The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
193. Nasib Riki - Bertemu Steve



Sudah tiga hari pasca Kai pergi bertugas, selama itu pula hubungan keduanya hanya sebatas komunikasi lewat telepon atau panggilan video jika Kai ada jeda istirahat.


Kai menceritakan jika tugas utama di timnya sudah rampung. Hanya saja ada beberapa masalah yang harus timnya selesaikan sebelum mereka kembali ke ibukota.


Dara memaklumi kesibukan calon tunangannya itu, lagi pula Kai selalu mengabarinya sesibuk apapun dia. Jadi ia sangat percaya padanya dan selalu berdo'a untuk keselamatan kekasihnya itu.


Dara sudah bersiap untuk bertemu dengan Steve yang sudah memiliki janji temu untuk membahas masalah investasi di A.A Entertainment.


Dara tidak sendirian datang ke A.A Entertainment, ia di temani dengan asisten sekaligus tangan kanannya, Flo.


Flo juga sudah mengabarkan tugas yang di berikan oleh nonanya itu, yang sudah di jalankan dengan baik. Yakni membuat bisnis keluarga Riki jatuh terpuruk ke titik terendah hingga bangkrut tepat dua hari setelah Dara menginstruksikan Flo untuk membuat masalah krusial di perusahaan Orang tua Riki, tentunya dengan bantuan Theo.


Sebelumnya Dara menginstruksikan Theo untuk mencari tahu dulu tentang keluarga dan perusahaan keluarga Riki. Karena ia melihat banyak sekali kebusukan yang di lakukan Keluarga itu, Dara tidak segan untuk menghancurkannya.


"Bagaimana perkembangannya?" tanya Dara


"Riki tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi membalas tindakan anda yang memukulinya. ia masih tergolek di rumah sakit dan sekarang dalam kondisi syok parah. Karena kedua orang tua Riki dan juga orang terkait yang terlibat dengan penggelapan Dana dan juga kejahatan lainnya sudah di tangkap.


Termasuk tiga orang pejabat yang terlibat dalam pencucian uang dengan mereka juga sudah di tangkap. Mereka akan di tuntut 10 tahun penjara, denda uang dan juga perusahaan nya akan di sita oleh bank. Sesuai instruksi anda, saya sudah menyiapkan pengacara terbaik dan memblokade pihak yang ingin membebaskannya dengan jalan pintas atau menyuap pihak berwajib.


Kasus Riki yang sudah banyak melanggar hukum juga sedang di usut kepolisian, berikut dengan kedua temannya dan juga kekasihnya. Mereka kemungkinan akan di penjara minimal lima tahun" ucap Flo menjelaskan


"Kau tidak boleh lengah dalam masalah ini Flo, aku tidak mau kecolongan dan membuat salah satu dari mereka lolos. Dan setelah Riki dan yang lain keluar dari penjara, aku ingin hidup mereka menderita karena sudah mengusik orang-orang ku" ucap Dara


"Tentu Nona, saya sudah menempatkan beberapa orang terpercaya untuk memantau dan aku pastikan bajingan itu akan menderita, meskipun di dalam penjara sekalipun" ucap Flo menggebu.


Ia juga marah saat tahu teman barunya, Manda di perlakukan dengan kejam oleh Riki dan yang lainnya.


Dara mengangguk, Flo sudah memberi tahunya. Jika ia membentuk sebuah kelompok pengawal, pencari informasi dan kegiatan lain yang berpusat pada Dara. Mereka semua terdiri dari 70 laki-laki dan 30 perempuan.


Semuanya adalah orang-orang yang Flo rekrut dari berbagai kalangan, Seratus orang itu memeiliki kesetiaan dan keterampilan beladiri yang mumpuni.


Flo sebenarnya ingin membuat sebuah pasukan kultivator sebagai pasukan pengamanan Dara dan keluarga, hanya saja Dara masih belum memutuskan hal itu.


Dara sebenarnya tidak menolak, hanya saja ia belum bertemu dengan anak buah Flo, mengetes kekuatan dan kesetiaan mereka.


"Flo, aku sudah memikirkan ucapanmu tentang membuat kelompok kultivator. Aku akan ke sana akhir pekan ini, kau atur pertemuanku dengan mereka! Dan beri tahu Ferdi untuk bersiap-siap, besok aku akan mengetes kemampuannya" ucap Dara


"Baik nona" ucap Flo merasa senang, ia yakin dengan ini ia bisa membuat pasukan khusus untuk nonanya.


