
Di area parkir Teranish School, tiga motor sport mewah yang tak lain adalah milik Dimas, Ryan dan Ezio. Ketiganya hendak menjalankan motornya dan memang rencananya hari ini ketiganya akan ke AA Entertainment lebih dulu untuk memenuhi panggilan CEO AA Entertainment yang memanggil mereka.
Lebih tepatnya ini tentang pekerjaan Dimas yang baru saja mendapatkan endorse dengan nominal yang cukup tinggi.
Tak lama kemudian ketiga remaja tampan dan kaya raya itu turun dari motor mereka masing-masing. Kedatangan mereka terutama Dimas memang menyita perhatian semua orang.
Siapa yang tidak tahu dengan Adimas Adi Raharjo? Tuan muda ketiga keluarga Adi Raharjo yang juga merupakan adik ipar dari tuan muda pertama keluarga Narendra. Selain itu followers di IG nya yang sudah belasan juta dan juga ia sangat terkenal sebagai model juga.
Dimas dan yang lain pun masuk ke dalam ruangan Lucas, di mana memang Lucas yang meneleponnya meminta Dimas datang ke perusahaan.
"Hallo Dim, akhirnya kamu datang juga. Hai Ryan, Zio" ucap Lucas menyambut ketiganya dengan santai.
Itu adalah permintaan Dimas untuk memanggilnya nama saja, karena Dimas masih sungkan di panggil tuan muda oleh orang terdekatnya, kecuali Pak Agam yang memang tidak mau memanggil nama saja karena sudah terbiasa.
"Hallo kak Lucas. Bagaimana kabarnya?" ucap Dimas dan yang lain
"Baik, tentu saja baik"ucap Lucas tersenyum hangat..
"Ayo duduk dulu, kalian mau minum apa? Atau mau makan sekalian, nanti kakak bisa minta Sekretaris kakak untuk memesankan ruangan di restoran dekat kantor" ucap Lucas.
"Nggak perlu kak, kita sudah makan siang kok di sekolah tadi" ucap Lucas
"Baiklah" ucap Lucas.
Meskipun begitu ia tetap meminta sekretaris nya menyiapkan minuman untuk ketiga tamunya itu.
"Ada apa ya kak kita di panggil kemari?" tanya Ryan yang berbicara sekali manager dari Dimas.
"Begini Dim, Yan, Zio. Pagi tadi ada email masuk dari perusahaan besar, mereka ingin membuat iklan untuk produk yang baru akan mereka di rilis bulan depan. Dan mereka mengajukan kamu untuk menjadi modelnya Diam, bayarannya juga nggak main-main loh" ucap Lucas.
"Memang produk apa ? Terus dari perusahaan mana? Berapa yang ia tawarkan kak?" tanya Ryan.
"Itu dari perusahan Cedric Group, produknya yakni shampo dan juga parfum mewah yang di keluarkan oleh perusahaan nya khusus untuk laki-laki. Tidak main-main loh kontrak ini bernilai hampir satu m" ucap Lucas semangat.
"Kok aneh perusahan gede kata gitu milih kita yang masih bocah ingusan?" ucap Ryan merasa ada yang aneh.
"Tidak ada yang aneh, aku sudah menyelidikinya dan itu benar produk yang akan di luncurkan akhir bulan ini. Lagian itu perusahaan gede dan lagi Dimas memang cocok untuk tema produk mereka yang baru" ucap Lucas.
"Bagaimana Dim, mau di ambil?" tanya Ryan menoleh ke arah Dimas, bagaimana pun Dimas memiliki andil besar. Apa ia mau menyetujui atau menolak.
"Kak, bisa nggak kita kasih jawaban nanti" ucap Dimas merasa tidak asing dengan nama perusahaan itu.
Ia coba mengingat kapan ia mendengar nama perusahaan itu. Namun ia gagal mengingatnya, jadi ia akan memikirkan hal itu dulu dan ia tidak bisa mengambil keputusan asal jika ia masih ragu.
Perasaan seorang Dimas sangat peka, jadi ia percaya dengan perasaan nya sendiri. Lebih baik cari tahu dulu sebelum menerima nya bukan?
"Kenapa? Bukannya ini kesempatan yang bagus buat kamu? Produk mereka bahkan tidak hanya di distribusikan ke dalam negeri, tapi juga di seouruh wilayah Asia dan Eropa dan Australia. Dan mereka membutuhkan jawaban secepatnya" tanya Lucas heran.
"Beri aku beberapa hari, nanti aku akan kasih tahu jawabannya" ucap Dimas lagi denga tegas
"Kamu yakin masih ingin mempertimbangkan kesempatan bagus ini? tanya Lucas
"Ya, aku akan membahas hal ini dengan kak Dara atau kak Kaisar dulu. Bagiku uang segitu tidak ada apa-apanya kak, kakakku apalagi kakak iparku bisa memberikannya berkali-kali lipat. Apa aku pernah melihat nominal? Aku hanya akan mengambil pekerjaan yang memang aku ingini" ucap Dimas terkekeh.
