
Daffa dan kakak perempuannya yang tengah mencari jam tangan untuk hadiah, tidak sengaja melihat Dara keluar dengan di antar manager toko yang terlihat bersikap sangat sopan pada Dara.
Karena rasa penasaran Dairi pun bertanya pada salah satu pramuniaga di sana.
"Mbak, itu manager toko ini bukan? Kenapa dia begitu sopan dengan wanita muda itu?" tanya Dairi menunjuk ke arah Dara.
Daffa yang berdiri di samping Dairi hanya diam menunggu jawaban pramuniaga, karena jujur dia juga penasaran apa yang terjadi dan apa yang di beli Dara.
"Oh, nona tadi membeli jam tangan edisi terbatas khusus yang hanya satu-satunya di toko ini bahkan di negara ini. Dan hanya ada 3 buah di dunia" jelas pramuniaga yang membuat Dairi dan Daffa terkejut saat mendengar nya.
"Edisi khusus? Memang nya Jam tangan apa itu?" tanya Dairi
"Oh, ada gambar jam tangan itu yang ada di standing banner di depan nona" jawab pramuniaga
"Berapa harganya?" tanya Dairi lagi, ia masih penasaran mengapa manager toko sampai begitu sopannya dengan teman sekelas adiknya itu.
"Harganya 17 juta dolar nona dan nona tadi membayarnya dengan kartu hitam. Sangat luar biasa, bahkan tadi manager sampai gemetar di buatnya" ucap pramuniaga dengan semangat meskipun bukan ia yang berhasil menjual itu.
Ia sedikit iri melihat rekannya menjual jam tangan mewah itu, yang artinya temannya itu mendapatkan komisi besar dari penjualan itu. Tapi dia tidak membenci rekannya, bagaimana pun mereka berteman di luar pekerjaan mereka. Dan rekannya berjanji akan mentraktir dirinya makan seharian saat mereka libur.
"17 juta Dolar?" ucap Dairi dan Daffa terkejut mendengar harga yang sangat fantastis itu. Jika di ubah kurs, itu mencapai 250 milyar, angka yang tidak main-main.
Dairi menatap wajah adiknya yang sama terkejutnya seperti dirinya. Sungguh Dairi tidak menyangka jika Dara adalah gadis yang sangat kaya raya.
Ia awalnya berfikir mungkin Dara adalah anak dari keluarga besar di ibukota. Namun ia sama sekali belum mendengat ada anak perempuan dari keluarga tiga besar yang bernama Addara atau biasa di panggil Dara.
Bahkan dirinya saja tidak bisa mengeluarkan uang yang begitu banyaknya tanpa berkedip. Selama ia membantu ayahnya di perusahaan dan juga uang sakunya. Tidak lebih dari 300 juta perbulannya. Apalagi adiknya yang belum bekerja yang hanya mendapatkan uang saku 15 juta perbulan.
Jika di bandingkan dengan 250 milyar, itu tidak ada apa-apa nya. Bahkan ayahnya saja, tidak akan dengan mudah mengeluarkan uang segitu banyaknya tanpa berkedip.
Jadi seberapa Kaya keluarga Dara? pikir Dairy
"Daff, kamu sangat jeli melihat peluang. Gadis yang kamu suka ternyata anak orang kaya, wah pasti perjuanganmu tidak akan sulit untuk mendapatkan restu ayah dan ibu. Ayah pasti tidak akan menghalangimu untuk bersama dengannya, bahkan mendukungmu seratus persen. Aku iri padamu" ucap Dairi menepuk bahu adiknya dan tersenyum.
Sedangkan Daffa hanya diam saja, dia bukannya senang justru ia merasa sedikit tertekan. Karena entah mengapa ia merasa jarak dirinya dengan Dara sangat lebar dan sulit di jangkau.
Bahkan hubungan Dara dan dirinya tidak sedekat itu di kampus. Bahkan bisa di bilang hanya sekedar teman sekelas tidak ada yang spesial.
....
