
Mobil land Rover milik Kai memasuki Star mansion, ia memarkirkan seperti biasa di garasi yang sangat luas dan berderet mobil-mobil mewah dan motor-motor sport yang harganya tidak main-main.
Kai langsung turun dari mobilnya itu dan segera masuk ke dalam mansion.
Ia tersenyum saat melihat keempat anaknya tengah berada di ruang keluarga tengah bermain, lebih tepatnya hanya Langit yang tengah bermain mengajak bicara ketiga adiknya yang tentu saja belum bisa bicara itu.
Kai langsung beranjak ke arah lift menuju kamarnya, ia tidak menyapa anak-anak nya dulu karena ia dari luar dan tidak ingin anak-anak nya terpapar kuman dan virus dari luar.
Namun saat ia hendak masuk saat pintu lift terbuka ia melihat Dimas, Ryan dan Ezio keluar.
"Kak, sudah pulang" sapa ketiganya sopan dan mencium tangan Kai bergantian.
"Ya baru saja sampe, kalian abis belajar atau dari ruang kerja?" tanya Kai.
Ruang kerja yang di maksud adalah ruangan kerja khusus Dimas dan Ryan, untuk mengedit video yang mereka buat untuk endorse atau keperluan pekerjaan lainnya.
"Dari ruang kerja kak, kakak sibuk nggak?" tanya Dimas
"Nggak, memangnya ada apa Dim?" tanya Kai
"Dimas mau ngomong penting kak" ucap Dimas.
"Kalau gitu nanti kita bicara setelah makan malam, kakak mandi dulu nanti kita ketemu di meja makan" ucap Kai
"Iya kak" ucap Dimas.
Setelahnya Kai langsung masuk ke dalam lift, hanya butuh waktu setengah jam ia menyelesaikan acara mandinya dan segera turun untuk makan malam bersama.
"Ayah...." panggil Langit berlari mendekati sang ayah
Kai langsung berjongkok dan mengambil Langit ke dalam pelukan lalu di gendongannya.
"Lain kali jangan lari-lari Abang, nanti jatuh" ucap Kai lembut pada putra sulungnya itu.
"Ya Yayah, Yayah Da ana?" tanya Langit menoleh ke belakang namun tidak melihat bundanya itu.
"Bunda masih sibuk ngobatin orang yang sakit sayang, nanti besok bunda pulang" ucap Langit
Kai tidak memberi tahukan yang lain, jika Dara selalu pulang saat malam hari untuk mengecek keadaan dirinya, anaknya dan adik-adiknya. Dan Dara mengatakan jika kemungkinan besok ia akan pulang karena pengobatan Flo sudah dalam tahap pemulihan akhir.
Langit yang mendengar bundanya pulang besok, tentu saja merasa senang. Keduanya kemudian menuju ke ruang makan dan melakukan makan malam bersama anggota keluarga yang lain, termasuk Ezio yang memang berencana akan menginap malam ini.
Makan malam pun berjalan dengan khidmat, Ezio masih sedikit kikuk saat berada di dekat Kai. Bagaimana pun ia yang paling tidak terbiasa dengan sifat Kai yang hanya bicara seperlunya. Berbeda dengan Dimas dan Ryan yang sudah makanan sehari-hari dengan sifat Kai yang dingin.
Tapi menurut mereka Kai sudah lebih terbuka dan mau bicara panjang lebar pada mereka. Namun memang aura Kai masihlah membuat orang lain tidak berkutik.
Setelah selesai makan, Ray menghampiri anak-anak nya lebih dulu. Ia mencium mereka satu persatu dan menanyakan perkembangan sang anak pada baby sitter nya. Dan Dimas mengikuti Ray ke ruangan kerja milik Dara.
"Ada apa Dim?" tanya Kai saat keduanya sudah di ruangan kerja.