Dan untuk Ferdi, ia yakin Ferdi bisa lolos dan menjadi kultivator juga sama dengan dirinya. Itu karena progres Ferdi jauh berkembang di bandingkan oertama kali ia melatihnya.


"Oke, kita sudah hampir sampai, kau sudah atur ruangan khusus untuk pertemuan dengan Steve dan Marco bukan?" tanya Dara


"Semuanya sudah siap Nona, jangan khawatir" ucap Flo


"Terimakasih banyak nona" ucap Flo tersenyum senang.


Ia tidak menolak semua pemberian Dara. Baginya itu adalah anugerah dan hadiah atas kerja kerasnya.


Dia merasa sangat senang karena Dara tidak pernah melupakan jasa orang-orang yang telah membantunya. Dara juga selalu memperhatikan kesejahteraan orang-orang terdekatnya.


Terlebih Flo sangat senang karena Dara memperlakukannya dengan sangat baik, bahkan kadang Dara memanggilnya kakak saat tidak ada orang lain. Hal itu membuat hubungan keduanya sangat dekat.


Flo berjanji akan terus menjaga dan melindungi Nonanya dan setia padanya sampai akhir hayatnya.


....


Di ruangan khusus di kantor A.A Entertainment. Steven terus gelisah menunggu Dara, membuat Lucas yang berada di sana bingung karena tidak mengerti ucapan Steven yang menggunakan bahasa aliennya.


Sedangkan Marco hanya memijat pangkal hidungnya melihat tuannya tidak bisa diam dan menanyakan hal yang sama berulang kali..


"Marco, apa pakaianku sudah bagus? Apa penampilan ku sudah rapih?" tanya Steve


"Tuan, anda sudah mengatakannya puluhan kali dan saya sudah menjawabnya berkali-kali" ucap Marco jengah


"Cih, tinggal kau jawab apa susahnya" ucap Steven.


"Lagian tidak biasanya tuan bertingkah seperti ini, apa anda jatuh cinta dengan bos A.A Entertainment?" tanya Marco curiga.


"Sembarangan kamu bicara, aku tidak memiliki keberanian untuk jatuh cinta padanya. Aku terlalu rendah untuknya! Aku hanya tidak ingin membuatnya malu dan juga ingin tampil terbaik di depannya" ucap Steve.


"Mana mungkin aku bisa jatuh cinta pada nenek moyangku sendiri. Walaupun Yang mulia sangat cantik dan tidak ada yang bisa mengalahkan rupa cantiknya, aku tidak mungkin bersanding dengannya. Aku cukup tahu diri dan sadar diri. Aku justru sangat antusias untuk belajar banyak darinya, terutama tentang Kultivasi" ucap Steve dalm hati.


"Lalu apa namanya kalau bukan jatuh cinta?Tapi kenapa anda merasa rendah di depan nona Dara? Saya yakin kekuatan Keluarga Xing masih sangat berkuasa di negara kita bahkan di seluruh wilayah benua Asia, Bahkan pemerintah harus bersikap sopan jika bertemu dengan anggota keluarga Xing. Apa ini karena usia anda, hingga membuat anda minder? Tapi usia anda tidaklah tua dan masih pantas kalian bersama, jika kalian memang sama-sama mau dan menerima" ucap Marco


"Jaga ucapanmu Marco! Yang, ekhm Nona Dara adalah kekuatan terbesar itu sendiri. Ingat! Jangan pernah kamu meremehkan apalagi membuat masalah padanya. Bahkan aku sendiri harus bersikap sopan dan rendah di depannya, begitupun keluargaku bahkan patriak yang tak lain adalah kakekku. Jadi jangan buat masalah, mengerti!" ucap Steve, membuat Marco terkejut namun ia hanya bisa mengangguk saja.


Lucas dan sekretaris nya hanya diam dan saling memandang. Sekretaris Lucas bernama Eka, ia juga sangat fasih bicara 3 bahasa. Namun meskipun ia bisa bahasa Mandarin, dia tidak mengerti bahasa Mandarin yang di ucapkan dua pria di depannya. Karena itu adalah bahasa Mandarin Kuno.


Tok! Tok! Tok!


Pintu ruangan di ketuk, tak lama Dara dan Flo masuk ke dalam. Membuat empat orang di dalam ruangan menunduk dengan sopan menyapa.


Steve menyapa Dara dan di jawab oleh Dara dengan santai. Eka hanya diam dan terkejut saat mendengar Dara juga mampu berbicara Mandarin Kuno, yang bahkan dirinya saja yang memiliki sertifikat bahasa, tidak mengerti satu kata pun yang di ucapkan mereka bertiga.


...•••••••...