiko kehilangan Dara sebagai menantu potensialnya. Ia lebih baik kehilangan seratus Megan di banding kehilangan Dara.


Ya, bilang saja semua keluarga ini tengah bucin pada Dara dan Flo. Terlebih, jika melihat hal yang brutal, mungkin Sarah yang dulu jauh lebih bertindak keras dengan caranya di depan keluarga mereka. Jika ia tidak menyukai seseorang dan tidak peduli pendapat orang lain.


Namun buktinya Keluarga Narendra masih menerima dengan baik Sarah di keluarga mereka. Karena mereka yakin Sarah sebenarnya orang baik dan ia melakukan hal itu memiliki alasan dan tidak bertindak asal. Bagitu pula dengan apa yang di lakukan Dara barusan


...•••••••...