"Kakak kamu kemungkinan pulang besok, apa nanti saja ngomongnya sama kakak kamu saat pulang nanti?" ucap Kai
"Nggak perlu kak, aku ngomong aja ke kakak kan sama aja he-he. Aku cuma kangen aja kok sama kak Dara, udah lima hari nggak pulang. Aku cuma khawatir karena nggak biasanya nggak ada kabar" ucap Dimas
"Kakak tahu, kamu tenang aja, kakak kamu baik-baik saja dan dia masih sibuk mengurus orang sakit. Jadi kamu ingin bicara tentang apa sama kakak?" tanya Kai
"Begini kak, tadi sepulang sekolah aku ke perusahan untuk bertemu kak Lucas, karena kak Lucas memintaku datang untuk membahas soal project. Aku di tawari oleh perusahaan besar untuk menjadi model brand ambassador nya, tapi entah kenapa aku ragu menerimanya. Aneh aja dia nawarin kontrak yang sangat besar sama aku yang notabene masih pemula. Aku ngerasa masih banyak model lain yang lebih berpengalaman dan hebat.Nama perusahaan itu juga seperti aku pernah mendengarnya tapi aku lupa dengarnya di mana" ucap Dimas mengeluarkan kebingungan nya pada Kaka iparnya itu.
"Memang nama perusahaan nya apa, memang kamu mau di jadiin model apa?" tanya Kai
"Model untuk produk barunya perusahaan itu, kak Lucas bilang sih itu khusus produk shampo dan minyak wangi khusus untuk laki-laki gitu dan kebetulan tema mereka sangat cocok dengan karakter yang aku miliki. Tapi kenapa aku masih ragu ya, ah ya nama perusahaan itu Cedric Group" jawab Dimas
Tentu saja Kai yang mendengarnya terkejut, Cedric Group tentu ia tahu itu adalah perusahaan milik keluarga Cedric di ibukota. Apalagi belakangan kepala keluarga mereka menargetkan keluarganya juga istrinya.
Ia tidak menyangka Dominic bisa melakukan apa saja demi mendapat sampel DNA Dimas. Meskipun hal yang di lakukan Dominic akan sia-sia saja.
"Kakak pernah kasih tahu kalau kamu lupa dek" ucap Kai
"Kasih tahu apa kak?" tanya Dimas bingung
"Beberapa hari yang lalu saat kakak kasih tahu kamu kalau Dara akan pergi selama beberapa hari untuk mengobati orang yang sakit keras. Kakak juga minta kamu untuk jaga diri selama kakak kamu sedang bekerja untuk menyelamatkan seseorang" ucap Kai
Dimas memikirkan hal itu dan matanya membola saat mengingat ucapan Kai
Flashback on...
"Kak Dara akan pergi untuk mengobati seseorang yang penting dan dalam keadaan genting dan tidak bisa di gantikan orang lain. Kamu tahu kan kalau kakak kamu adalah dokter terbaik?" ucap Kai waktu itu. Dimas mengangguk.
"Selama kakak kamu bekerja, kamu harus jaga diri dan jika ada yang mendekati kamu lebih baik menghindar saja" ucap Kai lagi
"Kenapa emangnya kak?" tanya Dimas.
"Itu pesan dari kakak kamu, hanya untuk jaga-jaga. Kamu tahu kan feeling kakak kamu itu kuat dan selalu akurat, jadi lebih baik mencegahnya" ucap Kai, Dimas mengangguk.
"Jadi lakukan saja, ini demi kebaikan kamu. Nanti kakak kamu yang jelaskan saat ia pulang nanti. Dan jangan lupa, jangan berhubungan dengan siapapun dari keluarga Cedric" ucap Kai
Flashback off...
"Aku ingat kak" ucap Dimas.
"Lebih baik kamu tolak saja project itu, jika kamu membutuhkan endorse yang level nya tinggi. Kakak bisa meminta om Genta buat masukin kamu ke list selebriti yang akan di kontrak kerja sama" ucap Kai.
"Nggak perlu kak, Dimas nggak butuh-butuh banget kok. Duit dari kak Dara dan kak Kaisar aja lebih dari cukup sampai aku bingung mau di pake buat apa, nggak habis-habis" ucap Dimas menghela nafas.
Memang ucapannya benar adanya, kakak dan Kakak iparnya itu tidak pelit soal uang, ilmu dan kasih sayang. Jadi ia benar-benar tidak membutuhkan uang, ia melakukan pekerjaan nya hanya untuk mengasah kemampuan dan jugaagar dia tidak bosan.
...••••••...