The Greatest Female Soul

The Greatest Female Soul
67. Falcon - Merujuk ke orang yang sama?



Seusai Dara pergi, semua rekan Kai mengerubutinya dan menanyakan siapa Dara. Mereka semua memuji bagaimana hebatnya obat dan juga keahlian medis Dara.


Mendengar pertanyaan mereka Kai tidak menjawab. Rafael dengan iseng mengatakan jika dirinya belum punya tunangan, ia akan mengejar orang sehebat Dara. Sontak ia mendapatkan lirikan dan tatapan tajam dari Kai.


Buru-buru ia meralat ucapannya dan mengatakan ia hanya bercanda saja. Ia menyesal mengisengi Kai, hanya dengan tatapan saja, ia merinding di buatnya.


"Jangan banyak bicara, hubungi yang lain dan bawa mereka semua!" perintah Kai menunjuk buronan yang di ikat itu.


"Siap Komandan!" ucap yang lain serempak.


Semuanya mengumpulkan semua buronan yang sudah di ikat dalam kondisi babak belur dan ada beberapa yang tidak sadarkan diri. Setelah lima belas menit, rekan lain datang untuk mengangkut semua buronan.


"Jendral!" ucap yang lain sembari hormat ke arah Kai.


"Bawa mereka!" ucap Kai tegas


"Siap laksanakan!" jawab yang lain.


Ada total 15 buronan yang ada dan semuanya sudah berhasil di tangkap, dia di antaranya adalah orang asing. Mereka adalah gembong narkoba kelas internasional, selain itu Kai dan yang lain menangkap 6 orang lokal yang di duga sebagai pembeli.


6 Kilo sabu dan juga uang tunai sebesar 10 juta dolar, juga ada di sana sebagai barang bukti.


Kelompok Kai merupakan anggota pasukan khusus bernama Falcon. Itu adalah pasukan khusus orang jenius super yang ada di ketentaraan. Total ada 11 orang yang ada di timnya, dan Kai yang menjadi pemimpinnya.


Kai sendiri merupakan jenius dari para jenius itu sendiri, di usianya yang hampir memasuki 24 tahun saat itu. Ia sudah di angkat menjadi Jendral kemiliteran paling muda dalam sejarah dan sekarang usianya sudah 25 tahun dan akan menuju 26 dalam dua bulan kedepan.


Tentunya pangkat yang ia terima tidak begitu saja ia dapatkan. Ia memiliki stamina dan juga kekuatan yang besar dan berhasil menyelesaikan banyak misi dan berkontribusi besar terhadap negara, hingga ia di promosikan dengan begitu cepat.


Sejak kecil Kai sudah berkecimpung di dunia militer, keluarganya juga sebagian besar dari kemiliteran. Ayahnya seorang jendral besar dan kakeknya juga seorang pensiunan jendral besar di militer militer, begitu juga paman kecilnya yang sudah menjadi mayor jendral di usia 34 tahun.


Sedangkan paman besarnya memilih menjalankan bisnis keluarga Narendra.


Kai sendiri bahkan sudah sangat kaya, karena pekerjaannya yang memang menantang maut itu, tentu saja tidak lepas dari hadiah besar menanti setiap kali ia menyelesaikan misi itu.


Sebagai pemimpin, dia mendapat tiga puluh persen harta rampasan, dua puluh persen untuk negara dan lima puluh persen di bagikan untuk rekan yang lain yang berjumlah 10 orang.


.....


Dara sudah sampai rumah, ia langsung beranjak ke halaman belakang. Di sana ia bersandar di perut gemoy White, entah mengapa bayangan tubuh terutama perut Kai yang keras dan juga berotot itu terus terbayang di kepalanya.


"Kenapa aku jadi mesum sekali" gumam Dara pelan, namun White masih bisa mendengar gumaman itu.


"Mesum? Yang mulia, anda sedang memikirkan siapa?" tanya White.


Mendengar pertanyaan White Dara terkejut dan malu sendiri, karena keceplosan bergumam.


"Kamu salah dengar" ucap Dara


"Tidak mungkin, pendengaran saya masih sangat bagus, bahkan hamba masih bisa mendengar suara orang dari jarak yang jauh" ucap White


"Ah...." Dara kehabisan kata-kata.


