
Di Kota T.
Kai sedang mengirim pesan untuk Dara, ia tidak menghiraukan Nathan yang terus menerus mengoceh padanya. Ia hanya ingin cepat pulang dan bertemu dengan Dara, lagian tugasnya sudah timnya selesaikan
Hanya saja ada satu hal yang membuat timnya terhambat untuk pulang. Yakni yang tengah di bicarakan oleh Nathan.
"Kai jangan diam saja, kasih usulan kek. Gimana jalan keluarnya" ucap Nathan menggunakan kata-kata non formal, karena mereka sudah tidak menggunakan seragam kebesarannya itu.
Lama-lama Kai jengah juga melihat Nathan terus mengomel dan meminta saran darinya.
"Di mana dia sekarang?" tanya Kai
"Akhirnya kamu ngomong juga, ada di kantor distrik pusat kota T" ucap Nathan
"Oh" ucap Kai lalu melihat ponselnya lagi.
Mendengar hanya kata itu yang di katakan Kai, lama-lama kesal juga Nathan. Namun ia tidak berani mengeluarkan umpatan di depan Kai, dia masih sayang wajah tampannya.
"Kai serius dikit Napa, kasih solusi kek. Bingung gue" ucap Nathan. Sedangkan Rafael yang ada di sana hanya diam menyimak.
"Kita pulang tiga jam lagi" ucap Kai
"Bawa dia?" tanya Nathan terkejut.
"Nggak! Hanya tim Falcon yang pulang ke ibukota" ucap Kai
"Lalu dia bagai...." ucap Nathan
"Itu urusan dia" ucap Kai pagu
"Kai...." ucap Nathan.
"Kita tidak memiliki kepentingan dengan siapapun selain tugas yang sudah kita selesaikan sejak kemarin" ucap Kai
"Nathan, lebih baik kamu dengerin ucapan Kai" ucap Rafael.
"Tapi kepala distrik...." ucap Nathan.
"Aku sudah menghubungi pangkalan militer pusat ibukota, kita bisa kembali sekarang! Tidak ada yang bisa menahan kita di sini. Pesawat sudah di siapkan, bandara juga sudah kembali normal" ucap Kai tegas membuat kedua sahabatnya itu terdiam dan mengangguk.
^^^💬 Sayang, tiga jam lagi aku take off dari sini _Kaisar^^^
Kai mengirim pesan untuk Dara dan Dara membalasnya beberapa detik kemudian bahwa ia akan menjemputnya di bandara, hal itu membuat Kai tersenyum dan tidak sabar bertemu sang kekasih.
.....
Satu jam kemudian semua tim Falcon keluar dari kediaman di distrik pusat kota T. Semuanya sudah bersiap dan akan berangkat ke Bandara.
Kepala distrik yang di beri tahu anak buahnya jika tim militer khusus akan pulang kembali ke ibukota, langsung beranjak dan menemui Kai dan kawan-kawan.
"Salam Komandan" ucap Kepala distrik memanggil Kai.
Dia hanya tahu Kai adalah ketua pasukan khusus, ia tidak tahu pasukan itu adalah tim Falcon dan ia juga tidak tahu yang di hadapannya saat ini adalah seorang jendral muda dari keluarga paling berkuasa di negaranya..
"Apa anda ingin kembali ke ibukota? Joya belum bersiap-siap, bisakah kalian menunggu sebentar?" ucap Kepala distrik.
"Kami akan pulang, tapi hanya kami dan tidak membawa orang lain" ucap Rafael.
"Mak-maksudnya kalian kembali ke ibukota tanpa membawa Joya?" tanya kepala Distrik terkejut
"Ya!" ucap tegas Kai
"Tapi bagaimana kalau Joya kembali mengamuk dan melukai dirinya? Saya mohon bawa dia bersamamu" ucap kepala distrik memohon.
"Maaf, itu bukan urusan kami Kepala distrik. Karena itu tugas anda sebagai ayahnya" ucap Rafael ikut jengah dengan drama yang panjang ini.
"Tuan, tolong bawa Joya, dia bahkan mengancam tidak mau makan dan mengamuk jika tidak ikut anda pergi ke ibukota" ucap kepala distrik sembari memegang tangan Nathan.
