The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
378. Mengambil keputusan



Ini pilihan berat untuknya. Satu sisi jika ia menolak, ia masih memiliki waktu hidup bersama istrinya kurang lebih sepuluh tahun. Tapi ia ingin hidup lebih lama dengan Flo, ia masih ingin membahagiakan istrinya itu.


Namun jika ia mengizinkan, kemungkinan hidup anak dan istrinya akan terselamatkan. Namun itu masih belum pasti karena bisa saja kemungkinan terburuk terjadi saat masa pengobatan. Ia bisa saja kehilangan Flo dan anaknya saat itu juga.


Kai menepuk pundak adik sepupunya itu, ia mencoba menenangkan Lingga dan memberikan semangat agar Lingga kuat.


"Ga, kamu harus mengambil keputusan dan semua resikonya, pikirkan lah baik-baik. Tapi kalau aku boleh memberikan saran, lebih baik kamu izinkan Flo menjalani pengobatan" ucap Kai karena ia yakin keduanya akan bertahan dan selamat.


"Tapi aku tidak ingin Flo terluka, aku takut kak. Aku takut aku justru kehilangan Flo, aku tidak akan sanggup hidup tanpa dirinya" ucap Lingga


Kai menepuk pelan bahu Lingga, ia tahu perasaan mencintai istri dengan sepenuh hati. Ini akan jadi pilihan yang berat bagi Lingga.


"Dengarkan aku Lingga, istrimu adalah kultivator wanita yang sangat kuat. Meskipun dia adalah seorang wanita, namun ia tidak lemah sama sekali. Aku paham apa yang kamu takutkan, tapi percayalah pada istrimu bisa menjalaninya. Kalau kau tidak mengizinkannya, ini akan menjadi penyesalan yang tidak akan pernah Flo lupakan seumur hidup" ucap Kai


"Kak..." ucap Lingga


"Coba ingat dan pikirkan lagi Ga, Flo sangat menginginkan anak dan ia ingin berjuang untuk bayi dan juga nyawanya sendiri. Dengan kondisinya saat ini memiliki peluang besar untuk sembuh, dirinya bisa berjuang dengan cukup mudah . Jika mengulur waktu dan kondisi Flo sudah memburuk, maka persentase keselamatan juga semakin menurun.


Meskipun aku belum pernah melakukan pengobatan ini sebelumnya, tapi aku percaya pada kemampuan dan juga keyakinan ku. Flo pasti selamat, dia hanya butuh dukungan dan semangat dari kamu suaminya" ucap Dara


"Mas... Tolong izinkan aku melakukannya, aku janji akan berusaha untuk selamat dan aku berharap Tuhan memberikan kesempatan untuk bayi kita juga selamat" ucap Flo meneteskan air matanya.


Lingga menghapus air mata yang menetes di pipi sang istri. Ia memeluknya dan mencium keningnya dalam, Lingga mencoba untuk memantapkan hatinya mengambil keputusan.


"Berjanjilah akan selamat! Jika tida, aku akan menyusulmu" ucap Lingga


"Hmm... Aku janji, terimakasih mas" ucap Flo mencoba untuk tersenyum.


"Kapan pengobatannya akan di mulai Kak?" tanya Lingga


"Besok aku akan membuat pil kehidupan lebih dulu, aku harap aku tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya. Setelah pil jadi, aku akan mengabari kalian untuk bersiap melakukan pengobatan itu" ucap Dara


"Apa nanti aku boleh ikut?" tanya Lingga


"Maaf Lingga, ini pengobatan tertutup dan aku membutuhkan ketenangan saat melakukannya" ucap Dara merasa tidak enak. Karena sebenarnya Dara akan membawa Flo ke ruangan dimensi miliknya, agar mudah ia pantau.


Lingga menghela nafasnya dan menatap wajah cantik sang istri. Flo tersenyum tulus ke arahnya.


"Baiklah, aku akan menunggu di mansion saja" ucap Lingga.


Mansion di sini adalah mansion milik Lingga dan Flo, yang merupakan hadiah pernikahan yang di berikan oleh Kai. Lingga dan Flo sudah pendah ke sana setalh selesai di renovasi.


