The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
318. SAH!!!



Kini Kai hanya terdiam duduk di ujung tempat tidur, di ruangan yang harusnya menjadi ruangan ia berbahagia bersama para teman-temannya sebelum melepas masa lajangnya.


Melihat kakak sepupunya itu yang hanya diam, membuat lingga merasa gemas sendiri. Jadi sebagai adik yang baik, ia pun mulai mengobarkan rasa semangat juang untuk Kai dan mengatakan jika semua akan baik-baik saja.


"Yo, kak... Kenapa kamu jadi pendiem begini, ayolah masa kaya gini aja udah lemah, letih, lesu, lunglai, letoy elah. Mendingan kakak sekarang samperin kakak ipar, aku yakin kok kakak ipar pasti paham dan mengerti dengan situasi ini. Ia bukan tipe wanita yang berpikiran egois dan juga dangkal. Waktu terus berjalan loh kak, sekarang kurang lebih 2 jam lagi bukannya acara pernikahan sudah mau di mulai?" ucap lingga panjang kali lebar.


Mendengar ucapan Lingga Kai tersadar dan mendongak, ia pun langsung berdiri. Namun saat ia hendak melangkah keluar, Nathan berdiri di depannya dan menghalanginya.


"Tunggu Kai..." ucap Nathan.


"Minggir Nat" ucap Kai


"Gue nggak bermaksud hapangin lu, tapi bukannya kalian masih belum bisa ketemu ya. Kan masih di pingit" ucap Nathan polos


"Elah Nat, sekarang nunggu pingit-pingit nggak bisa kelarin masalah. Ini taruhannya pernikahan mereka loh, mereka harus selesai in masalah ini sebelum terlambat. Emang situ mau tanggung jawab kalau sampai pernikahan batal?" ucap Lingga lagi.


"Kan bisa kirim Chat atuh, kan ini jaman udah canggih bro. Kalau nekat, bisa-bisa kanjeng ratu Hesti ngamuk" ucap Nathan, takut mama Kai itu mengoceh tentang adat dan tradisi.


Mendengar ucapan Lingga yang memang ada benarnya membuat Kai mengabaikan ucapan Nathan, ia tidak peduli dengan semuanya. Ia hanya ingin bertemu Dara. Karena ia ingin menjelaskan sendiri pada Dara tentang apa yang sebenarnya terjadi.


Saat membuka pintu, Kai justru di kejutkan saat melihat dua orang berada di depan pintu yang sama terkejutnya dengan dirinya.


"Astaga tuan muda, kaget saya. Baru aja saya mau ketuk ini pintu, eh udah buka duluan" ucap salah satu orang di depan Kai sembari mengelus dada.


"Siapa?" tanya Rafael yang ada di belakang Kai.


"Oh, saya asisten MUA. Mau anterin ini pakaian pengantin pria, ayo cepat ganti. Soalnya pengantin wanita nya juga sudah hampir siap dan sebentar lagi pengantin pria keluar lebih dulu" ucap orang itu.


"D-Dara sedang di make up?" ucap Kai tidak percaya.


"Ya iya lah tuan muda sedang di make up, masa iya pengantin datengnya polosan wajahnya" ucap orang itu terkekeh


"Ah iya, ini ada surat dari nona muda. Astaga so sweet banget sih kslian, kan udah jaman canggih dan banyak gadget. Masih aja pake surat-surat an" lanjutnya lagi.


Kai tidak menggubris itu, ia langsung menerima surat itu dan masuk kembali kedalam ruangan dan membuka suratnya.


...Sudah di selesaikan? kalau begitu ayo lanjutkan pernikahannya, jangan buat aku menunggu dan kecewa. ~Your Future Wife ♥️...


Setelah membaca surat itu, Kai tidak bisa menyembunyikan senyumnya. Ia langsung berbalik dan berkata dengan antusias.


"Mana pakaian yang harus aku pakai?" ucap Kai.


Setelah mengambil jas pengantin yang di buat langsung oleh mama Hesti dan senada dengan mempelai wanitanya, Kai langsung masuk ke kamar mandi dan Menganti pakaiannya. Tidak lupa bunga mawar ia selipkan di saku kanan jas putihnya itu.


....


Kai gugup menanti Dara yang datang, setelah pembawa acara mengatakan untuk mempelai wanitanya keluar. Kai sangat gelisah menunggu, namun setelah nya ia di buat terpukau dengan kecantikan Dara saat keluar.


Bukan hanya dia, bahkan semua orang kecuali kerabat dan sahabat Dara dan Kai, hampir mimisan di buatnya. Lagi-lagi setiap kotak tissue di sediakan di sana, jadi tidak ada yang namanya pertumpahan darah karena mimisan.