Nathan hanya diam, Kai sudah mengambil keputusan untuk tidak membawa siapapun kecuali anggota tim untuk pulang ke ibukota
Joya, perempuan itu adalah salah satu korban dari sekian banyak yang di selamatkan oleh Nathan saat beroperasi. Nathan dan yang lain berhasil menggagalkan seseorang yang hampir menodai Joya, yang saat itu sudah di booking.
Dan ternyata Joya adalah anak perempuan kepala Distrik kota T, yang menjadi salah satu korban penculikan dan akan di perdagangkan di sana. Dia menghilang seminggu yang lalu saat berlibur bersama teman-temannya.
Sejak saat itu Joya tidak ingin berjauhan dari Nathan, bahkan ia mengamuk saat tahu Nathan dan yang lain akan kembali ke ibukota. Ia meminta untuk ikut ke ibukota dan tidak ingin berjauhan dengan Nathan dan yang lain, ia mengatakan jika ia merasa tenang jika ia berdekatan dengan mereka.
Kepala Distrik yang sebagai ayahnya, awalnya tidak mengijinkan putrinya yang ingin ikut ke ibukota. Tapi mengingat kesehatan mental putrinya yang masih terguncang, ia memohon pada Kai dan timnya agar membawa serta Joya ke ibukota.
Karena hal itu pula Kai dan yang lain tidak bisa kembali ke Ibukota selama dua hari setelah Operasi militernya sudah selesai di laksanakan. Itu karena kepala distrik tidak mengijinkan mereka pergi, bahkan menonaktifkan bandara semetara agar mereka tidak pergi dengan bantuan orang berpengaruh lain di kota T.
Nathan hanya diam saja tidak menjawab ucapan kepala distrik. Sejujurnya ia merasa kasihan dengan keadaan Joya yang baru saja di timpa musibah, ia pun sempat bilang pada Kai untuk menyetujui ini.
Seperti yang di ungkapkan oleh Joya dan kepala distrik, bahwa Joya merasa lebih nyaman dan aman jika bersama dia dan yang lain.
Namun dia juga tidak bodoh, tepat kemarin ia menyadari saat Joya berada di dekatnya, tapi pandangannya bukanlah ke arahnya tapi ke yang lain.
Ya, pandangan Joya beberapa kali melirik ke arah Kai dengan pandangan penuh perasaan dan Nathan menyadari itu semua.
"Maaf Kepala Distrik, saya tidak bisa membawa Joya" ucap Nathan tegas membuat Rafael dan yang lainnya, kecuali Kai terkejut. Karena biasanya Nathan adapah orang yang cukup mudah iba dengan orang lain.
"Tapi Joya hanya merasa tenang jika berada di dekat kamu dan yang lain" ucap Kepala distrik tidak menyerah.
"Aku adalah seorang militer, sembilan puluh tujuh persen waktuku adalah di lingkungan militer. Jadi percuma Joya ikut, karena aku tidak berada di rumah sepanjang waktu, bahkan hanya bisa di hitung dengan jari keberadaan ku di rumah dalam setahun" ucap Nathan.
Kepala distrik terdiam, ia tahu seorang militer tidak bisa lama tinggal di rumah.Ia juga memikirkan bagaimana nasib putrinya jika ikut ke ibukota dan hidup sendirian. Jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, siapa yang bertanggung jawab?
"Lagipula saya dan yang lain tidak memiliki hubungan dan kewajiban untuk membawanya pergi. Kita hanya orang asing yang tidak mengenal sebelumnya dan kebetulan menyelamatkannya. Cukup hanya kata terimakasih yang kami butuhkan, Jangan BENANI kami dengan hal lainnya. Karena setelah ini kami menunggu tugas selanjutnya untuk kami selesaikan" lanjut Nathan.
"Baiklah saya nanti...." ucap Kepala distrik terpotong.
"Nggak pah, aku ingin ikut Bang Nathan ke ibukota titik" ucap Seorang perempuan yang tiba-tiba datang dan berlari ke arah mereka.
...•••••••...