
Setelah Flo merasa tenang, Dara pun melepaskan pelukannya. Ia menepuk bahu orang yang paling ia percayai itu dengan pelan.
Flo juga sudah tidak lagi menangis, ia tengah duduk sembari menghela nafasnya. Ia mengalirkan Chi miliknya ke seluruh tubuhnya itu, hingga membuatnya menjadi sangat baik.
"Apa kamu ingin membalasnya?" tanya Dara
Flo menggelengkan kepalanya pelan.
"Apa kamu masih ada perasaan untuknya?" tanya Dara
"Tidak ada, sudah tidak ada yang tersisa perasaan di hati ini. Tidak ada alasan, hanya saja aku tidak ingin membalasnya. Karena jika aku melakukan itu, luka di hatiku akan semakin dalam bukannya menghilang. Jadi aku coba mengikhlaskannya meskipun kenyataannya selalu ku ingat" ucap Flo hingga membuat Dara tertegun mendengarnya.
Dara mengingat dendam dan kebenciannya pada ayah dan juga ibu tirinya itu.
"Aku hanya tidak ingin melihat atau dekat dengannya lagi, itu lebih dari cukup. Tapi aku tetap ingin menghancurkan Organisasi terkutuk itu. Karena aku takut akan banyak memakan korban yang tidak bersalah, hanya karena obsesi tak manusiawi organisasi yang ingin memupuk kekayaan dan kekuasaan" ucap Flo lagi
"Kita akan menyusun rencana untuk itu nanti" ucap Dara
"Ya Nona, aku juga ingin meningkatkan kekuatanku terlebih dulu" ucap Flo
"Apa kamu membangun GOD untuk ini Flo?" tanya Dara yang di jawab gelengan kepalanya.
"Tidak, aku membuat pasukan itu untuk anda. Karena bagi saya, anda adalah orang yang paling penting dan saya tidak ingin anda terluka dan kesulitan. Dan untuk organisasi itu, aku ingin menghancurkannya dengan tanganku sendiri" ucap Flo dengan tatapan dan senyum tulus.
"Terimakasih kau selalu mengingatku Flo" ucap Dara tersenyum, ia menghargai semua hal yang Flo lakukan untuknya.
"Anda akan selalu jadi prioritas utamaku nona, perintahmu adalah mutlak untukku. Karena selain anda adalah junjunganku, anda juga adalah keluargaku satu-satunya yang aku miliki dan ingin aku lindungi" ucap Flo
Dara tersenyum bangga dengan Flo yang sudah di anggap kakak perempuannya itu. Lalu Dara mengingat sesuatu dan mengatakannya pada Flo.
"Apa kau merasakan itu padanya Flo? Apa kamu tahu dari lama?" tanya Dara
"Saya baru mengetahuinya saat di bandara Nona. Dulu meskipun saya adalah seorang pembunuh Ace, saya tidak bisa mengetahui kekuatannya. Saya hanya merasa jika Dia memiliki aura yang kuat meskipun aku tidak tahu kenapa. Tapi sekarang saya paham, aura itu tak lain adalah aura seorang kultivator" ucap Flo.
"Tapi meskipun begitu dia masih jauh di bawahmu Flo" ucap Dara terkekeh
"Ya, tapi cukup hebat orang sepertinya bisa jadi kultivator, meskipun hanya dengan kekuatan fisikku, aku masih bisa mengalahkannya" ucap Flo.
Keduanya kemudian membahas tentang Zayn yang merupakan seorang kultivator dengan tingkat Body tempering level Puncak.
Lalu setelah selesai pembicaraan tentang Zayn, Dara mengingat percakapan tadi di bawah. Ia pun kemudian menoleh ke arah Flo dan menanyakannya.
"Apa kamu tertarik dengan Lingga? Sepertinya dia serius menyukaimu" ucap Dara
"Saya tidak tahu, saya tidak merasakan apapun" ucap Flo apa adanya.
Mungkin karena hatinya sudah tertutup hingga ia tidak bisa merasakan tentang perasaan cinta itu.
