
Pria itu terdiam dan menatap tajam ke arah Flo, dalam hatinya ia bertanya-tanya siapa gerangan Flo? Kenapa ia bisa memiliki kekuatan untuk menangkis serangannya?
Meskipun pria itu tidak menggunakan kekuatan penuhnya, namun tetap saja ia heran. Bagaimana pun kekuatan yang ia keluarkan hampir setengah dari kekuatan yang ia miliki. Bahkan bisa membuat sepuluh orang manusia terkapar sekaligus saat ia mengeluarkan serangan itu.
Namun Flo dengan santai menangkisnya bahkan membuatnya terdorong beberapa langkah ke belakang.
Pria yang bernama Beni itu mengerutkan keningnya dan merasa kesal karena seorang manusia biasa bisa melawannya, apalagi itu hanya seorang wanita.
Ya, Flo menangkis serangan Beni tanpa menggunakan Chi miliknya, itu murni kekuatan fisiknya yang memang selalu ia latih agar setara dengan kekuatan internalnya.
Dara sangat sering mengingatkannya untuk mengelola kekuatan fisik terlebih dulu sebelum melanjutkan kultivasinya untuk menyeimbangkan kekuatan internal miliknya.
Dengan itu pula kekuatan seorang kultivator akan lebih jauh mudah di kembangkan ke tahap yang lebih tinggi. Karena wadah atau tubuhnya sudah di tingkatkan terlebih dulu.
Selain itu jika suatu waktu keadaan terdesak dan kekuatan internal tidak dapat di keluarkan, kekuatan fisik akan menjadi penyelamat yang paling di butuhkan di banding menunggu bantuan datang dari pihak lain.
"Rafael, bantu kedua temanmu untuk ke pinggir terlebih dulu!" ucap Flo
"A-ah, baik!" ucao Rafael yang tersadar dari keterkejutannya.
"Siapa kamu? Kenapa kalian menyelusup ke tempat kami?" tanya Beni dengan keras.
"Apa ada masalah jika kami diam di sini? Jalan ini tempat umum dan tidak ada larangan jika kami bersantai di sini" ucap Flo datar dan biasa saja.
"Jelas salah! jalan ini termasuk wilayah kami dan orang asing di larang masuk ke sini. Kalian pasti punya niat yang tidak-tidak bukan?" ucap Beni memicingkan matanya.
"Wow, aku baru mendengar kalau jalanan umum juga bisa di kuasai" ucap Flo
"Jangan banyak omong kosong! Pergi dari sini! atau aku akan memberikan pelajaran untuk kalian semua" ucap Beni
"Kalau aku tidak mau?" ucap Flo menantang santai dengan memainkan kukunya.
"Cih! jangan kira kau wanita dan kau sangat cantik aku jadi segan" ucap marah Beni
"Aku tahu aku cantik? Berarti matamu tidak katarak, rabun atau buta" ucap Flo
Rafael hanya terkekeh mendengar ucapan Flo yang sangat narsis itu.
"Akan ku buat kau menyesali ucapanmu wanita! Aku juga akan memberikan pelajaran untukmu karena berani masuk ke wilayahku dan membuatmu menjadi salah satu mainan saudara ku, aku jamin kau akan mend*sah nikmat dan sakit di saat yang bersamaan" ucap Beni tertawa kemudian langsung menyerang Flo.
Wuuusshhh....
Beni menyerang dengan meremehkan lawannya yang hanya seorang wanita. Ia pikir 50 persen kekuatannya bisa mengatasi Flo.
BUGH!!!!
TAK!!!!
BLAM!!!
"Uuuggghhh!!!" Pukulan telak Flo mengenai dada Beni yang membuat Dada Beni merasa sangat sakit.
"Si*l! Ternyata beladirinya sangat baik. Kalau begitu jangan salahkan aku menggunakan kekuatanku sepenuhnya" gumam Beni merasa marah dan juga merasa terhina kerena dapat di kalahkan dengan mudah oleh seorang manusia biasa.
Tentu saja ia merasa terhina, karena dirinya sudah berada di tahap Qi Transformasion level menengah, namun ia di kalahkan dengan mudah oleh wanita yang tidak memiliki Chi di tubuhnya.
"Hiyaaaa!!!!" teriak Beni mengeluarkan Chi-nya dan menyerang Flo dengan kekuatan penuhnya.
Flo dengan santai menghindar, ia juga tersenyum mengejek ke arah Beni membuat pria itu sangat marah karena merasa di remehkan.
Beni menyerangnya, ia juga menendang Flo dengan menyerang kakinya, namun Flo melompat dan menendangnya balik dan mendarat dengan telak di wajah Beni.
"Si*lan mati kau ja*ang!!!!" teriak Beni
BLAM!!!
DUAAARRRR!!!!
Rafael, Marco dan terkejut mendengar suara dentuman yang cukup keras itu.
Benturan kekuatan itu membuat telinga Rafael dan dua rekannya berdengung, untung saja lokasi mereka jauh dari pemukiman dan juga rumah tempat markas kultivator hitam itu berada. Jadi tidak membuat kerepotan lainnya yang bisa membuat yang lain datang.
"Aaarrrgggghh!! Uhuuukkk" pekik Beni kencang yang kini sudah tersungkur dengan seteguk darah kental yang keluar dari mulutnya. Tidak hanya itu, hidung dan telinganya juga mengeluarkan darah, karena luka yang parah.
"K-kau!!! Kau a-kan men-dapat-kan ba-lasan-nya... Asal k-kau tahu- aku pu-tra Braja yang a-gung. Ayah-ku akan men-nuntut balas pa-damu" ucap Beni dengan terbata-bata.
