The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
140. Seorang kultivator menyerang



Kai dan Nathan, Dio, Ardian, Jonny, sudah masuk ke dalam hutan.


Sekilas info, Nathan adalah orang terkuat nomer 3 setelah Kai dan Rafael di dalam tim Falcon. Sedangkan Dio adalah orang terkuat nomor 5, Ardian nomor 6 dan Jonny nomor 7.


Mereka berlima kini sudah masuk ke bagian hutan yang sudah mulai terasa sangat dingin dan mencengkam. Suasana di dalam hutan sangat sunyi dan hanya terdengar suara serangga gunung.


Mereka tetap siaga dan tetap menyusuri hutan guna mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka tidak berani nerpencar karena akan sangat bahaya jika terjadi sesuatu. Setelah hampir satu jam berjalan, tiba-tiba.....


BUGH!!!!


Jonny terlempar keras sejauh tiga meter karena sebuah pukulan yang tidak terlihat, Tak berapa lama Dio dan Ardian sama terlempar dan menjerit kesakitan karena mendapat pukulan di dada dengan sangat keras.


Kemungkinan tulang rusuk mereka patah atau ada organ dalam yang terluka karena serangan yang mendadak itu.


Kai dan Nathan terkejut melihat tiga anggotanya dengan cepat tumbang karena serangan tak terlihat, dan itu baru satu serangan. Jadi sudah tahu pasti kalau orang itu sangat kuat.


"Nathan, Fokus dan hati-hati, jangan lengah!" ucap Kai


"Baik..." ucap Nathan yang sudah siaga.


Wuushhh!!!!


Sebuah pukulankembali melayang, kini mengarah ke Nathan, namun masih bisa di hindari oleh Nathan dengan sigap.


"Si*l! mereka menggunakan pakaian hitam dan juga gerakannya sangat cepat hingga tidak terlihat di kegelapan" ucap Nathan mengumpat marah.


Ia beruntung karena menempatkan Lampu baterai di kepalanya dan sempat melihat bayangan hitam mendekat lalu menghindar.


"Siapa kalian? Beraninya kalian masuk ke daerah kekuasaan King Lintang" ucap Seseorang yang menunjukan wujudnya meskipun wajahnya tertutup kain dan menyisakan mata saja..


"Lintang?" beo Nathan tidak tahu siapa itu King Lintang.


Kai dan Natahan saling berpandangan karena tidak mengetahui siapa dan apa itu King Lintang.


"Kenapa kau menculik orang-orang desa. Katakan di mana Mereka semua?" ucap Nathan


"Ha-ha-ha, kau tidak perlu tahu bocah. Karena kau sudah masuk ke daerah kekuasaan Lintang, jangan harap bisa keluar hidup-hidup" ucap Orang itu lalu menyerang Nathan tiba-tiba.


Nathan yang tidak siap hampir saja terlena pukulan itu, kalau saja Kai tidak memblokir pukulan itu untuknya.


BUGH!!! BAK!!! BLAM!!!


Terdengar suara adu pukulan antara Kai dengan orang itu. Kai merasa aneh dengan orang yang ia lawan sangat kuat, bahkan pukulan yang di layang oan Dara tidak terlalu menyakitinya.


"Kau cukup hebat manusia!!!" ucap orang itu terus menyerang Kai.


Kai juga terus melawan dan berhasil mendaratkan pukulan tajam ke arah orang itu. Orang itu marah dan mengeluarkan kekuatan penuhnya, namun Kai menghindar dan membuat pukulan itu meleset dan mengenai pohon


DUAR!!!!!


Suara keras menggema saat pohon itu terlihat retak. dan berongga.


Kai dan Nathan terkejut melihat betapa kuatnya pukulan orang itu. Kai sedikit kualahan melawan orang itu, karena setiap pukulan yang ia layangkan seperti tidak berefek pada orang itu.


Kai kulai menembak orang itu, namun dengan gesit orang itu menghindar dari pelurunya.


"Pukul perut orang itu tepat sedikit di bawah pusar"


Sebuah suara lembut menggema di telinga Kai, awalnya Kai terkejut mendengar itu. Itu terdengar seperti suara Kekasihnya Dara buat Kai sedikit kehilangan fokusnya.


"Fokuslah Kai...."