Dara kini sudah berada di salah satu cabang butik milik Mama Hesti di pusat kota, Hesti sudah ada di butik, yang memang sudah di hubungi oleh Dara sebelumnya.
Tentu saja karena ia di temani sang pemilik butik, hal itu membuat semua orang di sana menjadi heboh.
Bukan hanya pengunjung tapi juga karyawan butik, mereka sangat terkejut melihat kedatangan Hesti. Karena mereka tahu jika nyonya atau bos mereka itu sangat jarang datang ke butik.
Setahun sekali saja sudah untung jika datang, karena biasanya yang memantau seluruh butik hanya orang kepercayaan Hesti saja. Sedangkan Hesti memilih menjadi ibu rumah tangga dan sesekali bekerja di rumah untuk mendesign dan mengecek produk.
Mereka kini lebih di kejutkan lagi saat melihat betapa dekat dan bahagianya Hesti menyambut gadis bermasker di depan mereka. Bahkan membuatnya rela datang ke butik, khusus untuknya.
"Sayang kamu sudah datang?" ucap Hesti menyambut Dara dan cipika-cipiki dengan calon menantu kesayangannya itu.
"Iya mah, mama udah lama nunggu?" tanya Dara
"Nggak kok, mama juga baru dateng. Ayo duduk dulu! Eh ini siapa?" tanya Hesti melihat ke arah Flo.
"Dia asisten Dara mah, dia juga udah kaya kakak perempuan Dara namanya Flower mamah bisa panggil dia Flo. Flo kenalin ini mama Hesti, mamanya Kai" ucap Dara dengan lembut.
"Salam kenal nyonya" sapa Flo dengan sopan dan membungkukan badannya.
"Salam kenal Flo, kamu cantik sekali. Saya jadi insecure lihat yang cantik-cantik he-he. Kamu cocok loh jadi model, kamu berminat?" ucap Hesti terkekeh
"Nyonya juga sangat cantik, maaf nyonya saya menolak. Karena saya sudah nyaman bekerja bersama nona Dara" ucap Flo.
"Ah begitu, baiklah kamu bisa aja, ya emang saya cantik sih. Kalau nggak, papanya Kai nggak akan mungkin bertekuk lutut dan cinta mati padaku ha-ha. Tapi sayangnya saya sudah tua sekarang" ucap Hesti tertawa renyah.
Dara juga ikut terkekeh, ia merasa bersyukur memiliki mama mertua, Eh, calon mama mertua yang baiknya seperti Hesti. Bahkan tidak sungkan mengobrol dengan Flo yang notabene adalah bawahan Dada.
Dara memiliki niat memberikan pil kecantikan untuk Hesti dan Sarah sebagai hadiah, namun belum kesampaian. Mungkin hari ini dia akan memberikannya setelah memilih gaun.
"Kamu sudah kasih tahu Kai? Kai izinin kamu datang?" tanya Hesti
"Sudah mah, awalnya Kai sepertinya tidak mau Dara datang ke acara ini. Terlebih wajah Dara pastinya akan ke ekspos publik, jadi Kai ketar-ketir sendiri haha. Ya mama tahu lah bagaimana. Tapi akhirnya dia ngalah karena aku juga perginya bareng Flo ke sana" ucap Dara terkekeh saat mengingat ia mengatakan pada Kai dan tanggapan kekasihnya yang cemburu dan tak rela itu membuatnya terkekeh.
"Ya, anak itu memang print-an papa nya tidak ada yang ke buang. Dulu juga Galuh gitu waktu mama masih aktif jadi desainer merangkap model" ucap Hesti mengingat masa lalunya yang memiliki suami posesif.
"Iya kah? Papa pasti takut mama di gondol cogan tuh, makanya waspada" ucap Dara
"Ha-ha kau benar, tapi itu berlebihan sayang. Bukannya sombong, tapi saat itu di bandingkan yang lain Galuh paling tampan jadi bagaimana mungkin mama bisa berpaling darinya. Jika pun iya, bodoh sekali mama" ucap Hesti jadi curhat.
