The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
386.



"Tapi bang, ada hal lain yang ingin aku bicarakan" ucap Dara lagi, kali ini dia serius.


"Tentang apa?" tanya Kai.


"Ini tentang keluarga Cedric, apa Abang atau keluarga Narendra yang lain punya masalah dengan keluarga mereka?" tanya Dara


"Keluarga Cedrik di ibukota? Ada apa memangnya" tanya Kai balik menatap istrinya penuh tanda tanya.


"Kenapa Abang malah nanya balik, jawab dulu ih" ucap Dara merajuk dan cemberut.


"Abang pribadi nggak pernah ngerasa punya masalah dengan siapapun sayang, keluarga pun setahu Abang tidak pernah mengusik keluarga lain. Tapi kalau masalah keluarga Cedrik, Abang nggak yakin. Tapi memang mereka selalu ingin bersaing bukan hanya dengan keluarga Narendra, tapi Keluarga besar lain termasuk keluarga mu.


Kepala keluarga yang saat ini, memiliki ambisi untuk menjadi perusahaan teratas di negara ini khususnya di ibukota. Namun terhalang oleh adanya Narendra Corporation. Jika di pemerintahan, tidak ada anggota keluarga Cedrik yang menjadi perwira militer. Mereka lebih banyak terjun ke dunia politik" jelas Kai


"Seperti itu..." ucap Dara memikirkan ucapan Kai.


"Ada apa hm? Apa kamu bersinggungan dengan mereka? Butuh bantuanku?" tanya lembut Kai memegang tangan istrinya.


"Bisa iya bisa engga" ucap Dara


"Kok bisa?" tanya Kai mengerutkan keningnya bingung.


"Jadi siang tadi, aku dapet kabar dari anggota GOD yang aku minta buat awasi keadaan orang itu di rumah sakit jiwa. Dia mengatakan jika ada dua orang yang mengunjungi orang itu di sana...." ucap Dara menjelaskan tentang apa saja yang di laporkan oleh salah satu anggotanya itu.


Kai mendengarkannya dengan seksama tanpa memotong pembicaraan istrinya itu. Ia mengepalkan tangannya marah saat istrinya mengatakan jika orang yang bernama Dominic Cedric itu menginginkan istrinya juga.


"Si*l, aku bunuh mereka!" ucap Kai marah.


"Abang tenang dulu, kita nggak bisa bertindak gegabah" ucap Dara


"Tapi dia sudah berani menginginkan kamu yang sudah sah jadi istri dan ibu anak-anak ku. Apa dia buta mata dan buta media? Sudah jelas Dewi Nasional sudah menjadi milik jendral muda negara ini" ucap Kai mengutip salah satu judul berita yang setahun lalu, yang viral karena pernikahannya dengan sang istri.


"Ha-ha, anggap saja dia begitu, sabar Abang jangan terpancing emosi. Aku lagi nunggu Theo untuk kirim semua data tentang orang bernama Dominic itu" ucap Dara


"Dia itu Kepala Keluarga yang baru aja di angkat dua tahun yang lalu. Ia memiliki ambisi yang sangat besar untuk bisa menjadi yang teratas. Mungkin karena usianya yang masih muda membuatnya sangat ambisius, tapi itu juga bukan hal baik jika ia berambisi ingin memilikimu. Abang tidak akan membiarkannya!" ucap Kai


"Aku tahu Abang, lagian aku tidak akan melirik laki-laki lain. Toh aku sudah dapat yang sempurna yang ada di depan aku, aku tidak butuh laki-laki lainnya" ucap Dara


"Hais, sempat-sempatnya istri Abang ngegombal" ucap Kai yang terkekeh melihat wajah menggemaskan sang istri


"Kapan torennya berhenti bocor sih Yang?" tanya Kai


"Udah dikit kok, paling tiga harian lagi" ucap Dara


"Pokoknya abang mau beronde-ronde nanti" ucap Kai membuat Kai terkekeh di buatnya.


....


Keesokan harinya Theo sudah berada di Star Mansion untuk menemui Dara, sedangkan Kai sudah berangkat ke pangkalan.


Namun sesampainya di Star Mansion, Theo sudah jatuh ke pesona princess Star. Pesona bayi cantik itu memang tidak ada yang bisa mengalahkannya, kecuali sang bunda yang sama-sama mempesona.


"Cantik banget sih kamu princess" ucap Theo ingin menyentuh pipi lembut Starla. Namun ia terkejut dengan teriakan nyaring tiba-tiba masuk ke indra pendengarannya.


