The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
90. Menjemput Kai



Setibanya di mansion, Flo terkejut saat melihat kedua tuan mudanya tengah bersantai dan bersandar di perut seekor harimau putih yang besar.


Kemarin saat ia datang ke mansion, ia belum menyadari jika nonanya memiliki peliharaan binatang buas. Saat ini Flo lebih dari sekedar kagum dengan Dara. Dara bukan hanya sekedar penyelamat dan seorang guru, tapi Dara juga merupakan idolanya.


Bagi Flo, Dara itu Devinisi wanita sempurna yang sesungguhnya. Cantik, baik, kaya, dermawan dan juga luar biasa hebat dalam hal beladiri dan penakluk hewan buas. Tidak ada yang bisa menyaingi Dara dalam hal itu.


"Tidak perlu terkejut, itu adalah White. Dia adalah kesayanganku" ucap Dara ringan.


"Astaga" ucap Flo terkejut


"White, ini asistenku, jangan membuat keributan dengannya. Dia adalah orangku" ucap Dara pada White


ROOOAAARRR!!!


"Baik yang mulia" ucap white.


Sungguh Flo di buat merinding disko saat mendengar Auman White yang cetar membahana, merangsek masuk ke gendang telinganya. Jika bukan melihat Dimas dan Ryan yang terlihat biasa saja bersama dengan White, ia mungkin lari atau pingsan berhadapan dengan seekor harimau besar.


"Kau harus terbiasa dengan White, tenang saja dia tidak akan melukaiku dan orang-orang yang tinggal di mansion ini" ucap Dara


Flo hanya mengangguk dan menatap ke arah dua tuan mudanya yang kini justru tengah asik bermain. Dimas saat ini tengah menunggangi White, dan White berjalan mengelilingi kandang seperti seekor kuda yang di tunggangi pengelana.


Lalu setelah puas berkeliling, Dimas mendusel White dengan manja.


Sungguh White si binatang legenda, sama sekali kehilangan pamornya di depan Dimas dan Ryan. Kedua bocah remaja itu, benar-benar menganggap White seperti kucing sekarang.


.....


Dara sudah bersiap, ia sudah mandi dan berganti pakaian dengan Dress berwarna pastel dan juga menggunakan sneakers. Ia sudah bersiap pergi ke bandara untuk menjemput Kai.


Sekarang masih jam tiga sore, meskipun masih ada dua jam lagi. Dara memutuskan untuk berangkat sekarang dan menunggu kedatangan Kai di cafe di dalam bandara.


"Kakak mau kemana, sudah wangi dan rapih?" tanya Dimas melihat kakaknya ingin pergi keluar.


"Kakak ada urusan sebentar di luar, kalian berdua jangan lupa makan malam nanti, ajak juga Flo bersama kalian. Kakak akan makan malam di luar" ucap Dara


"Kakak mau kencan ya sama kakak ipar?" celetuk Dimas.


"Kamu dapat kata-kata itu dari mana, Hmm?" tanya Dara mencubit pipi Dimas gemas.


"Kata Mbah Gugel, mbak Yu Tub sama Mas Ige" ucap Dimas terkekeh.


"Kamu ini ada-ada saja, ya sudah kakak berangkat dulu" ucap Dara


"Salam buat kakak ipar ya kak!" ucap Dimas dan Ryan kompak. Dara hanya menggeleng pelan dan terkekeh.


"Nona, mau saya antar?" tanya Flo menawarkan diri.


"Tidak perlu, istirahat lah. Aku ada urusan pribadi" ucap Dara, ia tahu kondisi tubuh Flo masih rentan sekarang.


"Baik, hati-hati nona" ucap Flo tidak membantah.


Dara kemudian keluar dari mansion dengan mengendarai Lamborghini Veneno miliknya. Ia membelah Ibukota dengan pelan dan tidak terburu-buru.


Bagaimanapun paling lambat ia akan sampai dalam satu jam, Jika kondisi jalan macet sampai ke Bandara.


.....


Dara memarkirkan mobilnya di parkiran yang tidak jauh dari pintu kedatangan domestik. Masih jam 4, artinya masih ada satu jam sebelum pesawat Kai landing.


Jadi Dara memutuskan untuk ke kafe dan memesan Ice Coffe, lalu ia duduk di bangku di dekat jendela.


Dara menikmati Ice Coffe nya dengan menyusupkan sedotan dari bawah maskernya. Ia tidak ingin membuat Kehebohan di tempat umum.