Lucas menepuk keningnya, ia lupa jika artisnya itu merupakan sultannya para sultan. Tentu saja tidak akan keberatan atau rugi, toh kekayaan mereka tidak akan ada habisnya. Tujuh turunan, tujuh tanjakan dan tujuh belokan.
"Aku lupa jika saat ini sedang bicara dengan sultan" ucap Lucas membuat ketiga pemuda tadi terkekeh lucu mendengar ucapan Lucas.
Tak lama kemudian minuman pun datang, mereka pun kemudian meminumnya.
"Kamu bisa memikirkan nya tapi kamu hanya di beri waktu tiga hari saja" ucap Lucas.
"Tidak masalah Kak, itu sudah lebih dari cukup untuk aku memikirkannya" ucap Dimas
"Nggak apa-apa kan?" tanya Dimas ke Ryan.
"Tidak apa-apa, aku mengembalikan semuanya padamu. Kamu berhak mengambil semua keputusan" ucap Ryan
.....
Di dalam pangkalan militer, Rafael menghampiri rekan-rekannya yang lain yang baru saja menyelesaikan latihan rutin mereka. Ia melihat semua anggota Falcon lengkap duduk di atas rumput karena kelelahan.
"Tangkap!" ucapan Rafael yang melemparkan beberapa botol mineral pada rekannya yang lain.
"Makasih El" ucap yang lain serempak.
"Yoi..." ucap Rafael
Mereka memang terbiasa berbicara informal jika waktu kerja atau latihan mereka sudah habis. Tidak ada sapaan sebagai kapten, letnan atau yang lainnya. Semuanya sama jika sudah keluar dari jam kerja mereka di militer. Kecuali sebutan pada Kai ada panggilan khusus sendiri, kecuali dua sahabatnya itu.
"Kai, aku sudah kirim email untuk pengajuan cuti bulan depan. Cepat approved ya!" ucap Rafael.
"Mau kemana, tumben ajuin cuti?" celetuk Nathan penasaran
"Lepas segel lah" ucap Rafael terkekeh
"Wuuuiihhh kawin lu??" ucap Nathan
"Nikah Nat, bukan kawin doang" ucap Rafael.
"Ya-ya nikah.... Pantesan seharian ini, itu wajah sumringah terus. Ternyata lagi berbunga-bunga" ucap Nathan dan di balas cengiran saja oleh Rafael.
"Selamat ya, bulan depan kita makan gratis lagi nih" ucap yang lain.
"Beres, nanti sebelum cuti aku sebarin undangannya kok" ucap Rafael.
"Urusan izin cuti nanti aku yang urus. Selamat ya, semoga lancar sampai hari H" ucap Kai tulus
"Makasih Kai" ucap Rafael.
"Eh El, bukannya lu bilang kemungkinan married tahun depan, kok di percepat. Nggak DP dulu kan lu?" ceplos Nathan
"Sembarangan, ya kagak lah, gue cowo normal tapi gue selalu menghindar darinya. Bisa-bisa kena kena go*ok nih leher, lu lupa kakak sepupunya sapa?" ucap Rafael memutar matanya
"Ya kali... Kan tiba-tiba nikah gimana nggak kepikiran ke sana?" ucap Nathan terkekeh
"Ya nggak gitu juga konsepnya tan-setan... Ini murni karena kesepakatan kita, akhirnya Alice mau gue ajak married ya nggak pake nunggu lama, langsung bawa orang tua buat tentuin tanggal" ucap Rafael
"By the way, bukannya ipar kamu juga mau nikah bulan depan Kai?" tanya Nathan
"Siapa?" kepo Rafael.
"Bara sama Shine, bini gue yang bilang kalau Shine akan nikah bulan depan" ucap Nathan
"Belum tahu tanggalnya, kebetulan Minggu depan baru akan di adakan lamaran di star mansion" jawab Kai jujur.
Karena Shine sudah tidak memiliki keluarga, jadi Dara yang menjadi walinya. Bagaimana pun Shine dan anggota GOD sudah di anggap saudara oleh istrinya itu.
"Jangan sampe bentrok sama hari H gue, masa iya nanti lu belah diri buat hadirin pestanya yang gue yakin perta mereka di kota S" ucap Rafael
"Kayanya duluan Shine dan Bara, mereka kemungkinan nikah awal bulan" ucap Kai
"Syukurlah... Gue di tanggal tengah" ucap Rafael lega.
"Kai, emang ipar kamu yang lain udah kasih izin buat di langkahi?" tanya Nathan
"Mau gimana lagi" ucap Kai mengangkat kedua bahunya.
Memang benar, beberapa waktu lalu terjadi perdebatan antara Bara dan kedua kakaknya. Bagaimana pun mereka tidak ingin di langkahi, namun yang satu tidak punya kekasih yang satu lagi pacarnya belum siap menikah.
Dan di sini yang bertindak adalah kakek Gusti, ia memutuskan untuk mengizinkan Bara menikah lebih dulu. Lagian sebelum pernikahan nanti, mereka akan adakan acara wisuda dulu buat Bara yang baru lulus S1 nya.
...•••••••...