"Itu karena papa takut mama di ambil orang lain dan ingin menjaga mama saja" ucap Dara
"Ya sama seperti Kai padamu, dia sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu. Mama bahkan terkejut saat tahu ia punya pacar dan sangat bucin padamu" ucap Hesti yang membuat Dara terdiam karena membenarkan ucapan Hesti.
"Mama harap kalian bisa menikah segera" ucap Hesti lagi.
"Dara juga berharap demikian mah. Do'akan saja semoga pengajuan skripsi nya di terima" ucap Dara
"Tentu, mama selalu mendo'akan yang terbaik untuk kalian berdua" ucap Hesti tulus.
Mereka kini melihat-lihat gaun koleksi terbaik Hesti. Hesti merekomendasi kan untuk Dara dan Flo, yang pastinya gaun itu sangat indah dan sangat cocok di kenakan oleh keduanya.
"Sayang, bagaimana kalau gaun ini? Sepertinya gaun ini sangat cocok untukmu" tanya Hesti menunjukan gaun rancangannya itu pada Dara
"Ini sederhana namun elegan mah, Dara suka. Pilihan mama memang luar biasa" ucap Dara melihat gaun panjang itu dengan berbinar.
"Gaun ini juga cocok sekali jika di padukan dengan perhiasan yang kemarin kita beli sayang. Sekarang kamu coba dulu gaunnya, jika kurang pas mama langsung perbaiki" ucap Hesti.
Dara mengangguk menurut dan masuk ke dalam ruang pas, Flo juga mencoba gaunnya di ruangan sebelah.
.....
Di salah satu studio AMTV yang sudah di sulap begitu mewah dan elegan. Di sana juga sudah terbentang red carpet untuk para tamu . wartawan juga sudah siap mengambil gambar pada setiap tamu undangan yang datang ke acara ulang tahun yang di siarkan langsung dari studio mereka itu
Kilatan dan jepretan kamera terus di nyalakan saat para tamu undangan datang. Para artis ibukota, baik penyanyi, aktris/aktor, pelawak, presenter dan lain-lain datang dengan penampilan yang memukau.
Begitupun dengan tamu undangan lain dari kalangan pengusaha atau mitra bisnis yang memang sengaja di undang untuk datang.
Lucas, Felicia, Xavier dan artis terkenal lain di bawah naungan A.A Entertainment juga datang, tentunya dengan mobil yang terpisah dan waktu yang berbeda.
Namun pesona mereka tidak bisa mengalahkan sosok yang baru keluar dari mobil MPV mewah. Sosok gadis cantik yang sangat anggun dan dingin keluar membuat semua orang tidak bisa mengalihkan pandangan mereka.
"Waaahhh siapa itu? Cantik sekali"
"Apa dia artis baru? atau pengusaha?"
"Gila auranya brooo...."
Begitu ucapan orang-orang, namun mereka lebih di kejutkan lagi, karena gadis cantik itu justru membuka pintu lain yang tak lama kemudian seseorang turun. Menunjukan sosok yang lebih membuat gempar semua orang yang ada di sana. Baik itu para wartawan, para tamu undangan dan penonton yang ada di rumah.
Bahkan para wartawan dan fotografer lupa menekan kamera mereka untuk mengambil gambar. Meskipun begitu tayangan di kamera live dan langsung di siarkan oleh t pelaksana masih on hingga pemirsa di rumah bisa melihatnya.
Hening!
Bahkan hampir semua orang di sana mimisan karena tidak kuat melihat kecantikan seorang Dara.
Ya wanita yang membuat gempar dan membuat semua orang terpukau karena keindahan dan kecantikannya itu tidak lain adalah Dara, sang Dewi Nasional.
Dan wanita pertama yang keluar adalah Flo, yang tidak kalah cantik dan memukau semuanya. Sayangnya kecantikannya masih berada di bawah Dara tentunya.
...•••••••...