
Maaf author masih sibuk kerja sampe Senin nanti, jadi up 1 BAB terus. Author usahain Selasa udah update double lagi ya😉
Selamat membaca....
...••••••...
Mike keluar dari kediaman Yongki dengan salah satu sudut bibir baik ke atas. Ia kemudian memerintahkan anggotanya untuk membawa keluar semua pekerja di rumah itu, lalu setelahnya bakar habis seluruh kediaman Yongki.
Setelah keluar, tim Falcon sudah bersiap di titik luar batas. Mereka pun mengambil alih Yongki yang sudah tidak berdaya, karena sudah kehilangan kultivasi nya dan membawanya ke pangkalan militer.
Selain Yongki, tim militer lain di tugaskan Galuh untuk membekuk seluruh keluarga Damian di Barat Ibukota. Mereka semua akan di periksa mengenai keterlibatan dengan perdagangan manusia, yang di lakukan oleh Yongki Damian.
Selain itu, Dara sudah meminta Theo untuk mencari semua hal tentang Keluarga Damian. Setelah penyelidikan mereka menemukan banyak sekali kegiatan ilegal yang di lakukan keluarga itu. Dan semua bukti itu sudah di serahkan ke pihak berwajib.
Kekacauan saat proses penangkapan mereka, karena banyak yang menyaksikan proses penangkapan itu meskipun kejadian nya tengah malam. Hal itu tidak membuat para tetangga dan juga orang-orang di sana untuk mwlihat, kejadian itu membuat banyak spekulasi mencuat ke publik.
Keesokan harinya, kabar mengenai penangkapan keluarga Damian mencuat, banyak wartawan yang datang memenuhi ke kantor kemiliteran untuk meminta keterangan.
Para warga bingung dan mencoba menebak-nebak apa yang terjadi, pasalnya hal ini tidak biasa terjadi. Karena yang melakukan penangkapan adalah militer bukan pihak kepolisian.
Sampai akhirnya baik itu perwakilan kemiliteran dan kepolisian keluar untuk mengklarifikasi tentang penangkapan keluarga Damian yang menggemparkan itu.
Semua orang terkejut saat mengetahui Keluarga Damian yang merupakan keluarga kelas atas di barat ibu kota itu. Merupakan Dalang melonjaknya kasus kehilangan anak-anak bayi balita dan juga para gadis di bawah umur di ibukota.
Total tercatat lebih dari empat ratus kasus kehilangan di ibukota dan hampir sembilan puluh persen ada hubungannya dengan Yongki. Dan terkuak pula tentang keluarga Damian juga terlibat dengan banyak bisnis ilegal.
Tentu saja saat berita itu keluar, semua orang menghujat dan juga menyumpahi Yongki dan keluarga Damian. Dan membuat petisi untuk pemerintah agar menjatuhi hukuman mati pada mereka.
....
Keesokan paginya, Dara, Kai, Langit dan juga Shine pulang ke Star mansion, setelah malam tadi mereka menginap di markas kuning.
Dara membiarkan semua orang beristirahat dulu setelah penyerangan itu dan akan membahasnya besok.
"Omah..." Langit manggil berjalan menghampiri omah Ellena, kala memasuki mansion.
Hal itu membuat Ellena terkejut saat melihat cucunya sudah bisa berjalan. Saking terkejutnya, Ellena hanya diam terbengong. Ia tidak mempercayai matanya kali ini.
"Da, omah Napa benon ja? Apa omah ga angen ma aban" tanya Langit dengan polosnya.
Dara menghampiri putranya itu sembari terkekeh dan berjongkok menyamaratakan tingginya dengan Langit.
"Omah itu kaget lihat Abang udah bisa jalan" ucap Dara
"Aban upa da..." ucap Langit dengan mata membola dan menutupi mulutnya, aksinya itu membuat gemas Dara hingga menciumi wajah putranya itu hingga Langit tertawa membahana
Ellena pun sadar saat mendengar suara tawa Langit, menggema di ruang keluarga itu.
"Kai, apa mamah mimpi lihat Langit udah bisa jalan?" tanya Ellena berbisik pada menantunya itu.
Dulu saat ia dengar Langit sudah bisa bicara ia juga terkejut, namun kali ini ia masih saja terkejut melihat tingkah ajaib sang cucu.
"Nggak mah, mama nggak salah lihat. Cucu mama emang baru banget bisa jalan, lihat cucu mamah benar-benar ajaib, kan?" ucap Kai sembari terkekeh.
"Huwaaahh....." Ellena terkagum-kagum.
"Abang sini sama omah" ucap Ellena kemudian merentangkan tangannya.
Dara menghentikan ciumannya dan Langit langsung beranjak ke omahnya dan bermanjaan dengan omahnya itu.
"Kamu sangat menggemaskan sayang, cucu ajaib omah makin keren dan ganteng. Omah kangen kamu" ucap Ellena mencium kedua pipi cucunya dengan gemas.
"Aban anteng" ucap Langit menundukkan kepalanya dan malu-malu di depan omahnya, saat di puji onahnya.
Hal itu membuat semuanya yang ada di sana sontak tertawa melihat kelakuan Langit.
"Ha-ha, mungkin sikap Manda menurun pada Langit. Tapi kecerdasan dan juga kekuatannya justru menurun dariku" ucap Dara menaik turunkan kedua alisnya.
