The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
117. Kai pulang



Maaf ya author tepat upload, lagi kecapean terus jadi kurang ada waktu buat nulis. Lebih prioritasin istirahat dulu, kalau di paksain nulis takut tipesnya kambuh lagi, berabe urusannya😂🙏. Tapi tenang bakal terus update kok☺️


Selamat membaca.....


...••••••••...


Saat ini Kai menggandeng Dara yang sengaja tidak memakai maskernya, keduanya berjalan di area Bandara. Tentu saja keduanya membuat semua orang di sana seperti patung diam melongo karena terpesona, terutama dengan kecantikan Dara yang tidak manusiawi itu.


Ia sudah seperti bidadari yang turun dari langit, sangat cantik hingga membuat konsentrasi dan pikiran seseorang tiba-tiba ngeblank saat pertama kali melihatnya.


Kai menggenggam tangan Dara, ia awalnya tidak setuju Dara melepas masker yang biasa ia gunakan itu. Tapi Dara tetap tidak mau memakainya.


Itu di karenakan banyaknya wanita yang menatap Kai dengan tatapan menggoda setelah mereka sampai di sana. Terlebih ada beberapa wanita mendekat dan secara terang-terangan ingin mendekati Kai, dengan meminta nomor telepon atau blak-blakan mengatakan menyukainya sejak pandangan pertama.


Gila kan???


Hal itu membuat Dara jengah, cemburu juga kesal, Jadi ia memutuskan untuk membuka maskernya dan membuang nya ke tong sampah.


Hal itu sukses membuat wanita yang awalnya menatap Kai dengan lapar itu dan mendekati mereka, jadi terbengong dan merasa minder sendiri. Mereka sudah merasa kalah saat melihat wajah Dara, mereka merasa insecure.


Mereka berpikir, jika mereka menjadi Kai. Mereka tidak akan akan tergoda dengan wanita lain saat wanita paling cantik berada di sisinya, kalau tidak ia akan menjadi pria paling bodoh di dunia. Begitu pikir mereka.


Tapi akibatnya bukan hanya perempuan yang terbengong dan malu. Para laki-laki juga terpesona hingga tidak sadar hidung mereka berdarah, hingga hari itu tidak biasanya suasana di Bandara sepi.


"Aku tidak ingin pergi" ucap Kai memeluk pinggang kekasihnya itu.


Ia tidak rela jauh dari kekasihnya yang baru dua hari ini bertemu, rasa ya sangat singkat sekali. Padahal ia baru saja menghabiskan waktu dengan kekasih dan juga Keluarga kekasihnya itu


"Jangan begitu, bukannya kamu harus melapor dan juga mengunjungi keluarga mu? Aku akan menyusul setelah aku selesai liburan di sini" ucap Dara


"Baiklah, kabari aku kalau ada apa-apa. Sepertinya aku tidak ada pekerjaan berat selama beberapa hari kedepan. Kalaupun ada, aku bisa meminta Nathan atau Rafael untuk mengurusnya" ucap Kai.


"Hmm, tunggu aku pulang ke ibukota, aku ingin menjemput restuku" ucap Dara lembut dan tersenyum manis ke arah Kai.


"Jangan senyum semanis itu di depan orang lain selain aku atau Keluargamu. Aku takut sainganku semakin bertambah" ucap Kai cemberut membuat Dara tertawa mendengarnya.


"Ha-ha, baiklah aku menurutimu. Kau puas?" ucap Dara


"Aku tidak akan puas sebelum bisa memilikimu seutuhnya. Aku ingin segera menikahimu" ucap Kai dengan serius.


"Oh ya? Kalau begitu berusahalah lebih keras, sampai aku bersedia menikah denganmu secepatnya" ucap Dara mengedipkan sebelah matanya.


"Aku akan melakukannya, tunggu saja" ucap Kai serius


"Ha-ha sudah, pergilah! Pesawat mu akan segera take off" ucap Dara saat mendengar pengumuman untuk penumpang pesawat yang menuju ke ibukota.


"Ini kunci motorku, kamu bisa membawanya. Nanti ada beberapa anak buahku yang ada di sini, buat ngawal kamu sampai ke mansion" ucap Kai memberikan kunci motornya.


