
Acara Pertunangan sudah selesai semalam, keesokan harinya semuanya harus kembali ke ibukota untuk aktivitas masing-masing. Begitu juga dengan Kai dan tim Falcon yang langsung kembali ke pangkalan militer setelah sampai di ibukota.
Dara yang tidak melakukan apa-apa seharian setelah jam tiga sore tadi kembali dari kota S,erasa bosan. Karena perusahaan tutup dan karyawan perusahaan juga libur karena hari ini hari Minggu. Jadi Dara memutuskan untuk ke Star Resto sekalian untuk makan malam.
Namun saat ia turun dari kamarnya, ia melihat Lingga sudah mampir di kediamannya dan sedang duduk di sofa tamu. Di sana juga ada Flo yang tengah meletakan minuman untuk Lingga.
"Nona" sapa Flo saat melihat nonanya datang.
"Hai kakak ipar" sapa Lingga pada Dara dengan senyum kecil.
"Hai Ga, kamu kok sudah ada di sini aja. Kamu nggak istirahat? Pasti capek baru balik dari luar kota kan?" sapa Dara
"Sudah istirahat kok kak, bosen di rumah nggak ngapa-ngapain. Jadi ke sini deh, sekalian mau minta izin juga sama kakak ipar" ucap Lingga
"Minta izin buat apa?" tanya Dara mengangkat sebelah alisnya.
"Minta izin ajak calon istri kencan gitu, biar bisa malam Senen-an" ucap Lingga
"Calon istri? Kencan? Siapa?" tanya Dara menggoda Lingga sembari melirik Flo, karena ia tahu yang di maksud Lingga adalah Flo.
"Ya siapa lagi kalau bukan asisten kakak yang paling cantik jelita di tata surya" ucap Lingga sembari mengerlingkan matanya ke Flo, sedangkan Flo yang kaget membolakan matanya mendengar ucapan Lingga.
"Di ajarin siapa kamu?" bisik Dara pelan pada Lingga, pasalnya ia tahu jika Lingga sebelas dua belas dengan tunangannya jika menyangkut perempuan.
"Langsung ketahuan gitu ya, keliatan jelas emang kak?" tanya Lingga berbisik juga.
"Nggak biasanya aja, Lingga yang dingin jadi banyak omong, pasti ada yang ngajarin" tebak Dara
"Hehe ini hasil less private sama Ajeng selama tiga jam, sampe ngebul nih kepala dengerin ocehan Ajeng. Tapi demi ayang tidak apa, gunung pun ku daki, lautan pun ku sebrangi" bisik Lingga membuat Dara terkekeh mendengarnya.
Jujur Dara cukup terkejut dengan dua pria dari keluarga Narendra yang terkenal dingin, datar dan irit bicara. Namun akan menjadi banyak bicara jika dengan orang terdekat dan juga Dara bisa menebak jika Lingga berhasil mendapatkan hati Flo, ia akan bucin. Sama seperti sepupunya.
Flo yang duduk di sana pun mendengar bisik-bisik itu karena pendengarannya yang tajam, namun ia hanya diam sembari menahan tawa mendengar celoteh Lingga. Dia jadi teringat Manda yang selalu membuat ucapan-ucapan lucu padanya.
Dalam hidup Flo, hanya dua orang yang membuat sifat beku Flo mencair, tak lain adalah Dara dan Manda yang sangat comel jika bicara.
"Tanya sendiri sana sama orangnya" ucap Dara
"Tapi kakak ipar kasih izin kan?" tanya Lingga dengan tatapan penuh harap pada Dara.
"Hmm... pergilah jika Flo bersedia pergi denganmu. Tapi ingat jangan macem-macem" ucap Dara tidak masalah dengan itu
"Yes, Izin udah dapet. Flo, ayo kita pergi" ucap Lingga menarik Flo pergi.
"Eh, eh.... aku belum bilang mau tuan mu..." ucap Flo kaget karena tiba-tiba Lingga menariknya pergi.
Dara yang melihat keduanya hanya terkekeh, ia mencari keberadaan Ketiga adiknya yang ternyata masih terlelap. Mungkin mereka kelelahan jadi Dara membiarkannya.
Ia kemudian mengambil kunci motornya dan pergi keluar. Ia melajukan motornya pelan menuju ke Restoran miliknya. Hanya butuh belasan menit, dirinya sampai di restoran. Karena jalanan ibukota saat hari libur memang tidak sepadat biasanya, jadi Dara cepat sampai di sana.