"Baiklah, kamu menang sayang. Tapi lihatlah ketampananku juga menurun padanya" ucap Kai tidak ingin kalah.
Dara dan Kai pun diam-diam tertawa, akibat ucapan keduanya.
Semuanya pun berkumpul di ruang keluarga, kecuali Dimas dan Ryan yang memang sudah berangkat sekolah sejak pagi. Tak lama Langit yang kelelahan bermain pun tertidur, Shine membawanya ke kamar untuk beristirahat
....
"Sayang, kamu sudah periksa ke dokter? Apa jenis kelaminnya sudah ketahuan?" tanya Ellena.
"Belum sempat mah, kemungkinan besok kita akan cek up" ucap Dara
"Jangan terlalu di forsir kerja sayang, kamu itu sedang hamil. Mana di dalam perut kamu ada tiga sekaligus, mama nggak mau kamu sampai sakit karena kecapean" ucap Ellena, mengelus perut putri kesayangannya itu.
"Kai, minta istrimu untuk berhenti bekerja. Biarkan perusahaan Ferdi saja yang urus" ucap Ellena
"Mah, Ferdi akan cuti awal pekan depan. Jadi mau tidak mau Dara harus kerja, setidaknya sampai akhir bulan ini" ucap Dara
"Ngapain Ferdi cuti? Dia nggak kasihan lihat perut kamu udah gede gini" ucap Ellena
"Ferdi juga manusia mah, dia juga ada lelahnya. Dan lagi belakangan dia sangat sibuk dengan kerjaan double setelah Flo berhenti bekerja. Ia juga ingin Quality Time dengan kekasihnya" ucap Dara memberikan pengertian pada mama-nya
"Nggak bisa nunggu kamu lahiran dulu cutinya? Bukannya mama nggak mau kasih Ferdi libur, tapi mama khawatir dengan kondisi dengan perut kamu yang sudah membesar. Tapi tetap harus berkutat dengan pekerjaan begitu banyak, mama nggak mau kamu jatuh sakit" ucap Ellena.
"Tapi mah..." ucap Dara, namun ucapannya terhenti saat bahunya merasakan elusan dari sang suami.
"Kai yang akan menggantikan Dara sementara waktu mah. Jadi mamah tidak perlu khawatir Dara bekerja dan kecapean" ucap Kai tersenyum.
Tentu ucapannya membuat Dara da Ellena juga terkejut. Bukan rahasia lagi jika Kai seorang jendral muda yang sangat sibuk dengan banyaknya tugas di kemiliteran.
"Abang..." ucap Dara namun kembali di potong oleh Kai yang tersenyum lembut ke arahnya.
"Kai cuti sampai minggu depan, jadi Kai yang akan menggantikan Dara sementara. Jika Kai ada tugas dadakan atau masa cuti Kai habis, Kai akan kirim orang kepercayaan Kai untuk mengambil alih sementara posisi Dara di perusahaan.
Setidaknya sampai Dara melahirkan dan siap buat bekerja lagi. Tentu Kai akan lebih senang jika Dara tidak lagi bekerja, karena Kai masih sanggup untuk memberikan apapun yang Dara mau" ucap Kai dengan serius
"Abang serius?" tanya Dara menatap ke suami nya
"Kai, bukannya mama meremehkan kamu, tapi mengelola perusahaan sama sulitnya dengan tugas kamu di militer, dan itu adalah dua kasus yang berbeda cara kerjanya. Apa kamu yakin?" tanya Ellena
"Aku serius sayang" ucap Kai menoleh ke arah Dara dan tersenyum.
"Kai yakin mah, meskipun Kai di kemiliteran, namun sejak kecil Kai, Lingga dan Ajeng juga mendapat pendidikan bisnis dari kakek secara khusus. Dan Kai akan bicarakan hal ini dengan Lingga, jika nanti Kai harus kembali ke pangkalan. Lingga akan menggantikannya sementara" lanjut Kai dengan yakin
"Mama setuju aja, itu terserah kalian bagaimana mengurusnya. Kalau ada apa-apa, jangan sungkan bilang ke mama. Nanti mama bisa minta kakak-kakak kamu untuk membantu" ucap Ellena menyerahkan semua keputusan pada anak dan menantunya.
Lagian ini adalah perusahaan anaknya, jadi biarkan mereka yang menentukan. Sebagai orang tua ia hanya bisa mendukung dan juga membantu jika di perlukan.
"Apa tidak apa-apa meminta Lingga nanti? Bagaimana pekerjaan dia di perusahaan keluarga?" tanya Dara
"Jangan khawatir, di perusahaan masih ada Om Genta yang memimpin. Lagian ini hanya sementara, kalau nggak kamu bisa pilih salah satu orang kamu untuk mengisinya nanti" ucap Kai
Dara mengangguk, ia bersyukur memiliki Suami pengertian seperti Kai. Ia juga bersyukur memiliki Ellena dan keluarga yang lain karena mempedulikan tentang dirinya dan juga calon anak-anaknya.
Sepertinya ia harus segera memilih anggota GOD lain yang memiliki kemampuan bisnis di atas rata-rata, untuk mengantikannya mengelola perusahaan.
Meskipun sudah ada Azea yang akan membantunya sebagai asisten pribadinya, namun Azea juga masih dalam kondisi hamil dan belum siap bekerja sampai ia melahirkan nanti.
...•••••...