"Mungkin dia malu mukanya jelek kali" ucap salah satunya terkekeh


"Tapi kalau di lihat dia cantik juga tuh" sahut yang lain.


"Cantik dari mana? Kan kamu nggak tahu wajah aslinya, coba masker di buka. Bisa jadi dia memiliki bo*ok atau tonggos atau lainnya" sahut yang lain.


Dara mendengar bisik-bisik tetangga itu, namun ia tidak menggubrisnya, ia justru asik memainkan ponselnya dan membaca novel yang berjudul Xena. Yang di tulis oleh author Wiindy Aras di aplikasi novel online.


Tiba-tiba Dara mendengar suara pengumuman jika pesawat dari kota K akan mendarat. Dara pun beranjak berdiri dan keluar dari caffe itu.


Dari jauh, Dara melihat Kai berjalan dengan tubuh tegap. Ia terlihat sangat tampan dan berkarisma. Di belakangnya ada Nathan dan juga Rafael mengikuti.


Orang yang melihat kedatangan mereka bertiga bersorak ramai, mereka terpesona melihat ketampanan Kai. Mereka belum pernah melihat pria setampan Kai sebelumnya.


Dara melihat Kai tidak menggunakan masker, namun ia tidak masalah dengan itu. Karena Kai sudah mengatakan padanya, kalau ia tidak peduli dengan padangan orang padanya. Ia lebih peduli dengan pandangan Dara padanya, dan hanya pada Dara pula pandangan Kai tertuju, bukan ke yang lain.


Meskipun mereka mengagumi dan terpesona dengan Kai, namun aura dinginnya membuat orang lain segan dan takut mendekat padanya. Tapi ada saja orang bertindak nekat dan melakukan uji coba keberuntungan dan berharap Kai akan menoleh padanya.


"Ekhmm, hai... Sepertinya kamu nggak asing, apa kita pernah bertemu di suatu tempat" ucap salah seorang wanita mendekat ke arah Kai.


Ia tidak takut dengan aura dingin di sekitar Kai, justru ia sangat percaya diri dengan kecantikan yang ia miliki bisa menarik perhatian Kai.


Namun sayangnya Kai berjalan begitu saja melewati nya tanpa menoleh sedikitpun pada wanita itu. Nathan dan Rafael di belakangnya terkekeh melihat itu, mereka mengatai wanita itu bodoh secara terang-terangan.


Wanita itu terbengong sejenak lalu berbalik ingin mengejar Kai, namun langkahnya terhenti saat melihat Kai menghampiri Dara.


Saat itu pula ia sadar, jika laki-laki tampan itu sudah memiliki pasangan. Jadi ia pergi karena tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri di depan umum.


"Hai" sapa Kai tersenyum manis, membuat Nathan dan Rafael terkejut melihat bosnya itu tersenyum.


Ini kejadian langka!


"Hai" sapa balik Dara, kemudian Dara melirik ke arah Nathan dan Rafael.


"Mereka berdua temanmu yang kemarin itu?" tanya Dara


"Hmm, Yang lebih tinggi itu Nathan dan satunya Rafael" ucap Kai memperkenalkan keduanya.


"Hallo, salam kenal, nona Dara" ucap Nathan dan Rafael bersamaan dengan sopan.


"Hallo salam kenal juga" jawab Dara drngan sopan juga.


"Hmm, Kai, aku membawa mobil sport ke sini, dan itu hanya muat berdua. Bagaimana dengan kedua teman kamu, apa aku menelepon seseorang untuk membawa mobil lain kemari?" tanya Dara


"Ah, nona Dara tidak perlu repot-repot, saya sudah di jemput oleh sopir. Ya kan Tan" ucap Rafael menyenggol Nathan.


"Ya-ya, Rafael benar. Kalau begitu kami tinggal dulu ya, Kai, nona Dara" ucap Nathan merespon cepat dan pergi.


Kai tersenyum tipis melihat kepekaan kedua sahabatnya itu, ia diam-diam memberikan jempol untuk keduanya.


"Kamu sudah makan?" tanya Dara setelah Nathan dan Rafael pergi, keduanya pun berjalan beriringan


"Belum, bagaimana kalau kita makan malam dulu" ucap Kai


"Hmm, baiklah" ucap Dara menganggukkan kepalanya.


Keduanya pun pergi menuju area parkir, Kai mengambil alih untuk mengemudi mobil sport milik Dara itu.


...••••••...