Kedatangan Dara di sambut oleh karyawan di sana, Manda yang tahu kedatangan Dara pun segera menghampiri Sahabatnya itu di depan.
"Bos" sapa Manda tersenyum
"Kau belum pulang?" tanya Dara melihat Manda masih berada di restoran.
"Belum bos, nanti aja habis makan malam. Oh iya selamat atas pertunangannya kemarin, maaf tidak bisa datang" ucap Manda tulus.
"Nggak apa-apa, terimakasih ucapannya Da, kalau begitu kita makan malam bersama bagaimana?" tanya Dara mengajak Manda makan bersama.
"Siap Bu bos" ucap Manda dengan posisi tangan hormat membuat Dara terkekeh.
"Ini sudah jam pulang kerjamu" ucap Dara
"He-he iya Ra. Mau makan di ruangan atau di resto? Tapi ruangan VIP sudah penuh sekarang, hanya tersisa meja umum saja" tanya Manda
"Di resto aja, tidak masalah makan di meja umum juga" ucap Dara
"Oke, let's go!" ucap Manda semangat.
Saat tiba di meja, ada beberapa orang yang memandang ke arah Dara dengan terpesona. Namun Dara hanya mengabaikannya dan duduk dengan tenang. Tiba-tiba telepon Dara berdering, ternyata Kai meneleponnya.
Dara segera mengangkatnya, Kai menanyakan keberadaannya dan Dara mengatakan jika ia di restoran.
"Ada apa?" tanya Manda
"Abang pacar mau ke sini" ucap Dara tersenyum
"Yaaahh, gagal makan bareng dong kita" ucap Manda
"Nggak apa-apa kamu di sini aja, kita bisa makan bareng" ucap Dara
"Ogah, yang ada jadi kambing congek iya. Masa mau jadi obat nyamuk orang pacaran gitu?" ucap Manda melanjutkan bibirnya.
"Ha-ha, di sini aja dulu, kan kalian belum kenalan" ucap Dara
"Iya sih, penasaran gue. Walaupun gue pernah ketemu tapi belum lihat mukanya tuh Abang pacar lu, gue yakin pasti ganteng bingit. Secara sahabat gue cantiknya bisa-bisa bikin ratu kecantikan insecure, pasti cowoknya juga cakep" ucap Manda yang memang hanya pernah melihat Kai menggunakan masker, jadi ia belum tahu wajah asli Kai.
"Kai dateng sama dua temannya kok, jadi kamu nggak perlu pergi, kita bisa makan bareng" ucap Dara
"Oh, Oke kalau begitu sip lah" ucap Manda terkekeh
Keduanya pun berbincang sembari menunggu makanan matang. Dara juga menanyakan tentang kondisi Manda, apakah ada keluhan atau yang lainnya. Dan syukurnya Manda tidak ada keluhan.
Seperti biasanya Manda juga selalu membuat mood Dara happy. Sahabatnya itu memang sangat ahli membuat semua orang merasa bahagia jika berada di dekatnya.
Sama halnya dengan Flo yang datar itu bisa tertawa jika bersama dengan Manda, karena ada saja kelakuan dan juga ucapan Manda yang membuat suasana jadi pecah.
....
Kai yang sudah sampai di restoran segera memarkirkan mobilnya. Ia, Nathan dan Rafael langsung masuk.
Mereka bertiga dan tim Falcon yang lain langsung ke pangkalan setelah sampai di ibukota dan baru saja selesai untuk melapor dan juga sedikit berlatih.
Salah satu karyawan ingat jika Kai pernah datang bersama dengan bosnya. Jadi ia mengarahkan Kai dan yang lain ke lantai dua, di mana Dara dan Manda sudah menunggu di sana.
Sampai di lantai Dua, Kai melihat Dara yang juga tengah menatapnya. Kai tidak bisa menahan senyumnya melihat calon istrinya itu dan bergegas melangkah mendekati meja Dara.
"Kaisar!" sapa seorang perempuan yang tiba-tiba melangkah mendekati Kai dan hendak memeluk Kai.
Kai yang memiliki kepekaan dengan gerakan tiba-tiba datang, secara refleks menjauh ke samping hingga perempuan itu bukannya memeluk dirinya tapi memeluk Nathan yang berada di belakang Kai.
...•••••••...