The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
141. Kultivator aliran hitam.



Kai menyusuri hutan lebih dalam dan menemukan sebuah goa di sana yang terdapat dua penjaga tinggi kekar di luar pintu goa itu. Kai memancing kedua penjaga itu untuk menjauh.


"Siapa di sana?" ucap salah satu penjaga.


"S*it!! Kenapa ketahuan" ucap Kai sengaja sedikit keras agar terdengar oleh orang itu kemudian berlari menjauh.


Benar saja Kedua penjaga bodoh itu mengejarnya dan mencoba menyerangnya. Kedua penjaga itu juga seorang kultivator, jadi ia memiliki kekuatan yang jauh melebihi manusia normal.


Kai cukup kesulitan menghadapi dua orang sekaligus. Namun Kai memukul salah satu penjaga itu telak sama seperti orang yang menyerang ia dan rekannya itu.


BUGH!!!


"Aaarrggghhh!!!!" teriak penjaga itu.


Satu orang tumbang dan berteriak karena pusat energinya hancur karena di pukul keras oleh Kai. Kini Kai sudah tahu apa yang harus ia lakukan, dan kemungkinan suara itu akan muncul kembali dan mengarahkan dirinya jika ia terdesak.


"Bagaimana kau bisa tahu kelemahan kita?" ucap penjaga satunya. Ia menjadi lebih waspada menghadapi Kai.


Hal itu membuat Kai sedikit kesulitan melawannya karena lawan sangat hati-hati dan juga waspada padanya. Kai memikirkan untuk menggunakan senjata, meskipun orang di depannya bisa menghindar, namun tidak menutup kemungkinan ia bisa mengalahkannya.


Hampir sepuluh menit, Kai menyerang dan saat orang itu lengah, Kai menembak dua kali tepat di pusat energi orang itu dan membuat pusat energinya hancur penjaga itu mati seketika.


Beruntung pistol itu memiliki efek peredam, jadi tidak menyebabkan orang di dalam goa panik dan waspada.


.....


Kai kemudian meninggalkan orang itu dan bergerak masuk ke dalam goa, Kai yakin jika Goa itu pasti memiliki banyak jawaban atas masalah yang terjadi di desa.


Wajah Kai semakin dingin saat ia melihat banyak sekali banyak sekali tulang manusia berserakan.


Tangannya mengepal erat, ia melangkahkan kakinya dan bau anyir dan Pesing semakin pekat di sana.


"Manusia-manusia laknat!! Bedebah!" gumam Kai mengumpat dalam hati.


Kai mengendap masuk dan melihat dari kejauhan beberapa penjara yang di mana berisi gadis dan juga anak-anak. Saat ingin menghampiri penjara itu, Kai mendengar teriakan seseorang.


"Jangan!!! Tidak!!! Lepaskan aku!!! Aku mau pulang! huhuhu" teriak seorang gadis memberontak dan menangis pilu.


Dapat di lihat anak yang lain juga merasa takut karena mereka merasa akan mendapatkan giliran merasakan hal yang sama dengan temannya itu.


Gadis yang di bawa itu terus berteriak saat ia di seret dua orang untuk masuk ke dalam sebuah ruangan di dalam goa. Dan Kai diam-diam mengikutinya dan memberikan tanda untuk anak-anak yang lain diam.


Ternyata di sana ada banyak orang, setidaknya ada belasan orang yang berada di ruangan cukup luas itu.


Gadis itu di letakan si sebuah meja batu dengan kedua tangan dan kaki yang di ikat.


"Lepaskan aku!!! Aku kau pulang hiks... aku takuuttt ibuuuu ayaaahhh huhuhu..." ucap gadis yang masih berusia belasan tahun itu.


"Tenanglah cantik, tuan Lintang tidak akan menyakitimu, justru ia akan memberikan surga dunia dan kenikmatan untukmu" ucap salah seorang di sana terkekeh.


"Tuan King Lintang, silahkan di nikmati gadis yang masih perawan ini. Dan membuat anda semakit kuat" ucap orang-orang di sana pada seseorang yang memakai jubah berwarna merah. Terlihat jika ia seperti berusia tiga puluhan. Padahal usia sebenarnya enam puluhan.


Ternyata mereka melakukan ritual sesat, demi mendapatkan kekuatan. Itu adalah salah satu aliran sesat seorang kultivator hitam.


Mereka akan meningkatkan kekuatan mereka dengan cara meny*tubuhi seorang gadis perawan, atau nyo*omi anak kecil laki-laki di bawah 12 tahun dan juga meminum darahnya di Rabu malam atau Minggu malam. Bahkan ada beberapa orang yang membuat makanan dari daging korbannya itu.


Sedangkan untuk Bayi, mereka biasanya menjadikan nya sebagai ritual tiap malam bulan purnama.


Orang yang di panggil tuan King Lintang itu berjalan ke arah tengah, di mana gadis yang menangis dan memberontak itu. Ia menjilat bibirnya dengan penuh nafsu.


Ia pun membuka jubah merah kebesarannya dan hendak membuka baju, namun teriakan Kai membuat aksinya terhenti.


DOR!!! Tembakan yang teredam itu tepat mengenai salah satu pusat energi milik beberapa orang di sana.


