The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
286. Kamu punya pacar?



Dalam beberapa hari keadaan Ayumi kini sudah mulai membaik, kondisi mentalnya lebih baik setiap harinya saat melihat Flo. Flo juga tidak sungkan lagi menemui Ayumi di rumah sakit jiwa, agar mommynya cepat sembuh.


Meskipun kondisi Ayumi belum pulih sepenuhnya, namun ia saat ini sudah mulai bisa di ajak mengobrol obrolan yang ringan.


Hal itu tentu saja membuat Ryu, Richie dan Kenzi bahagia. Kedatangan Flo memang sebuah berkah di keluarga mereka, karena tidak lama lagi Keluarga mereka akan berkumpul dan seperti Keluarga lainnya.


"Dad, Kak, Ken, ada yang ingin Flo bicarakan" ucap Flo serius saat mereka berada di ruang keluarga.


Dirinya tidak menggunakan nama Ayaka selain bersama mommy nya, itu karena ia sudah nyaman dengan namanya yang sekarang. Hanya saja adiknya tidak ingin memanggil Flo, ia senang memanggil Kakak perempuan nya itu dengan sebutan Ayaka-Chan.


"Hmm, Kalau gitu ayo ke ruangan kerja Daddy" ucap Ryu.


Mereka berempat pun beranjak menuju ke ruangan kerja Ryu. Di sana mereka duduk di sebuah sofa dan mulai berbicara.


"Flo sudah ingat semuanya..." ucap Flo menghela nafasnya dan menatap ketiganya.


"Flo ingat kejadian dua puluh tahun yang lalu yang sempat Flo lupakan saat itu" ucap Flo.


"Benarkah?" tanya ketiganya, Flo mengangguk sebagai jawaban.


"Apa yang terjadi waktu itu? Kenapa kamu bisa berada di negara I?" tanya Ryu penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Setelah kebakaran itu, nenek Lia yang menyelamatkan aku dari reruntuhan Villa. Wajah ku terdapat luka bakar meskipun tidak semua di bagian muka. Aku ingat sesaat kita sudah berhasil menyelamatkan diri, dari jauh kamu mendengar gerombolan yang mengatakan ingin melenyapkan Keluarga kita. Karena takut sesuatu yang lebih buruk terjadi padaku. Nenek menyembunyikan identitas ku dan membawaku ke negara asalnya" ucap Flo


"Maafin Daddy sayang, saat itu Daddy lengah hingga membuat musuh Daddy menyerang kita dan membuat kamu terpisah selama ini" ucap Ryu memeluk putrinya itu. Ia merasa bersalah atas hilangnya Flo kala itu.


"Tidak apa-apa Dad, tapi apa boleh Flo tanya sesuatu dan menginginkan beberapa hal dari kalian?" tanya Flo


"Apa itu? katakan saja sayang. Apapun yang kamu inginkan akan Daddy penuhi semuanya" ucap Ryu berjanji.


"Benar kata Daddy, katakan apa yang ingin kamu inginkan" ucap Richie ikut menyahut.


"Siapa musuh yang sudah menyerang keluarga kita? Dan di mana mereka?" tanya Flo


"Mereka sudah di alam baka sayang. Setelah kejadian itu, keluarga Uchiha mencari mereka dan setelah mengetahui siapa pelakunya setelah satu tahun pencarian. Kami melenyapkan mereka beserta seluruh anggota keluarganya.


Mereka adalah Keluarga Masite, mungkin kamu pernah mendengar keluarga mereka runtuh bukan?" ucap Ryu dan di angguki oleh Flo.


Flo mengingat sesuatu, saat mempelajari kontrak kerjasama dengan Uchiha Group. Ia juga mempelajari semua data terkait dengan Perusahaan-perusahaan besar di negara J.


Dari sana Flo mendapati di sebuah berita di artikel, bahwa 19 tahun yang lalu ada sebuah keluarga besar yang runtuh, dan keluarga itu adalah keluarga Masite.


Dalam artikel di ceritakan jika semua anggota keluarga tengah berkumpul dan terjadi kebakaran hingga tidak ada satupun anggota keluarga yang selamat atas musibah itu.


Semua aset milik keluarga masite di lelang dan hasilnya di donasikan ke panti sosial.Dan ternyata itu semua di lakukan oleh keluarga Uchiha atas dasar balas dendam.


Bahkan aset milik keluarga besar Masite di beli semua oleh Keluarga Uchiha. Menjadikan keluarga Uchiha yang awalnya sama-sama dari keluarga besar, menjadi keluarga paling terkaya di negara J sampai saat ini.


"Ya aku pernah membaca sebuah artikel yang membahas sebuah keluarga besar dari negara J yang runtuh" ucap Flo.


"Lalu apa permintaan kamu sayang?" tanya Ryu menatap putrinya.


"Aku ingin kembali ke ibukota, setelah mommy sembuh Dad" ucap Flo menundukkan kepalanya.