"Tidak perlu, aku di jemput kak Revan. Tadi kak Revan mengirimi menelepon ku dan bilang akan menjemputku di sini" ucap Dara


"Kak Revan menjemputmu?" tanya Kai


"Hah, baiklah. Aku pergi dulu, aku akan mengabarimu saat sudah sampai di ibukota. Aku akan merindukanmu, beb. Salam buat yang keluarga mu yang lain" ucap Kai


"Aku juga, aku akan menyampaikannya, hati-hati hmm" ucap Dara lembut meskipun ia juga masih ingin bersama dengan Kai, namun ia tidak bisa egois.


"Jaga diri kamu baik-baik, babe... Cup..." ucap Kai memeluk Dara erat lalu ia mencium kening Dara dalam-dalam.


Orang melihat keduanya pun sangat iri dengan kedekatan dan betapa saling mencintai mereka berdua. Dan betapa beruntungnya kedua kesempurnaan itu bersatu.


.....


Setelah pengumuman pesawat yang di tumpangi Kai sudah lepas landas, Dara duduk di sebuah bangku dan melihat ponselnya untuk mengirim pesan pada kakaknya.


Dara terkejut saat mendapati banyaknya panggilan tidak terjawab dan pesan dari banyak orang seperti Daffa, Celine, Samuel, Feli, Lucas, Agam dan Rainer.


Mereka semua mengucapkan selamat tahun baru dan menanyakan keadaannya. Dara mengerutkan keningnya saat ada pesan dari Rainer. Ia tidak pernah memberikan nomornya pada pria itu, dari mana ia tahu nomornya?


Dara membalas satu persatu pesan mereka kecuali pesan dari Daffa dan Rainer, yang di rasa tidak perlu. Dara tidak ingin memberikan kesempatan untuk mereka berdua, karena ia tahu. Jika dari gerak-gerik keduanya seperti tertarik dengan dirinya.


Sedangkan Samuel, bagaimana pun Dara akrab dengan keluarga Rukmana jadi ia tidak enak kalau tidak membalas pesan itu. Lagian ia sudah menganggap Samuel dan Celine sebagai temannya, jadi ia membalasnya meskipun hanya singkat saja.


Setelah mendapat pesan dari Revan yang sudah sampai, Dara berjalan keluar dengan santai untuk menemui kakaknya itu. Sepanjang Dara berjalan semua orang tidak bisa tidak menatapnya. Ia terlalu menonjol dan luar biasa untuk di abaikan.


"Kakak..." Teriak Dara sembari melambaikan tangannya ke arah sang kakak yang baru terlihat itu.


Revan mencari sumber suara adiknya itu dan menemukannya adiknya yang tidak jauh dari tempat ia berdiri. Ia membelakkan matanya melihat adiknya itu tidak menggunakan masker, yang membuat adik kesayangannya itu menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana.


Tidak sedikit dari mereka saling bertabrakan saat berjalan karena Meleng melihat seorang bidadari dalam wujud manusia itu.


"Astaga...." ucap Revan berjalan dengan cepat menghampiri adiknya dengan tergesa-gesa.


"Kenapa kak?" tanya Dara yang terkejut saat Revan memberikan Hoodie miliknya.


"Pakai itu!" ucap Revan dengan tegas.


Meskipun bingung, Dara menurut dan memakainya, Revan kemudian memakaikan tudung Hoodie itu untuk menutupi kepala Dara.


Dara yang berbadan langsing itu tenggelam di dalam Hoodie besar milik Revan, membuatnya terlihat sangat imut dan menggemaskan.


"Kak ini kebesaran" protes Dara melihat dirinya tenggelam di dalam Hoodie seperti Jadoo.


Tahu Jadoo? itu adalah serial film Koi mil Gaya dari negara yang terkenal dengan kata nehi-nehi itu. Jadoo itu adalah Alien yang tersesat di bumi. Nostalgia kan tuh!😂


"Ini lebih baik, lihat sekelilingmu. Kamu membuat semua orang tidak fokus karena melihat wajahmu. Kalau di jalan raya kamu jalan, yang ada akan terjadi tragedi besar. Ayo kita pulang! ini sudah malam" ucap Revan saat melirik jam tangannya yang sudah jam sepuluh malam lewat.


"Hmm..." Dara hanya mengangguk dan mengikuti Revan yang menggandengnya menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana.


Mobil tipe sedan mercedes-benz c-class itu pun melaju keluar dari area bandara kota S.


...••••••••...