"Haaahh, kamu juga manusia Flo, jangan tutup hatimu terlalu lama. Coba buka kembali, karena semua laki-laki tidak bisa kau pukul Rata, satu sama lain berbeda. Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, jadi belajarlah untuk hidupmu yang lebih baik" ucap Dara
"Saya mengerti, tapi saya belum terfikir untuk mencari pasangan. Kalaupun iya, aku ingin yang sama-sama kultivator. Agar kita bisa hidup panjang umur bersama-sama menikmati hidup" ucap Flo.
"Nona, mana ada yang abadi di dunia ini. Kultivator pun memiliki masa hidupnya, mereka bukan dewa" ucap Flo terkekeh.
"Kau benar, karena itu pergunakanlah masa hidupmu baik itu sebentar atau lama, untuk hal yang bermanfaat dan membantu orang yang membutuhkan" ucap Dara yang di angguki oleh Flo.
....
Dara dan Flo kembali ke tempat acara, dapat Dara lihat Kai tengah mengobrol dengan lingga dan orang tua mereka. Lalu tim Falcon bergabung, mereka mengucapkan selamat dan juga berbicara lain-lain.
Terlihat sekali banyak perempuan yang menatap ke arah mereka. Bagaimanapun mereka semua adalah pemuda terbaik negara ini yang sangat jenius dan juga kuat.
Namun Dara tidak susah-susah cemburu untuk hal yang tidak penting. Karena ia percaya Kai tidak akan tergoda oleh remahan rengginang atau kue sagu.
"Nona" panggil Ferdi dan yang lain bersamaan.
"Kalian sudah sampai? Apa sudah lama?" tanya Dara
"Sejam yang lalu Nona. Selamat untuk pertunangan anda dan tuan muda, Nona" ucap Ferdi dengan tulus, di lanjut ucapan selamat oleh Theo dan yang lain.
"Terimakasih kembali atas ucapannya dan terimakasih sudah datang di saat kalian semua tengah sibuk" ucap Dara tersenyum tulus.
"Nona, jika orang-orang tahu Dewi nasional mereka bertunangan, pasti semuanya akan gempar" ucap Ferdi
"Memang orang-orang belum tahu, tapi pertunangan antara dua keluarga besar sekarang tengah Viral di internet" sahut Theo
"Kau ini laki-laki tapi cepat sekali menerima gosip. Atau kau memang suka bergosip?" ucap Hana.
"Emang ada larangan laki-laki tidak boleh tahu gosip? Lagian nih, bagaimana nggak gercep. Ponselku terus berbunyi dari aplikasi berita yang menyatakan berita itu hampir tiap menit" ucap Theo
Mereka pun mengobrol, lalu Kai pun bergabung ke sana. Pesta pertunangan Dara dan Kai pun berjalan dengan lancar.
.....
PRANG!!!!!!
Suara benda terjatuh pun nyaring terdengar di sebuah apartemen di luar negeri. Ruangan itu terlihat sangat berantakan dan tidak ada orang lain selain seorang wanita yang tengah meringkuk di bawah tempat tidur dengan air mata mengalir di wajahnya.
"Kaisaaarrr, kenapa kau bertunangan dengan wanita lain??? Siapa wanita yang sudah berani merebutmu dariku??? Si*lan!!!!" ucap wanita itu.
PYAR!!!
"Aaarrrgggghh sialaaannnn dasar kau ja*ang murahan, aku akan memberikanmu pelajaran!!!" teriaknya sembari melempar ponsel miliknya mengenai kaca dan pecah berantakan.
"Hah, sepertinya aku harus pulang. Apapun yang seharusnya menjadi milikku akan tetap menjadi milikku. Ha-ha-ha" ucap wanita itu lagi.
"Tunggu aku pulang Kaisar, tunggu calon istrimu pulang dan kita akan segera menikah. Takan ku biarkan kau menikah dengan wanita lain selain diriku" ucapnya menghapus air mata di pipinya. Ia berbalik lalu mengambil koper dan memasukan pakaiannya dan segera menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi.
...••••••...