The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
78. Sekotak brownies menggugah selera



Setelah dari lapangan tembak Kai mengantar Dara untuk pulang, awalnya ia ingin seharian bersama dengan gadis yang di cintainya itu. Namun apa daya, tugas menunggunya dan ia harus kembali ke pangkalan militer.


Dara tidak mempermasalahkan tentang itu, ia justru sangat menghormati para pengabdi negara. Karena ia merasakan bagaimana besarnya tanggung jawab itu, bukankah itu terlihat sangat hebat?


Terlebih juga jiwa dan memori yang ada di tubuhnya juga merupakan jendral terkuat pada jaman kekaisaran dulu.


"Eh, mana kakak ipar? Kok nggak di suruh masuk, kak?" tanya Dimas dan yang lainnya saat Dara baru saja masuk ke dalam mansion.


Dara terkejut mendapati adik-adiknya ternyata sudah menunggunya, juga mendengar Dimas dan Ryan memanggil Kai dengan sebutan kakak ipar, ia di buat tidak berdaya.


"Dia sedang ada tugas jadi harus pergi" ucap Dara kemudian.


"Tugas? Memang kakak ipar kerja di mana kak?" tanya Ryan


"Militer" jawab Dara


"Woooowww.... Seorang tentara" ucap ketiganya kompak.


"Kalian berdua hebat bisa punya kakak polisi dan kakak ipar seorang tentara. Besar nanti aku juga ingin masuk militer" celetuk Ezio dengan penuh kekaguman.


"Aku nggak tertarik jadi tentara, aku maunya jadi manager atau direktur yang hebat dan bisa bantu kak Dara" ucap Ryan semangat


"Aku juga, tapi aku mau membangun perusahaan sendiri dan sesukses kakak kelak" ucap Dimas.


Dara mengamini semuanya, ia bangga dengan tiga bocil sekawan itu. Ia berharap yang terbaik untuk ketiganya. Meskipun Ezio bukan adiknya, tapi Dara juga sudah akrab dengan bocah tampan anak tetangga itu.


....


Dua Minggu sudah berjalan dengan sangat cepat, Dara melakukan kegiatan yang sama Kuliah, kerja dan juga berkultivasi. Ia sudah naik ke tingkat 4 level atas sekarang. Hotel juga sudah beroperasi dan berganti nama.


Hubungannya dengan Kai juga masih abu-abu, ia masih belum bisa memberikan jawaban untuknya. Mereka juga jarang bertemu karena Kai masih memiliki tugas yang banyak dan harus keluar kota saat ini.


Hari ini Dara kuliah seperti biasanya, namun suasana hari ini sedikit berbeda. Ia mendengar cuitan semua mahasiswa dan mahasiswi di sana. Mereka membicarakan seseorang yang bernama Rainer.


Satu yang yang ia tangkap tentang Rainer dari obrolan orang-orang. Dia adalah seorang Prince kampus dan juga anak dari salah satu keluarga terbesar di ibukota. Dan dia baru masuk kuliah lagi setelah sebelumnya ia di luar negeri sebagai siswa pertukaran, yang berarti dia sosok yang pintar dan hari ini ia akan datang ke kampus untuk bertemu dekan.


Dara mengabaikan obrolan yang menurutnya tidak penting itu, ia tidak peduli selagi itu tidak ada kaitannya dengan dirinya.


"Ra, mama tadi pagi buat kue, enak banget loh. Cobain ya" ucap Daffa masih berusaha mendekati Dara. Dia menyodorkan sebuah kotak makan berisi kue pada Dara.


"Terimakasih" ucap Dara menerima kotak itu.


Daffa tersenyum melihat Dara menerimanya.


"Kamu tahu kalau Dosen akan datang telat?" tanya Daffa


"Tidak" ucap Dara singkat


"Kok bisa, apa kamu tidak membaca pengumuman di Group?" tanya Daffa.


"Group?" tanya Dara tidak mengerti.


"Astaga, jangan-jangan kamu belum masuk group kelas?" tanya Daffa menebak, padahal ia sudah tahu Dara belum masuk group chat kelas. Kalau tidak, Daffa sudah mendapatkan nomor telepon Dara sejak dulu.


"Belum" ucap Dara


"Tunggu sebentar kalau begitu" ucap Daffa.