Suara itu kembali tergiang di benaknya membuat Kai sadar dan melawan balik. Meskipun ragu, Kai tidak memiliki pilihan lain selain mencoba mengikuti saran suara yang mirip Dara itu. Ia pun mengumpulkan tenaga di kepalan tangannya dan menyerang dengan keras orang itu saat ada kesempatan.


BUGH!!!


Pukulan Kai tepat mengenai pusat energi seorang kultivator itu.


Ya orang yang di lawan Kai adalah seorang kultivator tingkat 1 atau Body Tempering level senior.


Bagaimana bisa Kai yang seorang manusia biasa bisa melawan seorang kultivator? Pasalnya meskipun kultivator itu masih di tingkat rendah, namun jelas manusia dengan kultivator memiliki jarak yang sangat dalam mengenai kekuatan.


Itu karena bakat!


Ya bakat Kai di dunia kultivator sangat kuat, itu sebabnya meskipun ia bukan seorang kultivator tapi kekuatan fisiknya hampir sebanding dengan seorang kultivator tingkat dua atau tingkat tiga.


Tak menyiakan kesempatan lawannya tumbang Kai kembali mendaratkan kakinya dan menjinjak dengan keras pusat energi orang itu hingga hancur.


BUAK!!!


"Aaaarrrrrggghhhhh!!!" teriak Orang itu


Orang itu mengeluarkan darah kental dari mulutnya.


"K-k-kaaauuu, si-a-pa Se-benar-nya?" ucap Orang itu.


Ia jelas melihat Kai bukan kultivator seperti dirinya, namun mengapa dirinya kalah oleh seorang manusia biasa. Dan yang lebih parahnya lagi, pusat energinya hancur dan sekarang ia tidak lebih dari orang biasa pada umumnya yang lemah.


"Nathan! Ikat orang ini! Berikan obat ini pada Dio, Ardian dan Jonny!" ucap Kai menyerahkan pil penyembuh dan kini hanya tersisa satu butir di tangannya.


"Baik!" ucap Nathan dan langsung mengambil tali dan mengikat orang yang menyerang mereka itu. Lalu ia memberikan pil penyembuh pada rekannya.


Ajaibnya rekannya langsung sembuh, karena serangan itu tidak memakai banyak Chi dan masih bisa di obati oleh pil penyembuhan datai Dara.


"Ba-bagimana bisa?" ucap Orang itu melihat orang yang ia serang sudah oulih dengan cepat.


"Apanya yang bagaimana bisa, si*lan" ucap Nathan kesal dan memukul kepala orang itu.


"Bawa orang ini ke Barak! dan jaga dia Jang sampai kabur" ucap Kai


"Tidak! kau tidak bisa! Aku pastikan King Lintang akan membalasmu dan memusnahkan semuanya!" teriak orang itu.


Kai tidak menggubris ancaman orang itu, ia kemudian menoleh ke arah Nathan.


"Kalian semua kembalilah ke barak!" ucap Kai


"Lalu kamu?" tanya Nathan.


"Aku akan melanjutkan penyusuran, akan sangat berbahaya jika kalian ikut. Mereka bukan lawan kalian" ucap Kai


"Tidak! aku akan ikut denganmu" ucap Nathan terkejut mendengar ucapan Sahabatnya itu.


Nathan ini perintah! Kembali ke barak dan jangan ada yang masuk ke hutan sebelum ada perintah dariku! Apa kalian mengerti" ucap Kai.


"Siap mengerti!" ucap Nathan dengan enggan.


"Tenang saja aku akan kembali dengan selamat. Jika sampai pagi aku belum kembali, kamu bisa mencariku ke dalam" ucap Kai


Namun karena Kai adalah pemimpinnya dan memiliki kekuasaan mutlak, ia tidak bisa melanggarnya. Kalau tidak ia akan di hukum sesuai peraturan di ketentaraan karena menolak perintah pemimpin.


Nathan dan ketiga rekannya membawa orang itu yang masih berteriak mengancam mereka. Karena berisik.


"Bisa diam nggak sih, mulutmu bau jigong, an*ing!" ucoa Nathan membungkam mulut orang itu dengan lakban karena kesal.


Mereka berlima pergi keluar dari hutan meninggalkan Kai sendiri. sesekali Nathan menoleh ke arah hutan dan berdoa semoga Kai pulang dengan selamat.


Jika bukan karena janji Kai akan kembali dengan selamat ia tidak akan merasa tenang.


...••••••...