"Lepaskan Gadis itu!" ucap Kai dingin dan keluar dari persembunyiannya.


"Manusia si*lan? Bagaimana bisa manusia ini berhasil masuk??" ucap King Lintang dengan keras pada bawahannya.


"Maaf atas keteledoran kami tuan, kami akan mengurusnya" ucap salah satu orang dan menyuruh mereka menangkap dan membunuh Kai.


"Tangkap dan habisi pria itu?" ucap orang itu pada anak buahnya.


"Hiyaaaaa!!!!" Teriak salah satu orang dan menyerangnya, namun Kai mengelak dan mencoba memukul pusat energinya.


BUGH!!!


"Si*lan!!! Serang dia bersamaan, dia tahu kelemahan kita, gunakan Qi kalian dan bunuh dia!!!" ucap seseorang yang kemungkinan kepercayaan King Lintang.


Belasan orang itu langsung menyerang Kai dengan menggunakan Qi mereka. Kai terkejut mendapati tangan lawannya mengeluarkan cahaya. Ia melihat bahaya yang mengintai dan mengeluarkan senjatanya dan menembak orang-orang itu.


Namun mereka bisa menghindar dari peluru itu dan memberikan pukulan telak pada Kai.


SRIIINGGG!!!!!


BRUGGHH!!!


"Aaaarrggggghhh!!!!!" teriak orang-orang itu saat ada sinar biru yang keluar dari tubuh Kai dan menghantam balik orang-orang itu.


Jangankan orang-orang yang menyerang Kai, Kai sendiri terkejut mendapati sebuah kekuatan keluar dari tubuhnya dan memantulkan kekuatan lawan dan menyerangnya balik!


King Lintang dan orang kepercayaan nya terkejut melihat itu, King Lintang kini mendekat ke arah Kai dengan tatapan yang entah apa yang di pikirkan ya.


"Harta surgawi? Kau miliki harta Karun rupanya ha-ha-ha. Pantas saja kau berani datang ke daerah kekuasaan ku" ucap King Lintang dengan ekspresi wajah senangnya.


Mendengar itu Kai hanya diam, selain tidak mengerti apa yang di katakan King Lintang. Ia juga tidak peduli apa yang di katakan orang itu.


"Berikan padaku!" ucap King Lintang dengan nada yang memerintah.


Alis Kai naik sebelah tidak mengerti apa yang di minta King Lintang.


"Aku bilang berikan padaku, maka aku akan mengampuni mu dan membiarkan kamu keluar dari sini hidup-hidup" ucap King Lintang.


"Lepaskan Gadis itu dan para tawanan!!" ucap Kai


"Aku akan melepaskan mereka, tapi serahkan dulu harta surgawi itu padaku!!" ucap King Lintang mencoba bernegosiasi


"Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan!" ucap Kai.


Ia sendiri menerka-nerka apa maksud harta surgawi yang di katakan King Lintang itu. Kai merasa tidak membawa apapun kecuali senjata api, pil penyembuh yang tersisa dan juga Kalung dari Kekasihnya.


Kalung??


Pikiran Kai mengarah ke kalung pemberian Dara itu. Namun ia segera menepisnya, bagaimana mungkin kalung itu memiliki kekuatan magis yang dahsyat, Bahkan di sebut harta surgawi.


"Jangan bercanda!!" ucap King Lintang marah dan menyerang Kai, saat itu pula sinar biru kembali memantulkan kekuatan itu. Membuat King Lintang mencoba menghindarinya dan sangat marah di buatnya.


"Kurang ajar! Ayo kita lihat, sampai mana benda itu bisa melindungimu, bocah!" ucap King Lintang lagi dan kembali menyerang Kai, namun lagi sinar biru itu menghalau.


King Lintang terus menyerang Kai hingga sampai lima kali.


KRAK!!!


Kai terkejut saat mendengar bunyi retakan itu, Kai mengeluarkan kalung itu dari balik baju. Benar, kalung itu retak dan perlahan lenyap seperti tertiup angin.


"Ha-ha-ha, sekarang benda itu tidak bisa lagi melindungimu bocah. Sekarang terima ajalmu, karena berani mengusikku!!" teriak King Lintang.


Ia mengumpulkan Qi di tangannya dan memukul kuat ke arah Kai.


SRIIIINGGGG!!!!


BUGH!!!!


Pukulan itu terdengar keras di sertai cahaya biru yang muncul tiba-tiba dan mendorong King Lintang kebelakang sejauh lima meter dan menabrak dinding goa.


Wushhhh!!!!


Kai terkejut melihat Dara dan Flo yang tiba-tiba ada di depannya yang entah muncul dari mana. Meskipun Dara menggunakan masker, namun bentuk badan dan aroma tubuh Dara tidak bisa di tiru orang lain. Kai sangat hafal dengan kekasihnya.


"Dara...." ucap Kai


"Maaf aku datang terlambat, apa kamu nggak apa-apa akai?" tanya Dara cemas sembari memeluk kekasihnya itu, ia sangat khawatir pada Kai dan ternyata benar Kai dalam bahaya. Untung saja ia tidak datang terlambat.


...•••••••...