Kemudian Daffa memanggil Cindy untuk mendekat, Cindy bingung kenapa Daffa memanggilnya.


"Ada apa Daf?" tanya Cindy.


"Kamu belum masukin nomor Dara ke Group? Bagaimana kalau ada tugas mendadak atau pengumuman penting. Dia pasti tidak tahu" ucap Daffa.


"Ra, sorry ya. Aku beneran lupa" ucap Cindy dengan perasaan bersalah.


"Tidak apa-apa" ucap Dara ringan.


"Kalau gitu, aku minta nomor telepon kamu buat aku masukin ke Group kelas sekarang" ucap Cindy


Dara kemudian menyebutkan nomor teleponnya ke Cindy dan segera ia masukan ke dalam group. Daffa tersenyum karena kini dia memiliki nomor telepon Dara.


Satu jam kemudian Sugeng datang, ia terlambat mengajar karena ada sesuatu yang mendesak di rumahnya. Dara memperhatikan semua yang di terangkan oleh Sugeng.


Setelah kelas selesai, sebagian besar orang pun keluar. Ada yang ke kantin dan ke taman, sedangkan Dara masih diam duduk di bangkunya. Ia tidak memiliki kegiatan lain setelah kelas selesai jadi ia santai sebentar.


Dara membuka kotak makan dari Daffa penasaran, itu adalah brownies. Dari wanginya saja sudah tercium jika brownies itu lezat dan menggugah selera dan ingin memakannya.


Daffa memperhatikannya dari samping apa yang di lakukan oleh Dara, kemudian dia di buat terkejut saat melihat Dara membuka maskernya untuk memakan kue itu.


Bukan hanya Daffa, setidaknya ada sekitar delapan orang lain di dalam kelas melihat wajah Dara yang tengah makan kue brownies itu dengan anggunnya.


Bahkan ada dua gadis lain di dalam kelas salah satunya adalah Cindy. Dia gadis itu sama terpukaunya dengan kecantikan Dara, tapi ia tidak mimisan seperti cowok yang di kelasnya.


"Brownies nya enak" ucap Dara membuyarkan keterkejutan mereka dan segera mengelap darah di hidung mereka.


"Dewi..." gumam mereka.


Dara hanya terkekeh mendengar itu, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Karena wangi brownies itu menggugah selera membuatnya ingin langsung memakannya.


Orang-orang di dalam kelas termasuk Daffa menyadari, jika gosip di forum kampus benar adanya. Ternyata Dara adalah Dewi Nasional yang Viral itu.


"Ra, boleh aku foto bareng? Ya meskipun di foto pasti jompang sih, kardna kamu kelewatan cantiknya" ucap Cindy tertawa setelah mengatakan itu.


"Ah, tentu" ucap Dara tidak masalah


Keduanya kemudian Foto bersama. Teman-temannya lain di kelasnya juga tidak mau kalah. Mereka foto satu persatu dengan Dara dan juga mereka semua berkumpul jadi satu lalu Foto bersama-sama.


"Ra, kamu cantik banget" ucap Daffa.


"Hmm, aku tahu" ucap Dara mengangguk.


Setelah selesai memakan habis kue di depannya Dara pun keluar dari kelas, ia memakai maskernya lagi. Ia akan ke melihat rumah sakit yang beberapa hari lalu sudah resmi di buka dengan nama dan misi yang baru itu.


Dara berjalan ke arah parkir, di sana ada banyak orang yang melihat ke arah seorang pria tampan yang baru keluar dari mobil dan berjalan ke arah pintu masuk kampus.


Semua orang menatapnya dengan rasa iri dan kagum. Bahkan para wanita melihatnya dengan malu-malu dan berdandan dengan cantik.


Namun sekilas pria itu menatap ke arah Dara yang kini berjalan melewatinya tanpa menatap ke arahnya sama sekali. Pria itu menoleh dan melihat Dara yang sama sekali tidak peduli dengan keberadaannya, bahkan sekarang menuju ke parkiran motor dan memakai maskernya.


Suara knalpot motor menggema di sana membuat pria itu mengernyitkan kening. Ia belum pernah melihat wanita itu dan juga motornya.


"Siapa cewe itu? Apa di mahasiswi baru?" gumamnya.


...•••••...



Nama : Ellena Prayoga


Usia : 44 Tahun


Pekerjaan : Ibu rumah tangga/Istri Adnan Adi Raharjo.