"Kel Teteee, ga Leh toc de Atik aban!!!" teriak Langit yang langsung meminta turun dari gendongan sang bunda.


"Eh Abang Langit... Uncle cuma mau sentuh dikit doang, masa nggak boleh sih? Terus itu jangan panggil uncle gitu, merinding tahu kalau ada yang denger" ucap Theo merinding mendengar panggilan Langit untuknya


"Ga Leh toc toc de Atik Aban, man napa ga Leh pandil Kel tet*?" ucap polos Langit mengerjapkan kedua matanya.


"Sayang, panggil uncle Theo ya jangan di singkat gitu" ucap Dara yang kini duduk di samping anak-anak nya yang memang sedang berada di ruang keluarga bersama Shine dan pengasuhnya.


"Aban binun da, Lo ga Leh di pandil Kel tet*, teyus apa? Kel Yoyo? Kan tuh pandilan uwat om yoyo" ucap Langit terlihat bingung


"Uncle ganteng aja kalau gitu" ucap Theo memainkan kedua alisnya.


"No! Tu pandilan Aban anteng" protes Langit cemberut dan bertolak pinggang.


"Ha-ha-ha...." tawa Shine sudah tidak bisa di tahan, ia sangat gemas dengan tingkah Langit. Sedangkan yang lain hanya terkekeh aja dan Theo lebih frustasi lagi hanya karena sebuah panggilan nama ia sangat pusing.


"Abang di sini dulu sama Aunty Shine, Dede sama mba ya sayang, bunda mau ke ruangan kerja dulu sama Uncle Theo" ucap Dara pada putra bungsunya.


Langit hanya mengangguk dan ia kembali menghampiri adik-adiknya dan mulai berceloteh ria.


....


"Bagaimana?" tanya Dara langsung to the point saat keduanya berada di ruang kerja.


"Ini semuanya yang bos minta ada di dalam folder Dom, cukup sulit menembus sistem keamanannya tanpa harus meninggalkan jejak. Di tambah kemarin aku harus mengurus launching game terbaru" ucap Theo menghela nafasnya


"Maaf sudah merepotkannu dan terimakasih" ucap Dara tulus


"It's oke" ucap Theo santai.


Dara kemudian melihat semua data tentang Dominic yang ia inginkan. Ia langsung membuka folder dengan nama Dom dan membacanya dengan cermat.


Dominic Cedric, 30 tahun, kepala keluarga Cendrik di ibukota negara I. Di angkat menjadi patriak dua tahun lalu, setelah kematian kakeknya dan di lakukan rapat internal keluarga besar Cedric yang memutuskan Dominic menjadi kepala keluarga.


Memiliki saham 40 persen dan menjabat sebagai ketua Cedric Group, salah satu anggota partai Politik A. Aset properti.....


Dara membaca semuanya, ia melihat foto dan mengingat kapan ia bertemu dengan Dominic? Tapi Nihil! Ia sama sekali tidak pernah merasa bertemu dengan Dominic.


Lalu apa alasan Dominic membawa ayahnya dan menginginkan dirinya juga kehancuran keluarga Narendra?


Di data yang di dapatkan Theo sama persis seperti yang di jelaskan Kai, jika Dominic adalah orang yang sangat ambisius dengan pencapaian yang tinggi. Tidak ada data yang menunjukan jika dirinya pernah bersinggungan dengan keluarga Narendra.


Dara mengetukkan telunjuknya di atas meja, memikirkan semuanya.


"Aku punya tugas untuk mu lagi" ucap Dara.


"Hmm apa itu?" tanya Theo


"Retas semua akun milik Dominic, duplikat dan laporkan padaku semua aktivitas yang ia lakukan mulai dari hari ini" ucap Dara serius


"Ya!" ucap Theo lagi dengan yakin.


"Sepertinya aku harus ke kantor dan bertemu dengan Dark" gumam Dara.


"Bersiaplah, setelah ini kita ke kantor. Waktu kita tidak banyak" ucap Dara pada Theo


Mengingat sore nanti Flo dan Lingga akan pulang dari kota Y. Yang artinya besok ia sudah akan memulai pengobatan Flo yang akan memerlukan waktu lama.


Theo mengangguk dan mengikuti ucapan Dara, ia segera bersiap. Sedangkan Dara kembali keluar menemui Shine dan yang lain untuk memberitahu mereka, karena ia harus keluar untuk ke kantor selama beberapa jam.


...••••••...