"Siapa itu yang mulia?" tanya White lagi masih penasaran.


"Aku tidak memikirkan laki-laki" kilah Dara


"Hamba tidak mengatakan itu laki-laki, anda sendiri yang mengatakannya" ucap White.


"Kamu... Ah sudahlah" ucap Dara memerah malu.


"Ap-apa maksudmu? Ti-tidak! Jangan mengada-ada, aku bahkan baru bertemu tiga kali dengannya" ucap Dara


"Ah, sepertinya anda merujuk pada satu orang" tebak White.


"Kamu, haaahhh sudah lah, aku ingin istirahat, lelah sekali tubuhku" ucap Dara langsung beranjak dari sana dan meninggalkan White yang berdiam di sana menatap junjungannya.


"Sepertinya Yang Mulia sudah mulai dewasa" gumam White dalam hati


....


Sesampainya di kamar, Dara masuk ke ruangan dimensi untuk berkultivasi. Namun ia tidak bisa fokus karenanya.


"Haaahh, kenapa aku jadi teringat terus, astaga kamu mesum sekali Daraaa! Haaaah!" ucap Dara menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah, lebih baik aku berjalan-jalan di ruang dimensi saja.


Dara pun berjalan mengelilingi ruang dimensinya itu. Ruang dimensi milik Dara atau Liu Annchi, memiliki total luas 1.000 Km². Sangat luas untuk ukuran ruang dimensi, pantas di sebut sebesar kota kecil.


Biasanya Luas ruang dimensi yang biasa di buat oleh Penempa tingkat 9 seperti Dara. Hanya bisa membuat ruang dimensi seluas 1.000 M² saja.


"Wow, sangat luas" ucap Dara menikmati suasana di ruang dimensi.


"Airnya jernih sekali, aku ingin mandi rasanya" ucap Dara.


Ia pun melepas pakaian miliknya dan menyisakan dalaman saja, dan berendam di sebuah air terjun dan sungai yang mengalir jernih di sana.


"Airnya sangat hangat" ucap Dara.


"Eh..." ucap Dara saat ia merasakan kulitnya terasa sedikit kesemutan, tapi ia tidak sakit sama sekali.


Dara terkejut saat mendapati kulit dirinya semakin bercahaya. Pendengaran semakin tajam, penglihatan semakin jelas dan pikirannya menjadi semakin jernih.


"Wah, pantas saja air surgawi ini merupakan salah satu bahan yang wajib untuk pembuatan pil tingkat tinggi. Ternyata memang sehebat ini manfaatnya" ucap Dara.


Ya, air itu di kenal sebagai air surgawi. Air itu sangat langka di dapatkan, bahkan di benua biru sekalipun. Biasanya para Alkemis tingkat 7 ke atas, membutuhkan pil ini untuk membuat pil kualitas tinggi.


Bahkan saat di pelelangan di jaman itu, satu botol air surgawi, di hargai lebih dari 1.000 tael emas. 1 tael itu setara dengan 37,5 gram, atau setara 37.500 gram. Jika di uangkan itu sekitar 37,5 Milyar. Bisa di bayangkan betapa mahalnya pil tingkat atas, apalagi yang memiliki kualitas tinggi.


Sedangkan Liu Annchi memiliki sumber yang tidak ada habisnya di dalam ruang dimensi miliknya. Bukankah Ia sudah kaya tanpa perlu bekerja, dan semua itu sudah menjadi milik Dara sekarang.


"Kulitku nampak lebih cerah dan wajahku makin kian cantik, aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi orang-orang melihatku setelah ini, hais" ucap Dara menghela nafasnya.


Dara segera menyudahi acara berendamnya, ia langsung memakai pakaian dan keluar dari ruang dimensi.


Ia sudah berada di ruang dimensi setengah hari dan itu sama dengan setengah jam di dunia nyata.



Nama : Kaisar Raka Narendra (Kai)


usia : 25 tahun (26 tahun -Dua bulan)


Pekerjaan : Jendral termuda dan Pemimpin Tim Falcon.


...••••••...