Saat ini mereka seperti melihat seorang peri yang baru saja turun dari langit dan tersenyum manis ke arahnya. Sungguh kata cantik dan mempesona tidak cukup untuk melukiskan betapa indahnya Seorang Addara Azalea Narendra saat ini.


Addara Azalea Narendra, ya mulai hari ini nama belakang Dara akan ikut marga sang suami, yakni Narendra.


Saat berada di samping Kai, Dara tersenyum manis ke arahnya. Kai dengan sigap mengulurkan tangannya dan membimbingnya menuju tempat khusus untuk mengikat janji suci pernikahan mereka.


SAH!!!!!


Teriakan semuanya di sertai letusan euforia semuanya membuat suasana begitu ceria.


Kini Dara sudah resmi di persunting Kai dan mendapat gelar nyonya muda Narendra.


Cup!


Kai mengecup kening Dara dengan dalam, ia sangat bersyukur saat ini dirinya bisa memiliki pujaan hatinya itu.


"Terimakasih sayang, aku sangat bahagia sekali akhirnya bisa mengikatmu dalam status yang resmi di mata agama dan negara" ucap Kai tersenyum manis pada sang istri.


"Terimakasih kembali suamiku" ucap Dara membalas senyuman manis suaminya.


Seerr!!!


Mendengar kata suami yang terucap dari bibir Dara membuat hati Kai berdesir, melayang dan bahagia. Ingin sekali ia memakan Dara saat ini juga, karena istrinya itu benar-benar sangat menggemaskan dan juga menggoda.


Sayangnya rangkaian acara masih terus berjalan sampai malam nanti. Kai merutuki betapa lama ia harus menunggu sampai malam. Sampai acara itu selesai, ia sungguh sudah tidak sabar ingin berolahraga sampai pag. Ingin membuat olahan terbaik Kai atau Dara junior.


....


Acara pernikahan sudah selesai, lalu setelah nya di lanjut makan siang dan me time bersama keluarga dan sahabat. Dan hanya ada waktu istirahat sekitar dua jam bagi kedua pasangan pengantin baru itu, karena harus bersiap untuk acara resepsi malam nanti.


GREP!!!


Di dalam kamar rias pengantin wanita, Kai langsung mencium mesra nan dalam bibir Dara. Di dalam kamar hanya ada mereka berdua, keduanya kini hanyut dalam ciuman panjang dan hanya terdengar suara decakan bibir dan lidah.


Dara menepuk dan mendorong pelan Dada Kai, hingga ciuman itu terlepas hingga membentuk benang saliva di antara mereka.


"Abang..." ucap Dara mengatur nafasnya.


"Maaf sayang..." ucap Kai menyatukan kening keduanya.


"Buat?" tanya Dara bingung


"Semuanya, maaf membuat kamu salah paham, aku bisa jelaskan tentang kejadian pagi tadi, jika itu tidak benar. Aku...." ucap Kai terpotong karena Dara meletakkan jari telunjuk nya di bibir Kai.


"Aku sudah tahu semuanya" ucap Dara tersenyum.


"Aku takut banget tadi yang, aku pikir kita gagal nikah gara-gara tuh cewek gila" ucap Kai


"Sttt, jangan bicarakan hal itu, mending kita duduk dulu ya. Aaahh..." teriak Dara saat dirinya di angkat dan kini berada di pangkuan Kai yang duduk di sebuah Sofa lebar itu.


"Abang iih kaget tahu" ucap Dara terkejut, kau terkekeh melihat wajah cemberut Dara.


"Jangan menggodaku sayang, atau kamu mau aku unboxing sekarang?" ucap Kai menyeringai


"Abang ih, Kitakan masih ada acara resepsi setelah ini. Lagian aku mau mandi bang, udah gerah nih lengket" ucap Dara


"Yuk mandi bareng" ucap Kai genit.


"Jangan macem-macem bang, Kita hanya punya waktu bentar sebelum bersiap... Aahhh abaaaang..." teriak Dara kaget saat Kai justru menggendongnya ala bridal style menuju kamar mandi.


"Kita hanya mandi kok sayang, aku tidak mungkin menggarapmu pertama kali di kamar mandi" ucap Kai sembari menggendong Dara.


Niatnya memang Kai ingin mengajak Dara mandi bersama, hanya mandi.


Tapi saat membantu Dara membuka gaunnya dan melihat tubuh indah sang istri. Kai berbalik keluar dari kamar mandi, karena takut dirinya tidak kuat dan menerkam istrinya sekarang juga.


Di dalam kamar mandi Dara hanya tertawa melihat suaminya buru-buru keluar. Namun dalam hati ia juga lega, karena dirinya juga tidak yakin bisa menahan lebih jauh, jika mereka sampai mandi bersama saat ini dan lepas kontrol.


...•••••••...