"Aku tidak takut, apa lagi dengan kumpulan semut seperti dirimu!" ucap Flo berbisik ke arah Beni yang tengah sekarat.
"K-kau bu-kan la-wan Ayah-ku!! Di-a sa-ngat ku-at" ucap Beni
"Kultivator jahat seperti mu sama sekali tidak membuatku takut, tenang saja akan aku buat ayahmu menyusulmu ke neraka, agar kalian bisa bereuni di sana" ucap Flo terkekeh.
"Ba-bagimana kau ta-hu ten-tang....." ucap Beni terkejut.
Beni terkejut karena Flo mengetahui jika dirinya adalah bagian dari kultivator jahat. Padahal keberadaan mereka sangat di rahasiakan dan selalu bertindak secara diam-diam.
Kecuali Flo adalah kultivator, karena orang biasa tidak bisa merasakan keberadaan dan identitas mereka. Tapi Beni ragu karena Flo tidak memiliki aura kultivator di dalam tubuhnya.
"Calon penghuni neraka tidak di punya hak untuk tahu. Kau hanya perlu tahu bagaimana caranya lolos dari hukumanmu di akhirat" ucap Flo tersenyum miring.
Flo kemudian memegang kepala Beni tak lama Beni berteriak kesakitan sebelum...
Duaaarrr!!!
Kepala Beni hancur berkeping-keping, membuat Rafael dan dua rekannya terkejut dan membolakan matanya melihat itu.
Tidak berhenti di situ, Flo membakar tubuh Beni hingga menjadi abu. Hal itu sontak membuat Rafael dan yang lain meneguk salivanya susah payah.
Baru kali ini mereka melihat seorang wanita yang sangat kuat dan juga kejam seperti Flo. Meskipun mereka dari kemiliteran hal itu baru pertama kali mereka lihat secara langsung dan mereka tidak tahu dengan cara apa Flo bisa melakukannya. Karena saat melakukannya Flo membelakangi ketiganya, yang pasti Flo melakukannya dengan tangan kosong.
"Apa aku mengejutkan kalian dan membuat kalian takut?" tanya Flo yang dengan santainya mengelap Darah di wajah dan pakaiannya dengan kain yang entah muncul dari mana.
GLEK!!!
Ketiganya menelan ludah dengan susah payah, mereka tidak menyangka bisa bertemu dengan psikopat yang terpampang nyata di depan mereka.
"Ka-kami tentu saja kaget!" ucap Rafael jujur sembari menahan nafas.
"Maaf! Aku tadi terlalu bersemangat dan lagi aku menghabisinya karena dia akan jadi hambatan untuk kita jika di biarkan hidup. Terlebih aku malas berurusan dengan pihak berwajib. Kalian tidak akan melaporkanku bukan?" tanya Flo menatap ketiganya.
"Tidak! Tidak! Kau tenang saja, kamu akan menutup mulut" ucap Rafael menggeleng ribut
"Baguslah kalau begitu" ucap Flo tersenyum yang terlihat oleh ketiganya sangat menyeramkan.
"Ambillah dan minum, itu adalah pil penyembuh yang di buat oleh Nona. Itu akan membuat kalian lebih baik" ucap Flo menyerahkan dua pil kepada Marco dan Damian
Keduanya tidak ragu meminumnya, karena mereka pernah mengkonsumsi pil yang sama dari Kai saat di desa F di provinsi K.
"Aku akan mengganti pakaianku di mobil, kalian berjaga di luar! Jangan berani-berani mengintip!" ucap Flo lagi
"Jangan khawatir, kami tidak akan melakukannya" ucap Marco yang sudah pulih dengan cepat karena pil penyembuh itu.
Flo mengangguk dan segera masuk ke mobil dan mengganti pakaiannya. Sedangkan ketiga pria di luar sana masih terkejut dengan adegan yang mereka lihat tadi.
"Aku tidak akan berani menyinggung nona Flo kedepannya" ucap Rafael.
"Aku juga, Ya Tuhan kalian lihat tadi bukan? Sepertinya nona Flo sangat kuat. Dia bahkan bisa melawan pria tadi dengan santainya dan menghancurkan kepala itu dengan mudah seperti meremas kerupuk saja" ucap Damian
"Tentu dia kuat, kalau tidak mana mungkin ia menjadi asisten sekaligus Bodyguard Nona Dara" ucap Rafael
"Kau benar, Nona dan ajudan sama-sama menyeramkan" ucap Marco bergidik karena ia pernah melihat Dara bertarung juga, meskipun tidak seekstrim yang di buat Flo barusan.
Ketiganya memikirkan itu, meskipun mereka sering bertemu dengan pertumpahan darah dan juga bertarung dengan orang kuat. Tapi adegan barusan tidak pernah terbayangkan oleh mereka sama sekali.
Seorang wanita yang terlihat lemah, namun dengan mudah mengalahkan orang yang bahkan seorang pria tidak bisa mengalahkannya. Bahkan Flo dengan santainya menghancurkan kepala orang itu dengan tangan kosong lalu membakarnya.
Selain itu raut wajah Flo yang terlihat santai membuat ketiganya merasa takut berkali-kali lipat. Namun meskipun begitu, mereka tidak akan melaporkan hal ini pada pihak berwajib.
Menurut mereka Beni memang pantas mendapatkan nya. Ketiganya hanya akan melaporkan hal ini pada Kai saja yang tak lain adalah atasan mereka.
...•••••••...
Maaf Author masih sibuk, besok di usahain Double up ya. Buat crazy up di usahakan kalau author ada waktu luang ya🙏
Terimakasih sudah membaca karya author ☺️🤗