"Apa tidak bisa kamu tinggal di sini aja sayang? Daddy dan mommy ingin menebus semua hal selama dua puluh tahun ini padamu. Apa kamu tidak ingin tinggal bersama keluarga mu?" ucap Ryu dengan memelas.


"Aku ingin tinggal tapi aku tidak bisa Dad, aku memiliki tanggung jawab yang besar di sana yang tidak bisa aku lepas begitu saja" ucap Flo


"Dad, Dara tidak pernah mengekangku. Bahkan sebelum aku berangkat ke sini dia mengatakan jika tidak masalah jika aku tinggal di sini bersama kalian. Tapi aku tidak bisa menjilat ludahku sendiri atas sumpah yang sudah aku ucapkan.


Maafkan aku adad, Dara adalah segalanya, dia penyelamatku. Dia juga yang sudah menjadikanku Keluarga selama ini, dia sangat baik dan selalu mengajariku segala hal. Bahkan kasih sayang sebuah keluarga, aku dapatkan juga dari Dara dan keluarganya.


Aku tahu kalian Keluarga kandungku, aku tidak bisa menyangkal itu semua, karena Begitulah kenyataannya. Tapi aku memang tidak bisa tinggal di sini, tapi aku bisa usahakan pulang ke sini saat pekerjaanku luang. Atau kalian bisa sesekali mengunjungiku di sana" ucap Flo panjang lebar.


"Haaahhh, baiklah...." ucap Ryu mengalah pada keputusan putrinya.


"Dad...." ucap Kenzi tidak setuju atas keputusan Flo dan daddy-nya.


"Biarkan kakakmu memilih jalan hidupnya, Ken. Dia sudah dewasa dan tahu mana yang baik untuknya" ucap Ryu mengelus kepala Kenzi dengan sayang.


"Aku masih ingin merasakan punya kakak perempuan" ucap Kenzi merajuk


"Selamanya aku tetap jadi kakakmu, Ken. Seperti yang kakak bilang, kakak akan luangkan waktu untuk pulang ke sini. Kamu juga bisa kok datang ke sana jika kamu tidak sibuk" ucap Flo tersenyum


"Ayaka-Chan...." Rajuk Kenzi memeluk Flo dengan erat.


"Anak laki-laki tidak boleh cengeng dan merajuk. Aku tidak akan melupakan kalian dan sekarang sudah canggih, kalau kangen tinggal Video Call" ucap Flo membalas pelukan adiknya dan terkekeh.


"Tapi kan nggak senyaman ketemu langsung" ucap Kenzi cemberut.


"Jangan cemberut, lagian kakak di sini cukup lama dan menunggu Mommy sembuh" ucap Flo


"Kakak pasti punya pacarkan, jadi enggan pindah dari sana" tebak Kenzi.


"Eh...." ucap Flo tidak tahu harus jawab apa.


"Ya kan, kakak udah punya pacarkan di sana?" tanya Kenzi lagi.


"Benar itu Flo?" tanya Ryu dan Richie bersamaan.


"Ekhmm...." Flo berdeham sejenak kemudian mengangguk


"Itu.... Itu.... Benar Dad, kak. Aku sudah memiliki kekasih dan rencananya kami akan bertunangan saat ia kembali dari Negara A" ucap Flo menceritakan sebenarnya.


"Siapa dia dan dari keluarga mana? Apa dia dan keluarganya memperlakukan kamu dengan baik?" tanya Ryu.


Ia sungguh ketat dengan kisah percintaan putrinya, bagaimana pun harusnya ia yang menjadi cinta pertama untuk putrinya. Namun karena musibah dulu, ia jadi jauh dari putrinya.


Bukan ia bermaksud melarang, hanya saja ia harus tahu calon menantunya itu seperti apa. Baik atau tidak, setia atau tidak. Dan dia harus memastikan pacar putrinya harus membahayakan


"Dia sangat baik, Keluarganya juga menerimaku dengan tangan terbuka, meskipun saat itu aku hanya orang biasa tanpa embel-embel keluarga besar di belakang namaku, namun mereka tetap menerima nya dengan senang hati. Namanya Lingga Raka Narendra, dia tuan muda kedua keluarga Narendra, Dad" ucap Flo bersemu merah saat mengatakannya.


"Keluarga Narendra? Kau berpacaran dengan adik sepupu Tuan muda Kaisar?" tanya Richie terkejut mendengar ucapan adiknya itu.


"Hmm...." Flo mengangguk.


"Jadi kemungkinan kamu benar-benar akan menjadi saudara ipar Dara?" tanya Richie lagi, karena ia tahu jika Kaisar adalah tunangan Dara. Lagi-lagi Flo mengangguk sebagai jawaban nya.


"Jadi Keluarga besanku adalah keluarga terkuat dan paling berkuasa di negara I? Ha-ha-ha, matamu sangat jeli nak, tapi tetap saja dia harus datang kesini jika ingin melamarmu. Dia harus melewati Daddy dulu jika ingin memiliki putri kesayanganku" ucap Ryu.


...•••••••...