"Mulai besok kalian tidak usah bekerja di kantor lagi, nanti Dark dan Via yang akan menggantikan posisi kalian. Yang kalian butuh sekarang adalah healing, kalian bisa berlibur selama beberapa hari menikmati waktu berdua" ucap Dara


"Sepertinya itu bukan ide yang buruk" ucap Lingga tersenyum, karena memang dirinya dan istri belum kembali melakukan honeymoon.


....


Akhirnya pembicaraan mereka pun menemukan hasil dan Dara akan mulai pembuatan pil kehidupan besok. Karena pengobatan Flo. Harus secepatnya di lakukan, agar mengurangi resiko yang ada.


Kini Dara dan yang lainnya sudah berada di markas kuning. Kedatangan mereka di sambut oleh beberapa anggota GOD.


Tentu Dara, Kai, Shine dan keempat anaknya akan melakukan teleportasi dari markas kuning menuju ke markas pusat GOD di Goddess Hill Villa kota H.


Ya, langit sudah memiliki fondasi kultivasi yang sangat kokoh, meskipun dirinya masih bayi. Jadi Langit adalah satu-satunya orang di abad ini yang secara alami membuka titik Meridiannya tanpa perlu mengkonsumsi pil Roh.


Namun wadah dari energi Chi di dalam tubuh Langit di segel oleh Dara. Bukan apa-apa, alasan Dara melakukan ini karena khawatir Langit tidak bisa mengontrol Chi yang masuk dan justru bisa membahayakan nyawanya.


"Woaaaahhh..." Langit bersorak senang saat ia memasuki lorong ruang hampa dan dalam waktu semenit kurang sudah sampai di kota H.


Ini kali pertama para bayi menginjakan kaki di Goddess Hill Villa. Aura Chi yang cukup kental masuk ke dengan cepat ke tubuh. Udara di sana juga sangat sejuk membuat semua orang betah.


"Queen... King... Prince, princess dan pemimpin divisi C" sapa semua orang melihat kedatangan Dara dan lainnya.


"Di mana Via dan Dark?" tanya Dara


"Ada di ruang senjata Queen, sedang memeriksa persediaan amunisi yang baru datang tadi malam" ucap salah satu anggota GOD.


"Beritahu mereka jika aku menunggunya di ruangan kerja" ucap Dara


"Baik Queen" ucap anggota GOD itu berlalu memanggil Dark dan Via.


Langsung setelahnya Dara dan yang lain masuk ke dalam ruang kerja Dara yang terlihat sangat besar dan rapih. Tak lama, Dark dan Via datang dan menyapa mereka dengan hormat.


"Langsung aja Dark, Via. Besok kalian akan ke ibukota untuk menggantikan posisi Lingga dan Juga Flo" ucap Dara


"Baik Queen..." ucap keduanya kompak tanpa bantahan atau bertanya.


"Bawa semua anggota GOD wanita, yang memiliki pengalaman mengurus bayi" ucap Dara


Tak lama setelahnya Dara pun melihat-lihat yang cocok menjadi baby sitter, lalu memutuskan untuk memilih tiga orang baby sitter untuk menjaga anak-anaknya. Pilihan Dara dan Kai jatuh ke anggota GOD dan sudah membicarakan yang sudah berumur di atas Tiga puluh tahun.


"Nama kalian siapa?" tanya Dara


"Saya intan, Queen....


"Saya Lucia, Queen...


"Saya Rumini, Queen...


"Salam kenal Lucia, Bu intan dan Bu Rumini, saya mohon bantuannya mengurus Triplet" ucap Dara


"Baik Queen..." ucap ketiganya kompak


"Kalau begitu, maaf merepotkan kalian bertiga untuk jaga triplet.


"Tidak masalah Queen" ucap Rumini, yang merupakan wanita pekerja keras.


"Aku akan ke ruangan sebelah, kalau ada perlu apa-apa, kalian bisa menghubungi ku" ucap Dara.


Dara kemudian menoleh ke arah suaminya dan Kai mengangguk, Dara pun beranjak sembari membawa Langit masuk ke ruangan sebelah juga.


Karena hari ini Dara akan mengambil setetes darah dan esensi Chi murni dari Langit, sebagai bahan utama


...•••••••...